Abstrak
Fenomena tren pakaian modern yang berkembang pesat saat ini telah membawa pengaruh signifikan terhadap gaya berpakaian siswa, terutama di lingkungan pendidikan berbasis agama yang memiliki standar moralitas tertentu. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya tren berpakaian modern di kalangan remaja yang sering kali tidak sejalan dengan ketentuan syariat Islam tentang menutup aurat. Meskipun konsep aurat telah diajarkan dalam pendidikan agama, pada praktiknya masih banyak siswa yang belum menerapkannya secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman siswa kelas 12 MA Ma’arif Roudlotut Tholibin Metro terhadap konsep aurat serta bagaimana implementasinya dalam menghadapi tren pakaian masa kini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah memahami batasan aurat secara teoritis, namun pemahaman tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam perilaku berpakaian sehari-hari. Faktor yang memengaruhi kondisi ini antara lain pengaruh media sosial, lingkungan pergaulan, dan lemahnya internalisasi nilai keagamaan. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan gambaran empiris mengenai kesenjangan antara pemahaman dan praktik berpakaian siswa, serta menjadi dasar bagi penguatan pendidikan karakter dan pembinaan keagamaan di sekolah.