BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Fikih muamalah adalah bagian dari aturan yang dapat menjadi petunjuk dalam berintraksi sesama manusia, atau peraturan yang menyangkut hubungan kebendaan, seperti riba, utang-piutang, sewa menyewa, gadai, akad salam dan istishna, mudharabah, hiwalah, khiyar dan sebagainya. Terlebih lagi, perkembangan ekonomi yang semakin dinamis dalam kehidupan msyarakat banyak melahirkan maslah yang sebelumnya tidak terpikirkan sama sekali. Di sini lah diperlukan ijtihad –ijtihad keagamaan dalam rangka memberikan petunjuk kepada umat Islam dalam menghadapi kehidupan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu penulis menyusun buku ini untuk membantu menambah pengetahuan tentang fiqih muamalah, disamping itu fiqih muamalah juga sebagai sebuah ilmu yang akan terus berkembang mengikuti perkambangan manusia.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Buku ini memuat perjalanan panjang sejarah peradaban Islam yang dimulai kajian tentang struktur spasial, struktur sosial, serta agama dan kepercayaan masyarakat Arab pra-Islam. Setelah itu, diulas perkembangan Islam periode awal dengan unit kajian, yakni Islam periode Mekkah dan Madinah yang menunjukkan dua kondisi yang kontradiktif dari segi penerimaan Islam sekaligus menjadi faktor penarik dan pendorong terjadinya peristiwa hijrah. Buku persembahan perbit PrenadaMediaGroup
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hanya dengan 6 (enam) bab, yaitu pendahuluan, hukum syara’, sumber hukum syara’, fatwa, metode istinbath ahkam, dan qawaid fiqhiyah diharapkan mempermudah pembaca untuk belajar dan menerapkan langsung pada kajian-kajian hukum Islam di Indonesia dengan baik dan benar. Bab Hukum Syara’ membahas tentang pengertian, pembagian, maqasid asy-syariah, al-hakim, mahkum fih dan mahkum alaih. Juga membahas tentang sumber-sumber hukum syara’ berkaitan dengan dalil-dalil yang disepakati dan diperselisihkan. Bab Fatwa membahas tentang pengertian, syarat-syarat dan kedudukan fatwa dalam hukum Islam. Bab metode-metode istinbat ahkam, yang pernah dilakukan oleh para ulama untuk mendapatkan produk hukum yang sesuai dengan perintah Allah yang terdapat dalam Al-Qur’an maupun Hadits. Bab Qawaid Fiqhiyah membahas tentang pengertian, konsep dasar, qawaid khamsah dan qawaid kulliyah.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang lahirnya filsafat islam adalah karena pada abad ke 16 umat Islam menjalankan ibadah hanya sebatas menggugurkan kewajiban. Tokoh-tokoh dalam filsafat Islam diantaranya: al-Kindi, al-Farabi, dan Ibn Bajjah. Pokok masalah yang dibahas dalam filsafat Islam adalah hubungan filsafat (akal) dan agama, tentang kejadian alam, dan tentang roh serta kelangsungan hidup.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Buku ini merupakan “Bunga Rampai Catatan Perjalanan Suku Minangkabau di Tanah Semenanjung”. Sebagai bunga rampai, tentu saja isinya aneka rupa, aneka warna, baik dari segi isinya maupun cara mendeskripsikannya. Isi buku ini dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian. Bagian pertama berisi deskripsi tentang Alam Minangkabau dengan segala aspek budayanya. Diawali dengan Minangkabau: Tanah Leluhur, yang merupakan tema utama dan asal mulanya kajian, dan dari padanyalah kajian berikutnya dikembangkan. Artikel kedua, Negeri Sembilan: Rantau Minangkabau Tanah Semenanjung dan selanjutnya Menggali Pertautan Budaya dan Sejarah: Negeri Sembilan (Malaysia) dan Minangkabau (Indonesia). Ketiga tulisan tersebut menjelaskan tentang etnik Minangkabau dan budaya “Merantau” dengan seluruh penyebab dan implikasinya, baik ketika akan meninggalkan kampung halaman maupun ketika beradaptasi di negeri orang. Bagian Kedua berisi suka-suka dan narasi perantau Minangkabau ke Tanah Semenanjung Malaya. Dimulai dengan Syeikh Tahir Jalaluddin al-Falaki al-Azhari: Ulama Pembaharu (Ishlah) Malaysia . Kemudian Khatijah Sidek: “Unieng Pariaman” yang pernah menggegerkan Perpolitikan Malaysia. Dilanjutkan dengan Dato’ Seri Utama Tan Sri Abdul Samad Idris: Tokoh yang berjasa membuka kembali hubungan Negeri Sembilan dan Minangkabau dan Dato’ Seri Utama DR. Rais Yatim: Urang Minang yang berkhidmat pada Negara dan Masyarakat Malaysia. Prof. Dr. Dato’ Firdaus Abdullah: Ilmuan politik yang berkhidmat dalam bidang budaya. Diakhiri dengan Ahmad Boestamam: Merdeka dengan darah dama API. Pemilihan tokoh-tokoh tersebut, pertama-tama karena ikatan kulturalnya dengan Minangkabau cukup tinggi, dan hal itu terasa baik dalam tulisan-tulisan maupun dalam pembicaraannya dimana-mana tempat. Yang kedua, tokoh-tokoh tersebut memiliki zamannya, mulai dari era klasik sampai zaman mutakhir sekarang ini. Mulai dari profesi ulama, budayawan, wartawan, sampai pada politisi. Seluruhnya memiliki perbedaan tetapi juga memiliki persamaan. Salah satu persamaannya adalah mereka memiliki watak egalitarian, demokratis , memiliki mobilitas yang tinggi, siap untuk berbeda dengan arus utama zamannya (pembangkang) dan “berhaluan kiri” serta kebanyakan mereka memulai karir dengan dan dalam bidang tulis-menulis atau kewartawanan. Pilihan wilayah Tanah Semenanjung umumnya dan Negeri Sembilan khususnya sebagai obyek kajian bukan sekedar karena Negeri Sembilan sebagai sasaran merantau awal etnik Minangkabau. Tetapi karena kedua wilayah ini mengalami pasang naik dan pasang surut dalam pertautan sejarah dan budayanya masing-masing. Terdapat hubungan sejarah, budaya dan peradaban yang sangat erat antara Minangkabau dengan Negeri Sembilan. Bahkan raja pertama, kedua, ketiga Negeri Sembilan dijemput ke Pagaruyung. Namun juga menjadi kenyataan bahwa selama berabad-abad hubungan tersebut terkubur karena berlalunya waktu dan memburuknya hubungan Indonesia dan Malaysia. Oleh karena itu, inilah waktu yang tepat untuk menggali hubungan lama dan membina hubungan masa depan yang jauh lebih baik dan mesra. Buku ini adalah awal dari sebuah usaha besar untuk memberikan makna bagi hubungan kedua Negara Indonesia dan Malaysia, antara dua Propinsi/Kerajaan Negeri - Sumatera Barat (Minangkabau) dan Negeri Sembilan. Mudah-mudahan dengan usaha ini semakin mempererat hubungan antara Indonesia dan Malaysia.