ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Profit-sharing cooperation in the management of coffee plantations is a form of muamalah that has developed within agrarian communities and is generally implemented through a musaqah contract. This study aims to analyze the profit-sharing practices between plantation owners and coffee plantation managers in Sukadadi Village and to assess their compliance with the provisions of the Compilation of Sharia Economic Law (KHES), particularly Article 20 paragraph (7) and Article 269. This research employs a qualitative approach using field research with a descriptive-analytical method. Data were collected through in-depth interviews with plantation owners and managers, direct observation of plantation management processes, and documentation studies of relevant written sources. The collected data were analyzed empirically to describe actual practices in the field and normatively to evaluate their conformity with KHES provisions. The results indicate that, substantively, the implemented profit-sharing practice reflects the characteristics of a musaqah contract with a maro profit-sharing system of 50:50 between the plantation owner and the manager. However, inconsistencies were found in its implementation, particularly regarding changes in profit-sharing proportions and the absence of a clearly specified time period in the contract. Therefore, it can be concluded that the profit-sharing cooperation practice in Sukadadi Village does not fully comply with the provisions of the Compilation of Sharia Economic Law, especially in terms of contractual clarity and consistency in its implementation.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The development of digital technology has transformed learning into a more interactive process through media such as Quizizz and similar platforms, thereby increasing students’ motivation and participation. In Islamic education, this innovation supports the contextual delivery of Islamic values while strengthening students’ digital literacy. This study describes the implementation of digital-based learning media through the Quizizz platform in Islamic Religious Education (PAI) to strengthen the 5S character values (Salam, Sapa, Senyum, Sopan, and Santun — greeting, addressing, smiling, politeness, and courtesy) among students of classes X2 and X3 at SMAN 1 Sekampung Udik. The research employed a descriptive qualitative approach using observation, interviews, and documentation techniques. The findings indicate that the implementation of Quizizz was carried out through structured stages of planning, implementation, and evaluation under teacher supervision and in accordance with school regulations. Interactive quiz-based learning encouraged students to be more active, enthusiastic, disciplined, and accustomed to applying 5S values in classroom interactions. Thus, digitalbased learning media through Quizizz is able to provide innovative and effective Islamic Religious Education while strengthening contextual and well-controlled Islamic character education.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
The development of digital technology has transformed learning into a more interactive process through media such as Quizizz and similar platforms, thereby increasing students’ motivation and participation. In Islamic education, this innovation supports the contextual delivery of Islamic values while strengthening students’ digital literacy. This study describes the implementation of digital-based learning media through the Quizizz platform in Islamic Religious Education (PAI) to strengthen the 5S character values (Salam, Sapa, Senyum, Sopan, and Santun — greeting, addressing, smiling, politeness, and courtesy) among students of classes X2 and X3 at SMAN 1 Sekampung Udik. The research employed a descriptive qualitative approach using observation, interviews, and documentation techniques. The findings indicate that the implementation of Quizizz was carried out through structured stages of planning, implementation, and evaluation under teacher supervision and in accordance with school regulations. Interactive quiz-based learning encouraged students to be more active, enthusiastic, disciplined, and accustomed to applying 5S values in classroom interactions. Thus, digitalbased learning media through Quizizz is able to provide innovative and effective Islamic Religious Education while strengthening contextual and well-controlled Islamic character education.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Dengan alasan untuk menata kembali bangunan ushul fiqh klasik itu, penulis di sini mencoba berangkat dari masalahmasalah prinsipel yang melandasi bangunan ushul fiqh. Untuk ini, dengan menghimpun berbagai pandangan dalam hal tersebut, kajian akan kita hidangkan dalam bentuk yang agak berbeda dengan umumnya format ushul fiqh yang disusun pada abad klasik dan pertengahan, bahkan mungkin beberapa dengan buku-buku ushul fiqh pada abad ke-20. Dengan meminjam kritikan Syeikh Abdullah Darraz, bahwa aspek ushul fiqh yang kelihatan agak terabaikan beberapa abad lamanya dalam penyusunan ushul fiqh adalah aspek maqashid syari’ah. Dalam kebanyakan buku-buku ushul fiqh klasik, kajian maqasid syari’ah umumnya hanya disinggung ketika membahas dan untuk kepentingan qiyas. Padahal, secara teoretis, setiap rumusan ushul fiqh pada dasarnya adalah dengan mempertimbangkan aspek mendasar tersebut (maqashid syari’ah). Oleh karena itu, dalam tulisan ini penulis berupaya mengangkat kembali aspek tersebut, bahkan mencoba mencari kembali titik temu antara metode-metode yang telah dirumuskan oleh para ulama terdahulu dengan aspek maqashid syari’ah. Dengan penyajian seperti ini, diharapkan kita akan mampu menempatkan setiap pengambilan keputusan dalam bidang hukum Islam pada proporsi yang sebenarnya, yaitu untuk mewujudkan kemaslahatan bagi umat manusia. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Penelitian yang baik didasarkan pada kebutuhan dari masyarakat untuk mengisi kekosongan pengetahuan sebelumnya, menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan dan memberikan jawaban atas persoalan yang terjadi di masyarakat. Dari sisi ilmiah, data yang diperoleh dari penelitian dapat digunakan sebagai informasi untuk mengambil keputusan dan memberikan saran untuk membantu memecahkan masalah yang terjadi di masyarakat. Melalui sebuah penelitian juga dapat ditemukan pemahaman, teknologi, dan solusi baru atas beragam permasalahan yang dihadapi oleh berbagai pihak yang terkait dengan penelitian tersebut maupun masyarakat luas. Keseluruhan materi dalam buku ini disajikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan terbagi dalam 15 bab sebagai berikut: Bab 1 Pengantar dan Pengertian Tentang Penelitian Bab 2 Topik-Topik Penelitian Bab 3 Latar Belakang Penelitian dan Judul Penelitian Bab 4 Penulisan Tinjauan Pustaka Bab 5 Desain Penelitian Bab 6 Metode Penelitian Kualitatif Bab 7 Metode Penelitian Kuantitatif Bab 8 Pengumpulan Data Bab 9 Teknik Analisis Data Kualitatif Bab 10 Metode Penelitian Untuk Perguruan Tinggi Bab 11 Pembahasan Hasil Penelitian Bab 12 Pembuatan Kesimpulan dan Saran Penelitian Bab 13 Penyusunan Abstrak Bab 14 Artikel Review Bab 15 Etika Penelitian
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Ilmu sudah menjadi kata Indonesia sehari-hari, Dalam bahasa Jawa juga dikenal dengan istilah ngelmu. Keduannya berasal dari kata yang sama, ilm kata yang berasal dari bahasa Arab. Dalam pengertian seharihari, yang pertama berkaitan dengan pengetahuan umum, sedangkan yang kedua dengan soal-soal kebatinan. Tapi, apakah “ilmu” yang padanannya dalam bahasa Inggris adalah science, dalam bahasa Jerman wissenschaft dan dalam bahasa Belanda wetenschaf itu? Jawabannya ternyata tidak satu. Pada umumnya, ilmu didefinisikan sebagai jenis pengetahuan, tapi bukan sebarang pengetahuan, melainkan pengetahuan yang diperoleh dengan cara-cara tententu berdasarkan kesepakatan di antara para ilmuan. Ilmu ini pada umumnya dibagi menjadi tiga bidang: ilmu-ilmu pasti dan alam, ilmu-ilmu sosial, dan humaniora. Di antara ketiganya, yang benarbenar diakui paling “ilmiah” atau benar-benar science adalah yang pertama, walaupun dalam tradisi Jerman umpamanya, yang disebut wissenschaft termasuk juga sastra dan sejarah. Pandangan di atas tampak juga di Indonesia. Sebagian orang, terutama dari kalangan ilmu-ilmu eksakta dari ITB dan IPB, karena tidak puas dengan terjemahan yang ada, menerjemahkan science dengan “sains” dan bukannya “ilmu pengetahuan” seperti yang lazim berlaku.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Buku ini adalah hasil gubahan penulis sendiri dari tesis penulis yang berhasil dipertahankan di hadapan dewan penguji di Program Pascasarjana Institut (Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an) PTIQ Jakarta dengan judul tesis asli “Kewajiban Dakwah dalam Al-Qur’an antara Fardu Ain dan Fardu Kifayah (Studi Komparatif atas Tafsîr Ibn Katsîr dan Tafsîr Al-Mishbâh)”.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Pada umumnya mahasiswa akhir ini kesulitan dalam menyelesaikan skripsi maupun tesis. Meskipun sebelumnya mereka telah menerima mata kuliah Metode Penulisan dan Penelitian Hukum. Pada matakuliah tersebut sebenarnya diajarkan secara terperinci tentang menyusun skripsi atau tesis. Akan tetapi, jeda materi kuliah dengan penyusunan skripsi dan tesis relatif jauh (biasanya ada yang sampai satu tahun), maka mahasiswa “lupa”terhadap cara penyusunan skripsi atau tesis.Untuk itu, buku ini hadir sebagai salah satu upaya mempermudah mahasiswa dalam menyusun skripsi atau tesis. Buku ini memang dibuat sesederhana mungkin dengan menghindari bahasa-bahasa penelitianyang dipersepsikan sulit. Sehingga buku ini bisa dianggap buku ilmiah populer. Harapan penulis, semoga kehadiran buku Metode Penelitian Hukum: Normatif dan Empiris ini menjadi bahan ajar yang dapat membantu mahasiswa menyelesaikan tugas akhirnya. Buku Persembahan Penerbit PrenadaMedia
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Pendidikan merupakan sesuatu yang tidak asing bagi kita, terlebih lagi kita sedang berinteraksi aktif di dalamnya. Kita sepakat bahwa pendidikan diperlukan oleh semua orang. Bahkan dapat dikatakan bahwa dalam proses menuju kedewasaannya, setiap manusia melalui tahap pendidikan ini. Al-Islam merupakan agama yang sempurna, agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW, ini diajarkan melalui mukjizat yang berupa teks al-Qur’an, al-Qur’an merupakan teks rujukan dan pedoman bagi ummatnya dalam seluruh aspek kehidupan termasuk pendidikan. Di dalam al-Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang tidak menyebutkan makna secara jelas, penjelasan dari ayat tersebut diperoleh melalui penjelasan Hadits Nabi yang kemudian disebut sebagai teks utama setelah al-Qur’an. Sebenarnya agama Islam sangat mengutamakan proses pendidikan, hal tersebut dapat dilihat dari lima ayat yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dalam surat al-‘Alaq. Banyak juga hadits yang menjelaskan tetang pentingnya pendidikan bagi manusia. Namun sebagai dua teks utama, ummat Islam seringkali lupa akan ajaran-ajaran yang dijelasknnya. Buku ini merupakan hand out perkuliahan Al-Islam Studi Hadits yang disampaikan untuk mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, bertujuan memberikan wawasan keilmuan kepada mahasiswa khususnya mengenai konsep-konsep pendidikan yang di contohkan oleh Rasul melalui Hadits. Buku Al-Islam Studi Hadits Tarbawi ini diterbitkan oleh penerbit deepublish dan tersedia juga versi cetaknya.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Buku ini menjelaskan bagaimana cara pengajaran menulis huruf Arab dengan pendekatan anatomis. Cara pengajaran menulis huruf Arab ini dinamai METODE MAPAN. Kata MAPAN merupakan singkatan dari Menulis Huruf Arab Pendekatan Anatomis. Metode Mapan adalah sebuah penmanship yang belandaskan pada kaligrafi Arab jenis naskh. Oleh sebab itu, huruf-huruf yang dijadikan standar bentuknya adalah jenis huruf naskh. Bentuk-bentuk huruf jenis ini secara anatomis telah dirumuskan oleh Ibnu Muqlah. Menurut Ibnu Muqlah, bentuk sebuah tulisan (naskh) akan dianggap benar jika memiliki lima kriteria, yaitu: taufiyah, itmam, ikmal, isyba, dan irsal.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Thoughts of Syeikh Abdurrauf As-Singkili, an Indonesian ulama, on Islamic ethics from sufism perspectives.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan