Profil penulis
MA
941 karya publik ditemukan.
Kepemilikan sesan pasca perceraian dalam masyarakat adat lampung Pepadun prespektif mubadalah studi kasus di kecamatan marga tiga lampung timur
Artikel ini menganalisis tentang pandangan tokoh adat pepadun terhadap kepemilikan sesan pasca perceraian. Dalam hukum adat pepadun harta sesan pasca perceraian diatur bahwa harta sesan pasca perceraian tetap dimiliki oleh suami. Permasalahan dalam penelitian ini suami melakukan perselingkuhan. Status kepemilikan sesan ini membuat perselisihan antara suami dan istri tentang siapa yang haru memiliki. Sehingga pengkajian dan analisis dalam penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana status kepemilikan Sesan pasca perceraian dalam Adat Lampung Pepadun di Kecamatan Marga Tiga serta pandangan tokoh adat Lampung Pepadun terhadap status kepemilikan Sesan pasca perceraian karena perselingkuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan studi kasus, penelitian dilakukan di lakukan di Kecamatan Marga Tiga. Sumber data yang digunakan yaitu berupa sumber data primer seperti wawancara oleh beberapa orang yang bisa dimintai kesaksiannya, kemudian sumber data sekunder dan sumber data tersier. Tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, sumber data yang diperoleh langsung dari tokoh adat pepadun. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam Adat Lampung Pepadun, status kepemilikan sesan (harta benda) pasca perceraian karena perselingkuhan maka harta benda yang diperoleh oleh pasangan yang berselingkuh dapat diambil oleh pasangan yang lain. Sesan yang diperoleh sebelum perkawinan atau yang diperoleh sebagai warisan, dianggap sebagai harta benda pribadi dan tidak dapat dibagi. Sedangkan menurut pandangan tokoh adat Lampung Pepadun sesan yang diperoleh selama perkawinan dianggap sebagai harta benda bersama. Namun, jika perceraian disebabkan oleh perselingkuhan, maka harta benda yang diperoleh oleh pasangan yang berselingkuh dapat diambil oleh pasangan yang lain.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Degradasi Moral Siswa Kelas 10 SMK TRI BHAKTI AT-TAQWA
Pendidikan karakter saat ini memegang peranan yang sangat penting dalam menjawab tantangan perubahan sosial, teknologi dan nilai yang dihadapi generasi muda. Berdasarkan observasi awal penulis menemukan sebuah permasalahan yakni adanya penurunan sikap moral siswa siswi SMK Tri Bhakti Attaqwa, selain itu munculnya tantangan perkembangan budaya global yang mempengaruhi moral yang kurang sesuai dengan nilai-nilai agama. Munculnya degradasi moral siswa kelas X SMK Tri Bhakti At- Taqwa berupa perilaku menyimpang seperti perundungan (bullying), ketidakjujuran, atau rendahnya rasa tanggung jawab. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran guru PAI dalam mengidentifikasi tantangan moral yang dihadapi siswa di lingkungan sekolah dan menilai sejauh mana strategi yang diterapkan oleh guru PAI efektif dalam membentuk dan mengembangkan karakter siswa, khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai moral, etika, dan perilaku positif yang diharapkan dapat dilakukan di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dimana metode ini menggunakan cara pengumpulan data dengan teknik kualitatif seperti: Wawancara, Observasi, dokumen. Sebelum menjelaskan setiap teknik secara rinci, sangat penting bagi semua peneliti untuk memahami mengapa setiap teknik digunakan dan memperoleh informasi apa yang diperlukan untuk bagian mana dari fokus masalah yang harus saya tekankan di sini. Peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter moral siswa sangat penting dan strategis. Guru PAI tidak hanya mengajarkan pengetahuan agama, tetapi juga menjadi teladan dalam membentuk sikap, nilai, dan perilaku siswa yang baik. Guru bertugas menanamkan nilai-nilai agama melalui pengajaran dan memberikan teladan dalam perilaku sehari-hari. Sedangkan Orang tua memainkan peran utama dalam mengajarkan nilai-nilai moral di rumah, mendidik anak-anak tentang akhlak, disiplin, dan tanggung jawab.
Analisis status penolakan pencatatan sipil anak hasil pernikahan siri dari pernikahan kedua (poligami) yang tidak di setujui istri pertama.stadi kasus di desa Girimulyo kec.marga sekampung kab.lamtim
ABSTRAK Saat ini, pemerintah sebagai pemimpin negara telah menetapkan kewajiban terhadap pencatatan perkawinan bagi setiap pasangan yang telah melaksanakan perkawinan guna mendapatkan pengakuan secara hukum atas perkawinan yang dilaksanakan. Pencatatan perkawinan dilakukan di Kantor Urusan Agama bagi warga negara yang beragam Islam, dan Kantor Catatan Sipil bagi warga negara selain yang beragama Islam. Sebagai seorang muslim sekaligus sebagai warga negara yang baik, maka harus mematuhi apa yang telah ditetapkan oleh ulil amri yaitu pemerintah asalkan perintah tersebut membawa kepada kemashlahatan. Salah satunya dalam peraturan tentang pencatatan perkawinan. Walaupun perkawinan telah dilakukan sesuai dengan agama dan kepercayaan seseorang, namun tidak dapat dipungkiri bahwa sebagai warga negara Indonesia harus pula mengikuti aturan yang dibentuk di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis status penolakan pencatatan sipil anak hasil pernikahan siri (Studi Kasus di Desa Sumbersari Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur) dan untuk mengetahui dampak pernikahan siri terhadap kedudukan anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) atau Normatif-Empiris, yaitu suatu pemahaman hukum dalam arti norma (aturan) dan pelaksanaan aturan hukum dalam prilaku nyata sebagai akibat keberlakuan norma hukum. Teknik pengambilan data menggunakan obervasi, Interview dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi metode dan sumber data. Teknik analisa data menggunakan model Miles and Huberman mengemukakan bahwa analisis data yang dilakukan dalam penelitian kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Adapun pengganti akta nikah adalah SPTJM kebenaran sebagai pasangan suami istri tersebut sudah sesuai dan tidak menyalahi aturan dalam hal pencatatan perkawinan yang terdapat dalam Undang-undang tersebut. Dari sudut pandang maslahat, pencatatan perkawinan adalah alat bukti otentik dan diterima di hadapan hukum bahwa telah terjadi perkawinan antara seorang lakilaki dan seorang perempuan, sehingga salah satu atau keduanya tidak akan mengingkari perkawinan tersebut jika muncul permasalahan di kemudian hari. 2) Akta kelahiran anak dari perkawinan siri sudah dapat diterbitkan dengan mencantumkan nama ayahnya, dengan syarat penetapan dari pengadilan soal penetapan asal-usul anak. Melengkapi Putusan Mahkamah Konstitusi tersebut untuk lebih akurat sebaiknya perkawinan siri tersebut di istbatkan kemudian dicatatkan melalui pencatatan sipil, dengan begitu akta kelahiran dapat di terbitkan dengan dasar akta perkawinan yang sah sesuai dengan Pasal 55 ayat (1) Undang-Undang nomor 1 tahun 1974. Kata Kunci: Pernikahan siri, Catatan Sipil,
Relasi suami istri dalam mewujudkan resiliensi keluarga studi kasus narapidana di lapas NARKOTIKA BANDAR LAMPUNG
Artikel ini membahas tentang suami yang sedang menjalani hukuman di penjara namun tetap berusaha menjalankan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga dalam memenuhi kebutuhan istri dan anak-anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana hubungan suami-istri berperan dalam membangun ketahanan keluarga bagi suami yang berstatus narapidana di Lapas Narkotika Bandar Lampung. Studi ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode studi kasus di Lapas Narkotika Bandar Lampung. Penelitian ini menggabungkan berbagai sumber data, yaitu data primer, sekunder, dan tersier. Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta analisis dokumen, dengan sumber utama berasal dari kesaksian langsung individu yang mengalami penelantaran nafkah. Sementara itu, analisis data mencakup proses reduksi, penyajian, dan verifikasi informasi guna memastikan keakuratan serta validitas hasil penelitian. Menurut penelitian, hubungan suami istri berperan penting dalam membantu suami narapidana di Lapas Narkotika Bandar Lampung mempertahankan pernikahan mereka. Pasangan ini saling meyakini bahwa masa sulit yang mereka hadapi hanyalah sementara, dengan harapan dapat membangun kehidupan rumah tangga yang lebih baik setelah suami menyelesaikan masa binaan. Tidak hanya pasangan yang selalu hidup bersama yang menghadapi tantangan, tetapi juga mereka yang mengalami kesulitan dalam kehidupan pernikahan, seperti istri narapidana. Salah satu alasan kuat para istri berusaha mempertahankan rumah tangga adalah keinginan mereka untuk memberikan dukungan emosional dan keyakinan kepada suami agar tetap tegar dalam menghadapi masa sulit. Kata Kunci : Istri, Relasi, Suami, Resiliensi Keluarga
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Degradasi Moral Siswa Kelas 10 SMK TRI BHAKTI AT-TAQWA
Pendidikan karakter saat ini memegang peranan yang sangat penting dalam menjawab tantangan perubahan sosial, teknologi dan nilai yang dihadapi generasi muda. Berdasarkan observasi awal penulis menemukan sebuah permasalahan yakni adanya penurunan sikap moral siswa siswi SMK Tri Bhakti Attaqwa, selain itu munculnya tantangan perkembangan budaya global yang mempengaruhi moral yang kurang sesuai dengan nilai-nilai agama. Munculnya degradasi moral siswa kelas X SMK Tri Bhakti At- Taqwa berupa perilaku menyimpang seperti perundungan (bullying), ketidakjujuran, atau rendahnya rasa tanggung jawab. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran guru PAI dalam mengidentifikasi tantangan moral yang dihadapi siswa di lingkungan sekolah dan menilai sejauh mana strategi yang diterapkan oleh guru PAI efektif dalam membentuk dan mengembangkan karakter siswa, khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai moral, etika, dan perilaku positif yang diharapkan dapat dilakukan di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dimana metode ini menggunakan cara pengumpulan data dengan teknik kualitatif seperti: Wawancara, Observasi, dokumen. Sebelum menjelaskan setiap teknik secara rinci, sangat penting bagi semua peneliti untuk memahami mengapa setiap teknik digunakan dan memperoleh informasi apa yang diperlukan untuk bagian mana dari fokus masalah yang harus saya tekankan di sini. Peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter moral siswa sangat penting dan strategis. Guru PAI tidak hanya mengajarkan pengetahuan agama, tetapi juga menjadi teladan dalam membentuk sikap, nilai, dan perilaku siswa yang baik. Guru bertugas menanamkan nilai-nilai agama melalui pengajaran dan memberikan teladan dalam perilaku sehari-hari. Sedangkan Orang tua memainkan peran utama dalam mengajarkan nilai-nilai moral di rumah, mendidik anak-anak tentang akhlak, disiplin, dan tanggung jawab.
MENINGKATKAN DAYA KRITIS SANTRI MELALUI FORUM BAHTSUL MAS'AIL DI PONDOK PESANTREN DARUL 'ULUM SEPUTIH BANYAK
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi peran Forum Bahtsul Masa'il dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis santri di Pondok Pesantren Darul 'Ulum Seputih Banyak. Hali ini dikarenakan, banyak santri cenderung menerima formasi tanpa mengkritisi atau mendalami materi, sehingga kurang berpikir mandiri dan kreatif. Kondisi ini menghambat tercapainya tujuan pendidikan sesuai UU Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003, yaitu mengembangkan keterampilan dan membentuk individu berkarakter mulia, beriman, bertakwa, dan berpikir kritis. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik sampling melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara melibatkan kepala pondok, ustadz, dan santri. Data divalidasi melalui triangulasi sumber untuk memastikan keabsahan. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap utama, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Forum Bahtsul Masa'il efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis santri melalui tahapan sistematis seperti pembukaan, tashowwur masalah, penyampaian jawaban, debat argumentatif, serta pengesahan jawaban. Kesimpulannya, Forum Bahtsul Masa'il adalah metode pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis santri melalui diskusi terstruktur dan kolaboratif. Forum ini mengintegrasikan teori dan praktik, meningkatkan kemampuan analitis, serta mendukung pembelajaran berbasis masalah, membentuk santri yang kritis, analitis, dan sistematis.
INTERPRETASI FUTURISTIK WASIAT WAJIBAH UNTUK ANAK ANGKAT PERSPEKTIF KOMPILASI HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Desa Bumi Sari Kecamatan Natar Lampung Selatan)
Islam tidak melarang pengikutnya untuk mengumpulkan harta benda, karena orang-orang akan terus berusaha mencari kebutuhan hidup untuk memenuhi kebutuhan esensial, opsional, dan tersier mereka. Meski demikian, Islam menawarkan batasan-batasan yang menjadi patokan dan standar bagi umatnya agar tidak israf, fokus pada pedoman harta yang halal dan haram, baik substansinya maupun cara memperolehnya. Sejujurnya, sumber daya halal dan haram memiliki dampak dan konsekuensi intelektual yang sangat besar bagi pemiliknya. Dengan kekayaan, seseorang dapat menjunjung tinggi dirinya, keluarganya, dan agamanya.
Langkah hukum para istri dalam menghadapi terhalangnya pemenuhan nafkah suami yang menjadi narapidana (Studi Kasus Lapas Kelas II a Metro)
Relasi suama isti dalam mewujudkan resiliensi keluarga studi kasus narapidana di lapas NARKOTIKA BANDAR lampung
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Sikap Toleransi Beragama Peserta Didik di SDN 7 Kotagajah
ABSTRACT Sebagai negara yang memiliki latar belakang masyarakat keyakinan yang berbeda- beda sangat rentan akan terjadinya sebuah konflik yang di sebabkan oleh sikap intoleransi. Akan tetapi berbeda dengan masyarakat yang tinggal di pedalaman seperti di kampung kotagajah tempat SD Negeri 7 Kotagajah Lampung Tengah di dirikan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan sikap toleransi di SD Negeri 7 Kotagajah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendapatkaninformasi secara faktual, sistematis dan akurat terhadap objek yang di teliti. Yangmenjadi objek penelitian ini adalah siswa SD Negeri 7 Kotagajah Lampung Tengah, subjek dari penelitian ini adalah Kepala Sekolah, danGuru PendidikanAgama Islam. Metode yang di gunakan untukmendapatkan data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian ini mengatakan peran guru pendidikan agama islam di SD Negeri 7 Kotagajah Lampung Tengah sebagai sumber belajar, fasilitator, pengelola kelas, educator, pembimbing, motivator dan evaluator dengan metode pembiasaan, keteladanan, rutinitas, dan nasehat, dalam upaya untuk menanamkan nilai-nilai toleransi kepada siswa, dampaknya sangat besar. Hal ini di sebabkan adanya sikap toleransi yang tinggi dan interaksi sosial yang tinggi dan tidak pernah terjadi sebuah konflik antara siswa yang di sebabkan oleh sikap intoleransi. Bahkan dari mereka sering di temukan adanya kerja sama antara kelompok agama satu dengan yang lainnya. Upaya yang di lakukan oleh guru pendidikan agama islam di SD Negeri 7 Kotagajah ini dapat di jadikan sebagai contoh yangbaik untuk sekolah-sekolah yang lainnya, untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan damai. Keyword:PeranGuru,PendidikanAgamaIslam,SikapToleransiBeragama
Pengelolaan Koperasi Konsumen Untuk Kemandirian Ekonomi Pesantren : Studi Di Pondok Pesantren Walisongo Lampung Tengah
Koperasi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren dengan menyediakan sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi pesantren dan komunitas sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan Koperasi Konsumen di Pondok Pesantren Walisongo Lampung Tengah dalam mendukung kemandirian ekonomi pesantren. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koperasi ini menerapkan sistem manajemen berbasis musyawarah dengan beberapa unit usaha yang dikelola untuk mendukung ekonomi pesantren. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki keahlian di bidang manajemen koperasi, transparansi dalam pengelolaan keuangan, serta akses terhadap modal untuk ekspansi usaha. Upaya peningkatan dilakukan melalui digitalisasi sistem administrasi dan pengembangan jaringan bisnis dengan pihak eksternal. Dengan optimalisasi strategi pengelolaan, koperasi diharapkan dapat semakin berkontribusi terhadap kemandirian ekonomi pesantren serta meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat sekitar.
Praktik Utang Piutang Sembako Perspektif Wahbah Az-Zuhaili
Praktik utang-piutang sembako di Desa Sidosari, Kecamatan Natar, merupakan salah satu bentuk solidaritas sosial yang diimplementasikan oleh masyarakat setempat untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok dalam rangka acara-acara penting, seperti pernikahan dan khitanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik tersebut dari perspektif fiqh Islam, khususnya berdasarkan pandangan Wahbah Az-Zuhaili mengenai qardh (pinjaman). Penelitian ini mengkaji bagaimana transaksi utang-piutang sembako sejalan dengan prinsip-prinsip qardh yang sah menurut fiqh Islam, yang mengutamakan kesetaraan nilai dan pengembalian barang tanpa adanya keuntungan tambahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yaitu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang realitas sosial, fenomena, atau perilaku yang terjadi di lapangan. Sumber data yang di gunakan yaitu sumber data primer dan sekunder melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik utang-piutang sembako di Desa Sidosari dinilai sah dan sesuai dengan prinsip fiqh qardh menurut perspektif Wahbah Az-Zuhaili. Dikarenakan transaksi tersebut telah memenuhi rukun qordh yaitu Shigot qordh ijab dan qobul, para pihak yang terlibat bertanggung jawab, serta barang yang dipinjamkan harus barang yang dapat di serah terimakan (muslam fih). Selain rukun, syarat qardh juga sudah terpenuhi seperti : Ijab dan qobul (shigot), kecakapan untuk berakad dari semua pihak, dan harta yang di pinjamkan berupa harta mitsli. Serta tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan syariat Islam, khususnya dalam konteks prinsip qardh menurut Wahbah Az-Zuhaili
Praktik Utang Piutang Sembako Perspektif Wahbah Az-Zuhaili
Praktik utang-piutang sembako di Desa Sidosari, Kecamatan Natar, merupakan salah satu bentuk solidaritas sosial yang diimplementasikan oleh masyarakat setempat untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok dalam rangka acara-acara penting, seperti pernikahan dan khitanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik tersebut dari perspektif fiqh Islam, khususnya berdasarkan pandangan Wahbah Az-Zuhaili mengenai qardh (pinjaman). Penelitian ini mengkaji bagaimana transaksi utang-piutang sembako sejalan dengan prinsip-prinsip qardh yang sah menurut fiqh Islam, yang mengutamakan kesetaraan nilai dan pengembalian barang tanpa adanya keuntungan tambahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yaitu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang realitas sosial, fenomena, atau perilaku yang terjadi di lapangan. Sumber data yang di gunakan yaitu sumber data primer dan sekunder melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik utang-piutang sembako di Desa Sidosari dinilai sah dan sesuai dengan prinsip fiqh qardh menurut perspektif Wahbah Az-Zuhaili. Dikarenakan transaksi tersebut telah memenuhi rukun qordh yaitu Shigot qordh ijab dan qobul, para pihak yang terlibat bertanggung jawab, serta barang yang dipinjamkan harus barang yang dapat di serah terimakan (muslam fih). Selain rukun, syarat qardh juga sudah terpenuhi seperti : Ijab dan qobul (shigot), kecakapan untuk berakad dari semua pihak, dan harta yang di pinjamkan berupa harta mitsli. Serta tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan syariat Islam, khususnya dalam konteks prinsip qardh menurut Wahbah Az-Zuhaili
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Sikap Toleransi Beragama Peserta Didik di SDN 7 Kotagajah
Peran guru pendidikan agama Islam dalam mencegah perilaku bullying di kelas XI TKJ SMK Ma'arif 1 metro
Peran guru PAI menjadi faktor penting dalam mencegah perilaku bullying di sekolah, khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Penelitian ini dibuat bertujuan untuk mengetahui peran guru pendidikan agama Islam dalam mencegah perilaku bullying khususnya di SMK Ma’arif 1 Metro. Hal ini disebabkan karena adanya perilaku bullying di Sekolah. Oleh sebab itu peran guru Pendidikan Agama Islam ini sangat penting untuk mencegah terjadinya perilaku tersebut. Adapun metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian kali ini yaitu guru pendidikan agama Islam di kelas XI TKJ SMK Ma’arif 1 Metro. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan (reduksi data), display data (penyajian data). Hasil dari penelitian ini adalah, peran guru pendidikan agama Islam dalam mencegah perilaku bullying di kelas XI TKJ SMK Ma’arif 1 Metro
Pengelolaan Koperasi Konsumen Untuk Kemandirian Ekonomi Pesantren : Studi Di Pondok Pesantren Walisongo Lampung Tengah
Peran guru pendidikan agama Islam dalam mencegah perilaku bullying di kelas XI TKJ SMK Ma'arif 1 metro
Peran guru PAI menjadi faktor penting dalam mencegah perilaku bullying di sekolah, khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Penelitian ini dibuat bertujuan untuk mengetahui peran guru pendidikan agama Islam dalam mencegah perilaku bullying khususnya di SMK Ma’arif 1 Metro. Hal ini disebabkan karena adanya perilaku bullying di Sekolah. Oleh sebab itu peran guru Pendidikan Agama Islam ini sangat penting untuk mencegah terjadinya perilaku tersebut. Adapun metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian kali ini yaitu guru pendidikan agama Islam di kelas XI TKJ SMK Ma’arif 1 Metro. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan (reduksi data), display data (penyajian data). Hasil dari penelitian ini adalah, peran guru pendidikan agama Islam dalam mencegah perilaku bullying di kelas XI TKJ SMK Ma’arif 1 Metro
Tathbiq al-Muqârabah al-‘Ilmiyyah fî Ta‘lîm Mahârah al-Qirâ’ah fî Madrasah ‘Âliyah Ma‘ârif Raudhat al-Thâlibîn bi Metro
مستخلص :تهدف هذه الدراسة إلى تحليل تطبيق المقاربة العلميّة في تحسين مهارة القراءة العربية وتحديد المعوقات. تستخدم هذه الدراسة منهج وصفي نوعي مع تقنيات المالحظة والتوثيق والمقابلة لوصف تطبيق المقاربة العلميّة في مهارة القراءة. تم إجراء تحليل البيانات باستخدام نموذج مايلز وهوبرمان من خالل تقليل البيانات وعرض البيانات واستخالص االستنتاج. بناء على نتائج البحث، يتم تطبيق تعليم مهارة القراءة بمقاربة العلميّة بشكل منهجي من خالل خمس مراحل: المراقبة، والطالب مدعوون إلى أن يكونوا أكثر حرصا وتركيزا. عند السؤال، يكون الطالب أكثر جرأة للتعبير عن فضولهم. من خالل جمع المعلومات، يتم تشجيع الطالب على البحث بنشاط عن المعلومات من مصادر مختلفة. التفكير، يتعلم الطالب ربط المعلومات باستنتاجات ذات مغزى. وفي الختام، يمكن للطالب تعزيز فهمهم للمواد المدروسة. تظهر نتائج هذه الدراسة أن تطبيق المقاربة العلميّة يدعم زيادة مهارة القراءة الطالب التي تتم في مدرسة عالية معارف روضة الطالبين بمترو. الكلمات المفتاحية: المقاربة العلميّة، تعليم، مهارة القراءة
Makna Aflaha dalam Al Qur'an (Analisis Tematik Dalam Tafsir Marah Labid)
This study explores the concept of aflaha in the Qur'an through the perspective of Syekh Nawawi Al-Bantani's Tafsir Marãh Labîd. The research addresses the lack of comprehensive studies on the concept of fortune in Islamic thought, particularly from the viewpoint of Nusantara scholars. The study aims to answer two main questions: (1) What is the meaning of aflaha according to Tafsir Marãh Labîd? and (2) How relevant is this concept to modern times? Using a qualitative approach and thematic interpretation method (tafsir maudhu'i), the research analyzes four key verses containing the term aflaha. The findings reveal that Syekh Nawawi's interpretation of aflaha encompasses both worldly and spiritual dimensions, emphasizing the purification of the soul and obedience to Allah as essential components of fortune. The study also demonstrates the relevance of this concept in addressing contemporary challenges such as materialism and mental health issues. The research concludes that the multidimensional understanding of aflaha in Tafsir Marãh Labîd offers a holistic approach to happiness that is highly pertinent to modern society.