Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Generasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Multikultural pada Era Generasi Alpha di MA Roudlotut Tholibin kota metro privinsi lampung

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter multikultural pada siswa Generasi Alpha serta mengidentifikasi nilai-nilai multikultural yang dikembangkan di MA Ma'arif Roudlotut Tholibin Kota Metro. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Partisipan dipilih secara purposif terdiri dari guru PAI, siswa kelas X, kepala madrasah, dan wali kelas, dengan analisis data mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menemukan lima peran strategis guru PAI (pendidik nilai, teladan, fasilitator dialog lintas budaya, motivator, dan evaluator) serta tujuh nilai multikultural yang diinternalisasikan (toleransi, keadilan, persaudaraan, empati, keterbukaan pikiran, dialog demokratis, dan cinta damai). Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan utama berupa paparan konten digital intoleran dan kecenderungan individualistis siswa Generasi Alpha. Implikasi penelitian menekankan perlunya integrasi literasi digital dalam pembelajaran PAI serta pelatihan pedagogi responsif budaya bagi guru.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Internalilasi Nilai-Nilai Moral Pada Anak Gen Z Melalui Pendidikan Agama Islam Pada Era Digitalisasi di SMA Wahid Hasyim Rumbia Lampung Tengah

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkembangan era digital memberikan pengaruh signifikan terhadap pembentukan moral generasi Z sehingga sekolah perlu memperkuat internalisasi nilai melalui pembelajaran yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai moral melalui Pendidikan Agama Islam (PAI) pada peserta didik generasi Z di SMA Wahid Hasyim Rumbia. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai moral berlangsung melalui tiga tahapan, yaitu transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi. Pada tahap transformasi, guru menyampaikan konsep kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan sopan santun secara eksplisit dalam pembelajaran. Pada tahap transaksi, siswa terlibat aktif dalam diskusi mengenai etika bermedia sosial dan perilaku sehari-hari. Pada tahap transinternalisasi, nilai diperkuat melalui pembiasaan seperti doa sebelum belajar, shalat berjamaah, penegakan tata tertib, dan keteladanan guru. Faktor pendukung berupa budaya religius sekolah, sedangkan hambatan utama berasal dari intensitas penggunaan media sosial dan inkonsistensi pengendalian diri siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Konten Edukasi Kreator Tiktok Terhadap Minat Belajar Bahasa Arab di Kalangan Generasi Z

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Generasi Z tumbuh di era digital yang menjadikan media sosial sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, tidak hanya untuk hiburan tetapi juga sebagai media pembelajaran alternatif, termasuk melalui aplikasi TikTok. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana media TikTok sebagai sarana penyampaian informasi dapat memengaruhi minat belajar Bahasa Arab siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa Generasi Z terhadap konten edukasi Bahasa Arab di TikTok serta tingkat minat belajar mereka. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan sampel 30 siswa kelas XI yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert dan dianalisis dengan statistik deskriptif serta uji korelasi Pearson Product Moment menggunakan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap TikTok sebagai media pembelajaran berada pada kategori positif (72,7%), sedangkan minat belajar Bahasa Arab termasuk kategori tinggi (68,7%). Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan (r = 0,599; p 0,05) dengan tingkat hubungan sedang. Temuan ini menegaskan bahwa media sosial, khususnya TikTok, dapat dimanfaatkan sebagai media pendukung pembelajaran yang efektif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA MATA PELAJARAN PAI UNTUK MEMBENTUK GENERASI YANG UNGGUL DI SMPN 2 RAMAN UTARA LAMPUNG

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai pendidikan Islam untuk membentuk generasi yang unggul dalam proses pembelajaran di SMPN 2 Raman Utara. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam (PAI) berperan sentral dalam menanamkan nilai-nilai keislaman seperti tauhid, akhlak, kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab melalui kegiatan pembelajaran dan pembiasaan religius di sekolah. Implementasi nilai-nilai tersebut diperkuat dengan kegiatan tadarus, salat berjamaah, dan keteladanan guru dalam bersikap. Kendala yang dihadapi meliputi kurangnya fasilitas keagamaan dan keterbatasan pemahaman guru non-PAI terhadap nilai Islam. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kolaborasi antara guru, kepala sekolah, dan orang tua dalam membangun budaya religius di sekolah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN, INOVASI, DAN ETIKA BISNIS ISLAM TERHADAP PEMASARAN MEDIA SOSIAL PADA GENERASI Z YANG BERPERAN SEBAGAI TIKTOK AFFILIATE

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkembangan pemasaran digital melalui media sosial, khususnya program Tik Tok Affiliate, menciptakan peluang kewirausahaan baru bagi Generasi Z, masih menghadapi tantangan dalam aspek inovasi dan penerapan etika bisnis Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kewirausahaan pada pemasaran media sosial, Secara langsung atau dengan peran mediasi inovasi dan etika bisnis Islam. Penelitian ini berbasis pendekatan kuantitatif eksplanatori menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner sebanyak 250 responden dengan teknik purposive sampling, Generasi Z berusia 18–27 tahun beraktivitas sebagai Tik Tok affiliate, Temuan penelitian menunjukkan pendidikan kewirausahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap inovasi, etika bisnis Islam, serta pemasaran media sosial. Selain itu, inovasi dan etika bisnis Islam terbukti berperan sebagai variabel mediasi. Hasil analisis menegaskan pentingnya integrasi pendidikan kewirausahaan, inovasi, dan konsep etika bisnis Islam dalam membangun pemasaran digital yang efektif, beretika, dan berkelanjutan. Pemasaran media sosial pada Generasi Z perlu didukung oleh kewirausahaan pendidikan yang terintegrasi dengan etika bisnis Islam. Penerapan nilai etika berimplikasi pada terbentuknya praktik pemasaran digital yang tidak hanya efektif secara ekonomi, tetapi juga bertanggung jawab secara moral dan berkelanjutan. Penguatan literasi kewirausahaan dan etika bisnis Islam menjadi penting untuk meningkatkan kualitas pemasaran media sosial.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Metode diskisi dan dialog dalam Menanggulangi Krisis Moral Generasi Z di Media Sosial studi kasus SMP kartikatama metro

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Di era perkembang an media sosial saat ini, media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja, memberikan dampak positif terhadap kreativitas dan akses informasi, namun juga menimbulkan tantangan serius terhadap moralitas dan karakter generasi muda. Krisis moral yang muncul meliputi penurunan etika komunikasi, perilaku meniru konten negatif, serta menurunnya disiplin dan sopan santun di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode diskusi dan dialog menjadi strategi efektif dalam pembentukan kesadaran moral siswa. Guru PAI berperan sebagai fasilitator yang membuka ruang berpikir kritis, reflektif, dan komunikatif, sehingga siswa dapat menilai nilai moral dari perspektif agama dan sosial secara rasional. Melalui kegiatan dialogis ini, siswa lebih berhati-hati dalam berinteraksi di media sosial, sopan dalam berkomentar, dan mampu menegur perilaku negatif teman sebaya. Secara teoretis, hasil penelitian memperkuat pandangan Vygotsky tentang konstruktivisme sosial dan konsep ta’dib menurut Al-Attas, bahwa pendidikan moral terbentuk melalui interaksi sosial dan keteladanan reflektif. Dengan demikian, penerapan metode dialog dan diskusi dalam pembelajaran PAI terbukti efektif membentuk spiritualitas digital, tanggung jawab sosial, serta kesadaran etis generasi Z di era media sosial. Penelitian ini merekomendasikan integrasi metode ini dalam kurikulum Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai model pendidikan karakter yang adaptif, inovatif, dan kontekstual di sekolah-sekolah Indonesia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail