Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Kesejahteraan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kesejahteraan Spiritual pada Pengamal dan Non-Pengamal Dzikir Thoriqoh Naqsyabandiyah Khalidiyah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dirancang untuk menganalisis perbedaan kesejahteraan spiritual sebagai indikator ketenangan batin antara santri pengamal dan non-pengamal Thoriqoh Naqsyabandiyah Khalidiyah di Pondok Pesantren Baitul Mustaqim Lampung Tengah. Menggunakan metode kuantitatif komparatif non-eksperimental, sebanyak 108 santri dipilih melalui teknik sampling jenuh berdasarkan kriteria purposive, yang terdiri dari 55 santri pengamal dan 53 santri non-pengamal. Skala Kesejahteraan Spiritual (Spiritual Well-Being Scale/SWBS) yang mengukur dimensi religius dan eksistensial digunakan sebagai instrumen dengan validitas dan reliabilitas yang telah teruji. Analisis data meliputi uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene's Test, dan uji independent sample t-test untuk menguji perbedaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kesejahteraan spiritual santri pengamal (Mean=87,49; SD=11,117) secara deskriptif lebih tinggi dibandingkan santri non-pengamal (Mean=86,25; SD=9,663). Namun, uji independent sample t-test menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,536 (p > 0,05), yang mengindikasikan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Temuan ini menolak hipotesis alternatif (H₁) dan menerima hipotesis nol (H₀). Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa praktik thoriqoh saja tidak cukup untuk menjamin peningkatan kesejahteraan spiritual, dan pendekatan holistik yang mempertimbangkan dukungan sosial serta aspek eksistensial perlu dipertimbangkan dalam layanan bimbingan dan konseling di pesantren.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Konseling Solution Focus Brief Counseling (SFBC) bagi Kesejahteraan Remaja dalam Toxic Relationship

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesejahteraan psikologis remaja rentan terganggu akibat toxic relationship yang dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan isolasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis remaja yang terjebak dalam toxic relationship dengan mengevaluasi pendekatan SFBC sebagai metodenya. Dengan desain kuasi-eksperimen, penelitian ini melibatkan 24 responden yang dipilih secara purposive sampling. Pengukuran dilakukan menggunakan skala Toxic Relationship yang valid dengan skor 0.40 hingga 0.79 dan reliabel dengan skor 0.934 sebagai alat pengumpulan sampel dan Psychological Well-Being yang valid dengan skor 0.6 hingga 0.95 dan reliabel dengan skor 0.543 dan 0.828 dengan menggunakan desain pretest-postest. Dalam uji asumsi dasar pada hasil pretest dan postest seluruh data berdistribusi normal dan homogen dengan signifikansi 0.05, sehingga uji T dapat digunakan untuk analisis perbedaan skor. Hasil uji T menunjukkan bahwa konseling SFBC secara signifikan meningkatkan kesejahteraan psikologis remaja dalam kelompok eksperimen, dengan skor meningkat dari 44,00 menjadi 100,67. Peningkatan ini lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, yang hanya mengalami peningkatan dari 44,25 menjadi 59,25. Dengan demikian, konseling SFBC terbukti efektif dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis remaja yang terjebak dalam hubungan toxic. Kesimpulan pada penelitian ini menegaskan bahwa SFBC dapat menjadi pendekatan yang efisien dan praktis karna pendekatan ini berfokus pada solusi yang dapat diterapkan dengan cepat, yang sesuai dengan karakteristik remaja yang lebih menyukai metode konseling yang langsung memberikan hasil.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pola Asuh Otoriter (Authoritarian Parenting) Terhadap Kesejahteraan Psikologi (Psychological Well Being) Siswa di SMA Taruna Gajah Mada Metro

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Article Information: Received Revised Accepted Published Keywords: Authoritarian; Psychological Well-Being; Student. Abstract Authoritarian parenting is an important focus in child developmental psychology considering that authoritarian parenting has a very significant impact on psychological well-being. The main characteristic of authoritarian parenting is extreme control over children's needs so that it can hinder children's emotional, social, and independent development). This study aims to analyze the influence of authoritarian parenting on the psychological well-being of students at SMA Taruna Gajah Mada Metro. This study uses a quantitative method with a simple linear regression analysis on 155 students selected through simple random sampling. Data collection was carried out using two scales, namely the PAQ scale with validity (ps.001) = 0.94 and reliability (α = 0.77-0.92) and the PWB scale with validity (V=0.6-0.95) and reality (α=0.543-0.828). The results of the analysis showed that two classical assumption tests, namely the normality and linearity tests, were met, with a significance value of >0.05. The results of the simple linear regression test also show that authoritarian parenting has a significant influence on the psychological well-being of students. This can be seen from the significance value of less than 0.05, which is 0.000. The simple linear regression equation obtained is Y = 38.284 + 0.166X with the result of the R Square value of 0.13. So it can be concluded that authoritarian parenting has a significant influence, which is 13% on the psychological well-being of students at SMA Taruna Gajah Mada Metro.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat perspektif permensos no 20 tahun 2019 (studi didesa Menggala mas, Kecamatan Tulang Bawang Tengah)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Menggala Mas banyak mendapatkan keluhan dari KPM (kelompok penerima manfaat) karena untuk bahan pangan yang diberikan oleh KPM sudah ditentukan dan tidak bisa dipilih sesuai kemauan KPM, jadi sebagian KPM merasa membutuhkan bahan pokok lain namun yang didapat lain lagi. Selain itu, dalam pelaksanaan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang tidak tepat sasaran dikarenakan masih banyak penerima BPNT yang berasal dari masyarakat mampu dan bahkan terdapat masyarakat yang seharusnya mendapatkan bantuan tetapi tidak mendapatkan bantuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Menggala Mas dan untuk menganalisis apakah penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Menggala Mas sudah sesuai dengan Permensos No.20 Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Sedangkan sifat penelitiannya bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sekunder. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sehingga dapat di analisis dengan menggunakan teknik analisis yaitu reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini bahwa 1) Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Menggala Mas belum dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tersebut hanya dapat memenuhi kebutuhan pangan saja dan hanya mengurangi beban pengeluaran yang sebelumnya pengeluaran untuk bahan pokok bisa dialihkan dengan memenuhi kebutuhan lainnya. Dimana Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) hanya diberikan kepada masyarakat 3 bulan sekali saja bukan setiap bulan sehingga masyarakat merasa tetap belum terpenuhi kebutuhannya. 2) Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Menggala Mas sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 20 Tahun 2019. Dimana dalam hal memberikan bantuan tersebut sudah diberikan kepada masyarakat yang berhak mendapatkan BPNT. Penyaluran bantuan untuk orang penerima kartu manfaat (KPM) berdasarkan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) telah sesuai ketentuan yang ada. Namun, kenyataan yang terjadi data tidak ditinjau ulang untuk menemukan kejanggalan apabila terdapat masyarakat yang tergolong sejahtera mendapatkan bantuan dan sebaliknya masyarakat miskin kadangkala tidak mendapatkan bantuan pangan non tunai karena pihak yang memverifikasi data tersebut hanya terpaku pada data yang ada tanpa melakukan pengawasan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail