Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Pendidikan Akhlak
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Dalam Tradisi Pelangkahan Pada Upacara Perkawinan Di Desa Sidomulyo Kec. Mesuji Kab. Mesuji

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tradisi pelangkahan sebagai bagian dari kearifan lokal dalam upacara perkawinan memiliki peran strategis sebagai media internalisasi nilai-nilai pendidikan akhlak yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Di Desa Sidomulyo, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, tradisi ini masih dipraktikkan sebagai bentuk penghormatan seorang adik kepada kakak yang dilangkahi dalam pernikahan, sekaligus merefleksikan nilai-nilai moral, sosial, dan spiritual yang sejalan dengan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai pendidikan akhlak dalam tradisi pelangkahan, mengidentifikasi nilai-nilai utama yang terkandung di dalamnya, serta mengkaji relevansinya terhadap pembentukan karakter masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan melalui metode etnografi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pengantin, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai berlangsung melalui tahapan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan, dengan nilai-nilai utama yang meliputi ketuhanan (takwa), adab dan akhlakul karimah, ukhuwah, qana‘ah, ta‘awun, serta tanggung jawab. Temuan ini menegaskan bahwa tradisi pelangkahan tidak hanya berfungsi sebagai ritual adat, tetapi juga sebagai wahana pendidikan akhlak nonformal yang efektif dalam membentuk pribadi yang religius, santun, dan bertanggung jawab. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam kajian pendidikan Islam berbasis kearifan lokal serta menjadi rujukan praktis bagi masyarakat dan pemangku kepentingan dalam pelestarian tradisi yang bermakna edukatif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Melalui Permainan Tradisional di RA Athfalul Huda Guppi Desa Qurnia Mataram

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan akhlak memegang peran penting dalam pembentukan karakter anak usia dini karena akhlak yang baik menjadi fondasi perilaku mulia dan terciptanya kehidupan sosial yang harmonis. Pada usia emas, anak sangat peka terhadap rangsangan nilai, sikap, dan kebiasaan dari lingkungan sekitarnya. Namun, pendidikan akhlak di lembaga RA seringkali disampaikan secara verbal atau hafalan, sehingga kurang efektif dalam menginternalisasi nilai moral. Anak usia dini lebih mudah memahami nilai melalui pengalaman konkret dan aktivitas bermain. Permainan tradisional seperti Cublak-Cublak Suweng, Gobak Sodor, Petak Umpet, dan Dakon memiliki potensi tinggi sebagai media pembelajaran akhlak karena mengandung unsur kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, kesabaran, sportivitas, dan kepedulian sosial, sekaligus memperkuat interaksi sosial dan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain field research di RA Athfalul Huda GUPPI Desa Qurnia Mataram. Subjek penelitian terdiri atas kepala RA, guru, dan peserta didik yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis secara interaktif menggunakan model Miles dan Huberman, melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, teknik, dan perpanjangan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai pendidikan akhlak melalui permainan tradisional berlangsung secara sistematis, kontekstual, dan berkelanjutan. Anak-anak menanamkan nilai kejujuran, amanah, toleransi, kesabaran, tawadhu’, kasih sayang, dan rasa malu berbuat salah melalui pengalaman bermain, interaksi sosial, kepatuhan terhadap aturan, serta bimbingan guru sebagai fasilitator dan teladan. Perubahan perilaku anak juga terlihat di lingkungan rumah, menunjukkan transfer nilai yang efektif. Permainan tradisional terbukti menjadi strategi pedagogis yang menyenangkan dan relevan dalam pendidikan akhlak anak usia dini, selaras dengan nilai budaya lokal dan prinsip pendidikan Islam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail