Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

14 hasil
Subjek: Internalisasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Internalisasi Nilai-Nilai Islam Dalam Tradisi Keagamaan Masyarakat Desa Bumiharjo; Studi Etnografis Tentang Praktik Keagamaan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tradisi keagamaan berperan sebagai sarana penting dalam penanaman nilai-nilai islam di dalam komunitas, tetapi mengalami transformasi sejalan dengan kemajuan modern dan teknologi.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai islam dalam tradisi keagamaan masyarakat desa Bumiharjo, mendeskripsikan makna dan fungsi tradisi keagamaan sebagai media internalisasi nilai-nilai islam dalam kehidupan masyarakat, menganalisis perubahan praktik keagamaan masyarakat desa Bumiharjo dari segi bentuk, intensitas,dan partisipasi,serta mengkaji perbedaan respons antara generasi tua dan generasi muda dalam menjalankan tradisi keagamaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik etnografi untuk memahami makna praktik keagamaan dari sudut pandang data diperoleh melalui pengamatan partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi.Temuan penelitian menunjukan bahwa tradisi keagamaan seperti, pengajian, yasinan, dan tahlilan tetap berperan penting sebagai sarana utama dalam menginternalisasikan nilai-nilai islam melalui proses hubilitasi, interaksi sosial, dan pengalaman bersama.Namun praktik keagamaan menunjukan adanya praktik keagamaan, menunjukan adanya perubahan, dicirikan oleh variasi bentuk, tingkat keterlibatan, dan pemaknaan, terutama di kalangan generasi muda yang cenderung bersikap fleksibel dan individualistik. Studi ini memberikan konstribusi dalam kajian sosial keagamaan dengan mengungkapkan bahwa tradisi keagamaan adalah medium yang dinamis untuk menjaga kelangsungan nilai-nilai islam ditengah perubahan sosial

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru akidah akhlak dalam menanamkan Nilai-Nilai keislaman pada siswa

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan merupakan sistem terstruktur untuk memberdayakan kualitas hidup manusia, namun proses internalisasi nilai seringkali terkendala oleh dominansi metode ceramah yang membuat siswa cenderung pasif dan kurang disiplin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Akidah Akhlak dalam menanamkan nilainilai keislaman serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di MA Terpadu Nurul Qodiri. Pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif lapangan digunakan untuk memperoleh data autentik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap informan yang terdiri atas guru, siswa, dan pimpinan madrasah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Akidah Akhlak menjalankan peran sentral sebagai teladan (uswatun hasanah), motivator, dan pembimbing spiritual. Nilai-nilai keislaman diinternalisasi melalui strategi pembiasaan ibadah rutin, pemberian nasihat persuasif, dan pengawasan kedisiplinan yang terintegrasi dengan budaya pesantren. Data empiris menunjukkan peningkatan signifikan perilaku religius siswa dari jenjang kelas X hingga XII, di mana aspek adab terhadap guru mencapai tingkat capaian tertinggi sebesar 95%. Lingkungan pesantren yang kondusif menjadi faktor pendukung utama, sementara pengaruh teknologi digital menjadi penghambat dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengoptimalan peran guru sebagai agen perubahan melalui pendekatan keteladanan sangat efektif dalam membentuk karakter islami yang permanen pada peserta didik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Integrasi Nilai-Nilai Islami dalam Implementasi Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran Fiqih

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis integrasi nilai-nilai karakter Islami dalam implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran fikih di MA Bumi Sholawat Wates. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan karakter dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, serta adanya kesenjangan antara tujuan kurikulum dan praktik di lapangan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru fikih, kepala madrasah, dan peserta didik yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai karakter Islami, yaitu disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian sosial, telah dilaksanakan secara sistematis melalui pembiasaan ibadah, pemberian tugas, keteladanan guru, serta kegiatan pembelajaran kolaboratif. Strategi guru dilakukan melalui pengaitan materi fikih dengan kehidupan nyata, pembiasaan perilaku positif, dan pemberian keteladanan yang konsisten, sehingga nilai karakter tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga diinternalisasikan dalam perilaku peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran fikih dalam implementasi Kurikulum Merdeka memiliki peran strategis sebagai media internalisasi nilai karakter Islami yang mampu membentuk peserta didik berakhlak mulia dan mendukung terwujudnya Profil Pelajar Pancasila.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Internalilasi Nilai-Nilai Moral Pada Anak Gen Z Melalui Pendidikan Agama Islam Pada Era Digitalisasi di SMA Wahid Hasyim Rumbia Lampung Tengah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkembangan era digital memberikan pengaruh signifikan terhadap pembentukan moral generasi Z sehingga sekolah perlu memperkuat internalisasi nilai melalui pembelajaran yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai moral melalui Pendidikan Agama Islam (PAI) pada peserta didik generasi Z di SMA Wahid Hasyim Rumbia. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai moral berlangsung melalui tiga tahapan, yaitu transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi. Pada tahap transformasi, guru menyampaikan konsep kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan sopan santun secara eksplisit dalam pembelajaran. Pada tahap transaksi, siswa terlibat aktif dalam diskusi mengenai etika bermedia sosial dan perilaku sehari-hari. Pada tahap transinternalisasi, nilai diperkuat melalui pembiasaan seperti doa sebelum belajar, shalat berjamaah, penegakan tata tertib, dan keteladanan guru. Faktor pendukung berupa budaya religius sekolah, sedangkan hambatan utama berasal dari intensitas penggunaan media sosial dan inkonsistensi pengendalian diri siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tradisi Tedhak Siten Di Desa Sukajadi Lampung Tengah Perspektif Kontruksi Sosial Dan Pendidikan Islam

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan realitas sosial dalam tradisi tedhak siten di Desa Sukajadi, Lampung Tengah, melalui perspektif konstruksi sosial. Tradisi tedhak siten sebagai bagian dari warisan budaya Jawa mengalami dinamika makna dan praktik seiring perubahan sosial, modernisasi, serta pergeseran pola pikir masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan teori konstruksi sosial yang meliputi tahapan eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik tedhak siten tidak hanya merepresentasikan ekspresi budaya lokal, tetapi juga merupakan hasil konstruksi sosial yang dibentuk melalui interaksi antar generasi dan negosiasi makna dalam konteks sosial-keagamaan masyarakat. Proses eksternalisasi tampak dalam pelaksanaan tradisi sebagai ekspresi nilai kolektif, objektivasi tercermin pada pelembagaan simbol dan ritual, sedangkan internalisasi terjadi melalui pewarisan nilai sosial dan pendidikan Islam dalam keluarga. Namun demikian, modernisasi dan pertimbangan ekonomi menyebabkan terjadinya penyederhanaan praktik serta pergeseran pemaknaan tradisi di kalangan generasi muda.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Dalam Tradisi Pelangkahan Pada Upacara Perkawinan Di Desa Sidomulyo Kec. Mesuji Kab. Mesuji

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tradisi pelangkahan sebagai bagian dari kearifan lokal dalam upacara perkawinan memiliki peran strategis sebagai media internalisasi nilai-nilai pendidikan akhlak yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Di Desa Sidomulyo, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, tradisi ini masih dipraktikkan sebagai bentuk penghormatan seorang adik kepada kakak yang dilangkahi dalam pernikahan, sekaligus merefleksikan nilai-nilai moral, sosial, dan spiritual yang sejalan dengan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai pendidikan akhlak dalam tradisi pelangkahan, mengidentifikasi nilai-nilai utama yang terkandung di dalamnya, serta mengkaji relevansinya terhadap pembentukan karakter masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan melalui metode etnografi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pengantin, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai berlangsung melalui tahapan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan, dengan nilai-nilai utama yang meliputi ketuhanan (takwa), adab dan akhlakul karimah, ukhuwah, qana‘ah, ta‘awun, serta tanggung jawab. Temuan ini menegaskan bahwa tradisi pelangkahan tidak hanya berfungsi sebagai ritual adat, tetapi juga sebagai wahana pendidikan akhlak nonformal yang efektif dalam membentuk pribadi yang religius, santun, dan bertanggung jawab. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam kajian pendidikan Islam berbasis kearifan lokal serta menjadi rujukan praktis bagi masyarakat dan pemangku kepentingan dalam pelestarian tradisi yang bermakna edukatif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Internalisasi Adab Tholabul Ilmi Dalam Kitab Alala Pada Santri Tingkat Istidat Awal di Pondok Pesantren Walisongo

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki peran penting dalam pembinaan ilmu dan pembentukan karakter santri. Salah satu aspek utama dalam tradisi pendidikan pesantren adalah penanaman adab tholabul ‘ilmi sebagai fondasi dalam proses menuntut ilmu. Pembelajaran kitab-kitab klasik tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai adab tholabul ‘ilmi melalui pembelajaran Kitab Alala pada santri tingkat Istidat Awal di Pondok Pesantren Walisongo Sukajadi Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dan desain deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala madrasah, ustadzah pengampu, serta santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai berlangsung melalui penyampaian teks, pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari, serta keteladanan ustadz dan pengurus pesantren. Nilai seperti niat yang benar, kesungguhan, kesabaran, dan penghormatan kepada guru tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi tercermin dalam perubahan sikap dan perilaku santri. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara teks klasik, kultur pesantren, dan relasi edukatif guru–santri berperan penting dalam membangun fondasi karakter sejak tahap awal pendidikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Internalisasi nilai-nilai Islam dalam tradisi mapag panganten masyarakat Sunda di desa Banjar kerta Rahayu Lampung Tengah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tradisi Mapag Panganten merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Sunda yang masih lestari di Desa Banjar Kerta Rahayu, Lampung Tengah. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai rangkaian upacara penyambutan pengantin, tetapi juga mengandung nilai-nilai spiritual, sosial, dan religius yang mencerminkan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai-nilai Islam dalam tradisi Mapag Panganten serta mengidentifikasi bentuk-bentuk nilai Islami yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat, serta dokumentasi kegiatan tradisi Mapag Panganten. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Mapag Panganten mengandung nilai-nilai Islam seperti nilai tauhid, adab dan akhlak, doa dan tawakal, ukhuwah Islamiyah, serta rasa syukur kepada Allah SWT. Proses internalisasi nilai-nilai terjadi melalui simbol-simbol ritual, doa, nasihat tokoh adat dan agama, serta keterlibatan masyarakat dalam setiap rangkaian acara. Tradisi ini menjadi sarana efektif dalam menanamkan ajaran Islam secara kultural kepada masyarakat, khususnya generasi muda, sehingga mampu menjaga keseimbangan antara nilai agama dan budaya lokal. Mapag Panganten tidak hanya berfungsi sebagai tradisi budaya, tetapi juga sebagai media pendidikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial masyarakat di Desa Banjar Kerta Rahayu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pemahaman Konsep Aurat pada Siswa dalamKonteks Tren Berpakaian (Studi Kasus MA Ma’arif Roudlotut Tholibin)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fenomena tren pakaian modern yang berkembang pesat saat ini telah membawa pengaruh signifikan terhadap gaya berpakaian siswa, terutama di lingkungan pendidikan berbasis agama yang memiliki standar moralitas tertentu. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya tren berpakaian modern di kalangan remaja yang sering kali tidak sejalan dengan ketentuan syariat Islam tentang menutup aurat. Meskipun konsep aurat telah diajarkan dalam pendidikan agama, pada praktiknya masih banyak siswa yang belum menerapkannya secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman siswa kelas 12 MA Ma’arif Roudlotut Tholibin Metro terhadap konsep aurat serta bagaimana implementasinya dalam menghadapi tren pakaian masa kini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah memahami batasan aurat secara teoritis, namun pemahaman tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam perilaku berpakaian sehari-hari. Faktor yang memengaruhi kondisi ini antara lain pengaruh media sosial, lingkungan pergaulan, dan lemahnya internalisasi nilai keagamaan. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan gambaran empiris mengenai kesenjangan antara pemahaman dan praktik berpakaian siswa, serta menjadi dasar bagi penguatan pendidikan karakter dan pembinaan keagamaan di sekolah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Melalui Permainan Tradisional di RA Athfalul Huda Guppi Desa Qurnia Mataram

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan akhlak memegang peran penting dalam pembentukan karakter anak usia dini karena akhlak yang baik menjadi fondasi perilaku mulia dan terciptanya kehidupan sosial yang harmonis. Pada usia emas, anak sangat peka terhadap rangsangan nilai, sikap, dan kebiasaan dari lingkungan sekitarnya. Namun, pendidikan akhlak di lembaga RA seringkali disampaikan secara verbal atau hafalan, sehingga kurang efektif dalam menginternalisasi nilai moral. Anak usia dini lebih mudah memahami nilai melalui pengalaman konkret dan aktivitas bermain. Permainan tradisional seperti Cublak-Cublak Suweng, Gobak Sodor, Petak Umpet, dan Dakon memiliki potensi tinggi sebagai media pembelajaran akhlak karena mengandung unsur kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, kesabaran, sportivitas, dan kepedulian sosial, sekaligus memperkuat interaksi sosial dan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain field research di RA Athfalul Huda GUPPI Desa Qurnia Mataram. Subjek penelitian terdiri atas kepala RA, guru, dan peserta didik yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis secara interaktif menggunakan model Miles dan Huberman, melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, teknik, dan perpanjangan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai pendidikan akhlak melalui permainan tradisional berlangsung secara sistematis, kontekstual, dan berkelanjutan. Anak-anak menanamkan nilai kejujuran, amanah, toleransi, kesabaran, tawadhu’, kasih sayang, dan rasa malu berbuat salah melalui pengalaman bermain, interaksi sosial, kepatuhan terhadap aturan, serta bimbingan guru sebagai fasilitator dan teladan. Perubahan perilaku anak juga terlihat di lingkungan rumah, menunjukkan transfer nilai yang efektif. Permainan tradisional terbukti menjadi strategi pedagogis yang menyenangkan dan relevan dalam pendidikan akhlak anak usia dini, selaras dengan nilai budaya lokal dan prinsip pendidikan Islam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Internalisasi Nilai-Nilai Islam dalam tradisi suroan di Dusun Bumiasri, Desa Bumiharjo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tradisi Suroan merupakan budaya lokal masyarakat Jawa yang masih dilestarikan di Dusun Bumiasri Desa Bumiharjo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur dan mengandung nilai-nilai religius Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai Islam serta pemahaman dan penghayatan masyarakat terhadap nilai akidah, ibadah, dan akhlak dalam tradisi Suroan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan, melibatkan kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Suroan telah mengalami transformasi makna dari sekadar tradisi budaya menjadi media dakwah kultural yang efektif. Proses internalisasi nilai Islam berlangsung secara bertahap melalui pembiasaan, keteladanan, dan partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan keagamaan. Nilai akidah terinternalisasi melalui penguatan tauhid dalam doa bersama, nilai ibadah melalui pembiasaan tahlilan, sedekah, dan pengajian, serta nilai akhlak melalui praktik gotong royong, solidaritas, dan ukhuwah Islamiyah. Masyarakat tidak hanya memahami tradisi Suroan sebagai adat, tetapi menghayatinya sebagai aktivitas bernilai ibadah yang memberikan ketenangan batin dan memperkuat kesadaran beragama. Internalisasi nilai ini berdampak pada perubahan perilaku keagamaan dan sosial masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, tradisi Suroan terbukti mampu menjadi sarana harmonisasi antara ajaran Islam dan budaya lokal dalam membentuk karakter religius dan harmoni sosial masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Internalisasi Nilai - Nilai Islami Melalui Rutinan Triwulan Desa Sungai Sibur

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstract This study examines the process of internalizing the Islamic values of Ahl al-Sunnah wa al-Jamā‘ah (Aswaja) Al-Nahḍiyyah through quarterly religious activities in Sungai Sibur Village, South Sumatra, Indonesia. Sungai Sibur represents a rural community that continues to preserve locally embedded Islamic traditions rooted in Aswaja principles. A descriptive qualitative approach was employed, involving religious leaders and representatives of the Muslimat NU congregation as research participants. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and were analyzed thematically. The findings reveal that the quarterly activities engage diverse segments of the community, including Muslimat NU members and local religious figures. These activities serve as an effective mechanism for internalizing Aswaja values particularly moderation (tawassuṭ), balance (tawāzun), and tolerance (tasāmuḥ). The internalization process occurs through habituation, exemplary practices, social interaction, and contextually relevant religious understanding. Moreover, the activities contribute to strengthening Nahdlatul Ulama identity, fostering Islamic social cohesion (ukhuwah Islamiyah), and shaping the communitys religious character. Nevertheless, challenges remain, notably limited religious literacy among certain community members and geographical constraints. This study underscores the significant role of local religious traditions in promoting moderate and religious character formation within rural Muslim communities. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai ‎Islam Ahl al-Sunnah wa al-Jamā‘ah (Aswaja) Al-Nahḍiyyah melalui kegiatan rutin ‎triwulan di Desa Sungai Sibur Sumatera Selatan, Indonesia. Hal ini dikarenakan ‎Desa Sungai Sibur merupakan salah satu desa yang masih menjaga tradisi ‎keislaman dalam konteks lokal yang berlandaskan Ahlusunnah wal Jama’ah. ‎Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Analisis dalam ‎penelitian ini menggunakan teori internalisasi nilai yang menekankan proses ‎transformasi, transaksi, dan transinternalisasi. Informan penelitian terdiri atas ‎tokoh agama, perwakilan dari salah satu jamaah Muslimat dan Fatayat. Teknik ‎pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. ‎Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan triwulan diikuti dari berbagai ‎lapisan masyarakat mulai dari Muslimat NU fatayat NU dan tokoh agama. ‎Kegiatan ini berfungsi sebagai media internalisasi nilai-nilai Aswaja, ‎khususnya nilai moderasi (tawassuṭ), keseimbangan (tawāzun), dan toleransi ‎‎(tasāmuḥ) ditanamkan melalui proses pembiasaan, keteladanan, interaksi ‎sosial, serta pemahaman keagamaan yang relevan dengan konteks masyarakat ‎setempat. Selain itu, kegiatan ini memperkuat identitas ke-NU-an, ‎meningkatkan ukhuwah Islamiyah, serta membentuk karakter religius ‎masyarakat. Adapun kendala yang muncul meliputi keterbatasan pemahaman ‎sebagian warga dan kondisi geografis yang kurang mendukung. Penelitian ini ‎menegaskan bahwa tradisi keagamaan lokal memiliki peran penting dalam ‎membangun karakter moderat dan religius pada masyarakat pedesaan.‎

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Internalisasi Nilai-Nilai pendidikan akhlak remaja Melalui tradisi Diba' Albarzanji Pada Komunitas As Sa'adah An Nahdliyah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses internalisasi nilai-nilai akhlak pada remaja melalui tradisi Diba' Al-Barzanji di Komunitas As-Sa'adah An-Nahdliyah di Kampung Nambah Dadi. Latar belakang penelitian ini berawal dari melemahnya akhlak remaja akibat pengaruh modernisasi dan media sosial. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, penelitian ini memaparkan bagaimana tradisi Diba' Al-Barzanji berfungsi sebagai pendidikan nonformal yang menanamkan nilai-nilai akhlak melalui tahapan transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai. Internalisasi terjadi melalui pemberian nasihat, keteladanan (uswatun hasanah), pembiasaan ibadah, serta pengalaman emosional-spiritual dalam pelantunan shalawat dan kisah-kisah Nabi Muhammad SAW. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan perilaku remaja, seperti peningkatan kesopanan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap ajaran Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa tradisi keagamaan lokal memainkan peran penting dalam membentuk akhlak remaja di era modern.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Upaya guru Pai dalam menginternalisasi kesholehan sosial peserta didik di SMP TMII Raudhotul Qur'an

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki tujuan untuk melatih peserta didik yang beriman kepada ketaqwaan Allah SWT, bertakwa, berakhlak mulia (akhlak mulia), dan memiliki pengetahuan Islam yang baik, terutama sumber-sumber ajaran dan prinsip-prinsip Islam lainnya. Peran guru terutama guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya sebatas pada transfer of knowledge kepada peserta didik tetapi juga transfer of value, yaitu menanamkan nilai-nilai ajaran Islam guna memahami dan menguasai tentang berbagai aspek perilaku dirinya maupun perilaku orang-orang terkait dengan tugasnya, terutama perilaku murid dengan segala aspeknya. Kajian Islam membagi kesalehan menjadi dua, yakni individu dan sosial. Kesalehan individu merujuk pada kesalehan yang hanya menyangkut ibadah dengan Tuhan dan bagi dirinya, adapun kesalehan sosial mewujud pada perilaku kepedulian terhadap sosial Jenis penelitian adalah jenis penelitian kualitatif. Sedangkan sumber data yang peneliti gunakan dalam hal ini yaitu, pertama sumber data primer kedua sumber. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan metode : observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil ulasan pada pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa guru pendidikan agama islam di SMP Roudhotul Quran dalam menginternalisakan Keshalehan Sosial Dalam hal penanaman pendidik menggunakan metode dalam menanamkanya yaitu menggunakan beberapa tahapan diantaranya: pertama Tahap Transformsi Nilai dengan menggunakan Metode nasehat, Metode teladan Metode hukuman. Sedangkan pada tahap Tahap Transaksi Nilai menggunakan metode demonstrasi metode contoh Lebih lanjut guru pendidikan agama islam telah menamkan keshalehan sosial dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan kesadaran sosial, pengembangan empati dan kepedulian,pengembangkan keterampilan berkomunikasi dari peserta didik di SMP TMII Raudhotul Qur'an

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail