ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aims to analyze the implementation of the Yanbu'a method to improve the tahsin Al-Qur'an of students at Pondok Pesantren Darul Ma'arif Sekampung. The Yanbu'a method is one of the structured learning approaches developed to facilitate the reading of the Qur'an according to tajwid rules. This study uses a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews with teachers and students, and documentation of the learning process. Data analysis was carried out with interactive models including data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the implementation of the Yanbu'a method at Pondok Pesantren Darul Ma'arif Sekampung was carried out systematically through seven levels from basic to advanced. The effectiveness of this method is indicated by an increase in students' ability to read the Qur'an with correct makharijul huruf, proper application of tajwid rules, and improvement in reading fluency. Supporting factors include systematic curriculum, competent teachers, adequate facilities, and student motivation. While the inhibiting factors include the limited time allocation for learning and the variation in the initial ability of students. This study concludes that the Yanbu'a method can be an effective solution to improve the quality of tahsin Al-Qur'an students in Islamic boarding schools.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pondok pesantren meliki peran yang sangat penting dalam membentuk kemampuan keagamaan santri, khususnya dalam bidang membaca Al-Qur’an. Kemampuan membaca Al-Qur’an yang baik dan benar menjadi dasar utama dalam memahami ajaran Islam serta membentuk karakter religius peserta didik. Untuk mencapai kemampuan tersebut, diperlukan strategi pembelajaran yang terencana, sistematis, dan berkelanjutan. RTQ Pondok Pesantren Darul ‘Ulum Seputih Banyak Lampung Tengah merupakan lembaga pendidikan Al-Qur’an yang secara khusus membina santri dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asatidz menerapkan strategi pengorganisasian, penyampaian, dan pengelolaan dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an. Strategi tersebut dilakukan melalui penyusunan materi yang sistematis, metode klasikal dan individual dengan koreksi langsung, serta penciptaan suasana belajar yang kondusif dan kerja sama dengan wali santri. Penerapan strategi ini meningkatkan kelancaran membaca, ketepatan makhraj, pemahaman tajwid, serta kedisiplinan dan kepercayaan diri santri. Dengan demikian, strategi yang diterapkan di RTQ Pondok Pesantren Darul ‘Ulum terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an santri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
kesadaran spiritual, menjadi tantangan serius bagi generasi muda, termasuk di kalangan santri. Meskipun pesantren telah berupaya membentuk karakter dan akhlak santri, ancaman dekadensi moral, seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dan tindak kekerasan, masih menghantui akibat lemahnya fondasi spiritual. Kondisi ini juga dirasakan di Pondok Pesantren Rodlatul Qur'an Metro, di mana masih ditemukan sebagian santri yang memiliki akhlak kurang baik dan belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai Islam yang telah diajarkan, sehingga diperlukan upaya lebih intensif untuk memperkuat spiritualitas sebagai pijakan utama dalam membangun moralitas. Metode penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif lapangan, yang dikenal juga sebagai field research. Penelitian ini menitikberatkan pada analisis proses, pola berpikir, dan pendekatan logis ilmiah, dengan hasil yang difokuskan pada lokasi penelitian. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui survei langsung di tempat penelitian yang bertujuan untuk menganalisis kegiatan rutin Mujahadah di Pondok Pesantren Rodlatul Qur’an Metro sebagai upaya penguatan spiritualitas santri. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data yang relevan dan mendalam terkait pelaksanaan Mujahadah. Teknik triangulasi digunakan untuk memastikan validitas data melalui pengujian dari berbagai perspektif. Hasil dari penelitian ini menunjukan Mujahadah menjadi elemen penting dalam penguatan spiritualitas santri di Pondok Pesantren Rodlatul Qur'an Metro. Melalui rutinitas yang melibatkan salat Magrib berjamaah, Tilawatil Qur'an, pembacaan sholawat, dan doa, santri dilatih untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan konsistensi dan keikhlasan. Aktivitas-aktivitas tersebut tidak hanya menjadi kewajiban keagamaan, tetapi juga sarana untuk membangun kesadaran spiritual yang mendalam. Dampaknya terlihat pada perubahan positif dalam diri santri, seperti meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, dan ketenangan hati yang dirasakan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Introspection in the Qur'an study of thematic interpretation of muhasabah annafs verses
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Nasionalisme Indonesia menghadapi tantangan serius di era modern akibat meningkatnya kemiskinan , korupsi , dan intoleransi yang menggerus rasa cinta tanah air . Fenomena ini memaksa penguatan kembali nilai-nilai nasionalisme yang melekat pada identitas dan moralitas bangsa. Nasionalisme Indonesia menghadapi tantangan serius di era modern akibat meningkatnya kemiskinan, korupsi, dan intoleransi yang menggerus rasa cinta tanah air. Fenomena ini memaksa penguatan kembali nilai-nilai nasionalisme yang dicabut pada identitas dan moralitas bangsa. Dalam konteks keislaman, ajaran Islam menawarkan landasan teologis yang mendalam terhadap konsep cinta tanah air, sebagaimana tercermin dalam perilaku Nabi Muhammad SAW dan termanifestasi dalam berbagai ayat Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep cinta tanah air dalam Al-Qur'an dengan menggunakan pendekatan semantik yang diperkenalkan oleh Toshihiko Izutsu, guna mengungkap dimensi makna lafadz-lafadz yang berkaitan dengan tanah air dalam konteks spiritual, sosial, dan politik. Hasil kajian terhadap ayat-ayat seperti QS. Al-Qashash : 85, QS. An-Nisa : 66, dan QS. Al-Baqarah: 126 menunjukkan bahwa perputaran manusia terhadap tanah kelahiran merupakan fitrah yang dijunjung tinggi dalam Islam. Cinta tanah air tidak hanya bermakna emosional, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab kolektif dalam menjaga keutuhan, kesejahteraan, dan stabilitas bangsa. Konsep hijrah juga mempertegas pentingnya pengorbanan demi nilai-nilai kebenaran dan keadilan. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian semantik Al-Qur'an serta menawarkan perspektif integratif antara nasionalisme dan nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam membangun bangsa yang bermoral dan berkeadilan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan membaca Al-Qur'an para Santri Kelas II Madrasah Isti’dadiyah Darul Falah (MIDA) Seputih Banyak Lampung Tengah masih terbilang kurang baik. Pada kenyataannya agar dapat membaca Al-Qur'an dengan fasih dan tartil perlu adanya pembelajaran bertahap dan mendalam. Maka dari itu langkah yang dilakukan pihak pondok pesantren adalah mengadakan pembelajaran kitab Jazariyah agar para santri mampu menguasai kaidah-kaidah ilmu tajwid dan makhorijul huruf. Sehingga dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat mengetahui bagaimana implementasi pembelajaran kitab Jazariyah di Santri Kelas II Madrasah Isti’dadiyah Darul Falah (MIDA) Seputih Banyak Lampung Tengah.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif jenis penelitian lapangan. Sedangkan teknik pengumpulan datanya dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Pembelajaran Kitab Matan Jazariyah dalam Meningkatkan Pemahaman Tajwid pada Santri Kelas II Madrasah Isti’dadiyah Darul Falah (MIDA) Seputih Banyak Lampung Tengah dilaksanakan dalam dua indikator yaitu Kefasihan Membaca Al-Quran dan ketepatan pada tajwidnya. Adapun indikator kefasihan membaca Al-Quran yaitu Santri yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur'an baik, memiliki kesempatan lebih dari ustadz untuk dapat melanjutkan hafalan ke surat berikutnya. Tetapi bagi santri yang kemampuan membaca Al-Qur'annya belum begitu baik, tidak diperkenankan melanjutkan hafalan sampai mereka benar-benar memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur'an. Kemudian indikator ketepatan pada tajwidnya yaitu materi pembelajaran ilmu tajwid yang diajarkan kepada para santri murni berasal dari matan Kitab Jazariyah dengan diperjelas melalui syarah Kitab Jazariyah dan sudah disesuaikan dengan kemampuan santri, sehingga bagi santri yang belum begitu mengenal jauh ilmu tajwid akan sangat terbantu dengan adanya materi tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Konsep Al-musawah dalam Al-Qur'an (interpretasi Hermeneutika Jorge J.E Gracia
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Canva is one of the online design programs that offers various advanced features in creating learning media, one of which is. Even an account for Canva Education specifically for students and educators is available. Currently, we need to realize the importance of technology for the nation's future generations and they are Gen Z who may still be in school. The purpose of this study is to develop technology based on the Canva application in learning the Al-Qur'an Hadith for class X at MA Ma'arif 06 Seputih Raman. This study uses the Research and Development (RND) method and chooses one of the RND models, namely ADDIE. As the name implies, ADDIE is passed through several stages of analysis, design, development, implementation and evaluation. Based on the research that has been carried out, a conclusion has been drawn, namely that this video-based learning media is suitable for use as a learning medium in the Al-Qur'an Hadith subject for class X.The product that has been developed in class X of the Al Qur'an Hadith subject is a video based on the Canva application. Before developing the media, the researcher gave a pretest question which aimed to see the development and differences of students when using the learning media that the researcher developed. The developed video was shown via an LCD projector, students were asked to listen and after the video was finished, a group discussion was held.The results of the media and material validation questionnaire showed results with a very feasible category. From the learning results using the pretest posttest, the average difference in value was 33.46. From the average pretest value of 51.81 and the posttest value was 85.27. So it is concluded that the video learning media based on the Canva application is feasible to be developed.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Ilmu fikih adalah satu disiplin ilmu yang sangat penting kedudukannya dalam umat Islam. Fikih termasuk ilmu yang muncul pada awal berkembangnya agama Islam. Secara esensial, fikih sudah ada pada masa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, walaupun belum menjadi sebuah disiplin ilmu tersendiri. Sebab semua persoalan keagamaan yang muncul waktu itu langsung ditanyakan kepada Rasulullah. Maka seketika itu solusi persoalan langsung teratasi, dengan bersumber pada Al-Qur`an dan sunnah Nabi. Setelah wafatnya Nabi, ilmu fikih mulai muncul, seiring dengan timbulnya permasalahan-permasalahan yang muncul di tengah-tengah umat dan membutuhkan sebuah hukum melalui jalan istinbath. Buku ini bisa dikatakan sebagai buku pengantar sejarah perkembangan fikih Islam, karena isinya membahas perjalanan fikih Islam dari awal, terbentuknya madzhab-madzhab, hingga fikih untuk masa depan. Buku sangat layak dijadikan referensi atau sebagai pengantar dalam mengenal fikih Islam bagi para mahasiswa, pemerhati, dan pegiat hukum Islam. -Pustaka Al-Kautsar-
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Buku yang hadir di hadapan pembaca merupakan salah satu upaya khidmah yang dimaksud dan diharapkan dapat memberikan sumbangan khazanah keilmuan dalam bidang tafsir tematis dan membantu mahasiswa FEBI ( Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam ) dalam memahami ajaran-ajaran ekonomi sesuai dengan wordview dan epesemologi al-Qur’an.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Suatu ketika, Dr. Aidh Al-Qarni pernah menulis dan menyatakan bahwa sudah seharusnya seorang muslim yang menghormati akal sehatnya untuk benar-benar memperhatikan nash-nash syar'i baik itu Al-Qur`an maupun As-Sunnah sebab kata beliau, "Hanya dengan nash itu sendirilah, Allah akan melemparkan cahaya iman ke dalam hati, keberkahan paham pada akal dan sinar hikmah dalam pemikiran..." Seorang muslim sejati seharusnya menyediakan waktu lebih banyak untuk menyelami sumber cahaya keselamatannya di dunia dan akhirat itu; Al-Qur`an dan As-Sunnah. Meski tentu saja, untuk memahami keduanya, telebih dahulu ia harus mengetahui rambu-rambunya. Ketidakpahaman akan rambu-rambu itu justru akan membuatnya semakin menjauh dari kebenaran yang dipancarkan oleh kedua sumber cahaya itu. Buku ini adalah salah satu karya alternatif penting yang hadir untuk menjadi pegangan Anda dalam menyelami sunnah nabawiyah. Buku ini menjadi penting karena ditulis oleh seorang ulama yang mumpuni, Syaikh Manna' Al-Qaththan - seorang profesor yang pernah menjadi Ketua Program Pasca Sarjana di Universitas Imam Muhammad bin Su'ud, Saudi Arabia-. Buku ini juga akan melengkapi karya beliau yang lain, Pengantar Studi Ilmu Al-Qur`an. -Pustaka Al-Kautsar-
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Diskursus Studi Qur’an-Hadis Kontemporer PENULIS: Sakti Ukuran : 14 x 21 cm ISBN : 978-623-270-573-9 Terbit : Agustus 2020 www.guepedia.com Sinopsis: Pergolakan ilmu pengetahuan di dunia, telah berevolusi dengan perkembangannya yang begitu luar biasa, membuat bermunculannya diskursus serta fenomena baru dalam bidang ilmu pengetahuan yang didasari dengan sifat manusia yang selalu mempunyai rasa keingintahuan yang besar untuk mengetahui, mengkritisi dan memahami sesuatu. Hal ini menjadi fakta dalam dinamika ilmu pengetahuan. Dan hal ini sampai kepada singgungan kitab keagamaan yang dijadikan sebagai objek ilmu pengetahuan, termasuk menempatkan al-Qur’an dan Hadis sebagai objek penelitian, dengan beragam metode, pemikiran, teori dan pendekatan, sebagai upaya memahami bahkan mengkritisi dua sumber utama hukum Islam ini. Fenomena yang demikian berkembang diperkuat dengan pandangan bahwa al-Qur’an dan hadis juga memberikan kemungkinan-kemungkinan arti yang tak terbatas, atau terbuka untuk di interpretasi baru, tidak pernah pasti dan tertutup dalam interpretasi tunggal atau makna yang satu. Karena al-Qur’an dan hadis akan selalu dimaknai oleh manusia pada setiap kondisi dimana manusia itu hidup, dan sesuai pada tiap-tiap pola dunia. Buku ini berusaha untuk mengeksplorasi perkembangan seputar dunia studi al-Qur’an dan hadis yang pada setiap masanya selalu berkembang dan akan terus berkembang demi relevansi setiap zamannya. Bahkan dalam perkembangan ini pula terdapat proses Islamisasi Ilmu pengetahuan produk Barat, sebagai alat interpretasi baru tanpa harus mengurangi nilai-nilai substansial dari al-Qur’an dan hadis. Semua itu yang akan dibahas dalam buku singkat ini. www.guepedia.com Email : [email protected] WA di 081287602508 Happy shopping & reading Enjoy your day, guys
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Ilmu sudah menjadi kata Indonesia sehari-hari, Dalam bahasa Jawa juga dikenal dengan istilah ngelmu. Keduannya berasal dari kata yang sama, ilm kata yang berasal dari bahasa Arab. Dalam pengertian seharihari, yang pertama berkaitan dengan pengetahuan umum, sedangkan yang kedua dengan soal-soal kebatinan. Tapi, apakah “ilmu” yang padanannya dalam bahasa Inggris adalah science, dalam bahasa Jerman wissenschaft dan dalam bahasa Belanda wetenschaf itu? Jawabannya ternyata tidak satu. Pada umumnya, ilmu didefinisikan sebagai jenis pengetahuan, tapi bukan sebarang pengetahuan, melainkan pengetahuan yang diperoleh dengan cara-cara tententu berdasarkan kesepakatan di antara para ilmuan. Ilmu ini pada umumnya dibagi menjadi tiga bidang: ilmu-ilmu pasti dan alam, ilmu-ilmu sosial, dan humaniora. Di antara ketiganya, yang benarbenar diakui paling “ilmiah” atau benar-benar science adalah yang pertama, walaupun dalam tradisi Jerman umpamanya, yang disebut wissenschaft termasuk juga sastra dan sejarah. Pandangan di atas tampak juga di Indonesia. Sebagian orang, terutama dari kalangan ilmu-ilmu eksakta dari ITB dan IPB, karena tidak puas dengan terjemahan yang ada, menerjemahkan science dengan “sains” dan bukannya “ilmu pengetahuan” seperti yang lazim berlaku.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Buku ini merupakan studi kritis atas Tafsir Al-Manar, yang dijuduli Tafsir al-Qur’an al-Hakim, salah satu kitab tafsir paling populer. Sikap kritis yang ditunjukkan M. Quraish Shihab dalam buku ini sebenarnya tak lepas dari kritisisme yang ditunjukkan oleh penulis Tafsir Al-Manar terhadap mufasir-mufasir sebelumnya. Dengan kepiawaiannya, Anda diajak untuk berkenalan lebih jauh dengan wacana tafsir al-Qur’an dalam bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Dengan membaca buku ini, cakrawala keberagamaan Anda makin terkuak.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Asal hukum adalah membiarkan orang-orang kafir (hidup) dan mengawasi mereka, karena sesungguhnya Allah tidaklah menghendaki untuk membinasakan makhluk. Allah juga tidak menciptakan mereka agar dibunuh. Sesungguhnya diperbolehkannya membunuh mereka adalah karena adanya sebab lain yang membahayakan dan mengancam yang ada pada diri mereka. Meskipun demikian, semua itu tidak bisa dijadikan alasan sebagai balasan dan hukuman atas kekufuran mereka karena sesungguhnya dunia ini bukanlah tempat pembalasan, tetapi pembalasan adanya di alam akhirat. (Ibn Shalah, dalam al-Fatâwa, 121) Kewajiban jihad merupakan kewajiban yang bersifat perantara, bukan kewajiban yang menjadi sebuah tujuan. Sebab tujuan utama dari perang adalah turunnya petunjuk dari Allah dan tujuan lain, seperti mati dalam keadaan syahid. Adapun memerangi orang-orang kafir, maka hal itu bukanlah maksud dan tujuan. Jika saja hidayah itu dapat didatangkan dengan mengetengahkan dalil-dalil dan hujjah yang kuat, dengan tanpa melalui jihad , maka sesungguhnya hal tersebut jauh lebih baik dan lebih utama daripada jihad. (al-Khatib as-Syarbini, Mughnî al-Muhtâj Syarh al-Minhâj, 6/44) Saat Rasulullah sampai di Madinah, beliau berdamai dengan orangorang Yahudi dan membiarkan mereka pada agamanya. Tapi ketika mereka melanggar perjanjian dan mulai mngobarkan peperangan, Rasulullah pun memerangi mereka. Begitu halnya dengan apa yang terjadi pada kaum Quraisy selama 10 tahun. Rasulullah tidak pernah memulai memerangi mereka sampai mereka sendiri yang mulai mengobarkan peperangan dan melanggar perjanjian yang dibuatnya. Saat seperti inilah Rasulullah memerangi mereka atas peperangan yang mereka lakukan terhadap Rasulullah. (Ibnu Qayyim, Hidayatil Hayari, 1/12)
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Meskipun studi keislaman terutama studi Al-Qur'an telah banyak dilakukan oleh para sarjana luar dan dalam negeri, dengan menggunakan ragam teori dan dengan fokus kajiannya masing-masing seiring dengan perkembangan keilmuan kontemporer, karya ini tetap layak diapresiasi karena ia berusaha menghadirkan cara pendekatan yang berbeda terhadap Al-Qur'an, dan dengan kemasan sistematika penulisan yang mudah dicerna dan dipahami.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Buku ini di ditulis secara ilmiah, juga disusun menyesuaikan kurikulum mata kuliah ulumul Qur’an dengan beberapa pengembangan analis terkait pembahasan pada setiap bab. Perlu diketahui bahwa lahirnya buku ini, pada hakekatnya, sebagai salah satu usaha sungguh-sungguh dalam merekonstruksi arah pemahaman dan pengkajian al-Qur’an secara utuh. Diharapkan dengan terbitnya buku ini, selain mendukung keberadaan ilmu tafsir dalam sistem keilmuan, juga dapat memperluas wawasan keilmuan sehingga memudahkan bagi setiap orang melaksanakan tugas kemanusiaannya, mengkaji dan meneliti al-Qur’an dalam menghadapi era baru di abad ke-21 ini, untuk menjadikan abad ini sebagai abad Qur’ani, serta dapat menjadi bahan referensi dalam peningkatan kualitas SDM, terutama dalam kajian sumber (al-Qur’an dan hadis) yang mutlak diperlukan dalam membangun masyarakat madani.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan