2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan berpikir kreatif dan pemecahan masalah matematis siswa Madrasah Ibtidaiyah masih tergolong rendah karena pembelajaran didominasi pendekatan konvensional dan berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model Inquiry Learning melalui pendekatan Open Ended terhadap kedua kemampuan tersebut secara simultan. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan pretest-posttest control group design. Sampel terdiri dari dua kelas IV MIS Al-Qur’an yang dipilih menggunakan cluster random sampling. Kelas eksperimen (n=22) memperoleh pembelajaran Inquiry Learning-Open Ended, sedangkan kelas kontrol (n=21) menggunakan pembelajaran langsung. Instrumen berupa tes uraian terbuka untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif dan kemampuan pemecahan masalah. Analisis data menggunakan MANOVA dilanjutkan uji ANOVA univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan (multivariat) terdapat perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol pada kedua kemampuan (F=17,584; p=0,000). Secara univariat, kemampuan berpikir kreatif (F=14,730; p=0,000) dan kemampuan pemecahan masalah (F=34,637; p=0,000) pada kelas eksperimen secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Simpulan penelitian ini adalah model Inquiry Learning melalui pendekatan Open Ended efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan pemecahan masalah matematis siswa Madrasah Ibtidaiyah pada materi geometri dasar.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik kasar anak usia 5–6 tahun di PAUD KB Al Ikhlash Gaya Baru III Lampung Tengah, berdasarkan hasil pra-survey yang menunjukkan sebagian besar anak berada pada kategori Belum Berkembang (BB) dan Mulai Berkembang (MB). Rendahnya kemampuan tersebut disebabkan oleh kurangnya variasi media pembelajaran yang menarik serta belum optimalnya penggunaan permainan yang melibatkan aktivitas fisik secara terarah. Selain itu, permainan tradisional yang berpotensi menstimulasi perkembangan motorik kasar, seperti lompat tali, belum dimanfaatkan secara maksimal dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini memfokuskan pada pengembangan permainan tradisional lompat tali pelangi sebagai media pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan mampu meningkatkan keterampilan motorik kasar anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan serta efektivitas permainan tradisional lompat tali pelangi sebagai media stimulasi motorik kasar anak usia 5–6 tahun di PAUD KB Al Ikhlash Gaya Baru III Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan mengacu pada model Borg and Gall yang disederhanakan menjadi tujuh tahap, yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi produk, revisi desain, uji coba produk, dan revisi produk. Teknik pengumpulan data meliputi angket (kuesioner), wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif melalui penilaian validator serta capaian perkembangan anak berdasarkan kategori BB, MB, BSH, dan BSB. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional lompat tali pelangi yang dikembangkan dinyatakan layak dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran dalam menstimulasi motorik kasar anak usia 5–6 tahun. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan kemampuan anak dalam melakukan gerakan melompat, menjaga keseimbangan, berlari, serta koordinasi tubuh yang semakin baik. Anak menjadi lebih aktif, percaya diri, dan antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Keberhasilan ini didukung oleh desain permainan yang menarik, penggunaan warna yang variatif, serta pendekatan pembelajaran berbasis bermain yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Dengan demikian, permainan lompat tali pelangi dapat dijadikan alternatif media pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dalam mengembangkan kemampuan motorik kasar anak secara optimal.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Kurniasari, Febri. PENGEMBANGAN MEDIA BONEKA TANGAN SEBAGAI STRATEGI MANAJEMEN KELAS DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK DI KELOMPOK BERMAIN NUSA INDAH MA’ARIF Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media boneka tangan dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak usia 3–4 tahun melalui metode bercerita di Kelompok Bermain Nusa Indah Ma’arif. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan media, uji coba, revisi, dan uji coba lapangan. Subjek penelitian berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan tes (pre-test dan post-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bahasa anak sebelum penggunaan media boneka tangan masih tergolong rendah dengan nilai rata-rata 55,2. Sebagian besar anak berada pada kategori belum berkembang dan mulai berkembang. Setelah penerapan media boneka tangan melalui metode bercerita, kemampuan bahasa anak mengalami peningkatan yang signifikan dengan nilai rata-rata mencapai 78,6 atau meningkat sebesar 23,4 poin. Selain itu, terjadi peningkatan pada kategori berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik, serta penurunan pada kategori kemampuan rendah. Penggunaan media boneka tangan juga terbukti mampu meningkatkan keaktifan berbicara anak sebesar 87%, kemampuan menyusun kalimat sederhana sebesar 80%, dan penguasaan kosakata sebesar 93%. Sebanyak 93,3% anak mengalami peningkatan kemampuan bahasa secara signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media boneka tangan melalui metode bercerita efektif dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak usia 3–4 tahun. Media ini mampu menciptakan pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, serta meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri anak dalam berkomunikasi. Kata Kunci : Media Boneka Tangan, Kemampuan Bahasa, Anak Usia Dini, Metode Bercerita, R&D.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa pada materi aritmatika sosial akibat pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurang mengaitkan materi dengan konteks kehidupan nyata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) dengan siswa yang diajar menggunakan metode konvensional serta menguji pengaruh signifikan penerapan model CTL terhadap hasil belajar matematika siswa pada materi aritmatika sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasiexperimental nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII yang ada di salah satu Madrasah tsanawiyah didaerah Bekri. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik random sampling yang menghasilkan satu kelas eksperimen (pembelajaran CTL) dan satu kelas kontrol (pembelajaran konvensional). Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar matematika berbentuk essay sebanyak 5 soal yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, dan uji hipotesis dengan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang diajar menggunakan model CTL dengan siswa yang diajar menggunakan metode konvensional. Penerapan model pembelajaran kontekstual berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa pada materi aritmatika sosial. Penelitian ini merekomendasikan penerapan model CTL sebagai alternatif strategi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Living Qur’an berbasis QS. Al-Insyirah ayat 6 sebagai media self-healing serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di Pondok Pesantren Miftahul Jannah 2 Metro Kibang Lampung Timur. Isu kesehatan mental pada remaja, khususnya santri putri jenjang sekolah menengah atas, menjadi perhatian penting akibat tekanan akademik, tuntutan kedisiplinan, dan dinamika sosial yang memicu stres, kecemasan, dan kelelahan emosional. Dalam konteks ini, QS. Al-Insyirah ayat 6 yang menegaskan bahwa setiap kesulitan disertai kemudahan dipandang sebagai landasan spiritual dalam membangun ketahanan mental melalui pendekatan Living Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif santri, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Living Qur’an dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan dan pembukaan ruang refleksi, pelaksanaan tilawah, tadabbur, dan pemaknaan nilai ayat, serta integrasi dalam rutinitas pesantren. Kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap kondisi psikologis santri, seperti munculnya rasa tenang, kemampuan menerima emosi negatif, peningkatan kesadaran diri, serta kemampuan mengatasi stres melalui internalisasi makna optimisme dalam QS. Al-Insyirah ayat 6. Namun demikian, implementasi masih bersifat parsial, terutama pada aspek pendalaman tadabbur dan evaluasi yang belum sistematis. Faktor pendukung meliputi lingkungan pesantren yang religius, rutinitas ibadah yang konsisten, peran ustadzah, dan dukungan sosial antar santri, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan pemahaman makna ayat, kurangnya pendalaman tadabbur, keterbatasan waktu, serta belum adanya program terstruktur berbasis ayat sebagai media self-healing.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis dampak game online terhadap spiritualitas peserta didik pada mata pelajaran Akidah Akhlak kelas VII di MTs Manbaul Ulum Gaya Baru II. Perkembangan teknologi digital mendorong meningkatnya penggunaan game online di kalangan peserta didik. Fenomena ini menimbulkan berbagai permasalahan, terutama berkaitan dengan perilaku belajar dan perkembangan spiritualitas siswa dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa siswa cenderung lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain game online sehingga melupakan kewajiban belajar, ibadah, serta tanggung jawab sebagai pelajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VII dengan teknik pengambilan sampel jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa game online memiliki dampak positif dan negatif terhadap peserta didik. Dampak positifnya antara lain melatih konsentrasi, meningkatkan kerja sama tim, serta menambah kosakata bahasa asing. Namun dampak negatif yang muncul lebih dominan, seperti menurunnya konsentrasi belajar, bermain hingga larut malam, kurangnya kedisiplinan, serta berkurangnya kesadaran dalam menjalankan kewajiban belajar dan ibadah. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan serta bimbingan dari guru dan orang tua agar peserta didik mampu menggunakan teknologi secara bijak serta menyeimbangkan antara aktivitas belajar, bermain, dan pengembangan spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
This study aims to analyze the integration of Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) values and local wisdom in building Ukhuwah Islamiyah in the modern era, focusing on PSHT Rayon 29 Banjarsari, Metro Utara. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with trainers, senior members, novice members, and community leaders, as well as documentation. The findings reveal that PSHT values such as brotherhood (Setia Hati), self-control, simplicity, and the philosophy of Memayu Hayuning Bawono are strongly aligned with local wisdom values, including mutual cooperation, deliberation, and respect for elders. The integration of these values is manifested through routine training, social services, community event security, and participation in religious activities. This integration significantly contributes to strengthening Ukhuwah Islamiyah, reflected in mutual respect (al-ihtiram), cooperation (ta’awun), and peaceful conflict resolution. Furthermore, the study finds that this integration plays an important role in countering negative stigma toward PSHT as a violent organization. The implication of this study suggests that PSHT can serve as a model for youth character development based on cultural and religious values relevant to modern challenges.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa pada materi aritmatika sosial akibat pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurang mengaitkan materi dengan konteks kehidupan nyata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) dengan siswa yang diajar menggunakan metode konvensional serta menguji pengaruh signifikan penerapan model CTL terhadap hasil belajar matematika siswa pada materi aritmatika sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasiexperimental nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII yang ada di salah satu Madrasah tsanawiyah didaerah Bekri. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik random sampling yang menghasilkan satu kelas eksperimen (pembelajaran CTL) dan satu kelas kontrol (pembelajaran konvensional). Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar matematika berbentuk essay sebanyak 5 soal yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, dan uji hipotesis dengan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang diajar menggunakan model CTL dengan siswa yang diajar menggunakan metode konvensional. Penerapan model pembelajaran kontekstual berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa pada materi aritmatika sosial. Penelitian ini merekomendasikan penerapan model CTL sebagai alternatif strategi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Purpose This study aims to determine the effectiveness of the Teams Games Tournament (TGT) cooperative learning method in improving Arabic vocabulary mastery among eighth-grade students. Design/methodology/approach - This study used a quantitative approach with a one-group pretest–posttest design. The sample consisted of 20 students selected through total sampling. Data were collected using vocabulary tests and analyzed using a paired sample t-test with SPSS. Findings/results The results showed a significant improvement in students’ scores, increasing from 66.60 (pretest) to 82.95 (posttest), with a gain of 16.35 points. Statistical analysis indicated a significant difference (p 0.05), confirming the effectiveness of the TGT method. Originality/value - This study highlights the effectiveness of the TGT method in enhancing students’ vocabulary mastery through interactive and cooperative learning activities.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Kurniasari, Febri. PENGEMBANGAN MEDIA BONEKA TANGAN SEBAGAI STRATEGI MANAJEMEN KELAS DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK DI KELOMPOK BERMAIN NUSA INDAH MA’ARIF Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media boneka tangan dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak usia 3–4 tahun melalui metode bercerita di Kelompok Bermain Nusa Indah Ma’arif. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan media, uji coba, revisi, dan uji coba lapangan. Subjek penelitian berjumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan tes (pre-test dan post-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan bahasa anak sebelum penggunaan media boneka tangan masih tergolong rendah dengan nilai rata-rata 55,2. Sebagian besar anak berada pada kategori belum berkembang dan mulai berkembang. Setelah penerapan media boneka tangan melalui metode bercerita, kemampuan bahasa anak mengalami peningkatan yang signifikan dengan nilai rata-rata mencapai 78,6 atau meningkat sebesar 23,4 poin. Selain itu, terjadi peningkatan pada kategori berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik, serta penurunan pada kategori kemampuan rendah. Penggunaan media boneka tangan juga terbukti mampu meningkatkan keaktifan berbicara anak sebesar 87%, kemampuan menyusun kalimat sederhana sebesar 80%, dan penguasaan kosakata sebesar 93%. Sebanyak 93,3% anak mengalami peningkatan kemampuan bahasa secara signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media boneka tangan melalui metode bercerita efektif dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak usia 3–4 tahun. Media ini mampu menciptakan pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, serta meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri anak dalam berkomunikasi. Kata Kunci : Media Boneka Tangan, Kemampuan Bahasa, Anak Usia Dini, Metode Bercerita, R&D.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik kasar anak usia 5–6 tahun di PAUD KB Al Ikhlash Gaya Baru III Lampung Tengah, berdasarkan hasil pra-survey yang menunjukkan sebagian besar anak berada pada kategori Belum Berkembang (BB) dan Mulai Berkembang (MB). Rendahnya kemampuan tersebut disebabkan oleh kurangnya variasi media pembelajaran yang menarik serta belum optimalnya penggunaan permainan yang melibatkan aktivitas fisik secara terarah. Selain itu, permainan tradisional yang berpotensi menstimulasi perkembangan motorik kasar, seperti lompat tali, belum dimanfaatkan secara maksimal dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini memfokuskan pada pengembangan permainan tradisional lompat tali pelangi sebagai media pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan mampu meningkatkan keterampilan motorik kasar anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan serta efektivitas permainan tradisional lompat tali pelangi sebagai media stimulasi motorik kasar anak usia 5–6 tahun di PAUD KB Al Ikhlash Gaya Baru III Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan mengacu pada model Borg and Gall yang disederhanakan menjadi tujuh tahap, yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi produk, revisi desain, uji coba produk, dan revisi produk. Teknik pengumpulan data meliputi angket (kuesioner), wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif melalui penilaian validator serta capaian perkembangan anak berdasarkan kategori BB, MB, BSH, dan BSB. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional lompat tali pelangi yang dikembangkan dinyatakan layak dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran dalam menstimulasi motorik kasar anak usia 5–6 tahun. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan kemampuan anak dalam melakukan gerakan melompat, menjaga keseimbangan, berlari, serta koordinasi tubuh yang semakin baik. Anak menjadi lebih aktif, percaya diri, dan antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Keberhasilan ini didukung oleh desain permainan yang menarik, penggunaan warna yang variatif, serta pendekatan pembelajaran berbasis bermain yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Dengan demikian, permainan lompat tali pelangi dapat dijadikan alternatif media pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dalam mengembangkan kemampuan motorik kasar anak secara optimal.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pengajian rutin jum’at Desa Sukamaju merupakan kegiatan keagamaan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan pemahaman agama, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang signitifkan bagi perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengajian sebagai ruang perempuan dan spiritualitas dalam meningkatkan peran sosial ibu-ibu di lingkungan masyarakat desa. Penelitian menggunakan metode kualitataif dengan desain studi lapangan. Data di perloleh melalui observasi langsung terhadap kegiatan pengajian, wawancara mendalam dengan pengurus dan anggota, serta dokumentasi aktivitasi komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajian menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat solidaritas, membangun kesadaran spiritual kolektif, serta mendorong keterlibatan perempuan dalam berbagi kegiatan bermasyarakatan. Melalui pengajian, ibu-ibu tidak hanya memperdalam nilai religiusitas, tetapi juga mengembangkan kepercayaan diri dan kapasitas sosial dalam kehidupan publik di desa.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Purpose This study aims to determine the effectiveness of the Teams Games Tournament (TGT) cooperative learning method in improving Arabic vocabulary mastery among eighth-grade students. Design/methodology/approach - This study used a quantitative approach with a one-group pretest–posttest design. The sample consisted of 20 students selected through total sampling. Data were collected using vocabulary tests and analyzed using a paired sample t-test with SPSS. Findings/results The results showed a significant improvement in students’ scores, increasing from 66.60 (pretest) to 82.95 (posttest), with a gain of 16.35 points. Statistical analysis indicated a significant difference (p 0.05), confirming the effectiveness of the TGT method. Originality/value - This study highlights the effectiveness of the TGT method in enhancing students’ vocabulary mastery through interactive and cooperative learning activities.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya pemahaman konsep dan penalaran kritis matematis siswa SMK yang disebabkan oleh dominasi pendekatan pembelajaran konvensional yang berorientasi pada hafalan prosedural. Pendekatan deep learning hadir sebagai alternatif pedagogis yang menekankan pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan deep learning terhadap pemahaman konsep dan penalaran kritis matematis siswa SMK pada materi eksponen. Metode penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan desain posttest-only non-equivalent control group. Sampel penelitian terdiri dari 40 siswa kelas X SMK Ma'arif 1 Metro yang terbagi dalam kelas eksperimen (n=19) dengan pembelajaran deep learning dan kelas kontrol (n=21) dengan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep (10 butir soal pilihan ganda) dan tes penalaran kritis (10 butir soal pilihan ganda) yang telah divalidasi oleh empat ahli menggunakan Aiken's V. Hasil validitas isi menunjukkan rata-rata Aiken's V sebesar 0,76 untuk tes pemahaman konsep (kategori tinggi) dan 0,67 untuk tes penalaran kritis (kategori sedang). Uji reliabilitas menggunakan teknik split-half dengan rumus Spearman-Brown menghasilkan koefisien sebesar 0,730 (kategori tinggi). Analisis data menggunakan Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan signifikan secara simultan antara kelas deep learning dan kelas konvensional terhadap pemahaman konsep dan penalaran kritis siswa (Wilks' Lambda = 0,519; F = 17,123; p 0,05); (2) terdapat perbedaan signifikan pemahaman konsep antara kedua kelas (F = 7,634; p 0,05); (3) terdapat perbedaan signifikan penalaran kritis antara kedua kelas (F = 18,937; p 0,05). Implikasi penelitian ini mendorong implementasi pendekatan deep learning dalam pembelajaran matematika SMK untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya pemahaman konsep dan penalaran kritis matematis siswa SMK yang disebabkan oleh dominasi pendekatan pembelajaran konvensional yang berorientasi pada hafalan prosedural. Pendekatan deep learning hadir sebagai alternatif pedagogis yang menekankan pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan deep learning terhadap pemahaman konsep dan penalaran kritis matematis siswa SMK pada materi eksponen. Metode penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan desain posttest-only non-equivalent control group. Sampel penelitian terdiri dari 40 siswa kelas X SMK Ma'arif 1 Metro yang terbagi dalam kelas eksperimen (n=19) dengan pembelajaran deep learning dan kelas kontrol (n=21) dengan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep (10 butir soal pilihan ganda) dan tes penalaran kritis (10 butir soal pilihan ganda) yang telah divalidasi oleh empat ahli menggunakan Aiken's V. Hasil validitas isi menunjukkan rata-rata Aiken's V sebesar 0,76 untuk tes pemahaman konsep (kategori tinggi) dan 0,67 untuk tes penalaran kritis (kategori sedang). Uji reliabilitas menggunakan teknik split-half dengan rumus Spearman-Brown menghasilkan koefisien sebesar 0,730 (kategori tinggi). Analisis data menggunakan Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan signifikan secara simultan antara kelas deep learning dan kelas konvensional terhadap pemahaman konsep dan penalaran kritis siswa (Wilks' Lambda = 0,519; F = 17,123; p 0,05); (2) terdapat perbedaan signifikan pemahaman konsep antara kedua kelas (F = 7,634; p 0,05); (3) terdapat perbedaan signifikan penalaran kritis antara kedua kelas (F = 18,937; p 0,05). Implikasi penelitian ini mendorong implementasi pendekatan deep learning dalam pembelajaran matematika SMK untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aims to analyze the integration of Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) values and local wisdom in building Ukhuwah Islamiyah in the modern era, focusing on PSHT Rayon 29 Banjarsari, Metro Utara. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with trainers, senior members, novice members, and community leaders, as well as documentation. The findings reveal that PSHT values such as brotherhood (Setia Hati), self-control, simplicity, and the philosophy of Memayu Hayuning Bawono are strongly aligned with local wisdom values, including mutual cooperation, deliberation, and respect for elders. The integration of these values is manifested through routine training, social services, community event security, and participation in religious activities. This integration significantly contributes to strengthening Ukhuwah Islamiyah, reflected in mutual respect (al-ihtiram), cooperation (ta’awun), and peaceful conflict resolution. Furthermore, the study finds that this integration plays an important role in countering negative stigma toward PSHT as a violent organization. The implication of this study suggests that PSHT can serve as a model for youth character development based on cultural and religious values relevant to modern challenges.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena Fear Of Missing Out (FOMO) dalam pembentukan identitas akademik mahasiswa Pendidikan Agama Islam di era digital. FOMO sebagai dampak dari intensitas penggunaan media sosial menjadi tantangan baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam menjaga konsistensi nilai akademik mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif mahasiswa dalam menghadapi FOMO. Subjek penelitian adalah mahasiswa kelas PAI 6E yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti kecemasan sosial dan kebutuhan akan pengakuan, serta tingginya intensitas penggunaan media sosial. Fenomena ini berdampak pada terganggunya konsentrasi belajar, manajemen waktu, serta keterlibatan dalam aktivitas akademik. Selain itu, FOMO juga memengaruhi proses pembentukan identitas akademik mahasiswa yang tidak berlangsung secara linear, melainkan melalui proses negosiasi antara tuntutan akademik dan dorongan sosial digital. Meskipun demikian, mahasiswa tetap menunjukkan kesadaran terhadap nilai-nilai akademik sebagai bagian dari identitasnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa FOMO merupakan faktor penting yang memengaruhi dinamika akademik dan pembentukan identitas akademik mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi digital dan pembinaan karakter akademik dalam menghadapi tantangan era digital.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan metode
Role Playing dalam meningkatkan minat belajar siswa pada
pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MTs TQ Al-
Falahiyah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran SKI yang
masih didominasi metode ceramah sehingga siswa cenderung pasif
dan kurang berminat mengikuti pembelajaran. Penelitian
menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif untuk
memahami proses penerapan metode Role Playing serta dampaknya
terhadap aktivitas belajar siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui
Article Information:
Received :
Revised :
Accepted :
Keywords: Role Playing,
minat belajar siswa, Sejarah
Kebudayaan Islam,
pembelajaran aktif.
observasi, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi
kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode
Role Playing mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif,
komunikatif, dan partisipatif. Siswa menjadi lebih antusias, berani
bertanya, dan aktif dalam diskusi kelas. Data observasi menunjukkan
peningkatan siswa aktif bertanya dari 6 menjadi 15 siswa, partisipasi
diskusi dari 8 menjadi 18 siswa, antusiasme belajar dari 9 menjadi 20
siswa, serta pemahaman alur sejarah dari 10 menjadi 19 siswa setelah
penerapan metode Role Playing. Wawancara dengan guru SKI juga
menunjukkan bahwa metode ini membantu siswa memahami materi
sejarah Islam secara lebih konkret melalui simulasi peran tokoh
sejarah. Dengan demikian, metode Role Playing dapat menjadi
alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan
minat belajar siswa dalam pembelajaran SKI di madrasah.