Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: KHOIRUL DWI SAFE'I
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Pemenuhan Hak dan Kewajiban Suami Istri dalam Poligami Siri: Analisis Teori Keadilan

2026•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan pemenuhan hak dan pelaksanaan kewajiban suami istri dalam praktik poligami siri serta mengevaluasinya dalam perspektif teori keadilan John Rawls. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang cenderung normatif-deskriptif, studi ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan metode kualitatif untuk mengungkap realitas law in action melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di Desa Sidodadi, Kabupaten Lampung Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik poligami siri menghasilkan ketimpangan struktural yang ditandai oleh dominasi suami dalam distribusi hak, ketidakpastian pemenuhan nafkah, serta lemahnya posisi tawar istri yang tidak memiliki pengakuan hukum formal. Istri tetap menjalankan kewajiban domestik tanpa diimbangi jaminan perlindungan hukum dan akses terhadap hak keperdataan. Dalam perspektif justice as fairness, kondisi ini mencerminkan kegagalan dalam menjamin kesetaraan kebebasan dasar. Selain itu, berdasarkan difference principle, ketimpangan tersebut tidak dapat dibenarkan karena tidak memberikan manfaat bagi kelompok paling dirugikan. Ketiadaan pencatatan perkawinan juga memperkuat eksklusi terhadap akses hukum, ekonomi, dan sosial. Dengan demikian, praktik poligami siri tidak memenuhi prinsip keadilan Rawlsian karena mempertahankan ketimpangan distribusi dan melemahkan perlindungan terhadap kelompok rentan dalam struktur keluarga.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemenuhan Hak dan Kewajiban Suami Istri dalam Poligami Siri: Analisis Teori Keadilan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan pemenuhan hak dan pelaksanaan kewajiban suami istri dalam praktik poligami siri serta mengevaluasinya dalam perspektif teori keadilan John Rawls. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang cenderung normatif-deskriptif, studi ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan metode kualitatif untuk mengungkap realitas law in action melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di Desa Sidodadi, Kabupaten Lampung Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik poligami siri menghasilkan ketimpangan struktural yang ditandai oleh dominasi suami dalam distribusi hak, ketidakpastian pemenuhan nafkah, serta lemahnya posisi tawar istri yang tidak memiliki pengakuan hukum formal. Istri tetap menjalankan kewajiban domestik tanpa diimbangi jaminan perlindungan hukum dan akses terhadap hak keperdataan. Dalam perspektif justice as fairness, kondisi ini mencerminkan kegagalan dalam menjamin kesetaraan kebebasan dasar. Selain itu, berdasarkan difference principle, ketimpangan tersebut tidak dapat dibenarkan karena tidak memberikan manfaat bagi kelompok paling dirugikan. Ketiadaan pencatatan perkawinan juga memperkuat eksklusi terhadap akses hukum, ekonomi, dan sosial. Dengan demikian, praktik poligami siri tidak memenuhi prinsip keadilan Rawlsian karena mempertahankan ketimpangan distribusi dan melemahkan perlindungan terhadap kelompok rentan dalam struktur keluarga.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail