2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan siswa masih menjadi hambatan signifikan dalam pencapaian tujuan Pendidikan Agama Islam. Pembelajaran konvensional yang berpusat pada kelas sering kali membatasi kemampuan guru dalam memberikan bimbingan individual untuk memperbaiki kesalahan bacaan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode sorogan serta menganalisis tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada tingkat sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sorogan diterapkan melalui sesi membaca Al-Qur’an secara individual di hadapan guru sehingga memungkinkan koreksi langsung terhadap kesalahan bacaan. Penerapan metode ini berkontribusi pada peningkatan kelancaran membaca, ketepatan dalam penerapan kaidah tajwid, serta kepercayaan diri siswa. Tantangan yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan tingkat kemampuan siswa, serta variasi kedisiplinan belajar. Secara keseluruhan, metode sorogan terbukti sebagai pendekatan yang efektif karena memberikan perhatian personal dan umpan balik langsung dalam proses pembelajaran membaca Al-Qur’an.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan pada siswa kelas V di Madrasah Ibtidaiyah NU Metro. Fokus penelitian mencakup fleksibilitas pembelajaran, pembelajaran berbasis proyek, penguatan profil Pelajar Pancasila, penggunaan asesmen formatif dan diagnostik, serta penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui observasi, wawancara dengan guru, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fleksibilitas dalam pembelajaran memungkinkan guru menyesuaikan metode dan materi sesuai kemampuan serta minat siswa, sementara pembelajaran berbasis proyek mendorong keterlibatan aktif siswa dalam praktik ibadah dan akhlak. Penguatan profil Pelajar Pancasila dan asesmen formatif serta diagnostik mendukung pengembangan karakter religius, sosial, dan kognitif siswa. Selain itu, pembelajaran berdiferensiasi memastikan setiap siswa memperoleh pengalaman belajar yang sesuai ritme belajarnya. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Kurikulum Merdeka berhasil mendukung internalisasi nilai keagamaan secara holistik, membentuk siswa yang religius, kritis, kreatif, dan berakhlak mulia, sekaligus mendorong kemandirian dan partisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Abstrak: Konsep self healing dalam Al-Qur’an memiliki relevansi kuat dalam menjawab persoalan kesehatan mental dan spiritual manusia modern. Penelitian ini mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan self healing melalui analisis komparatif tafsir Al-Kasyâf karya Al-Zamakhsyari dan tafsir Al-Munîr karya Wahbah Az-Zuhaili. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap pemaknaan ayat-ayat self healing, pendekatan penafsiran yang digunakan, serta relevansinya terhadap upaya pemulihan jiwa. Pemilihan judul didasarkan pada perbedaan karakter metodologis kedua tafsir, di mana Al-Kasyâf menekankan aspek kebahasaan dan rasionalitas, sementara Al-Munîr mengintegrasikan pendekatan normatif, sosial, dan psikologis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) serta pendekatan tafsir tematik (maudhu‘i) dan komparatif. Data diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan ketenangan jiwa, kesabaran, dzikir, dan tawakal, serta sumber literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self healing dalam perspektif Al-Qur’an dipahami sebagai proses pemulihan jiwa yang holistik dan berkelanjutan melalui penguatan spiritual, kesadaran rasional, dan kedekatan kepada Allah. Kedua tafsir saling melengkapi dalam menegaskan dimensi transendental dan praktis dari konsep self healing Islami.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan akad wadi’ah yad dhamanah dalam pengelolaan dana siswa di SMK Al-Azhar Pugung Raharjo. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap pengelola bank mini dan kepala sekolah selaku pihak yang mengawasi operasional dari bank mini, serta analisis dokumen terkait Prosedur Operasional Standar (POS) dan kesesuaian prinsip dan rukun akad wadi’ah berdasarkan Dewan Syari’ah Nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana siswa pada bank mini tersebut masih perlu ditingkatkan dalam beberapa aspek, seperti pencatuman akad secara tertulis pada formulir tabungan, pengawasan yang dilakukan, dan pemisahan dana titipan dengan dana operasional. Wadi’ah Yad-Damanah adalah perjanjian antara pihak penitip dengan pihak yang diberikan kepercayaan untuk menerima titipan, sebagai pihak yang diberi kepercayaan untuk menerima titipan diperbolehkan untuk mengambil manfaat dengan cara menggunakan uang titipan tersebut sebaik mungkin. Implikasi temuan ini dapat menjadi dasar bagi pengelola Bank Mini di SMK Al-Azhar untuk meningkatkan kinerja mereka dalam mengelola dana siswa dengan akad wadi’ah yad dhamanah sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku serta peran sekolah sebagai pengawas internal dalam kegiatan operasional Bank Mini di SMK Al-Azhar Pugung Raharjo.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam menentukan hak kewarisan anak bawaan serta mengkaji pengaturan dan kedudukan hukumnya dalam sistem pembagian warisan menurut Kompilasi Hukum Islam pada Putusan Pengadilan Agama Nomor 449/Pdt.G/2024/PA.Twg. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, menggunakan data sekunder berupa putusan pengadilan, ketentuan Kompilasi Hukum Islam, serta didukung instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan dokumentasi untuk menelaah konstruksi pertimbangan hukum hakim. Analisis dilakukan secara kualitatif melalui penafsiran sistematis terhadap norma kewarisan Islam dan relevansinya dengan fakta hukum yang terungkap dalam persidangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim mendasarkan pertimbangannya pada prinsip hubungan nasab sebagai dasar utama kewarisan, ketentuan normatif dalam Kompilasi Hukum Islam, serta asas keadilan dan kepastian hukum dalam penyelesaian sengketa. Anak bawaan secara yuridis hanya memiliki hubungan kewarisan dengan orang tua kandungnya dan tidak berkedudukan sebagai ahli waris dari orang tua tiri karena tidak adanya hubungan darah yang sah menurut hukum Islam. Pengaturan dalam Kompilasi Hukum Islam memberikan batasan yang tegas mengenai subjek ahli waris sehingga menjamin kepastian hukum dalam pembagian harta peninggalan. Penelitian ini menegaskan pentingnya konsistensi penerapan norma kewarisan Islam guna mencegah perluasan interpretasi yang dapat menimbulkan ketidakpastian hukum dalam praktik peradilan agama.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Anak merupakan subjek hukum yang memiliki hak-hak melekat, termasuk hak ekonomi dan hak atas kepemilikan harta yang dilindungi oleh hukum positif Indonesia. Namun dalam praktiknya, masih ditemukan penyalahgunaan harta anak oleh orang tua untuk kepentingan pribadi, termasuk dalam konteks poligami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum positif Indonesia dalam melindungi hak anak atas penyalahgunaan harta oleh orang tua untuk kepentingan poligami serta mengkaji langkah hukum yang dapat ditempuh anak dalam menghadapi permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan yang dilakukan di Desa Mataram Baru, Lampung Timur. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan anak, istri sah, dan anggota keluarga, sedangkan data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan, literatur hukum, dan dokumen pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum positif Indonesia telah menyediakan perlindungan hukum secara preventif, represif, dan administratif, namun implementasinya di tingkat desa belum optimal karena rendahnya kesadaran hukum dan faktor sosial budaya. Kebaruan penelitian ini terletak pada penempatan anak sebagai subjek hukum aktif yang dapat menuntut dan memulihkan hak ekonominya dalam konteks keluarga poligami di tingkat lokal.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam menentukan hak kewarisan anak bawaan serta mengkaji pengaturan dan kedudukan hukumnya dalam sistem pembagian warisan menurut Kompilasi Hukum Islam pada Putusan Pengadilan Agama Nomor 449/Pdt.G/2024/PA.Twg. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, menggunakan data sekunder berupa putusan pengadilan, ketentuan Kompilasi Hukum Islam, serta didukung instrumen penelitian berupa pedoman wawancara dan dokumentasi untuk menelaah konstruksi pertimbangan hukum hakim. Analisis dilakukan secara kualitatif melalui penafsiran sistematis terhadap norma kewarisan Islam dan relevansinya dengan fakta hukum yang terungkap dalam persidangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim mendasarkan pertimbangannya pada prinsip hubungan nasab sebagai dasar utama kewarisan, ketentuan normatif dalam Kompilasi Hukum Islam, serta asas keadilan dan kepastian hukum dalam penyelesaian sengketa. Anak bawaan secara yuridis hanya memiliki hubungan kewarisan dengan orang tua kandungnya dan tidak berkedudukan sebagai ahli waris dari orang tua tiri karena tidak adanya hubungan darah yang sah menurut hukum Islam. Pengaturan dalam Kompilasi Hukum Islam memberikan batasan yang tegas mengenai subjek ahli waris sehingga menjamin kepastian hukum dalam pembagian harta peninggalan. Penelitian ini menegaskan pentingnya konsistensi penerapan norma kewarisan Islam guna mencegah perluasan interpretasi yang dapat menimbulkan ketidakpastian hukum dalam praktik peradilan agama.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Deposito mudharabah merupaka produk penghimpunan dana pada perbankan syariah yang dilaksanakan berdasarkan akad Kerjasama antara nasabah sebagai shohibul maal dan bank sebagai mudharib dengan sistem bagi hasil. Produk ini memiliki jangka waktu tertentu sehingga dana tidak dapat di cairkan sebelum jatuh tempo. Namun, dalam praktiknya masih terdapat nasabah yang melakukan pencairan deposito sebelum jatuh tempo, karena kebutuhan mendesak untuk mengantisipasi hal tersebut, Bank aman syariah menerapkan kebijakan penalti sebagai kosekuensi atas pelanggaran akad. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan penalti pada pencairan deposito mudharabah sebelum jatuh tempo serta menilai efektivitas penalti dalam mencegah keputusan nasabah menarik dana lebih awal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui Teknik wawancara, obsevasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penalti berfungsi sebagai pengendalian nasabah agar tidak mencairkann deposito sebelum jatuh tempo, tetapi tidak selalu menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan nasabah ketika dihadapkan pada kebutuhan ekonomi yang mendesak.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya pengembangan motorik halus pada anak usia dini khususnya pada usia 5-6 tahun, karena kemampuan ini berperan dalam mendukung aktivitas belajar anak. Kemampuan motorik halus anak dalam pembelajaran di TK Islam Rohman Nur Kecamatan Natar Belum Berkembang, terbukti masih terdapat beberapa anak yang masih sulit dalam kegiatan mengancingkan baju, menggunting, melipat kertas dan memegang pensil warna dengan baik. guru perlu menggunakan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak. salah satu bahan alam yang dapat digunka adalah serbuk kayu, karena memiliki tesktur yang ringan dan mudah dibentuk serta mudah ditemukan dilingkungan sekitar. Oleh karena itu, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya guru dalam mengembangkan motorik halus pada anak usia dini usia 5-6 Tahun melalui media serbuk kayu di TK Islam Rohman Nur Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sabjek penelitian berfokus pada siswa kelompok usia 5-6 Tahun yang berjumlah 21 anak, dengan temuan 6 siswa Belum Berkembang, 9 Siswa Mulai Berkembang dan 6 Siswa Berkembang Sesuai Harapan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi dilakukan kepada kegiatan pembelajaran yang menggunkan media serbuk kayu, sedangkan wawancara dilakukan dengan guru untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Data yang diperoleh kemudian di analisis melalui tahap pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa upaya guru dalam mengembangkan motorik halus pada anak yang dilakukan melalui kegiatan mencetak berbagai bentuk melalui media serbuk kayu mampu mengembangkan motorik halus pada anak usia dini. Dengan demikian, penggunaan serbuk kayu dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam mendukung perkembangan motorik halus pada anak usia
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan akad wadi’ah yad dhamanah dalam pengelolaan dana siswa di SMK Al-Azhar Pugung Raharjo. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap pengelola bank mini dan kepala sekolah selaku pihak yang mengawasi operasional dari bank mini, serta analisis dokumen terkait Prosedur Operasional Standar (POS) dan kesesuaian prinsip dan rukun akad wadi’ah berdasarkan Dewan Syari’ah Nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana siswa pada bank mini tersebut masih perlu ditingkatkan dalam beberapa aspek, seperti pencatuman akad secara tertulis pada formulir tabungan, pengawasan yang dilakukan, dan pemisahan dana titipan dengan dana operasional. Wadi’ah Yad-Damanah adalah perjanjian antara pihak penitip dengan pihak yang diberikan kepercayaan untuk menerima titipan, sebagai pihak yang diberi kepercayaan untuk menerima titipan diperbolehkan untuk mengambil manfaat dengan cara menggunakan uang titipan tersebut sebaik mungkin. Implikasi temuan ini dapat menjadi dasar bagi pengelola Bank Mini di SMK Al-Azhar untuk meningkatkan kinerja mereka dalam mengelola dana siswa dengan akad wadi’ah yad dhamanah sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku serta peran sekolah sebagai pengawas internal dalam kegiatan operasional Bank Mini di SMK Al-Azhar Pugung Raharjo.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki peran penting dalam pembinaan ilmu dan pembentukan karakter santri. Salah satu aspek utama dalam tradisi pendidikan pesantren adalah penanaman adab tholabul ‘ilmi sebagai fondasi dalam proses menuntut ilmu. Pembelajaran kitab-kitab klasik tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai adab tholabul ‘ilmi melalui pembelajaran Kitab Alala pada santri tingkat Istidat Awal di Pondok Pesantren Walisongo Sukajadi Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dan desain deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala madrasah, ustadzah pengampu, serta santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai berlangsung melalui penyampaian teks, pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari, serta keteladanan ustadz dan pengurus pesantren. Nilai seperti niat yang benar, kesungguhan, kesabaran, dan penghormatan kepada guru tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi tercermin dalam perubahan sikap dan perilaku santri. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara teks klasik, kultur pesantren, dan relasi edukatif guru–santri berperan penting dalam membangun fondasi karakter sejak tahap awal pendidikan.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan fisik motorik kasar pada anak dengan autisme, khususnya dalam koordinasi gerak, keseimbangan, dan kelincahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru dalam menerapkan gerak dan lagu untuk mengembangkan kemampuan fisik motorik kasar anak usia 5–6 tahun di TK As Salam Branti. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru kelompok B, dan satu anak dengan autisme berinisial SAF. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik kasar anak belum berkembang optimal. Upaya guru dilakukan melalui kegiatan gerak dan lagu secara terstruktur, meliputi pemilihan lagu yang sesuai, pendekatan individual, pelaksanaan bertahap, serta evaluasi. Penerapan metode ini memberikan peningkatan bertahap pada koordinasi gerak, keseimbangan, dan kemampuan mengikuti instruksi. Dengan demikian, gerak dan lagu efektif dalam membantu mengembangkan kemampuan motorik kasar anak dengan autisme.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya pengembangan motorik halus pada anak usia dini khususnya pada usia 5-6 tahun, karena kemampuan ini berperan dalam mendukung aktivitas belajar anak. Kemampuan motorik halus anak dalam pembelajaran di TK Islam Rohman Nur Kecamatan Natar Belum Berkembang, terbukti masih terdapat beberapa anak yang masih sulit dalam kegiatan mengancingkan baju, menggunting, melipat kertas dan memegang pensil warna dengan baik. guru perlu menggunakan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak. salah satu bahan alam yang dapat digunka adalah serbuk kayu, karena memiliki tesktur yang ringan dan mudah dibentuk serta mudah ditemukan dilingkungan sekitar. Oleh karena itu, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya guru dalam mengembangkan motorik halus pada anak usia dini usia 5-6 Tahun melalui media serbuk kayu di TK Islam Rohman Nur Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sabjek penelitian berfokus pada siswa kelompok usia 5-6 Tahun yang berjumlah 21 anak, dengan temuan 6 siswa Belum Berkembang, 9 Siswa Mulai Berkembang dan 6 Siswa Berkembang Sesuai Harapan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi dilakukan kepada kegiatan pembelajaran yang menggunkan media serbuk kayu, sedangkan wawancara dilakukan dengan guru untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Data yang diperoleh kemudian di analisis melalui tahap pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa upaya guru dalam mengembangkan motorik halus pada anak yang dilakukan melalui kegiatan mencetak berbagai bentuk melalui media serbuk kayu mampu mengembangkan motorik halus pada anak usia dini. Dengan demikian, penggunaan serbuk kayu dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam mendukung perkembangan motorik halus pada anak usia
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, semakin dekat dengan kehidupan remaja dan membawa pengaruh nyata terhadap pembentukan perilaku serta akhlak mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak tren TikTok terhadap pembentukan akhlak remaja di MA Ma’arif Roudlotut Tholibin Metro serta mengkaji relevansinya dengan nilai-nilai pendidikan akhlak dalam Kitab Ta’lim Muta’allim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala madrasah, guru Akidah Akhlak, dan siswi, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren TikTok memberikan dampak ganda terhadap akhlak remaja. Dampak positif tampak pada kemudahan mengakses konten edukatif dan motivasi belajar, sedangkan dampak negatif terlihat pada menurunnya adab, berkurangnya kesabaran, serta kecenderungan meniru perilaku yang tidak sejalan dengan nilai akhlak Islami. Nilai-nilai dalam Kitab Ta’lim Muta’allim seperti niat yang lurus, hormat kepada guru, kesabaran, wara’, kerja keras, saling menasihati, istifadzah, dan tawakkal masih relevan sebagai pedoman moral dalam menghadapi tantangan era digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai klasik Islam dalam pendidikan modern guna membentuk remaja yang berakhlakul karimah.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi pendekatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menghadapi tantangan digital di kelas VII SMP Islam Plus Sabilunnajah. Hal ini dikarnakan masih terdapat beberapa problem utama di antaranya kesenjangan literasi digital, keterbatasan sarana prasarana kompetensi guru dalam transformasi digital dan potensi penyalahgunaan di gital. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mengubah pola belajar peserta didik sehingga guru PAI dituntut berinovasi agar pembelajaran tetap relevan, efektif, dan mampu membentuk karakter Islami. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru PAI dan peserta didik kelas VII, dengan uji pengesahan data melalui reduksi, analisis data, penyajian, dan penarikan secara deskriptif analitis. Hasil permasalahn ini adalah Guru berperan sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing dalam membangun kesadaran digital yang etis. Tantangan meliputi keterbatasan sarana, perbedaan literasi digital, dan potensi penyalahgunaan teknologi. Transformasi ini menekankan penguatan nilai spiritual, moral, dan karakter.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN HARTA KARUN BILANGAN UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERHITUNG ANAK USIA DINI DI TK ARSYA BUNDA BANDAR MATARAM LAMPUNG TENGAH TAHUN 2025/2026 Oleh: SITI ROKAYAH Media pembelajaran merupakan perangkat yang dimanfaatkan oleh guru atau pendidik untuk menunjang keselenggaraannya kegiatan belajar anak. Media juga dapat menjadi alternatif untuk membantu melatih kemampuan berhitung pada anak. Dalam penelitian ini dilatar belakangi oleh masih kurangnya media pembelajaran yang interaktif, menarik, dan ramah ligkungan untuk melatih berhitung pada anak usia dini di TK Arsya Bunda Bandar Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan Reseacrh and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Proses pengembangan dilakukan melalui tahap analisis kebutuhan, perancangan media, validasi oleh ahli media dan materi, serta uji coba produk terbatas dan lapangan pada anak usa 4-5 tahun. Adapun lokasi penelitian di TK Arsya Bunda Bandar Mataram. Penelitian ini bertujuan untuk melatih motorik halus pada anak usia dini dengan mengembangkan media pembelajaran harta karun bilangan yang berbahan dasar triplek di TK Arsya Bunda Bandar Mataram. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media harta karun bilangan ini efisien dalam meningkatkan kamampuan berhitung pada anak usia dini, khususnya dalam aspek menghitung jumlah objek dari satu hingga sepuluh, memahami makna dasar konsep bilangan, mengenali symbol atau tanda angka, menyesuaikan symbol bilangan dengan symbol bilangan yang sepadan, serta melafalkan symbol angka dari satu sampai sepuluh. Selain itu, media harta karun bilangan juga mendapat tanggapan positif dari guru kelas sebagai alat bantu pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan. Dengan demikian , media pembelajaran harta karun bilangan berbahan dasar triplek ini layak digunakan sebagai sarana edukatif atau media pembelajaran yang mendukung perkembangan berhitung pada anak usia dini.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Background: Early childhood parenting represents a crucial phase in family development that requires a high level of emotional involvement from parents. During this period, parents face various parenting demands related to meeting children’s physical needs as well as supporting their emotional and social development. Such conditions may increase the risk of parenting stress, particularly when parents experience difficulties regulating their emotions or lack adequate support from their social environment. Aim: Therefore, this study aims to analyze the effect of emotion regulation on parenting stress among parents of young children and to examine the moderating role of social support in this relationship. Method: This study employed a quantitative approach using a survey parents of students at RA Muslimat NU 07 as research participants. Data were collected using three standardized psychological instruments: the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) to measure parents’ emotion regulation, the Parental Burnout Assessment (PBA) to assess the level of parenting stress, and the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) to measure perceived social support. Data analysis was conducted using simple regression to examine the direct effects of emotion regulation and social support on parenting stress. Result and Disscussions: The results indicate that emotion regulation and social support do not have a significant simultaneous effect on parenting stress (F = 0.357; p = 0.701; R² = 0.011). Partially, emotion regulation (p = 0.866) and social support (p = 0.486) also do not show a significant effect on parenting stress. Furthermore, the moderation test reveals that the interaction between emotion regulation and social support is not significant (p = 0.387), indicating that social support does not function as a moderating variable in this relationship. Conclusion: These findings suggest that emotion regulation and social support are not the main determinants of parenting stress among parents of young children in this study, indicating that other factors may play a more dominant role in influencing parenting stress beyond the variables examined.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki peran penting dalam pembinaan ilmu dan pembentukan karakter santri. Salah satu aspek utama dalam tradisi pendidikan pesantren adalah penanaman adab tholabul ‘ilmi sebagai fondasi dalam proses menuntut ilmu. Pembelajaran kitab-kitab klasik tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai adab tholabul ‘ilmi melalui pembelajaran Kitab Alala pada santri tingkat Istidat Awal di Pondok Pesantren Walisongo Sukajadi Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan dan desain deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala madrasah, ustadzah pengampu, serta santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai berlangsung melalui penyampaian teks, pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari, serta keteladanan ustadz dan pengurus pesantren. Nilai seperti niat yang benar, kesungguhan, kesabaran, dan penghormatan kepada guru tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi tercermin dalam perubahan sikap dan perilaku santri. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara teks klasik, kultur pesantren, dan relasi edukatif guru–santri berperan penting dalam membangun fondasi karakter sejak tahap awal pendidikan.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan remaja menimbulkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap konsentrasi belajar. TikTok merupakan salah satu platform yang banyak digunakan oleh siswa karena menyediakan konten video singkat yang menarik dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penggunaan media sosial Tiktok terhadap konsentrasi belajar remaja awal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan metode cross-sectional. Populasi penelitian N =193 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kotagajah dengan sampel N = 138 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Social Media Engagement Scale for Adolescents (SMES-A) sebanyak 11 item dan skala konsentrasi belajar sebanyak 28 item. Analisis data menggunakan korelasi product moment dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0,030 dengan nilai signifikansi 0,725 (p > 0,05) sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan TikTok dengan konsentrasi belajar siswa. Hasil regresi juga menunjukkan bahwa penggunaan media sosial hanya memberikan kontribusi sebesar 0,1% terhadap variasi konsentrasi belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial bukan merupakan faktor utama yang memengaruhi konsentrasi belajar siswa, karena konsentrasi belajar juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti motivasi belajar, minat terhadap pelajaran, serta lingkungan belajar