Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Pola Asuh
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Nilai-Nilai Pola Asuh Authoritative dalam kisah Nabi Ibrahim A.S. (Studi Penafsiran Ayat-ayat Pola Asuh)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstract. Penelitian ini dilatarbelakangi meningkatnya problem pengasuhan dalam keluarga, seperti lemahnya komunikasi, kekerasan, dan ketidakseimbangan antara kontrol serta kasih sayang. Di sisi lain, konsep authoritative parenting dipandang efektif, namun masih memerlukan landasan nilai yang sesuai dengan konteks keluarga Muslim. Penelitian ini bertujuan menganalisis penafsiran ayat-ayat kisah Nabi Ibrahim AS serta mengidentifikasi nilai-nilai pola asuh authoritative yang terkandung di dalamnya dan relevansinya bagi pengasuhan kontemporer. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif melalui tafsir tematik (maudhu‘i). Data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an tentang kisah Nabi Ibrahim AS, sedangkan data sekunder berasal dari kitab tafsir, buku, dan jurnal ilmiah terkait parenting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah Nabi Ibrahim AS memuat tiga nilai utama pengasuhan, yaitu keteladanan sebagai dasar otoritas moral, komunikasi dialogis-partisipatif sebagai bentuk penghargaan terhadap anak, dan orientasi spiritual melalui doa sebagai fondasi pendidikan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan karakteristik authoritative parenting yang menekankan keseimbangan antara ketegasan dan kehangatan, bahkan melampauinya melalui dimensi tauhid. Penelitian ini menegaskan bahwa kisah Nabi Ibrahim AS relevan dijadikan model pengasuhan keluarga Muslim masa kini karena mampu menghadirkan pola asuh yang seimbang, humanis, dan religius.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Pola Asuh Ibu terhadap perkembangan kemandirian anak usia dini 4-5 tahun di kober nusa indah hadimulyo timur

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENERAPAN POLA ASUH IBU TERHADAP PERKEMBANGAN KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI 4-5 TAHUN DI KOBER NUSA INDAH HADIMULYO TIMUR Oleh : Devi Selomitha Putri Perkembangan kemandirian anak usia dini merupakan aspek penting yang perlu dibentuk sejak usia 4–5 tahun. Pada tahap ini, anak mulai belajar melakukan kegiatan sederhana seperti makan sendiri, merapikan barang, serta mengambil keputusan sederhana. Namun, hasil pengamatan awal di Kober Nusa Indah Hadimulyo Timur menunjukkan bahwa masih terdapat anak yang memiliki kemandirian rendah, seperti masih disuapi dan harus ditunggu orang tua saat di sekolah. Kondisi ini menunjukkan bahwa anak masih bergantung pada orang tua dan belum terbiasa mandiri. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah pola asuh yang diterapkan oleh orang tua di rumah, karena pola asuh memiliki peran penting dalam membentuk sikap, perilaku, dan kebiasaan anak sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif untuk memahami secara mendalam penerapan pola asuh orang tua terhadap perkembangan kemandirian anak usia 4–5 tahun. Subjek penelitian terdiri dari orang tua, guru, dan anak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis pola asuh yang diterapkan, yaitu pola asuh demokratis, permisif, dan otoriter. Pola asuh demokratis lebih banyak ditemukan dan menunjukkan dampak yang lebih positif terhadap perkembangan kemandirian anak, karena orang tua memberikan kebebasan dengan tetap disertai bimbingan dan aturan yang jelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemandirian anak berbeda-beda, yang terlihat dari aspek fisik, emosional, sosial, dan kognitif. Anak yang dibiasakan mandiri di rumah cenderung lebih mampu melakukan aktivitas sendiri, percaya diri, serta berani mengambil keputusan sederhana. Sebaliknya, anak yang terlalu sering dibantu atau dibatasi cenderung lebih bergantung pada orang lain. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua memiliki pengaruh penting terhadap perkembangan kemandirian anak usia dini. Penerapan pola asuh yang tepat, terutama yang memberikan keseimbangan antara kebebasan dan bimbingan, dapat membantu anak berkembang menjadi lebih mandiri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Self-Efficacy dan Pola Asuh Demokratis Terhadap Pengambilan Keputusan Karir Remaja

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengambilan keputusan karier merupakan aspek penting bagi remaja dalam menentukan arah masa depan mereka. Kemampuan ini dianggap dipengaruhi oleh faktor internal berupa self-efficacy dan faktor eksternal berupa gaya pengasuhan demokratis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-efficacy dan gaya pengasuhan demokratis terhadap pengambilan keputusan karier pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Metro, Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner atau angket. Populasi penelitian ini terdiri dari 1.040 siswa kelas sepuluh dan sebelas, dengan sampel sebanyak 289 siswa yang dipilih menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala self-efficacy, skala pola asuh demokratis, dan skala pengambilan keputusan karir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengambilan keputusan karir dengan nilai signifikansi 0,000 0,05. Pola pengasuhan demokratis juga memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan nilai signifikansi 0,000 0,05. Selain itu, self-effcacy, memiliki pengaruh yang lebih dominan daripada pola pengasuhan demokratis, ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi sebesar 0,895 dan nilai Beta sebesar 0,481. Secara simultan, kedua variabel independen tersebut memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengambilan keputusan karir. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi self-efficacy dan semakin baik pola pengasuhan demokratis yang diterima siswa, semakin baik kemampuan siswa dalam mengambil keputusan karir dan sebaliknya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Asuh Orang Tua Sambung Dalam Mengembangkan Sosial Emosional Anak Usia 4-5 Tahun di RA MUSLIMAT BAITUL HUDA Tahun 2024/2025

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pola asuh orang tua berperan penting dalam membentuk perkembangan sosial emosional anak usia dini. Dalam keluarga yang melibatkan orang tua sambung, pola pengasuhan seringkali mengalami ketidakseimbangan karena adanya perbedaan pendekatan pengasuhan antara orang tua kandung dan orang tua sambung. Hal ini berpotensi menghambat tumbuh kembang anak, terutama jika tidak ada komunikasi yang baik antara orang tua sambung dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola asuh orang tua sambung dalam mengembangkan sosial emosional anak usia dini di RA Muslimat Baitul Huda Sidoharjo, Selagai Lingga, Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah lima orang tua yang memiliki pasangan orang tua sambung dan anak usia dini di lembaga tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga kecenderungan pola asuh yang diterapkan oleh orang tua sambung, yaitu pola asuh positif, negatif, dan netral. Pola asuh positif terlihat dari sikap membimbing, mengarahkan, dan mendampingi anak, terutama dalam kegiatan belajar dan sosialisasi. Pola asuh negatif ditunjukkan dengan penggunaan kekerasan, minimnya dukungan dan perhatian, serta kurangnya kasih sayang yang menyebabkan anak menjadi pendiam, tidak percaya diri, dan sulit berinteraksi. Sementara itu, pola asuh netral ditandai dengan pemberian kebebasan tanpa batas dan tanpa kontrol, sehingga anak merasa diabaikan meski tidak ditekan secara langsung. Ketiga pola ini memberikan pengaruh yang berbeda-beda terhadap perkembangan sosial emosional anak, tergantung pada konsistensi penerapan dan kualitas komunikasi antara orang tua sambung dan anak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Dampak Emosional dan Psikologi Pada Pelaku Bullying di MA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dampak emosional dan psikologis yang dialami oleh pelaku bullying serta menganalisis pengaruh pola asuh dalam membentuk perilaku tersebut di lingkungan Madrasah Aliyah (MA). Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pelaku, guru BK, serta pihak sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku bullying umumnya mengalami tekanan emosional seperti rasa bersalah, penyesalan, hingga perubahan sikap menjadi tertutup dan setelah dikenakan sanksi. Pola pengasuhan yang tidak suportif, minim komunikasi, serta tekanan lingkungan sosial menjadi faktor utama pemicu perilaku bullying. Dalam beberapa kasus, pelaku juga menunjukkan keinginan untuk memperbaiki diri setelah mendapatkan konseling dan refleksi atas tindakannya. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan rehabilitatif yang komprehensif, tidak hanya bersifat sanksional, dalam menangani kasus bullying, termasuk perhatian pada dukungan emosional dan psikologis secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail