ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan era digital memberikan pengaruh signifikan terhadap pembentukan moral generasi Z sehingga sekolah perlu memperkuat internalisasi nilai melalui pembelajaran yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses internalisasi nilai moral melalui Pendidikan Agama Islam (PAI) pada peserta didik generasi Z di SMA Wahid Hasyim Rumbia. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai moral berlangsung melalui tiga tahapan, yaitu transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi. Pada tahap transformasi, guru menyampaikan konsep kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan sopan santun secara eksplisit dalam pembelajaran. Pada tahap transaksi, siswa terlibat aktif dalam diskusi mengenai etika bermedia sosial dan perilaku sehari-hari. Pada tahap transinternalisasi, nilai diperkuat melalui pembiasaan seperti doa sebelum belajar, shalat berjamaah, penegakan tata tertib, dan keteladanan guru. Faktor pendukung berupa budaya religius sekolah, sedangkan hambatan utama berasal dari intensitas penggunaan media sosial dan inkonsistensi pengendalian diri siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Generasi Z tumbuh di era digital yang menjadikan media sosial sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, tidak hanya untuk hiburan tetapi juga sebagai media pembelajaran alternatif, termasuk melalui aplikasi TikTok. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana media TikTok sebagai sarana penyampaian informasi dapat memengaruhi minat belajar Bahasa Arab siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa Generasi Z terhadap konten edukasi Bahasa Arab di TikTok serta tingkat minat belajar mereka. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan sampel 30 siswa kelas XI yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert dan dianalisis dengan statistik deskriptif serta uji korelasi Pearson Product Moment menggunakan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap TikTok sebagai media pembelajaran berada pada kategori positif (72,7%), sedangkan minat belajar Bahasa Arab termasuk kategori tinggi (68,7%). Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan (r = 0,599; p 0,05) dengan tingkat hubungan sedang. Temuan ini menegaskan bahwa media sosial, khususnya TikTok, dapat dimanfaatkan sebagai media pendukung pembelajaran yang efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perkembangan pemasaran digital melalui media sosial, khususnya program Tik Tok Affiliate, menciptakan peluang kewirausahaan baru bagi Generasi Z, masih menghadapi tantangan dalam aspek inovasi dan penerapan etika bisnis Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kewirausahaan pada pemasaran media sosial, Secara langsung atau dengan peran mediasi inovasi dan etika bisnis Islam. Penelitian ini berbasis pendekatan kuantitatif eksplanatori menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner sebanyak 250 responden dengan teknik purposive sampling, Generasi Z berusia 18–27 tahun beraktivitas sebagai Tik Tok affiliate, Temuan penelitian menunjukkan pendidikan kewirausahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap inovasi, etika bisnis Islam, serta pemasaran media sosial. Selain itu, inovasi dan etika bisnis Islam terbukti berperan sebagai variabel mediasi. Hasil analisis menegaskan pentingnya integrasi pendidikan kewirausahaan, inovasi, dan konsep etika bisnis Islam dalam membangun pemasaran digital yang efektif, beretika, dan berkelanjutan. Pemasaran media sosial pada Generasi Z perlu didukung oleh kewirausahaan pendidikan yang terintegrasi dengan etika bisnis Islam. Penerapan nilai etika berimplikasi pada terbentuknya praktik pemasaran digital yang tidak hanya efektif secara ekonomi, tetapi juga bertanggung jawab secara moral dan berkelanjutan. Penguatan literasi kewirausahaan dan etika bisnis Islam menjadi penting untuk meningkatkan kualitas pemasaran media sosial.