Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

S

1.587 karya publik ditemukan.

2026: 4482025: 2782024: 252023: 1122022: 2162020: 3022018: 12016: 180

TASAWUF AKHLAKI: Ilmu Tasawuf yang Berkonsentrasi dalam Perbaikan Akhlak

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku hadir sebagai buah kegelisahan melihat dan mengamati keadaan dewasa ini. Tampaknya akhlak manusia semakin hancur dan kebablasan disebabkan pengaruh global. Kebebasan manusia memperturutkan keinginan dan hawa nafsunya tanpa memikirkan konsekuensinya. Ajaran yang terdapat dalam tasawuf akhlaki antara lain: 1) Takhalli, yaitu penyucian diri dari sifat-sifat tercela. 2) Tahalli, yaitu menghiasi dan membiasakan diri dengan sikap perbuatan terpuji. 3) Tajalli, yaitu tersingkapnya Nur Ilahi (cahaya Tuhan) seiring dengan sirnanya sifat-sifat kemanusiaan yang negatif pada diri manusia setelah tahapan takhalli dan tahalli. Tasawuf akhlaki akan mewujudkan akhlak mulia kepada manusia yang mengamalkan ajaran-ajarannya. Akhlak mulia adalah puncak dari segala amal ibadah manusia, ibarat pohon kayu adalah buahnya. Buah pohon kayu itu, baik atau buruk tergantung perawatannya dan pemeliharaannya. Begitu pula gambaran amal ibadah dan akhlak manusia. Jadi indikator ibadah manusia, diterima atau tidak diterima oleh Allah swt, dapat dilihat dan diamati dari akhlaknya (bersikap dan bertutur kata) dalam kehidupan sehari-harinya.

AL GHAZALI

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini sengaja hadir untuk ikut memberikan informasi dan pengetahuan secara komprehensif mengenai sejarah kehidupan Al-Ghazali, peran, dan jasanya pada bidang sosial politik, pendidikan , filsafat, akhlak dan tasawuf. Keempat bidang tersebut menjadi kajian penting dalam buku ini mengigat al Ghazali begitu "getol" memberikan penjelasan mengenai kehidupan sosial politik yang memang pada masa itu sangat mencekam akibat pencaturan dua aliran teologi yakni sunni dan syia'ah ditambah kondisi perpolitikan yang cenderung tidak stabil

Ilmu Akhlak

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Mata kuliah Ilmu Akhlak merupakan mata kuliah yang sangat penting di perguruan tinggi Islam, mengingat akhlak merupakan benteng moralitas bagi para mahasiswa. Untuk itu, diperlukan referensi khusus yang mengkaji ilmu akhlak secara lengkap. Buku ini mengulas konsep ilmu akhlak secara menyeluruh, mulai dari pengertian ilmu akhlak, sejarah perkembangannya, kedudukan akhlak dalam Islam, hingga hubungan ilmu akhlak dengan berbagai disiplin ilmu lainnya. Selain itu, buku ini juga menyajikan kriteria baik dan buruk dalam Islam, serta contoh-contoh akhlak mahmudah dan akhlak madzumumah. Disusun berdasarkan kurikulum dan silabus terbaru Dirijen Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama RI, membuat buku ini sangat tepat dijadikan referensi utama mata kuliah Ilmu Akhlak. Buku ini juga cocok dibaca oleh siapa saja yang ingin memahami akhlak secara mendalam dan menyeluruh.

Epistemologi dalam Filsafat

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Epistemologi sebagai sebuah cabangkajian dalam filsafat, membahas tentang karakteristik, asal usul, dan batasan-batasan pengetahuan manusia (Martinich: 2019). Termin ‘epistemologi’ berasal dari bahasa Yunani, yaitu epistēmē atau "pengetahuan" dan logos yang berarti "nalar" atau “ide”, sehingga epistemologi secara konseptual dapat dipahami sebagai teori ilmu pengetahuan. Epistemologi memiliki sejarah panjang dalam filsafat Barat, berakar dari tradisi Yunani kuno dan berlanjut hingga saat ini. Bersama dengan metafisika, logika, dan etika, epistemologi adalah satu dari empat cabang utama filsafat, dan dikembangkan oleh hampir semua filsuf besar yang dikenal sepanjangsejarah. Epistemologi merupakan bidang kajian yang sangat sentral dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Karena tema pokok dan isu-isu terkait dengannya, sebagaimana diuraikan secara ringkas dalam makalah ini, pada intinya berupaya menjawab bagaimana manusia mengetahui sesuatu? Sebangun dengan pertanyaan itu, bagaimana manusia, melalui pemikirannya membangun ilmu pengetahuan? Isu-isu pokok sepertibatasan sensasi dan persepsi manusia, berbagai konsep ilmu pengetahuan (Mental vs Non-Mental, Occasional vs Dispositional, A Priori vs A Posteriori, Necessary vs Contingent, Tautologi vs Signifikan, Bawaan vs Latihan), perbedaan paradigmatik atas dunia luar dan alam pikiran lain, hingga tiga aliran pemikiranyang berkembang; Rasionalisme, Empirisme dan Skeptisisme, membantu mengkonstruksi gagasan bagaimana epistemologi sebagai sebuah cabang dari filsafat betkontribusi dalam pengembangan iu pengetahuan dalam kehidupan manusia.

Pengantar Filsafat: Cara Cepat Berpikir Filosofis

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pengantar Filsafat adalah salah satu mata kuliah yang wajib diambil oleh seluruh mahasiswa, materi buku ini telah disesuaikan dengan silabi/RPS Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Adapun tujuan mata kuliah ini adalah agar mahasiswa dapat mengenal dan memahami perkem-bangan filsafat secara umum mulai dari filsafat klasik hingga kini, termasuk filsafat Islam. Pendekatan yang kami gunakan dalam menyiapkan buku ini adalah pendekatan historis. Karena sejarah filsafat didominasi oleh sejarah pertarungan antara akal dan hati (filsafat dan iman). Inilah yang men-dorong penulis ketika menggagas tulisan ringan dan mudah dicerna bagi mahasiswa strata satu (S1) untuk mengenalkan pola berpikir filosofis. Salah satu jalan terbaik untuk itu adalah dengan mengulas khazanah pemikiran yang pernah dan terus berkembang dalam sejarah. Buku ini berisikan beberapa pembahasan yang disajakan dalam 9 bab, yaitu: Urgensi Belajar Filsafat; Pengertian, Problem, Objek dan Ciri Berfikir Filsafat; Kedudukan dan Cabang Filsafat; Filsafat Klasik; Filsafat Abad Pertengahan; FIlsafat Modern; Aliran Filsafat Modern; Filsafat Kontemporer; dan Filsafat Islam

Pengantar Filsafat Ilmu Pengetahuan

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini memetakan persoalan-persoalan utama di seputar Filsafat Ilmu Pengetahuan. Hubungan antara filsafat dengan ilmu pengetahuan, akal dan pengalaman, pengetahuan dan kesahihan, metode ilmiah, masalah positivisme sains, perdebatan antara realisme dan anti realisme, pasca positivisme, teori kritis, dan konstruktivisme. Selain itu juga membincang perdebatan hebat berbagai aliran filsafat dalam rentang masa modern hingga posmodern, dari David Hume hingga Thomas Kuhn.

Pengantar Filsafat Hukum

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Filsafat hukum bertumpu pada renungan dan hasrat manusia cerdas sebagai subjek hukum yang hidup di dalam dinamika hukum. Oleh sebab itu, filsafat hukum tidaklah dapat dilepaskan dari manusia yang berperan sebagai subjek hukum maupun subjek filsafat, karena manusia membutuhkan hukum dan hanya manusia yang sesungguhnya lah yang mampu berfilsafat, ini merupakan capaian tertinggi manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang membedakan manusia dengan makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Filsafat hukum relevan dalam upaya pembangunan hukum yang seutuhnya. Hal ini disebabkan tugas filsafat hukum adalah untuk menjelaskan sejelas-jelasnya fondasi nilai hukum tersebut secara filosofis, yang mampu memformulasikan cita-cita kemaslahatan dalam wujud damai dan sejahtera di dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya itu melalui filsafat hukum pula secara radikal akan mengubah hasrat manusia melalui paradigma hukum guna memenuhi tuntutan perkembangan hukum pada suatu masa dan tempat tertentu. Penegakan hukum dan kemaslahatan harus menggunakan jalur pemikiran yang tepat dan koheren dengan cita-cita hukum tersebut. Oleh karenanya, untuk merealisasikan pernormaan maupun konten dari norma tersebut harus ditentukan oleh keyakinan etis, keadilan, dan kemaslahatan, supaya norma yang telah dibakukan tersebut tidak menimbulkan suatu kondisi penyelewengan sistematis yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu. Hukum merupakan sumber kekuasaan berupa kekuatan dan kewibawaan dalam praktik kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Hukum tanpa kekuasaan adalah imajinasi, sedangkan kekuasaan tanpa hukum adalah zalim. Sekalipun zaman berubah, masyarakat berubah hingga mengarah pada perubahan dan perkembangan hukum. Namun, idealnya cita-cita hukum tidak boleh berubah, untuk memastikan konsistensi terhadap pemenuhan dari cita-cita hukum inilah dibutuhkan adanya filsafat hukum.

Akidah Akhlak Madrasah Aliyah Kelas XI

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini merupakan buku teks atau buku pegangan siswa Madrasah Aliyah (MA) khususnya untuk Mata Pelajaran Akidah Akhlak Madrasah Aliyah Kelas XI. Buku ini disusun berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) No. 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab pada Madrasah. Buku ini menyajikan materi tentang ilmu kalam dan aliran-alirannya, perilaku terpuji, perilaku tercela (israf, tabzir, dan bakhil), keteladanan Fatimah Az-Zahra dan Uways Al-Qarni, akhlak dalam pergaulan remaja, meraih husnul khatimah, tasawuf dan tokohnya, keteladanan Abdurrahman bin Auf dan, Abu Dzar Al-Gifari. Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan Tilawātul Qur’an, Peta Konsep, Tokoh, Mutiara Hadis, Kisah Teladan, Khazanah, Kilas Bahasa, Tugas, Kegiatan, Tafakur, Refleksi Diri, dan Proyek, yang dapat memperkaya wawasan siswa.

PENGANTAR BERFILSAFAT

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tuhan Yang Mahaesa, Pemilik dan Sumber Kebenaran dan Kebaikan mutlak, berkehendak dan bersabda bebas tidak karena sebab dan syarat. Bergayut dengan pemahaman tersebut, jika buku ini dapat memandu pembaca menemukan kebenaran dan kebaikan selama mengada dalam kontinum ruang dan waktu fana semata-mata karena kehendak dan bimbingan-Nya. Jika kemudian masih ditemukan kesalahan semata-mata karena keterbatasan kemampuan penulis. Semoga selawat dan salam tersampaikan kepada Muhamad Rasulullah penerima dan pembawa risalah kebenaran dan kebaikan. Dengan harapan kita sebagai pengikutnya menjadi dapat berkehendak dan bertindak bijaksana dalam bingkai kasih dan sayang. Selaras dengan pemahaman tersebut, jika kebetulan kita berjalan-jalan dan singgah di toko buku, berkelas nasional seperti Gramedia, Toga Mas, Uranus, maupun yang berkelas lokal, maksudnya selain toko buku tersebut, dan bahkan mungkin loakan buku akan dengan mudah menjumpai buku dengan judul Pengantar Filsafat, Filsafat Ilmu, maupun lain yang memuat kata filsafat. Bukti itu menunjukkan, bahwa hal yang bergayut dengan ranah filsafat menarik untuk ditulis, baik oleh mereka yang secara akademis memang lulusan sekolah tinggi filsafat, maupun mereka yang karena pekerjaannya meminati bidang filsafat. Jika dicermati perihal yang dipaparkan dalam buku tersebut akan diketahui, bahwa umumnya buku-buku filsafat ada menyajikan tentang sejarah lahirnya filsafat, pengertian filsafat, ragam filsafat, sejarah filsafat, nama-nama filsuf dan pemikirannya. Perihal tersebut umumnya dirampat dengan pendekatan deduktif. Diketahui demikian, karena penyajianmateri pada buku tersebut umumnya diawali dengan pemaparan konsep filsafat, jenis filsafat, sejarah filsafat diikuti contoh-contoh dan nama-nama filsuf yang menggawanginya. Bentuk penyajian perihal filsafat seperti itu tentu berpengaruh pada pembaca. Rampatan dengan pendekatan deduktif yang menampilkan konsep atau pemikiran sudah jadi, sehingga secara tidak langsung memaksa pembaca menerima tanpa melalui diskusi. Akibatnya pembaca buku dengan rampatan tersebut berusaha mengingat masing-masing konsepsi yang disampaikan. Padahal, keberadaan filsafat sesungguhnya telah melekat simultan dengan keberadaan diri ini, karena diri ini adalah homofilosofikum. Karena itu, kebenaran dan kebaikan filsafat bukan yang sedang didefinisikan, melainkan yang dirasakan, dipikirkan, dipahami, dimaknai, dan diaktualisasikan. Dipahami demikian, karena filsafat bukan kebenaran dan kebaikan yang ada di luar diri ini, melainkan yang simultan menga- da dengan diri ini sebagai pengetahuan, pengalaman diriku, ide-ide yang menggejala dalam peta kehendak dan harapan selama mengada dalam kontinum ruang dan waktu fana. Dipahami seperti itu, karena filsafat berumah pada tanda dan bahasa yang telah terkuasai dan teraktualitaskan, serta telah menjadi denyut kehidupan (prinsipe) yang mengada pada dimensi pa sif-reseptif maupun aktif-produktif. Tidak ada bahasa sesunggunya filsafat juga menjadi tidak mengada. Karena diri ini selama mengada dalam kon tinum ruang dan waktu fana tidak bisa menghindari dan menghindarkan dari kedudukan dan fungsi tanda dan bahasa, maka berarti juga tidak bisa menghindari dan menghindarkan dari kedudukan dan fungsi filsafat. Dengan begitu tidak berlebihan jika dinyatakan, bahwa mempelajari, memahami, dan memaknai filsafat sama dengan mempelajari, memahami, dan memaknai hidup dan kehidupan, karena selama mengada dalam kontinum ruang dan waktu fana diri ini terkurung oleh tanda dan bahasa. Setelah mempertimbangkan fakta seperti itu, buku filsafat yang di hadapan Anda kali ini sengaja dirampat dengan pendekatan induktif. Pilihan demikian didasarkan pada pertimbangan bahwa setiap diri ini sesungguhn ya berpotensi sebagai filsuf kalau tidak mau disebut filsuf. Pada keberadaan demikian berarti diri ini sedang terimanen atau terkurung oleh kebenaran dan kebaikan yang telah mengada sebelum diri ini mengada, tetapi seka ligus juga sedang mentransenden atau membebaskan dari keterkurun gan dengan berusaha mengonstruk kebenaran dan kebaikan baru setelah mempertimbangkan pengetahuan dan pengalaman diriku jika digayutkan dengan usaha menerjemahkan tugas pokok sebagai abdi dan khalifah filardi. Resiprokal seperti itu senantiasa menggejala dalam kesadaran sebagai konsekuensi dari dinamissasi keabadian perubahan kedudukan, fungsi, dan peran subjek selama mengada dalam kontinum ruang dan waktu fana. Dinamisasi seperti itu adalah siklus kontinum, sebagai keniscayaan, sehingga masing-masing subjek selama mengada dalam kontinum ruang dan waktu fana menjadi tertuntut untuk terus belajar. Untuk mewujudkan gagasan tersebut, ada lima hal yang sengaja dirampat dengan pendekatan induktif pada Buku I ini. Lima hal yang dimaksud, yakni tentang benar dan kebenaran, baik dan kebaikan disajikan pada Bab I, tentang tanda dan bahasa, rumah kebenaran dan kebaikan disajikan pada Bab II, tentang manusia subjek sekunder disaji pada Bab III, tentang manusia subjek pencari disajikan pada Bab IV, dan tentang manusia subjek perekayasa disajikan pada Bab V. Dengan penyajian seperti itu, ketika pembaca berada pada Bab I akan menjumpai pertanyaan-pertanyaan pemandu menemukan dan mendiskusikan konsepsi tentang sifat benar dan kodrat kebenaran, sifat baik dan kodrat kebaikan. Ketika berada pada Bab II akan menjumpai pertanyaan-pertanyaan pemandu menemukan kedudukan, fungsi, dan peran tanda dan bahasa sebagai produk, rumah, sekaligus juga wahana, sarana, alat reproduksi kebenaran dan kebaikan bagi setiap subjek selama mengada dalam kontinum ruang dan waktu fana. Ketika berada pada Bab III akan menjumpai pertanyaan pemandu menemukan kedudukan, fungsi, dan peran diri ini sebagai subjek sekunder. Ketika berada pada Bab IV akan menjumpai pertanyaan pemandu menemukan kedudukan, fungsi, dan peran diri sebagai subjek pencari. Terakhir, ketika berada pada Bab V akan menjumpai pertanyaan pemandu menemukan kedudukan, fungsi, dan peran diri sebagai subjek perekayasa. Ketika pembaca menjumpai pertanyaan-pertanyaan pada masing-masing bab diharapkan secara jasmaniah dan rohaniah berusaha melacak dan mendiskusikan tentang esensi dan substansi, serta fungsi perihal yang dipertanyakan. Dengan begitu pembaca akan memberdayakan potensi intelektualitasnya secara timbal balik (resiprokal) atas pengetahuan dan pengalamannya, sehingga ketika harus memilih atau menerima kebenaranVIII dan kebaikan tidak karena terpaksa, melainkan kesadaran sendiri setelah mempertimbangakan bukti, ide, logika, dan harapan. Semoga kita tergolong pribadi yang dapat menerjemahkan tugas pokok sebagai abdi dan khalifah fil ardi dalam dimensi keniscayaan keber- agaman dan keabadian perubahan.

Pengantar Memahami Buku Daras Filsafat Islam

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Belajar tak ubahnya seperti makan dan ilmu adalah makanannya. Tentu tidak semua makanan dapat ditampung oleh perut kita, sebagaimana tidak semua ilmu dapat secara mudah masuk ke dalam pemahaman kita. Lantaran hal ini, dalam pendidikan ilmu pengetahuan, kita dianjurkan untuk senantiasa memilih dari hal yang sederhana hingga tingkatan yang rumit. Di dalam proses belajar tersebut, kita tak akan menyangsikan bahwa buku dan pembahasan─meskipun berat dan tinggi muatannya─jika tidak dipilih dalam pemahaman dan kapasitas pemikiran pengetahuan sang pelajar, maka akan seperti mengunyah makanan yang kasar dan berat, dimana bagi seorang anak kecil akan dimuntahkan. Di antara pengetahuan yang ada, filsafat termasuk sebuah disiplin pengetahuan yang memiliki sisi kerumitan yagn cukup tinggi. Lantaran itu, dibutuhkan suatu tulisan pengantar guna memasuki gerbang ilmu filsafat. Nah, buku ini tidak lain adalah usaha untuk memenuhi tujuan ini. Penulis buku ini sengaja mendesain buku ini agar pembaca mampu memasuki dunia filsafat Islam yang sebenarnya dengan persiapan yang cukup. Buku ini dengan bahasa dan pembahasan yang dirancang sesederhana mungkin, layak dibaca bagi siapapun. Terutama bagi mereka yang ingin berpikir logis-rasional dan cinta pada pengetahuan. Selamat membaca!

Pengantar Filsafat Keilahian (Teologi)

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Buku ini berisi tentang pembuktian akan adanya Tuhan (Bab 1) yang memperkenalkan pemikiran para filsuf yang juga teolog dalam berargumentasi tentang keberadaan Tuhan. Bab ini mengajak mahasiswa untuk mulai membuka pikirannya tentang bagaimana menjelaskan keberadaan Tuhan secara argumentatif. Jika biasanya mahasiswa sebagaimana banyak orang lainnya menganggap keberadaan Tuhan itu sudah dengan sendirinya (taken for granted), maka lewat pelajaran ini mereka diajak memikirkan bagaimana mengolah sesuatu yang selama ini sudah dianggap ada begitu saja. Prinsip-prinsip yang diperkenalkan dalam bab ini seperti ontologis, kosmologis, dan teleologis merupakan prinsip-prinsip yang dapat dikatakan klasik. Mahasiswa Teologi tahun pertama diharapkan tidak kaget jika diajak berargumentasi tentang Tuhan mulai dengan prinsip-prinsip yang klasik tersebut karena diasumsikan mereka sudah lebih terbiasa. Di Bab 2 topik yang dibahas adalah Metafisika. Kembali ini merupakan topik yang klasik. Dalam pemahaman tentang Tuhan, orang terbiasa berpikir bahwa Tuhan itu sosok yang berada di luar yang fisik, maka kata metafisika seolah-olah sesuatu yang biasa saja ketika dihubungkan dengan Tuhan. Namun dalam Filsafat, metafisika mempunyai pengertian yang tidak persis seperti itu. Bab ini memaparkan metafisika sebagai pemikiran tentang yang ada. Jika Tuhan itu ada maka bagaimana ada itu dimengerti. Apakah ada itu sama dengan sesuatu yang dilihat atau diindra atau lebih daripada itu. Bab 3 membahas topik yang hangat yaitu Ateisme. Seperti yang tadi disebutkan, memikirkan Tuhan tidak bisa dilepaskan dari yang sebaliknya yaitu ketika Tuhan itu ditolak keberadaannya. Bab ini memperlihatkan bagaimana ateisme yang serius itu penting untuk diperhatikan. Tujuannya bukan pertama-tama untuk mematahkan argumentasi ateisme melainkan mendalami seluk beluk pemikirannya. Bab ini juga memperlihatkan beberapa konsep yang mirip-mirip dengan ateisme seperti non-teisme religius dan agnostik. Bab 4 bersambung dengan pembicaraan Bab sebelumnya dimana sanggahan tentang keberadaan Tuhan sering kali muncul dari kalangan saintis. Maka Bab ini membicarakan relasi Sains dan Agama. Kecenderungan mengotak-kotakkan kedua bidang tersebut diperlihatkan bukan satu-satunya paradigma yang ada. Bahkan Bab ini memperlihatkan bagaimana sains dapat ditempatkan sebagai sahabat agama. Sebagaimana bab-bab sebelumnya, Bab ini menyodorkan beberapa perspektif mengenai hubungan sains dan agama. Situasi pandemi COVID-19 ketika buku ini ditulis sangat mewarnai diskusi dalam bab ini. Bab 5 dengan gamblang menunjukkan bagaimana apologetika itu seharusnya dijalankan. Judul Bab ini: Epistemologi Kristen mengikuti pemikiran para filsuf Kristen yang mencoba menjelaskan ajaran dan imannya kepada mereka yang bukan Kristen. Dalam konteks Barat, yang bukan Kristen itu adalah kaum ateis dan penganut agama lain. Dalam konteks Indonesia, ateisme tidak terlalu menonjol tapi cara berpikirnya bukan tidak ada dan itulah yang diasumsikan oleh penulis. Tentu saja para penganut agama bukan Kristen juga berada dalam pikiran penulis ketika memberikan bagaimanaapologetika Kristen itu mesti dikonstruksi. Tujuan dari Bab ini adalah memperlihatkan apologetika yang dikemas secara filsafati. Itu berbeda dari apologetika yang banyak dimengerti di Indonesia yaitu menyiapkan jawaban-jawaban bila ditantang orang yang tidak bisa menerima ajaran-ajaran Kristen seperti Trinitas, kebangkitan Kristus dan lainnya. Apologetika yang baik bukanlah menghafalkan jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang nanti akan diajukan orang, melainkan kemampuan untuk menjelaskan mengapa saya mempercayai Tuhan seperti yang saya percayai. Jadi apologetika harusnya berguna bagi diri sendiri yaitu memperjelas pada diri sendiri apa yang diyakini. Jika diri sendiri sudah jelas maka akan mudah menjelaskannya kepada orang lain. Bab 6 berisi Model-model Filsafat Teologi yang pada dasarnya merupakan tipologi model-model berteologi. Pembaca akan melihat bahwa Teologi itu ilmu yang plural sekali. Ada banyak model di dalamnya. Tentu saja tidak semua model bisa ditampung dalam Bab ini, apalagi melihat perkembangan sekarang yang masih bertambah variasinya setelah adanya pengaruh pemikiran pos modern, pos kolonial dan mungkin pos-pos lainnya. Para mahasiswa peserta kuliah ini masih merupakan pemula, maka tujuan Bab ini adalah membantu mereka untuk memahami berbagai corak teologi yang mereka akan temui nantinya. Jika mereka langsung terjun ke dunia “persilatan” teologi maka kemungkinan mereka akan kebingungan sendiri. Jadi jika kepada mereka diperkenalkan garis besar kelompok-kelompok teologi, diharapkan itu akan bisa dijadikan kerangka untuk mengikuti argumentasi dari masing-masing kelompok. Bab 7 yang merupakan bab terakhir dari buku ini berisi penjelasan tentang Fundamentalisme. Mengapa topik ini diangkat di sini? Karena fundamentalisme merupakan corak berpikir yang lebih populer di kalangan orang Kristen dan bila itu yang ada maka seluruh usaha yang dibuat dalam kuliah ini akan sia-sia. Kuliah atau buku ini berlawanan dengan fundamentalisme karena ingin mengajak mahasiswa berpikir. Sedangkan fundamentalisme justru anti pemikiran. Yang terjadi dalam fundamentalisme adalah indoktrinasi dan kekerasan. Para pengikutnya dihasut untuk menyetujui sebuah gagasan yang sudah jadi dan terhadap yang berbeda, kaum fundamentalis tidak akan segan-segan melakukan intimidasi bahkan kekerasan fisik. Fundamentalisme jelas akan membuat suasana kehidupan bersama menjadi rusak. Kita tidak ingin itu terjadi maka perlu ada kehati-hatian terhadapnya.

BUKU AJAR ILMU AKHLAK TASAWUF

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

buku ini dapat membantu mahasiswa dalam menempuh mata kuliah Ilmu Akhlak Tasawuf