Profil penulis
S
1.587 karya publik ditemukan.
Sejarah dan filsafat pendidikan Islam
Manajemen Pembiayaan Sekolah
Buku ini, merupakan suatu studi teoritis dalam bidang manajemen dan kepemimpinan. Penulisan buku ini, bermula dari keinginan penulis untuk menyebarkan informasi dari hasil studi teoritis. Dengan demikian, para pengelola pendidikan dan masyarakat secara umum, mengetahui bagaimana menjalankan pengelolaan pembiayaan di suatu sekolah. Selanjutnya, sebagai akademisi penulis memiliki tanggung jawab sosial dalam menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki.
Implementasi konsep pemikiran aliran filsafat pendidikan Islam perenialis esensialis kontekstual falsifikatif dalam pembelajaran pada Dayah Mudi Mesra Samalanga, Bireuen
Implementation of Islamic education philosophy in Bireun, Nanggroe Aceh Darussalam Province, Indonesia.
Filsafat pendidikan Islam
Manajemen Humas Pendidikan Islam: Teori dan Aplikasi
Citra positif merupakan hal terpenting yang harus dimiliki oleh suatu lembaga, termasuk lembaga sekolah. Citra positif tentunya akan berkaitan dengan eksistensi suatu lembaga. Hal ini karena adanya penilaian yang positif akan memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap suatu sekolah untuk menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut. Keberadaan sekolah pada awalnya mendasarkan pada suatu alasan bahwa orangtua tidak mampu mendidik anaknya secara sempurna dan lengkap, dengan demikian memerlukan pihak lain, yakni lembaga sekolah, untuk membantu peran orangtua dalam mendidik anaknya, hal tersebut senada dengan apa yang disampaikan oleh Pidarta (2007: 176) bahwa keberadaan sekolah merupakan suatu lembaga yang hidup bersama-sama dengan warga masyarakat, di mana masyarakat membutuhkan agar para siswa dapat dibina di sekolah dan sebaliknya sekolah membutuhkan masyarakat untuk membantu kelancaran proses belajar mengajar.
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
Buku yang berjudul “Kepemimpinan Transformasional Dalam Manajemen Pendidikan Islam” merupakan buku ke 2 Penulis, yang mana merupakan hasil Reproduksi Penelitian. Dan tersusunya buku ini tentunya tidak terlepas dari dukungan semua pihak. Dukungan moral dan material dari berbagai pihak sangatlah membantu tersusunnya buku ini. Untuk itu, penulis ucapkan terima kasih kepada keluarga, sahabat, rekan-rekan, dan pihak-pihak lainnya yang membantu secara moril dan material bagi tersusunya buku ini.
Filsafat Pendidikan Akhlak
Kenapa harus menamakan buku ini “filsafat”, karena isinya lebih dominan berupa essay-essay filsafat. Kenapa tidak menamakannya akhlak bukan karakater, karena istilah akhlak lebih umum yang mencakup etika, moral, adab, dan juga karakter. Selain itu, kata akhlak adalah khas nomenklatur Islam. Filsafat Pendidikan Akhlak dalam buku ini berupaya berteori secara filosofis tentang pendidikan akhlak. Buku ini juga tetap memperhatikan teori-teori terapan karena pendidikan akhlak haruslah bersifat aplikatif. Salah satu bab dari buku ini lebih banyak membahas tentang ilmu pendidikan akhlak. Walaupun buku Filsafat Pendidikan Akhlak, tidak berarti absen membahas Ilmu Pendidikan Akhlak. Ketika Ilmu Pendidikan Akhlak dikemukakan, tujuannya untuk membantu memahami Filsafat Pendidikan Akhlak.
Filsafat pendidikan Islam
Filsafat Pendidikan Islam
Filsafat Ilmu
Ketika pertama kali saya mengikuti mata kuliah Filsafat Ilmu di IAIN Syekh Nurjati Cirebon tahun 2008. Makalah pertama yang tampil dengan judul Mengapa Filsafat Ilmu? Rekan kelas saya yang pertama kali presentasi, namanya Muhammad Zein, alumnus S.1 IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Strata satunya jurusan Filsafat. Dalam makalahnya menjelaskan bahwa Judul di atas merupakan judul yang dapat menjadi dasar berpijak dari mata kuliah Filsafat Ilmu. Judul yang pendek dan sederhana: mengapa filsafat ilmu? Pertanyaan tersebut membutuhkan jawaban yang luas, karena berkaitan dengan sumber pengetahuan. Jika anda ditanya: apa, siapa, kapan atau di mana. Anda dapat menjawabnya dengan satu kata, tetapi ketika ditanya: mengapa? Untuk memulai menjawabnya saja kita harus "memutar" otak: kanan dan kiri agar bisa mengetahui darimana akan memulai menjawabnya.
Manajemen pendidikan Islam
Manajemen pendidikan Islam
Filsafat Pendidikan Islam Prinsip dan Dasar Pengembangan
Majid Arsan al-Kailani, dalam pengantar bukunya Falsafat al-Tarbiyah al-Islamiyah, mengibaratkan dunia pendidikan sebagai samudera luas tak bertepi. Untuk mengarunginya tentunya seorang pelaut membutuhkan alat petunjuk (kompas), pandangan yang luas tentang kelautan dan pengalaman yang akan menuntunnya mencapai tujuan. Demikian halnya dengan pendidikan Islam, seorang pendidik sangat dituntut untuk memiliki wawasan dan pemahaman yang mendalam tentang batasan, lingkup serta tujuan pendidikan Islam. Salah satu faktor utama ketertinggalan pendidikan, khususnya pendidikan agama, adalah ketidakmampuan institusi dan pelaksana pendidikan menetapkan tujuan pendidikan yang jelas serta menerapkan prinsip, materi dan metode yang tepat bagi peserta didik. Hal ini berakhir pada bentukan out put pendidikan yang tidak matang. Di sinilah diperlukan upaya-upaya pemikiran yang filosofis dalam merancang suatu bangunan paradigma pendidikan Islam yang utuh dan ideal. Dari sinilah dirasakan bahwa filsafat tidak dapat dilepaskan dari pendidikan, bahkan filsafat merupakan bagian integral dari pendidikan. Ini terutama ketika pendidikan pada umumnya, dan pendidikan Islam pada khususnya, memainkan peran penting dalam membangun pribadi muslim yang pada akhirnya menentukan terciptanya masyarakat madani. Menyandarkan pendidikan Islam pada filsafat Barat yang pastinya tidak keseluruhannya sejalan dengan nilai-nilai Islam itu sendiri, akan menjauhkan peserta didik dari tercapainya tujuan di atas.
Manajemen Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam
Kurikulum adalah jantungnya pendidikan yang sangat berpengaruh terhadap pengembangan kompetensi murid, baik kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dengan kurikulum, lembaga pendidikan Islam dapat memberikan pengalaman belajar bagi murid agar siap menghadapi tantangan pada zamannya, sehingga kurikulum perlu susun dan dikembangkan sesuai kebutuhan murid dan seiring dengan perkembangan sains dan teknologi. Selama ini, banyak lembaga pendidikan Islam yang hanya fokus pada kurikulum ilmu-ilmu keislaman (tradisional) dan kurang mengapresiasi ilmu-ilmu sains-humaniora, sehingga berdampak pada berkurangnya minat masyarakat. Oleh karena itu, manajemen pengembangan kurikulum penting dilakukan oleh lembaga-lembaga pendidikan Islam untuk mengintegrasikan ilmu-ilmu agama dan sains-humaniora agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman dan ditinggal (tidak diminati) oleh masyarakat (generasi) Milineal. Dalam buku ini, ada tiga bab yang dibahas, yaitu (1) pendahuluan yang mengkaji tentang kebijakan otonomi daerah, perkembangan kebijakan kurikulum, tipologi pendidikan Islam, perkembangan lembaga pendidikan Islam, dan urgensi manajemen pendidikan Islam, (2) teori pengembangan kurikulum yang mengkaji tentang konsep kurikulum, teori pengembangan kurikulum, prinsip-prinsip pengembangan kurikulum, pendekatan pengembangan kurikulum, model pengembangan kurikulum, ideologi kurikulum pendidikan Islam, dan (3) praktik pengembangan kurikulum pendidikan Islam di pesantren, madrasah, dan sekolah Islam. Selamat membaca!
Filsafat pendidikan Islam
Peranan manajemen pendidikan dalam pengembangan perguruan tinggi agama islam swasta
Filsafat pendidikan Islam (analisis pemikiran Prof. Dr. Syed Muhammad al-Naquib al-Attas)
Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini Melalui Pendidikan Karakter
Tanggung jawab pendidikan dibebankan kepada tiga lingkungan dengan beberapa strategi pembelajaran pada anak yaitu, keluarga, sekolah, dan masyarakat . Ketiganya, disebut tripusat pendidikan yang satu sama lainnya saling terkait dan saling menunjang untuk mewujudkan sasaran dan tujuan pendidikan. Pendidikan yang diselenggarakan di sekolah merupakan jalur formal, sedangkan pendidikan yang diselenggarakan di masyarakat merupakan jalur nonformal, dan pendidikan yang diselenggarakan di keluarga merupakan jalur informal. Dalam pandangan penulis bahwa pendidikan informal yang juga disebut sebagai pendidikan keluarga, merupakan jalur pendidikan yang sangat signifikan, karena di sinilah anak mula-mula dididik, atau dapat pula dikatakan bahwa di lingkungan keluargalah pertama kali anak dipelihara, dibesarkan, dan menerima sejumlah nilai serta norma yang ditanamkan kepadanya. semoga buku bahan ajar ini bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan pada umumnya, dan Ilmu Pendidikan Islam pada khususnya.