2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The textbook is a fundamental component in Arabic language education, requiring evaluation of its alignment with national educational standards and moderate Islamic values. This study aims to analyze the content of Al-‘Arabiyyah Baina Yadaik, Part One (Units 1–8), from the perspectives of the Indonesian Ministry of Education and Culture and the Ahl al-Sunnah wa al-Jamaʿah an-Nahdiyyah theoretical framework. Employing a qualitative research design with content analysis, data were collected through library research using listening and note-taking methods on instructional materials, dialogues, illustrations, and the presentation of exercises in the textbook. The findings reveal that Al-‘Arabiyyah Baina Yadaik, Part One (Units 1–8), is generally suitable for Arabic language instruction in Indonesia. The textbook demonstrates a systematic and well-organized structure, clear design, and appropriate readability for beginner learners. It adopts a communicative approach that develops the four language skills and implicitly incorporates moderate Islamic values such as tolerance, balance, and moderation. However, notable limitations include implicit gender bias in visual representations that predominantly depict males in professional and public roles. The printed version also lacks sufficient visual elements and decorative features, resulting in visually monotonous pages. The digital version preserves the print content but suffers from low image resolution when enlarged, a static non-responsive layout, inadequate font and color design for fully vocalized Arabic text, and a lack of interactive features such as digital navigation, vocabulary highlighting, and interactive exercises, reducing its effectiveness for online learning. This study contributes to the development of a comprehensive evaluation model for international educational textbooks as transformative media in promoting moderate Islamic values and recommends the necessity of contextual content adaptation by teachers. Keywords: content analysis; Arabic language textbook; Al-‘Arabiyyah Baina Yadaik Part One; Indonesian Ministry of Education and Culture; Ahl al-Sunnah wa al-Jamaʿah an-Nahdiyyah.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
The textbook is a fundamental component in Arabic language education, requiring evaluation of its alignment with national educational standards and moderate Islamic values. This study aims to analyze the content of Al-‘Arabiyyah Baina Yadaik, Part One (Units 1–8), from the perspectives of the Indonesian Ministry of Education and Culture and the Ahl al-Sunnah wa al-Jamaʿah an-Nahdiyyah theoretical framework. Employing a qualitative research design with content analysis, data were collected through library research using listening and note-taking methods on instructional materials, dialogues, illustrations, and the presentation of exercises in the textbook. The findings reveal that Al-‘Arabiyyah Baina Yadaik, Part One (Units 1–8), is generally suitable for Arabic language instruction in Indonesia. The textbook demonstrates a systematic and well-organized structure, clear design, and appropriate readability for beginner learners. It adopts a communicative approach that develops the four language skills and implicitly incorporates moderate Islamic values such as tolerance, balance, and moderation. However, notable limitations include implicit gender bias in visual representations that predominantly depict males in professional and public roles. The printed version also lacks sufficient visual elements and decorative features, resulting in visually monotonous pages. The digital version preserves the print content but suffers from low image resolution when enlarged, a static non-responsive layout, inadequate font and color design for fully vocalized Arabic text, and a lack of interactive features such as digital navigation, vocabulary highlighting, and interactive exercises, reducing its effectiveness for online learning. This study contributes to the development of a comprehensive evaluation model for international educational textbooks as transformative media in promoting moderate Islamic values and recommends the necessity of contextual content adaptation by teachers. Keywords: content analysis; Arabic language textbook; Al-‘Arabiyyah Baina Yadaik Part One; Indonesian Ministry of Education and Culture; Ahl al-Sunnah wa al-Jamaʿah an-Nahdiyyah.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pembelajaran Akidah Akhlak yang tepat dalam menumbuhkan kepercayaan diri dan mengatasi insecure pada siswa MTs Darul Ulum Panaragan Jaya di era media sosial. Di era digital saat ini membawa perubahan terhadap pola interaksi sosial, fear of missing out, rendahnya harga diri, pembentukan identitas dan perkembangan moral peserta didik. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sementara itu, analisis data mencakup proses reduksi data, display data (penyajian data), dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa banyak yang merasa tidak percaya diri dikarenakan media sosial. Strategi pembelajaran Akidah Akhlak yang diterapkan melalui pembelajaran inkuiri, pembiasaan akhlak positif, diskusi reflektif, mampu membantu siswa meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi rasa insecure. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran Akidah Akhlak berperan penting sebagai sarana pembinaan karakter dan penguatan mental siswa di tengah gempuran era media sosial.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keberagaman latar belakang agama siswa di sekolah dasar menuntut penerapan strategi pembelajaran yang mampu membangun lingkungan belajar yang inklusif serta menumbuhkan sikap toleransi antar siswa. Dalam hal ini, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya berperan sebagai penyampai materi keagamaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menanamkan nilai-nilai toleransi dan sikap saling menghormati melalui proses pendidikan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi guru PAI dalam menciptakan lingkungan belajar inklusif guna menumbuhkan toleransi antar siswa beragama di SD Negeri 1 Metro Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan subjek penelitian guru PAI, guru kelas, dan siswa. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru PAI dalam menciptakan lingkungan belajar inklusif dilakukan melalui penerapan nilai-nilai toleransi dalam pembelajaran, pemberian keteladanan sikap saling menghargai, pembiasaan kegiatan belajar bersama tanpa diskriminasi, serta kerja sama antar guru dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif. Strategi tersebut berperan dalam menumbuhkan sikap toleransi antar siswa sejak dini. Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa guru PAI memiliki peran penting dalam membangun lingkungan belajar yang inklusif serta menanamkan sikap toleransi beragama di sekolah dasar.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Capaian belajar yang belum optimal pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar umumnya dipicu oleh dominasi peran pendidik yang menyempitkan ruang keterlibatan bermakna bagi peserta didik. Menyikapi persoalan tersebut, penelitian ini menggunakan Think Pair Share sebagai pendekatan pembelajaran kolaboratif terstruktur yang diimplementasikan dalam desain Penelitian Tindakan Kelas. Tujuh belas peserta didik kelas III SDIT Adz-Dzikro Lampung Utara ditetapkan sebagai partisipan penelitian. Tiga sumber data yang saling melengkapi digunakan, mencakup catatan observasi, transkrip wawancara, dan asesmen hasil belajar, yang seluruhnya dikumpulkan secara sistematis dalam dua siklus tindakan yang bersifat iteratif. Setiap siklus melewati tahapan perencanaan, eksekusi, pemantauan, dan refleksi kritis. Data pascatindakan mengindikasikan trajektori pertumbuhan akademik yang luar biasa, dengan rerata kelas meningkat dari 69,5 menjadi 88,41, sementara proporsi peserta didik yang mencapai ambang ketuntasan minimal melonjak dari 29,41% menjadi 100%. Angka-angka ini menunjukkan bahwa integrasi penalaran mandiri dengan kolaborasi antarpasangan yang terstruktur secara signifikan meningkatkan kedalaman pemahaman sekaligus mendorong keterlibatan aktif di kelas. Think Pair Share terbukti merupakan strategi yang andal secara pedagogis untuk mentransformasi hasil pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Keberagaman latar belakang agama siswa di sekolah dasar menuntut penerapan strategi pembelajaran yang mampu membangun lingkungan belajar yang inklusif serta menumbuhkan sikap toleransi antar siswa. Dalam hal ini, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya berperan sebagai penyampai materi keagamaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menanamkan nilai-nilai toleransi dan sikap saling menghormati melalui proses pendidikan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi guru PAI dalam menciptakan lingkungan belajar inklusif guna menumbuhkan toleransi antar siswa beragama di SD Negeri 1 Metro Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan subjek penelitian guru PAI, guru kelas, dan siswa. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru PAI dalam menciptakan lingkungan belajar inklusif dilakukan melalui penerapan nilai-nilai toleransi dalam pembelajaran, pemberian keteladanan sikap saling menghargai, pembiasaan kegiatan belajar bersama tanpa diskriminasi, serta kerja sama antar guru dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif. Strategi tersebut berperan dalam menumbuhkan sikap toleransi antar siswa sejak dini. Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa guru PAI memiliki peran penting dalam membangun lingkungan belajar yang inklusif serta menanamkan sikap toleransi beragama di sekolah dasar.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pembelajaran Akidah Akhlak yang tepat dalam menumbuhkan kepercayaan diri dan mengatasi insecure pada siswa MTs Darul Ulum Panaragan Jaya di era media sosial. Di era digital saat ini membawa perubahan terhadap pola interaksi sosial, fear of missing out, rendahnya harga diri, pembentukan identitas dan perkembangan moral peserta didik. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sementara itu, analisis data mencakup proses reduksi data, display data (penyajian data), dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa banyak yang merasa tidak percaya diri dikarenakan media sosial. Strategi pembelajaran Akidah Akhlak yang diterapkan melalui pembelajaran inkuiri, pembiasaan akhlak positif, diskusi reflektif, mampu membantu siswa meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi rasa insecure. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran Akidah Akhlak berperan penting sebagai sarana pembinaan karakter dan penguatan mental siswa di tengah gempuran era media sosial.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study addresses the limited use of innovative learning media in Civic Education (PKn)which affects students’ activeness and literacy skills in elementary schools. The research aimsto develop educational comic media in PKn learning and to examine its feasibility and students’responses in improving literacy skills. This study employed a Research and Development(R&D) method using the 4-D model, consisting of define, design, develop, and disseminatestages. The subjects of the study were fourth-grade students of SDNU Metro. Data werecollected through interviews with teachers and the school principal, material expert and mediaexpert validation questionnaires, and student response questionnaires. The findings indicate thatthe developed educational comic media is feasible to use based on material and media expertevaluations. Students' responses show a very positive category, particularly in increasinglearning interest, reading motivation, and understanding of Pancasila values. Therefore,educational comic media can serve as an effective alternative learning medium to supportliteracy improvement in Civic Education learning at the elementary school level.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang dipicu oleh penggunaan media sosial, khususnya TikTok, telah menimbulkan permasalahan etis di kalangan siswa, seperti ketergantungan pada media digital, orientasi berlebihan pada pengakuan sosial, serta perubahan sikap, tutur kata, dan perilaku di lingkungan sekolah. Kondisi ini menunjukkan adanya tantangan serius dalam pembentukan etika siswa di era digital. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk dan menginternalisasikan etika Islami siswa di tengah fenomena FOMO pada penggunaan TikTok di SMA Darussalam Adijaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru PAI dan siswa, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis sebagai pendidik, pembimbing, teladan, dan pengontrol moral dalam membentuk etika siswa. Guru PAI mengintegrasikan nilai-nilai etika Islam, seperti adab bermedia sosial, tanggung jawab, kesederhanaan, dan pengendalian diri, baik dalam proses pembelajaran maupun kegiatan keagamaan sekolah. Selain itu, penguatan etika dilakukan melalui nasihat, pembiasaan, serta pendekatan persuasif agar siswa mampu mengelola penggunaan TikTok secara bijak dan proporsional. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan peran guru PAI sangat penting sebagai benteng moral siswa dalam menghadapi arus budaya digital, sehingga sekolah perlu mendukung pengintegrasian literasi digital berbasis nilai-nilai Islam dalam pembelajaran PAI secara berkelanjutan.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Capaian belajar yang belum optimal pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar umumnya dipicu oleh dominasi peran pendidik yang menyempitkan ruang keterlibatan bermakna bagi peserta didik. Menyikapi persoalan tersebut, penelitian ini menggunakan Think Pair Share sebagai pendekatan pembelajaran kolaboratif terstruktur yang diimplementasikan dalam desain Penelitian Tindakan Kelas. Tujuh belas peserta didik kelas III SDIT Adz-Dzikro Lampung Utara ditetapkan sebagai partisipan penelitian. Tiga sumber data yang saling melengkapi digunakan, mencakup catatan observasi, transkrip wawancara, dan asesmen hasil belajar, yang seluruhnya dikumpulkan secara sistematis dalam dua siklus tindakan yang bersifat iteratif. Setiap siklus melewati tahapan perencanaan, eksekusi, pemantauan, dan refleksi kritis. Data pascatindakan mengindikasikan trajektori pertumbuhan akademik yang luar biasa, dengan rerata kelas meningkat dari 69,5 menjadi 88,41, sementara proporsi peserta didik yang mencapai ambang ketuntasan minimal melonjak dari 29,41% menjadi 100%. Angka-angka ini menunjukkan bahwa integrasi penalaran mandiri dengan kolaborasi antarpasangan yang terstruktur secara signifikan meningkatkan kedalaman pemahaman sekaligus mendorong keterlibatan aktif di kelas. Think Pair Share terbukti merupakan strategi yang andal secara pedagogis untuk mentransformasi hasil pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
This study addresses the limited use of innovative learning media in Civic Education (PKn)which affects students’ activeness and literacy skills in elementary schools. The research aimsto develop educational comic media in PKn learning and to examine its feasibility and students’responses in improving literacy skills. This study employed a Research and Development(R&D) method using the 4-D model, consisting of define, design, develop, and disseminatestages. The subjects of the study were fourth-grade students of SDNU Metro. Data werecollected through interviews with teachers and the school principal, material expert and mediaexpert validation questionnaires, and student response questionnaires. The findings indicate thatthe developed educational comic media is feasible to use based on material and media expertevaluations. Students' responses show a very positive category, particularly in increasinglearning interest, reading motivation, and understanding of Pancasila values. Therefore,educational comic media can serve as an effective alternative learning medium to supportliteracy improvement in Civic Education learning at the elementary school level.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang dipicu oleh penggunaan media sosial, khususnya TikTok, telah menimbulkan permasalahan etis di kalangan siswa, seperti ketergantungan pada media digital, orientasi berlebihan pada pengakuan sosial, serta perubahan sikap, tutur kata, dan perilaku di lingkungan sekolah. Kondisi ini menunjukkan adanya tantangan serius dalam pembentukan etika siswa di era digital. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk dan menginternalisasikan etika Islami siswa di tengah fenomena FOMO pada penggunaan TikTok di SMA Darussalam Adijaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru PAI dan siswa, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis sebagai pendidik, pembimbing, teladan, dan pengontrol moral dalam membentuk etika siswa. Guru PAI mengintegrasikan nilai-nilai etika Islam, seperti adab bermedia sosial, tanggung jawab, kesederhanaan, dan pengendalian diri, baik dalam proses pembelajaran maupun kegiatan keagamaan sekolah. Selain itu, penguatan etika dilakukan melalui nasihat, pembiasaan, serta pendekatan persuasif agar siswa mampu mengelola penggunaan TikTok secara bijak dan proporsional. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan peran guru PAI sangat penting sebagai benteng moral siswa dalam menghadapi arus budaya digital, sehingga sekolah perlu mendukung pengintegrasian literasi digital berbasis nilai-nilai Islam dalam pembelajaran PAI secara berkelanjutan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menganalisis masa iddah sebagai instrumen perlindungan perempuan serta mengkritisi praktik pernikahan yang dilakukan oleh mantan suami ketika mantan istri masih menjalani masa iddah dalam perspektif fikih, maqāṣid al-syarī‘ah, dan hukum positif di Indonesia. Masa iddah pada hakikatnya merupakan ketentuan syariat yang memiliki fungsi perlindungan multidimensi terhadap nasab, martabat, kondisi psikologis, dan stabilitas sosial perempuan pascaperceraian. Namun, praktik sosial menunjukkan bahwa nilai-nilai perlindungan tersebut belum berjalan optimal karena masih ditemukan kasus pernikahan dalam masa iddah, lemahnya pemahaman masyarakat, serta minimnya pengawasan administrasi pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA). Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan pendekatan normatif, menggunakan analisis terhadap literatur fikih klasik, teori maqāṣid al-syarī‘ah, Kompilasi Hukum Islam (KHI), Undang-Undang Perkawinan, dan Surat Edaran Dirjen Bimas Islam Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan adanya kekosongan norma dalam hukum positif Indonesia yang belum secara tegas melarang laki-laki menikah ketika mantan istrinya masih dalam masa iddah. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan reformasi hukum berbasis maqāṣid al-syarī‘ah guna memperkuat perlindungan perempuan melalui regulasi yang bersifat mengikat dan efektif dalam implementasi.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna tradisi Rajaban bagi masyarakat Desa Rama Puja, Lampung Timur, serta mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan agama Islam yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tokoh agama, tokoh adat, pelaku tradisi, serta masyarakat yang terlibat langsung dalam pelaksanaan Rajaban. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Rajaban tidak hanya bermakna sebagai peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai sarana penguatan keimanan, pelestarian budaya lokal, serta penguat solidaritas sosial masyarakat. Tradisi ini mengandung nilai-nilai pendidikan Islam berupa nilai aqidah, ibadah, akhlak, sosial, dan dakwah yang terinternalisasi melalui kegiatan tahlilan, doa bersama, kenduri, gotong royong, dan pengajian. Dengan demikian, tradisi Rajaban berperan strategis sebagai media pendidikan Islam berbasis kearifan lokal yang membentuk karakter religius dan sosial masyarakat.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan menganalisis masa iddah sebagai instrumen perlindungan perempuan serta mengkritisi praktik pernikahan yang dilakukan oleh mantan suami ketika mantan istri masih menjalani masa iddah dalam perspektif fikih, maqāṣid al-syarī‘ah, dan hukum positif di Indonesia. Masa iddah pada hakikatnya merupakan ketentuan syariat yang memiliki fungsi perlindungan multidimensi terhadap nasab, martabat, kondisi psikologis, dan stabilitas sosial perempuan pascaperceraian. Namun, praktik sosial menunjukkan bahwa nilai-nilai perlindungan tersebut belum berjalan optimal karena masih ditemukan kasus pernikahan dalam masa iddah, lemahnya pemahaman masyarakat, serta minimnya pengawasan administrasi pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA). Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan pendekatan normatif, menggunakan analisis terhadap literatur fikih klasik, teori maqāṣid al-syarī‘ah, Kompilasi Hukum Islam (KHI), Undang-Undang Perkawinan, dan Surat Edaran Dirjen Bimas Islam Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan adanya kekosongan norma dalam hukum positif Indonesia yang belum secara tegas melarang laki-laki menikah ketika mantan istrinya masih dalam masa iddah. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan reformasi hukum berbasis maqāṣid al-syarī‘ah guna memperkuat perlindungan perempuan melalui regulasi yang bersifat mengikat dan efektif dalam implementasi.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna tradisi Rajaban bagi masyarakat Desa Rama Puja, Lampung Timur, serta mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan agama Islam yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tokoh agama, tokoh adat, pelaku tradisi, serta masyarakat yang terlibat langsung dalam pelaksanaan Rajaban. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Rajaban tidak hanya bermakna sebagai peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai sarana penguatan keimanan, pelestarian budaya lokal, serta penguat solidaritas sosial masyarakat. Tradisi ini mengandung nilai-nilai pendidikan Islam berupa nilai aqidah, ibadah, akhlak, sosial, dan dakwah yang terinternalisasi melalui kegiatan tahlilan, doa bersama, kenduri, gotong royong, dan pengajian. Dengan demikian, tradisi Rajaban berperan strategis sebagai media pendidikan Islam berbasis kearifan lokal yang membentuk karakter religius dan sosial masyarakat.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Ilmu Sosial Dasar Teori dan Konsep Ilmu Sosial (Klasik, Modern, dan Postmodern) merupakan suatu penyediaan alat analisis dan pemandu untuk mengkaji fenomena sosial, sehingga mampu memprediksi dan mendeskripsikan gejala sosial dalam kerangka hukum hubungan antargejala sampai tahap kausalitas. Ilmu sosial dasar dan konsep ilmu sosial saling melengkapi, di mana ISD fokus sebagai konsep dasar ilmu sosial (dalam konteks) yang digunakan untuk menyelesaikan atau menjawab problem sosial secara objektif. Hal ini penting karena sistem nilai dan norma dalam masyarakat selalu mengalami reduksi menjadi anomali yang mengganggu keteraturan sosial (social order), maka ISD sebagai konsep dasar ilmu sosial dalam konteks menjadi instrumen untuk menyelesaikan problem sosial. Sedangkan, ilmu sosial merupakan perangkat deduktif, mulai dari pemikiran paradigma ilmu sosial klasik, modern, sampai postmodern, yang memadai untuk menafsir realitas sosial mulai dari karakteristik tradisional feodalistik sampai karakteristik masyarakat teknologi digital yang penuh manipulasi dengan simulasi sosial. Materi ISD dan teori sosial menjadi relevan untuk pembekalan akademik Strata 1 (ISD) dan sekolah pascasarjana (ilmu sosial klasik, modern, dan postmodern) sebagai "two in ones.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini relatif komplit untuk mengenal tasawuf sebagai sebuah studi sekaligus praktik-praktik yang dilakukan. Dimulai dari pembahasan mengenal tasawuf dalam landasan teologis sampai kepada empiris kemudian dilanjutkan pada sejarah tasawuf dan di bab berikutnya dijelaskan tentang thariqat yang menjadi sistem pelembagaan tasawuf. Buku ini pun memberikan informasi komprehensif tentang implementasi tasawuf melalui dzikir dan manakib serta perbedaan di antara banyak jenis metode yang dilakukan oleh praktisi tasawuf. Buku ini sangat berguna bagi masyarakat umum khususnya para pengamal tasawuf, apapun alirannya. Pun, tulisan ini pun bisa menjadi landasan teoritis bagi para pembelajar tasawuf secara khusus atau umumnya bagi mahasiswa yang belajar tentang Islam dan turunannya. “Abah menyambut gembira dengan rampungnya buku berjudul “Tasawuf dalam Dimensi Zaman” yang membahas mengenai beberapa point penting mengenai dunia tasawuf berikut thariqah dan sebagian sejarah-nya yang disusun oleh Ustadz Muda dari Singaparna, Yandi Irshad Badruzzaman. Bahasan tema pada perbabnya merupakan hal-hal yang penting untuk diketahui oleh Ikhwan thariqah khususnya ataupun kaum muslimin pada umumnya.” Syaikh KH. Moch Abdul Ghaos SM. (Mursyid TQN Suryalaya Sirnarasa Silsilah ke – 38) “Mengenal Tasawuf ibarat tersesat di hutan belantara yang membutuhkan kompas untuk keluar dari ketidak pahaman. Butuh mursyid untuk menunjukan jalan tujuan juga butuh ketekunan “salik” dalam menjalani thariqah yang sedang dijalaninya. Buku ini adalah salah satu panduan agar tasawuf tidak terjebak dalam sistem kebatinan yang sesat.” Prof. Dr. H. Muchtar Solihin, M.Ag. (Guru Besar Ilmu Tasawuf, UIN SGD Bandung)
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Masyarakat abad global kebanyakan telah kehilangan visi keilahian, krisis spiritual, intelektual, sosial dan dekadensi moral, akibat pola hidup yang cenderung rasional, hedonis, pragmatis, materialis, sekuler dan individualis yang menjauhi nilai-nilai agama bahkan meninggalkan agama untuk mendewakan dunia, ilmu pengetahuan dan teknologi. Mereka beranggapan bahwa dengan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat memenuhi segala kebutuhannya, dan dunia sebagai tempat untuk melampiaskan segala hasrat dan segala keinginan tak terkontrol. Sehingga lama-kelamaan mereka mengalami kekeringan spiritual, jiwa mereka gersang, rohani mereka layu dan hati mereka mati. Akibatnya, berdampak pada cara pikir (paradigma), moral, sosial mereka yang cenderung menurun. Untuk itu, diperlukan solusi yang konkret untuk mengatasi permasalahan rohaniah tersebut. Di antara solusi yang mengarah kepada aspek rohani dalam ajaran Islam yang paling mendekati adalah tasawuf, melalui siraman ajaran tasawuf ini diharapkan masyarakat abad global ‘kembali’ kepada pengkuan ilahi dengan tetap eksis mengarungi kehidupan dunia. Sehingga akan mengantarkan mereka kepada kebahagiaan dunia dan akhirat secara seimbang (tawazun). Inilah yang dinamakan dengan “Tasawuf Kontemporer”, yang mengedepankan nilai-nilai keselarasan, sinergitas, integrasi dan keseimbangan antara rohani-jasadi, individu-sosial, dunia-akhirat, syari’at-hakikat, fiqih-tasawuf, vertikal-horizontal dan dzhahir–batin yang dapat mengantarkan manusia hidup secara seimbang, toleran, aktif, solutif, reaktif, optimistis, agamis, humanis dan berbudi luhur.