Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Hukum Adat
DaftarKartu
ResearchOpen AccessMetadata saja

MAK DIJUK SIANG: AKULTURASI ISLAM DAN HUKUM KELUARGA ADAT LAMPUNG PEPADUN MEGOU PAK TULANG BAWANG

•Hasil Penelitian dan Pengabdian

<ol> <li> Menemukan bentuk akluturasi Islam dalam penerapan hukum adat <em>Mak Di</em><em>j</em><em>uk Siang</em> Lampung Pepadun <em>Megou Pak</em><em>.</em></li> <li> Menganalisis alasan tokoh adat Lampung Pepadun <em>Megou Pak</em> mempertahankan hukum keluarga adat <em>Mak Di</em><em>j</em><em>uk Siang</em>.</li> <li> Menganalisis implikasi hukum keluarga adat <em>Mak D</em><em>ij</em><em>uk Siang</em> Lampung Pepadun <em>Megou Pak</em> terhadap hak-hak perempuan.</li> </ol> <p> &nbsp;</p>

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Sinkronisasi dispensasi nikah bagi pasangan di bawah umur menurut adat lampung sai batin dan undang undang nomor 16 tahun 2019 (stady di marga ngaras pesisir barat)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik nikah bagi pasangan di bawah umur menurut adat Lampung Saibatin di Marga Ngaras Pesisir Barat serta menilai tingkat sinkronisasinya dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh adat, aparat Kantor Urusan Agama, dan pasangan yang menikah di bawah umur, serta didukung oleh studi dokumentasi dan analisis peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik perkawinan anak masih terjadi di masyarakat adat Lampung Saibatin di Marga Ngaras, di mana mayoritas pasangan melaksanakan perkawinan secara agama dan melakukan prosesi adat dengan persetujuan kepala adat, sementara mekanisme dispensasi nikah sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 jarang ditempuh. Hal ini menunjukkan bahwa hukum adat dan legitimasi sosial memiliki pengaruh yang lebih dominan dibanding hukum negara, sehingga meskipun pemerintah melalui Kantor Urusan Agama (KUA) telah melakukan sosialisasi pencegahan perkawinan anak, praktik adat yang menekankan kehormatan keluarga dan harmoni sosial masih menjadi faktor utama dalam pelaksanaan perkawinan anak. Kata Kunci: Nikah bawah umur, Hukum Adat Lampung Saibatin, Undang-Undang Perkawinan, Sinkronisasi Hukum.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

NILAI-NILAI FALSAFAH JAWA SEPIKUL SEGENDONGAN TERHADAP DINAMIKA PEMBAGIAN WARIS PERSPEKTIF TEORI HUDUD (STUDI KASUS DI DESA BALEKENCONO KECAMATAN BATANGHARI).

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembagian warisan dalam masyarakat Jawa masih banyak dipengaruhi oleh sistem adat, salah satunya adalah sepikul segendongan, yang memberikan bagian dua kali lipat kepada laki-laki dibandingkan perempuan. Penelitian ini berfokus pada kasus pembagian warisan dalam keluarga almarhumah Ibu M di Desa Balekencono, yang menimbulkan ketegangan karena tidak mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi ahli waris, khususnya Ibu T yang menjadi tulang punggung keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan sistem sepikul segendongan dalam perspektif teori Hudud yang dikembangkan oleh Muhammad Syahrur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara terhadap ahli waris serta tokoh agama setempat. Teori Hudud menjelaskan bahwa pembagian warisan dalam Islam memiliki batas maksimal dan minimal yang dapat disesuaikan dengan realitas sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sepikul segendongan dalam kasus ini belum sepenuhnya sesuai dengan teori Hudud karena tidak mempertimbangkan fleksibilitas dalam hukum waris Islam. Kesimpulannya, sistem pewarisan berbasis adat perlu dikaji ulang agar lebih adaptif terhadap kondisi sosial tanpa mengabaikan prinsip keadilan dalam Islam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail