2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstract This study is motivated by the increasingly strong influence of English-language popular culture in the daily lives of Generation Z university students and aims to examine the influence of popular culture on the English language learning strategies of Generation Z students. A quantitative correlational research design was employed in this study. Data were collected through a structured questionnaire administered to 67 Generation Z students from the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training as well as several other universities in Lampung. The research instruments measured impact of popular culture exposure and English language learning strategies. Data analysis was conducted using descriptive statistics, Pearson product–moment correlation, and analysis of variance (ANOVA) with the assistance of IBM SPSS Statistics 24. The results reveal a very strong and statistically significant positive relationship between popular culture exposure and English language learning strategies (r = 0.983, p 0.01). In addition, the ANOVA results indicate significant differences in the use of English language learning strategies based on varying levels of popular culture exposure. These findings underscore the importance of popular culture as a meaningful factor in shaping English language learning strategies among Generation Z students and suggest its strategic integration into English language education to enhance learning effectiveness.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Abstract This study is motivated by the increasingly strong influence of English-language popular culture in the daily lives of Generation Z university students and aims to examine the influence of popular culture on the English language learning strategies of Generation Z students. A quantitative correlational research design was employed in this study. Data were collected through a structured questionnaire administered to 67 Generation Z students from the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training as well as several other universities in Lampung. The research instruments measured impact of popular culture exposure and English language learning strategies. Data analysis was conducted using descriptive statistics, Pearson product–moment correlation, and analysis of variance (ANOVA) with the assistance of IBM SPSS Statistics 24. The results reveal a very strong and statistically significant positive relationship between popular culture exposure and English language learning strategies (r = 0.983, p 0.01). In addition, the ANOVA results indicate significant differences in the use of English language learning strategies based on varying levels of popular culture exposure. These findings underscore the importance of popular culture as a meaningful factor in shaping English language learning strategies among Generation Z students and suggest its strategic integration into English language education to enhance learning effectiveness.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses internalisasi nilai-nilai akhlak pada remaja melalui tradisi Diba' Al-Barzanji di Komunitas As-Sa'adah An-Nahdliyah di Kampung Nambah Dadi. Latar belakang penelitian ini berawal dari melemahnya akhlak remaja akibat pengaruh modernisasi dan media sosial. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, penelitian ini memaparkan bagaimana tradisi Diba' Al-Barzanji berfungsi sebagai pendidikan nonformal yang menanamkan nilai-nilai akhlak melalui tahapan transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai. Internalisasi terjadi melalui pemberian nasihat, keteladanan (uswatun hasanah), pembiasaan ibadah, serta pengalaman emosional-spiritual dalam pelantunan shalawat dan kisah-kisah Nabi Muhammad SAW. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan perilaku remaja, seperti peningkatan kesopanan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap ajaran Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa tradisi keagamaan lokal memainkan peran penting dalam membentuk akhlak remaja di era modern.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
This study aims to analyze the process of developing religius character among students through GASMI martial arts training at Ar Rohman Mosque, Metro Utara District, and to identify the supporting and inhibiting factors influencing its implementation. The research was motivated by preliminary findings indicating that several students demonstrated low levels of religious understanding, ethical behavior, and discipline prior to joining GASMI training. Employing a qualitative approach with a descriptive field research design, data were collected through observations, in-depth interviews, and documentation involving fifteen students selected using purposive sampling based on their limited religious background before participating in training activities. The findings reveal that the development of religious character is fostered through the integration of religious practices into the training process, including habitual prayers before training, participation in congregational prayer, weekly recitations, fasting prior to level advancement examinations, and the implementation of educational sanctions such as calling the or reciting for students who violate training regulations. Thematic analysis highlights the strengthening of several dimensions of religious character, including discipline, responsibility, independence, honesty, cooperation, humility, courage, and patience. These results demonstrate that GASMI martial arts function not only as a physical training activity but also as an effective medium for the internalization of Islamic values. This study concludes that a religious-oriented martial arts training model significantly contributes to shaping students’ religious character and recommends further research to explore its applicability and effectiveness in broader educational and community contexts.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
The low level of students’ interest and engagement in learning Islamic Cultural History (Sejarah Kebudayaan Islam or SKI) remains a persistent issue, primarily due to the use of less varied teaching methods, despite the availability of technological facilities in madrasahs. This condition highlights the need for innovative learning media that align with the characteristics of learners in the digital era. This study aims to examine the use of Artificial Intelligence based chatbots as interactive learning media to enhance students’ understanding of SKI and to explore students’ learning experiences and perceptions of their use. The research employed a qualitative approach using a case study method conducted at MTs Manbaul Ulum Seputih Surabaya. Research participants were selected through purposive sampling and included SKI teachers, AI and Coding teachers, and the head of a ninth grade class. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that AI based chatbots function as supportive learning media that enhance interactivity, help students understand learning materials more concisely, and encourage active participation in the learning process. However, their use is not optimal without proper guidance and teacher facilitation. These findings emphasize the importance of pedagogically integrating AI based chatbots into SKI learning to improve students’ understanding while maintaining the internalization of Islamic values.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Ilmu Sosial Dasar Teori dan Konsep Ilmu Sosial (Klasik, Modern, dan Postmodern) merupakan suatu penyediaan alat analisis dan pemandu untuk mengkaji fenomena sosial, sehingga mampu memprediksi dan mendeskripsikan gejala sosial dalam kerangka hukum hubungan antargejala sampai tahap kausalitas. Ilmu sosial dasar dan konsep ilmu sosial saling melengkapi, di mana ISD fokus sebagai konsep dasar ilmu sosial (dalam konteks) yang digunakan untuk menyelesaikan atau menjawab problem sosial secara objektif. Hal ini penting karena sistem nilai dan norma dalam masyarakat selalu mengalami reduksi menjadi anomali yang mengganggu keteraturan sosial (social order), maka ISD sebagai konsep dasar ilmu sosial dalam konteks menjadi instrumen untuk menyelesaikan problem sosial. Sedangkan, ilmu sosial merupakan perangkat deduktif, mulai dari pemikiran paradigma ilmu sosial klasik, modern, sampai postmodern, yang memadai untuk menafsir realitas sosial mulai dari karakteristik tradisional feodalistik sampai karakteristik masyarakat teknologi digital yang penuh manipulasi dengan simulasi sosial. Materi ISD dan teori sosial menjadi relevan untuk pembekalan akademik Strata 1 (ISD) dan sekolah pascasarjana (ilmu sosial klasik, modern, dan postmodern) sebagai "two in ones.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini relatif komplit untuk mengenal tasawuf sebagai sebuah studi sekaligus praktik-praktik yang dilakukan. Dimulai dari pembahasan mengenal tasawuf dalam landasan teologis sampai kepada empiris kemudian dilanjutkan pada sejarah tasawuf dan di bab berikutnya dijelaskan tentang thariqat yang menjadi sistem pelembagaan tasawuf. Buku ini pun memberikan informasi komprehensif tentang implementasi tasawuf melalui dzikir dan manakib serta perbedaan di antara banyak jenis metode yang dilakukan oleh praktisi tasawuf. Buku ini sangat berguna bagi masyarakat umum khususnya para pengamal tasawuf, apapun alirannya. Pun, tulisan ini pun bisa menjadi landasan teoritis bagi para pembelajar tasawuf secara khusus atau umumnya bagi mahasiswa yang belajar tentang Islam dan turunannya. “Abah menyambut gembira dengan rampungnya buku berjudul “Tasawuf dalam Dimensi Zaman” yang membahas mengenai beberapa point penting mengenai dunia tasawuf berikut thariqah dan sebagian sejarah-nya yang disusun oleh Ustadz Muda dari Singaparna, Yandi Irshad Badruzzaman. Bahasan tema pada perbabnya merupakan hal-hal yang penting untuk diketahui oleh Ikhwan thariqah khususnya ataupun kaum muslimin pada umumnya.” Syaikh KH. Moch Abdul Ghaos SM. (Mursyid TQN Suryalaya Sirnarasa Silsilah ke – 38) “Mengenal Tasawuf ibarat tersesat di hutan belantara yang membutuhkan kompas untuk keluar dari ketidak pahaman. Butuh mursyid untuk menunjukan jalan tujuan juga butuh ketekunan “salik” dalam menjalani thariqah yang sedang dijalaninya. Buku ini adalah salah satu panduan agar tasawuf tidak terjebak dalam sistem kebatinan yang sesat.” Prof. Dr. H. Muchtar Solihin, M.Ag. (Guru Besar Ilmu Tasawuf, UIN SGD Bandung)
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Masyarakat abad global kebanyakan telah kehilangan visi keilahian, krisis spiritual, intelektual, sosial dan dekadensi moral, akibat pola hidup yang cenderung rasional, hedonis, pragmatis, materialis, sekuler dan individualis yang menjauhi nilai-nilai agama bahkan meninggalkan agama untuk mendewakan dunia, ilmu pengetahuan dan teknologi. Mereka beranggapan bahwa dengan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat memenuhi segala kebutuhannya, dan dunia sebagai tempat untuk melampiaskan segala hasrat dan segala keinginan tak terkontrol. Sehingga lama-kelamaan mereka mengalami kekeringan spiritual, jiwa mereka gersang, rohani mereka layu dan hati mereka mati. Akibatnya, berdampak pada cara pikir (paradigma), moral, sosial mereka yang cenderung menurun. Untuk itu, diperlukan solusi yang konkret untuk mengatasi permasalahan rohaniah tersebut. Di antara solusi yang mengarah kepada aspek rohani dalam ajaran Islam yang paling mendekati adalah tasawuf, melalui siraman ajaran tasawuf ini diharapkan masyarakat abad global ‘kembali’ kepada pengkuan ilahi dengan tetap eksis mengarungi kehidupan dunia. Sehingga akan mengantarkan mereka kepada kebahagiaan dunia dan akhirat secara seimbang (tawazun). Inilah yang dinamakan dengan “Tasawuf Kontemporer”, yang mengedepankan nilai-nilai keselarasan, sinergitas, integrasi dan keseimbangan antara rohani-jasadi, individu-sosial, dunia-akhirat, syari’at-hakikat, fiqih-tasawuf, vertikal-horizontal dan dzhahir–batin yang dapat mengantarkan manusia hidup secara seimbang, toleran, aktif, solutif, reaktif, optimistis, agamis, humanis dan berbudi luhur.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini mengungkap berbagai macam aliran sufistik dalam dunia tasawuf yang memiliki corak tersendiri dan sudut pandang yang berbeda dengan tujuan yang sama, yakni untuk mendekatkan diri, mengenal dan mengetahui hakikat Allah swt, dan usaha menjadi seorang hamba yang benar-benar hamba. Benar-benar hamba maksudnya adalah hamba yang memahami eksistensi dan esensi dirinya sebagai seorang ciptaan Tuhan. Adanya aliran-aliran dalam dunia tasawuf ini menjadi bukti bahwa tasawuf tidak hanya dipahami dan dikaji dalam satu sisi, melainkan banyak sisi. Sehingga melahirkan berbagai ragam perbedaan tipologi. Adanya yang menitik beratkan pada aspek ruhaniah, akhlak, akal, rasa (dzauq), amaliah, cinta, sosial, modern (tawazaun; keseimbangan), kebangsaan dan lain sebagainya. Yang pada intinya adalah sama-sama ingin menjadi seorang hamba yang benar, yang dekat dengan Tuhan dan menjadi hamba yang baik, yang bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Tipologi-tipologi seperti inilah yang membuat tasawuf kaya, yakni kaya akan model (desain) yang akhirnya membuat tasawuf ini ilmu yang unik. Sehingga, layak untuk terus dikaji, didalami dan diamalkan.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
PARADIGMA baru sistem pendidikan tinggi Indonesia mengubah latar belakang filosofis serta metodologi proses pembelajaran. Mulai tahun akademik 2002/2003 diberlakukan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) bagi seluruh program studi di Perguruan Tinggi Indonesia. KBK menekankan kejelasan hasil didik pendidikan tinggi sebagai seseorang yang menguasai: (1) Ilmu Pengetahuan dan Keterampilan tertentu, (2). Penerapan Ilmu Pengetahuan dan keterampilan dalam bentuk kekaryaan, (3) Sikap berkarya, (4) Hakikat dan kemampuan dalam berkehidupan bermasyarakat dengan pilihan kekaryaan, dan (5) Nilai-nilai dasar agama, budaya serta kesadaran berbangsa, bernegara, untuk menjadi pedoman bagi penyelenggaraan program studi dalam mengantarkan mahasiswa mengembangkan kepribadiannya. Mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) adalah salah satu mata kuliah dari kelompok Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB), berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 47/DIKTI/Kep/ 2006, Tentang Rambu-Rambu Pelaksana-an Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) di Perguruan Tinggi. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) merupakan suatu kajian tentang masalah sosial budaya yang diharapkan agar mahasiswa memiliki rasa kemanusiaan, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan secara universal. Visi ISBD: Berkembangnya mahasiswa sebagai kaum terpelajar yang kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesederajatan dan kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai etika dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. Misi ISBD: Memberikan landasan dan wawasan yang luas, serta menumbuhkan sikap kritis, peka, dan arif pada maha siswa untuk memahami keragaman, kesederajatan dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat, selaku individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggungjawab terhadap sumberdaya manusia dan lingkungannya.Tujuan ISBD: (a) agar mahasiswa mempunyai minat kebiasaan untuk menyelidiki segala sesuatu yang terjadi dalam lingkungan hidup masyarakat, (b) agar mahasiswa mempunyai kesadaran atas nilai-nilai yang dianut dan kesadaran tentang bagaimana hubungan antara nilai-nilai tersebut dalam masyarakat, (c) keberanian untuk menerima dan mempertahankan nilai-nilai yang baik dan berani menolak nilai-nilai yang negatif baik dari lingkungan, kebudayaan, diri sendiri maupun kebudayaan asing. Atas sasar itu, ISBD diperuntukkan bagi para mahasiswa pada berbagai jurusan dan program studi khususnya program studi Eksakta, juga setiap orang yang ingin belajar tentang Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. ISBD merupakan integrasi antara Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Budaya Dasar (IBD) yang memberikan dasar-dasar pengetahuan sosial dan konsep-konsep budaya kepada mahasiswa sehingga mampu mengkaji masalah sosial, kemanusiaan, dan budaya. Penyajiannya dimulaia dari pengantar ISBD, selanjutnya berturut-turut manusia sebagai makhluk budaya; manusia dan peradaban, manusia sebagai makhluk individu dan sosial, manusia, keragaman, dan kesejahteraan, Moralitas dan hukum, manusia, sains, dan teknologi, dan diakhiri dengan manusia dan lingkungan. Buku ini sangat berguna dan dapat membantu para pembaca dalam mendalami pengetahuannya tentang ISBD karena dalam buku ini menyajikan/membahas secara realistis mengkaji masalah sosial, kema-nusiaan, dan budaya sebagai modal dasar pembangunan bangsa dan negara. Buku ini disajikan sangat sederhana dan mudah untuk difahami. Namun demikian penulis masih menyadari bahwa buku ini masih terdapat beberapa kekurangan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk penyempurnaan pada edisi berikutnya. Demikian penulis sampaikan sebagai pengantar dari buku ini, semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca. Penulis berharap, kehadiran buku Edisi ke IV ini dapat memberikan inspirasi dan urun rembuk, pada pemecahan, mencerdaskan, dan menjadi solusi terhadap berbagai permasalahan dalam pembelajaran Mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Bandung, 15 Pebruari 2021 Penulis Revisi IV,
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan sains anak usia 5-6 tahun di TK Ma'arif 28 Gunung Adi, sebagaimana terlihat pada hasil prasurvey yang menunjukkan sebagian besar anak berada pada kategori Belum Berkembang dan Mulai Berkembang. Pembelajaran sains yang bersifat pasif dan kurang memberikan pengalaman langsung menyebabkan anak belum optimal dalam mengamati, mengklasifikasikan, memprediksi, dan memahami hubungan sebab-akibat. Oleh karena itu, penelitian ini memfokuskan pada penerapan metode eksperimen sebagai strategi pembelajaran yang menstimulasi keterampilan berpikir ilmiah, kreativitas, dan keterlibatan aktif anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi metode eksperimen dalam meningkatkan kemampuan sains anak usia 5-6 tahun di TK Ma'arif 28 Gunung Adi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan strategi penelitian lapangan. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi, penyajian (display), dan penarikan kesimpulan secara induktif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode eksperimen efektif meningkatkan kemampuan sains anak usia 5-6 tahun. Anak menjadi lebih aktif dalam kegiatan eksploratif, mampu memecahkan masalah sederhana, kreatif, memahami hubungan sebab-akibat, serta terampil mengklasifikasikan dan mengurutkan benda. Keberhasilan ini didukung oleh perancangan kegiatan yang sistematis, variasi media, dan pendekatan interaktif, sehingga anak lebih termotivasi dan belajar melalui pengalaman langsung. Dengan demikian, metode eksperimen dapat dijadikan strategi pembelajaran sains yang menyenangkan sekaligus membangun dasar kompetensi ilmiah anak usia dini secara berkelanjutan.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Sumber daya manusia adalah aset yang sangat berharga bagi setiap perusahaan dan memberikan kontribusi besar kepada suatu perusahaan, karena karyawan bekerja dan bertindak untuk mencapai tujuan Perusahaan. Tujuan perusahaan dapat dicapai melalui tingginya komitmen Perusahaan yang dipengaruhi oleh karakteristik individu dan kepuasan kerja. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah IDEA INDONESIA Akademi Metro sebagian tenaga kerja yang direkrut masih memerlukan pembinaan tambahan agar memenuhi standar kompetensi yang diharapkan. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini mengangkat judul “Strategi Perekrutan Karyawan IDEA INDONESIA Akademi Metro Perspektif Veithzal Rivai”. Fokus kajiannya adalah bagaimana strategi perekrutan diterapkan di lembaga tersebut serta sejauh mana penerapannya sejalan dengan teori Veithzal Rivai mengenai manajemen rekrutmen yang modern dan terarah. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi perekrutan yang dijalankan oleh IDEA INDONESIA dan menilai kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip manajemen sumber daya manusia menurut Rivai. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara induktif melalui empat aspek utama, yaitu Human Resource Planning, Organizational Responsibilities, Strategic Recruiting, dan Recruiting Methods. Temuan menunjukkan bahwa proses rekrutmen di IDEA INDONESIA telah menerapkan analisis jabatan, perencanaan tenaga kerja yang sistematis, serta penguatan citra lembaga melalui strategi employer branding berbasis digital dan jaringan alumni. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa strategi perekrutan di IDEA INDONESIA telah berjalan cukup efektif dan mencerminkan teori Rivai dalam hal efisiensi serta ketepatan sumber rekrutmen. Meskipun demikian, beberapa aspek masih perlu ditingkatkan, seperti penyusunan proyeksi kebutuhan tenaga kerja jangka panjang, pelatihan bagi perekrut, dan penerapan kebijakan keberagaman. Peningkatan pada area tersebut diharapkan dapat memperkuat strategi rekrutmen agar lebih berorientasi pada keberlanjutan dan kualitas sumber daya manusia lembaga.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Sumber daya manusia adalah aset yang sangat berharga bagi setiap perusahaan dan memberikan kontribusi besar kepada suatu perusahaan, karena karyawan bekerja dan bertindak untuk mencapai tujuan Perusahaan. Tujuan perusahaan dapat dicapai melalui tingginya komitmen Perusahaan yang dipengaruhi oleh karakteristik individu dan kepuasan kerja. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah IDEA INDONESIA Akademi Metro sebagian tenaga kerja yang direkrut masih memerlukan pembinaan tambahan agar memenuhi standar kompetensi yang diharapkan. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini mengangkat judul “Strategi Perekrutan Karyawan IDEA INDONESIA Akademi Metro Perspektif Veithzal Rivai”. Fokus kajiannya adalah bagaimana strategi perekrutan diterapkan di lembaga tersebut serta sejauh mana penerapannya sejalan dengan teori Veithzal Rivai mengenai manajemen rekrutmen yang modern dan terarah. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi perekrutan yang dijalankan oleh IDEA INDONESIA dan menilai kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip manajemen sumber daya manusia menurut Rivai. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara induktif melalui empat aspek utama, yaitu Human Resource Planning, Organizational Responsibilities, Strategic Recruiting, dan Recruiting Methods. Temuan menunjukkan bahwa proses rekrutmen di IDEA INDONESIA telah menerapkan analisis jabatan, perencanaan tenaga kerja yang sistematis, serta penguatan citra lembaga melalui strategi employer branding berbasis digital dan jaringan alumni. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa strategi perekrutan di IDEA INDONESIA telah berjalan cukup efektif dan mencerminkan teori Rivai dalam hal efisiensi serta ketepatan sumber rekrutmen. Meskipun demikian, beberapa aspek masih perlu ditingkatkan, seperti penyusunan proyeksi kebutuhan tenaga kerja jangka panjang, pelatihan bagi perekrut, dan penerapan kebijakan keberagaman. Peningkatan pada area tersebut diharapkan dapat memperkuat strategi rekrutmen agar lebih berorientasi pada keberlanjutan dan kualitas sumber daya manusia lembaga.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Oleh karena itu, pemahaman tentang dampak sosial, tantangan etis, serta peluang karir dalam bidang teknologi sangat penting untuk dimiliki oleh generasi muda, khususnya mahasiswa di bidang teknik dan informatika. Buku ini disusun secara sistematis, mulai dari pengenalan konsep dasar komputer, sejarah perkembangannya, hingga isu-isu kontemporer seperti kejahatan siber, keamanan digital, serta tantangan dunia kerja digital.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini panduan komprehensif mengenai perkembangan teknologi komunikasi dari masa lalu hingga masa depan. melalui penjelasan terperinci, kami akan memandu anda dalam menjelajahi fondasi, konsep dan aplikasi.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Mengapa Bahasa Indonesia perlu dikuliahkan kepada mahasiswa? Atau secara lebih spesifik dan operasional, pertanyaan itu menjadi: Mengapa perlu ada mata kuliah Bahasa Indonesia pada jenjang pendidikan tinggi? Jawaban pertanyaan itu bersangkut paut dengan isi dalam buku ini karena salah satu wujud strategi pelaksanaan pembinaan dan pengembangan Bahasa Indonesia adalah melalui pengajarannya di lembaga-lembaga pendidikan. Pembinaan perlu dilakukan karena para penutur bahasa pada umumnya lebih mengutamakan keberhasilan dalam berkomunikasi daripada mementingkan kegramatikalan dan penggunaan kata baku. Secara khusus masih ditemukan kesalahan berbahasa dalam karya tulis ilmiah yang disusun oleh peserta didik. Kurangnya wawasan kebahasaan para pemakai Bahasa Indonesia, diduga menjadi penyebab kesalahan tersebut. Buku "Konsep dan Aplikasi Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi" ini dimaksudkan untuk mengatasi masalah tersebut. Di samping itu, buku ini juga dimaksudkan untuk membantu pemakai bahasa dalam menulis karya tulis ilmiah. Buku ini dilengkapi dengan bagian pengantar pada setiap awal bagian dan rangkuman di tiap akhir bagian. Pada akhir setiap bagian disertakan soal-soal latihan untuk menguji pemahaman mahasiswa terhadap bagian-bagian yang ada.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Munculnya pendidikan kewarganegaraan di latar belakangi oleh semangat para pahlawan dan perjuangan bangsa yang merupakan kekuatan mental spiritual telah melahirkan kekuatan yang luar biasa dalam masa perjuangan fisik. Sedangkan dalam menghadapi globalisasi untuk mengisi kemerdekaan kita memerlukan perjuangan non fisik sesuai dengan bidang profesi masing-masing yang dilandasi oleh nilai-nilai perjuangan bangsa sehingga kita tetap memiliki wawasan dan kesadaran bernegara, sikap dan prilaku yang cinta tanah air dan mengutamakan persatuan serta kesatuan bangsa Indonesia dan keutuhan NKRI. Pendidikan Kewarganegaraan mengalami berbagai macam perubahan di dalam perkembangannya. Di mana perubahan yang dilakukan tersebut bertujuan untuk memperbaiki isi dari Pendidikan Kewarganegaraan itu sendiri. Pada mulanya istilah Pendidikan Kewiraan merupakan istilah yang digunakan sebelum memakai istilah pendidikan kewaraganegaraan. Pendidikan kewarganegaraan atau PKN secara umum merupakan bentuk pendidikan yang mengingatkan akan pentingnya nilai-nilai hak dan kewajiban warga negara supaya mereka menjadi warga negara yang berpikir tajam dalam hidup bermasyarakat dan bernegara.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini mencoba mengkaji fenomena komunikasi secara ilmiah dan menghubungkannya dengan komunikasi sebagai praktik. Dengan demikian, materinya dapat dipakai untuk melandasi kajian komunikasi yang dilakukan di perguruan tinggi, seperti mahasiswa dan dosen pada program studi Ilmu Komunikasi, Hubungan Masyarakat, Komunikasi Bisnis, Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Dakwah, Komunikasi Visual, dan juga untuk mereka yang sedang menulis tesis maupun disertasi di bidang Ilmu Komunikasi. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup