Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

S

1.587 karya publik ditemukan.

2026: 4482025: 2782024: 252023: 1122022: 2162020: 3022018: 12016: 180

IMPLEMENTASI METODE SYAWIR MELALUI KITAB FATHUL QORIB DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN FIQIH SANTRI JENJANG MADRASAH TSANAWIYAH DI PONDOK PESANTREN WALI SONGO SUKAJADI

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan metode Syawir di lembaga pesantren di kalangan santri. Santri di Pesantren Wali Songo Sukajadi sangat antusias dalam menguasai studi fiqih, hal ini memicu minat peneliti untuk menyelidiki lebih lanjut metode yang digunakan dalam pembelajaran fiqih. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan, yang dirancang untuk menggambarkan penerapan metode Syawir dalam pembelajaran fiqih menggunakan kitab Fathul Qorib di Pesantren Wali Songo. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala pesantren, Pengurus Syawir, Ustadz pendamping dan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa di Sekolah Islam Bani Alawiyah di Probolinggo telah menerapkan metode Syawir dalam pembelajaran fiqih dari kitab Fathul Qorib. Metode ini telah meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi fiqih yang sebelumnya mereka kesulitan menguasainya. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pembelajaran fiqih di pesantren. Penerapan metode syawir dapat meningkatkan pemahaman santri terhadap materi dalam kitab Fathul Qorib, serta mendorong keaktifan, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan berdiskusi santri dalam proses pembelajaran.

Penggunaan Metode Students Teams Achievement Divisions Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VIII SMP Pancasila Sidokerto Kecamatan Bumi Ratu Nuban Tahun 2025/2026

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Abstract Education plays a role as the main foundation to grow the next generation who are able to build the country, with the hope of creating sustainable quality improvement. One approach that is in line with this spirit is cooperative learning, which according to experts such as Gunawan and Suprijono, is a structured group learning system that supports contextual learning. This study aims to determine the learning outcomes of students of Ikhsan Pancasila Bumi Ratu Nuban Junior High School, Central Lampung Regency using the STAD method. The research method used is Classroom Action Research (PTK) with STAD as the main strategy, carried out in two cycles each through four stages: planning, action, observation, and reflection of the theory developed by Kemmis Mc Taggart. Based on the findings at Ikhsan Pancasila Junior High School which was contained in the Pre-Cycle, there were students who did not pass the learning which reached 76%, then the teacher changed the learning method with the STAD method which was compiled as follows, The data collection technique applied in the first cycle started from the planning stage where the teacher prepared learning tools and student worksheets consisting of several questions and answer keys, then in the implementation of class actions was carried out In 1x meetings which are arranged in learning activities as usual using the STAD method with the arrangement of initial activities, core and closing activities where students get quite good learning results with details of 76% of students passing and 24% with the provision that 25 students pass and 8 students do not pass. Then it was developed again through the second cycle where the results obtained from the second cycle were more increased than the first cycle with the provision that the percentage of 93% of students graduated with a total of 31 students and 7% of students did not graduate with a total of 2 students. The results of this study include the condition of student learning outcomes using the application of the STAD method which greatly supports the increasing student learning outcomes. Keywords: Islamic Religious Education, STAD Learning Methods, Student Learning Outcomes. Abstract Pendidikan berperan sebagai fondasi utama untuk menumbuhkan generasi penerus yang mampu membangun negeri, dengan harapan terciptanya peningkatan kualitas yang berkelanjutan. Salah satu pendekatan yang sejalan dengan semangat ini adalah pembelajaran kooperatif, yang menurut para ahli seperti Gunawan dan Suprijono, merupakan sistem belajar kelompok terstruktur yang mendukung pembelajaran kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa SMP Ikhsan Pancasila Bumi Ratu Nuban Kabupaten Lampung Tengah dengan menggunakan metode STAD. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan STAD sebagai strategi utama, dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing melalui empat tahap: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi teori tersebut dikembangkan oleh Kemmis Mc Taggart. Berdasarkan hasil temuan di SMP Ikhsan Pancasila yang dimuat dalam Pra Siklus terdapat siswa yang tidak lulus dalam pembelajaran yang mencapai 76% kemudian Guru merubah metode pembelajaran dengan metode STAD yang disusun sebagai berikut, Teknik pengumpulan data yang diterapkan pada siklus I dimulai dari tahap perencanaan yang dimana Guru menyipkan perangkat pembelajaran serta lembar kerja siswa yang terdiri dari beberapa soal dan kunci jawabanya kemudian dalam pelaksanaan tindak kelas dilakukan dalam 1x pertemuan yang di susun dalam kegiatan pembelajaran seperti biasanya dengan menggunakan metode STAD dengan susunan kegiatan awal, kegiatan inti dan penutup yang dimana siswa mendapatkan hasil belajar yang cukup baik dengan rincian 76% siswa lulus dan 24% dengan ketentuan 25 siswa lulus dan 8 siswa tidak lulus. Kemudian dikembangkan lagi melalui sisklus II yang dimana hasil yang didapat dari siklus II lebih meningkat dari sisklus pertama dengan ketentuan presentase 93% siswa lulus dengan jumlah siswa 31 dan 7% siswa tidak lulus dengan jumlah siswa 2 siswa. Hasil dari penelitian ini yang mencakup tentang kondisi hasil belajar siswa menggunakan penerapan metode STAD yang sangat mendukung hasil belajar siswa yang semakin meningkat. Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam, Metode Pembelajaran STAD, Hasil Belajar Siswa.

"Perbedaan Tingkat Kepercayaan Diri Generasi Z Ditinjau dari Gaya Berpakaian Casual dan Modis".

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

This study aims to examine the effect of fashion interest on self-confidence and to identify differences in self-confidence levels based on casual and modish dressing styles among Generation Z. This research employed a quantitative approach with a causal-comparative design. The sample consisted of 323 Generation Z students selected using purposive sampling. Data were collected using a self-confidence scale and a fashion interest scale, and analyzed using descriptive statistics, simple linear regression, and independent sample t-test. The results indicated that fashion interest has a significant negative effect on self-confidence. In addition, there is a significant difference in self-confidence between individuals with casual and modish dressing styles, where individuals with casual styles tend to have higher self-confidence. These findings suggest that excessive concern with fashion trends may negatively influence self-confidence, while a simpler and more comfortable dressing style supports higher self-confidence among Generation Z.

KONSEP LIVING QUR’AN DALAM TAFSIR MARĀḤ LABĪD SEBAGAI SOLUSI QURANI TERHADAP FENOMENA FEAR OF MISSING OUT

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) merupakan salah satu dampak psikologis dari tingginya intensitas penggunaan media sosial yang memicu kecemasan, perasaan tertinggal, serta kecenderungan individu untuk membandingkan diri dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an dalam Tafsīr Marāḥ Labīd karya Nawawi al-Bantani yang berkaitan dengan konsep ketenangan batin, sekaligus merumuskan pendekatan Living Qur’an sebagai respons Qur’ani terhadap fenomena FOMO. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data utama bersumber dari Tafsīr Marāḥ Labīd, sementara data pendukung diperoleh dari berbagai literatur ilmiah yang relevan dengan konsep Living Qur’an dan FOMO. Proses analisis dilakukan melalui metode content analysis terhadap penafsiran ayat-ayat yang memuat nilai-nilai dzikir, tawakal, dan qana’ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran dalam Tafsīr Marāḥ Labīd menegaskan tiga nilai utama, yakni dzikir sebagai dasar kesadaran spiritual, tawakkal sebagai mekanisme pengelolaan diri, serta qana’ah sebagai bentuk penerimaan diri yang proporsional, yang secara terpadu berkontribusi dalam membentuk ketenangan batin. Dalam perspektif Living Qur’an, nilai-nilai tersebut dapat diinternalisasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu mereduksi kecemasan dan tekanan sosial yang muncul akibat budaya digital. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa ajaran Al-Qur’an tetap memiliki relevansi sebagai sumber solusi spiritual dalam menjaga keseimbangan psikologis masyarakat di era digital.

Akhlak Tabayyun dalam Al-Qur’an: Analisis Tafsir Maqashidi atas Ayat-Ayat Tabayyun

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemajuan teknologi informasi pada era digital telah memunculkan berbagai persoalan etika dalam komunikasi, seperti penyebaran hoaks, misinformasi, dan ujaran kebencian. Fenomena ini menegaskan pentingnya penerapan prinsip verifikasi informasi dalam kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep akhlak tabayyun dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir maqāṣidī, serta menjelaskan urgensinya dalam pembentukan etika komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, yang menjadikan Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir sebagai sumber utama, serta didukung oleh berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tabayyun tidak hanya dipahami sebagai proses verifikasi secara teknis, tetapi juga sebagai prinsip akhlak yang berorientasi pada tujuan-tujuan syariat (maqāṣid al-syarī‘ah), seperti menjaga akal, kehormatan, dan stabilitas sosial. Oleh karena itu, internalisasi nilai-nilai tabayyun menjadi kebutuhan yang mendasar dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital.

Dinamika Sosial dan Kultural Dalam Interaksi Antar Santri di Lingkungan Pesantren Qur'anic Center Tulang Bawang Barat

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perbedaan etnis, bahasa, agama, serta kondisi sosial ekonomi dalam masyarakat dapat menjadi sumber kekuatan, namun sekaligus menghadirkan tantangan dalam membangun kesatuan sosial. Dalam beberapa tahun terakhir, meningkatnya kecenderungan polarisasi, munculnya konflik identitas, serta berkurangnya nilai-nilai kebersamaan menjadi indikasi bahwa integrasi sosial tidak selalu tercipta secara harmonis. Dalam konteks ini, pesantren tidak semata-mata berperan sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang sosial yang merefleksikan kehidupan masyarakat yang beragam, di mana para santri dari latar belakang berbeda hidup bersama dan menjalin interaksi yang intens dalam keseharian mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika sosial dan kultural dalam interaksi antar santri, serta menganalisis keterkaitan fungsional antara keduanya dalam menciptakan interaksi yang harmonis di lingkungan pesantren. Ruang lingkup penelitian difokuskan pada pola interaksi sosial santri, proses adaptasi budaya, serta peran nilai-nilai pesantren dalam membentuk solidaritas dan penyelesaian konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika sosial dan kultural santri berlangsung.

Analisis Faktor Penyebab Kurangnya Pembelajaran Fikih Terhadap Penggunaan Make-Up Waterproof Santri Pondok Pesantren Ma’arif 28 Purwosari Metro Utara Kota Metro

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

The use of waterproof make-up among female students (santri putri) in Islamic boarding schools has the potential to invalidate ablution (wudu) due to its function as a barrier (ha’il) that prevents water from reaching the skin. This phenomenon reflects a weak understanding of fiqh al-thaharah, which is closely related to the suboptimal implementation of fiqh instruction at Pondok Pesantren Ma’arif Metro 28 Purwosari. This study aims to analyze the factors contributing to inadequate fiqh learning, describe students’ behavior in using waterproof make-up, and explain its relationship with worship practices, particularly ablution. The research employed a qualitative approach using a descriptive-analytical case study design. The findings indicate that weak fiqh instruction is influenced by the lack of integration of contemporary fiqh issues, predominantly theoretical and textual teaching methods, minimal practical demonstrations related to man‘ al-wuṣūl, and low levels of religious awareness among students. These findings confirm that non-contextual fiqh learning leads to a low understanding of the legal requirements of valid ablution, thereby encouraging the use of waterproof make-up without consideration of worship validity. Therefore, strengthening contextual and case-based fiqh education is an urgent necessity in responding to the dynamics of modern lifestyles. Keywords: Islamic Boarding School, Waterproof Make-up, Fiqh, Thaharah, Ablution. Penggunaan make-up waterproof di kalangan santri putri di pondok pesantren berpotensi membatalkan wudu karena fungsinya sebagai penghalang (ḥā’il) yang mencegah air sampai ke kulit. Fenomena ini mencerminkan lemahnya pemahaman fikih al-thaharah yang berkaitan erat dengan belum optimalnya pelaksanaan pembelajaran fikih di Pondok Pesantren Ma’arif 28 Purwosari Metro. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kurangnya pembelajaran fikih, mendeskripsikan perilaku santri dalam penggunaan make-up waterproof, serta menjelaskan kaitannya dengan praktik ibadah, khususnya wudu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemahnya pembelajaran fikih dipengaruhi oleh kurangnya integrasi isu-isu fikih kontemporer, metode pengajaran yang masih dominan bersifat teoritis dan tekstual, minimnya demonstrasi praktis terkait konsep man‘ al-wuṣūl, serta rendahnya tingkat kesadaran religius santri. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran fikih yang tidak kontekstual menyebabkan rendahnya pemahaman terhadap syarat sah wudu, sehingga mendorong penggunaan make-up waterproof tanpa mempertimbangkan keabsahan ibadah. Oleh karena itu, penguatan pendidikan fikih yang kontekstual dan berbasis kasus menjadi kebutuhan mendesak dalam merespons dinamika gaya hidup modern.

Hubungan Program Literasi Pagi Terhadap Perkembangan Kognitif dan Kemampuan Berbahasa Siswa SMPN 09 Tulang Bawang Barat

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program literasi pagi dalam meningkatkan perkembangan kognitif dan kemampuan berbahasa siswa. Program literasi pagi merupakan kegiatan rutin membaca sebelum pembelajaran dimulai yang diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dasar siswa. Namun, pelaksanaan program ini di lapangan belum berjalan secara optimal karena rendahnya keterlibatan siswa yang dipengaruhi oleh kurangnya bimbingan dan instruksi dari guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP dengan sampel sebanyak 260 siswa yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket program literasi pagi serta tes perkembangan kognitif dan kemampuan berbahasa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi non-parametrik Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program literasi pagi berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 29,99, sedangkan perkembangan kognitif dan kemampuan berbahasa siswa berada pada kategori sedang hingga tinggi dengan rata-rata masing-masing sebesar 83,38 dan 75,04. Hasil uji korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara program literasi pagi dengan perkembangan kognitif siswa (sig. 0,634 > 0,05) maupun dengan kemampuan berbahasa siswa (sig. 0,618 > 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah program literasi pagi belum memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan kognitif dan kemampuan berbahasa siswa. Hal ini disebabkan oleh kurangnya peran aktif guru dalam memberikan arahan dan pendampingan, sehingga siswa kurang fokus dan kurang terlibat dalam kegiatan literasi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan peran guru dalam merancang, membimbing, dan mengevaluasi kegiatan literasi agar program berjalan lebih optimal.

Peran Pendidikan Akidah Akhlak Berbasis Sosio-Kultural Dalam Mencegah Perilaku Hedonisme Dikalangan Siswa MA Ma'arif 02 Seputih Surabaya

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

The phenomenon of hedonistic lifestyles among adolescents is increasingly prevalent, including among students in the madrasah environment. This behavior is reflected in consumptive tendencies, wasteful use of pocket money, and following trends without considering needs and moral values. This condition poses a challenge for educational institutions in instilling moral and faith-based values that can shape students' character. The purpose of this study is to analyze the role of socio-culturally based moral and faith education in preventing hedonistic behavior among students at MA Ma'arif 02 Seputih Surabaya. This research is a field study employing data collection techniques through a combination of methods (observation, interviews, and documentation). For data analysis, the researcher used a qualitative approach. Based on the analysis of the data discussed, this study reveals that socio-culturally based moral and faith education plays a role in preventing hedonistic behavior through: (1) spiritual reinforcement through habitual worship practices, (2) internalization of zuhud (asceticism) and qana'ah (contentment) values through local wisdom, (3) strengthening self-control through teacher role modeling, and (4) developing social awareness through religious activities.This approach fosters simplicity, responsibility, and moral awareness in students, thereby minimizing consumptive behavior.

Akhlak Tabayyun dalam Al-Qur’an: Analisis Tafsir Maqashidi atas Ayat-Ayat Tabayyun

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kemajuan teknologi informasi pada era digital telah memunculkan berbagai persoalan etika dalam komunikasi, seperti penyebaran hoaks, misinformasi, dan ujaran kebencian. Fenomena ini menegaskan pentingnya penerapan prinsip verifikasi informasi dalam kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep akhlak tabayyun dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir maqāṣidī, serta menjelaskan urgensinya dalam pembentukan etika komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, yang menjadikan Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir sebagai sumber utama, serta didukung oleh berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tabayyun tidak hanya dipahami sebagai proses verifikasi secara teknis, tetapi juga sebagai prinsip akhlak yang berorientasi pada tujuan-tujuan syariat (maqāṣid al-syarī‘ah), seperti menjaga akal, kehormatan, dan stabilitas sosial. Oleh karena itu, internalisasi nilai-nilai tabayyun menjadi kebutuhan yang mendasar dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital.

KONSEP LIVING QUR’AN DALAM TAFSIR MARĀḤ LABĪD SEBAGAI SOLUSI QURANI TERHADAP FENOMENA FEAR OF MISSING OUT

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) merupakan salah satu dampak psikologis dari tingginya intensitas penggunaan media sosial yang memicu kecemasan, perasaan tertinggal, serta kecenderungan individu untuk membandingkan diri dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an dalam Tafsīr Marāḥ Labīd karya Nawawi al-Bantani yang berkaitan dengan konsep ketenangan batin, sekaligus merumuskan pendekatan Living Qur’an sebagai respons Qur’ani terhadap fenomena FOMO. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data utama bersumber dari Tafsīr Marāḥ Labīd, sementara data pendukung diperoleh dari berbagai literatur ilmiah yang relevan dengan konsep Living Qur’an dan FOMO. Proses analisis dilakukan melalui metode content analysis terhadap penafsiran ayat-ayat yang memuat nilai-nilai dzikir, tawakal, dan qana’ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran dalam Tafsīr Marāḥ Labīd menegaskan tiga nilai utama, yakni dzikir sebagai dasar kesadaran spiritual, tawakkal sebagai mekanisme pengelolaan diri, serta qana’ah sebagai bentuk penerimaan diri yang proporsional, yang secara terpadu berkontribusi dalam membentuk ketenangan batin. Dalam perspektif Living Qur’an, nilai-nilai tersebut dapat diinternalisasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu mereduksi kecemasan dan tekanan sosial yang muncul akibat budaya digital. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa ajaran Al-Qur’an tetap memiliki relevansi sebagai sumber solusi spiritual dalam menjaga keseimbangan psikologis masyarakat di era digital.

Upaya Guru Dan Orang Tua Dalam Pengembangan Akhlak Anak Melalui Metode Komunikasi Terpadu Pada Anak Usia Dini Di RA Nurul Huda

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK UPAYA GURU DAN ORANG TUA DALAM PENGEMBANGAN AKHLAK ANAK MELALUI METODE KOMUNIKASI TERPADU PADA ANAK USIA DINI DI RA NURUL HUDA BANDAR MATARAM Oleh : Nur Thila Syarofa Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perilaku anak usia dini yang belum sepenuhnya mencerminkan akhlak terpuji, seperti kebiasaan berbicara kasar dan mengumpat, yang sering kali dipengaruhi oleh lingkungan sekitar maupun paparan media digital tanpa pengawasan orang tua. Kondisi ini mengindikasikan adanya ketidaksinkronan (mismatch) antara pembiasaan nilai akhlak di sekolah dengan pola pengasuhan di rumah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan upaya guru dan orang tua dalam mengembangkan akhlak anak melalui metode komunikasi terpadu pada Anak Usia Dini di RA Nurul Huda Bandar Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini meliputi Kepala Sekolah, Guru Kelas, Orang Tua/Wali Murid, serta Peserta Didik di RA Nurul Huda Bandar Mataram. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan pendekatan induktif yang terdiri dari tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pengembangan akhlak anak dilakukan secara efektif melalui metode komunikasi terpadu yang memiliki dimensi kolaboratif dan partisipatif. Guru dan orang tua menerapkan proses perancangan bersama (co-designing) untuk menyepakati target perilaku spesifik yang ingin dicapai, seperti adab berbicara. Upaya ini didukung oleh penggunaan berbagai media komunikasi secara optimal, mulai dari buku penghubung, pesan WhatsApp pribadi, hingga forum dialog langsung dan program parenting. Selain itu, pihak sekolah dan keluarga secara selaras menerapkan strategi keteladanan (modeling) dan pembiasaan (habituation) dalam keseharian anak. Kesimpulannya, kolaborasi dan komunikasi terpadu antara sekolah dan rumah terbukti mampu menekan kebiasaan anak mengucapkan kata-kata kasar serta mencegah anak mengalami kebingungan nilai, karena aturan sopan santun mendapatkan penguatan yang konsisten di kedua lingkungan tersebut.

Peran Pendidikan Akidah Akhlak Berbasis Sosio-Kultural Dalam Mencegah Perilaku Hedonisme Dikalangan Siswa MA Ma'arif 02 Seputih Surabaya

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

The phenomenon of hedonistic lifestyles among adolescents is increasingly prevalent, including among students in the madrasah environment. This behavior is reflected in consumptive tendencies, wasteful use of pocket money, and following trends without considering needs and moral values. This condition poses a challenge for educational institutions in instilling moral and faith-based values that can shape students' character. The purpose of this study is to analyze the role of socio-culturally based moral and faith education in preventing hedonistic behavior among students at MA Ma'arif 02 Seputih Surabaya. This research is a field study employing data collection techniques through a combination of methods (observation, interviews, and documentation). For data analysis, the researcher used a qualitative approach. Based on the analysis of the data discussed, this study reveals that socio-culturally based moral and faith education plays a role in preventing hedonistic behavior through: (1) spiritual reinforcement through habitual worship practices, (2) internalization of zuhud (asceticism) and qana'ah (contentment) values through local wisdom, (3) strengthening self-control through teacher role modeling, and (4) developing social awareness through religious activities.This approach fosters simplicity, responsibility, and moral awareness in students, thereby minimizing consumptive behavior.

Analisis Faktor Penyebab Kurangnya Pembelajaran Fikih Terhadap Penggunaan Make-Up Waterproof Santri Pondok Pesantren Ma’arif 28 Purwosari Metro Utara Kota Metro

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

The use of waterproof make-up among female students (santri putri) in Islamic boarding schools has the potential to invalidate ablution (wudu) due to its function as a barrier (ha’il) that prevents water from reaching the skin. This phenomenon reflects a weak understanding of fiqh al-thaharah, which is closely related to the suboptimal implementation of fiqh instruction at Pondok Pesantren Ma’arif Metro 28 Purwosari. This study aims to analyze the factors contributing to inadequate fiqh learning, describe students’ behavior in using waterproof make-up, and explain its relationship with worship practices, particularly ablution. The research employed a qualitative approach using a descriptive-analytical case study design. The findings indicate that weak fiqh instruction is influenced by the lack of integration of contemporary fiqh issues, predominantly theoretical and textual teaching methods, minimal practical demonstrations related to man‘ al-wuṣūl, and low levels of religious awareness among students. These findings confirm that non-contextual fiqh learning leads to a low understanding of the legal requirements of valid ablution, thereby encouraging the use of waterproof make-up without consideration of worship validity. Therefore, strengthening contextual and case-based fiqh education is an urgent necessity in responding to the dynamics of modern lifestyles. Keywords: Islamic Boarding School, Waterproof Make-up, Fiqh, Thaharah, Ablution. Penggunaan make-up waterproof di kalangan santri putri di pondok pesantren berpotensi membatalkan wudu karena fungsinya sebagai penghalang (ḥā’il) yang mencegah air sampai ke kulit. Fenomena ini mencerminkan lemahnya pemahaman fikih al-thaharah yang berkaitan erat dengan belum optimalnya pelaksanaan pembelajaran fikih di Pondok Pesantren Ma’arif 28 Purwosari Metro. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kurangnya pembelajaran fikih, mendeskripsikan perilaku santri dalam penggunaan make-up waterproof, serta menjelaskan kaitannya dengan praktik ibadah, khususnya wudu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemahnya pembelajaran fikih dipengaruhi oleh kurangnya integrasi isu-isu fikih kontemporer, metode pengajaran yang masih dominan bersifat teoritis dan tekstual, minimnya demonstrasi praktis terkait konsep man‘ al-wuṣūl, serta rendahnya tingkat kesadaran religius santri. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran fikih yang tidak kontekstual menyebabkan rendahnya pemahaman terhadap syarat sah wudu, sehingga mendorong penggunaan make-up waterproof tanpa mempertimbangkan keabsahan ibadah. Oleh karena itu, penguatan pendidikan fikih yang kontekstual dan berbasis kasus menjadi kebutuhan mendesak dalam merespons dinamika gaya hidup modern.

Dinamika Sosial dan Kultural Dalam Interaksi Antar Santri di Lingkungan Pesantren Qur'anic Center Tulang Bawang Barat

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Perbedaan etnis, bahasa, agama, serta kondisi sosial ekonomi dalam masyarakat dapat menjadi sumber kekuatan, namun sekaligus menghadirkan tantangan dalam membangun kesatuan sosial. Dalam beberapa tahun terakhir, meningkatnya kecenderungan polarisasi, munculnya konflik identitas, serta berkurangnya nilai-nilai kebersamaan menjadi indikasi bahwa integrasi sosial tidak selalu tercipta secara harmonis. Dalam konteks ini, pesantren tidak semata-mata berperan sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang sosial yang merefleksikan kehidupan masyarakat yang beragam, di mana para santri dari latar belakang berbeda hidup bersama dan menjalin interaksi yang intens dalam keseharian mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika sosial dan kultural dalam interaksi antar santri, serta menganalisis keterkaitan fungsional antara keduanya dalam menciptakan interaksi yang harmonis di lingkungan pesantren. Ruang lingkup penelitian difokuskan pada pola interaksi sosial santri, proses adaptasi budaya, serta peran nilai-nilai pesantren dalam membentuk solidaritas dan penyelesaian konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika sosial dan kultural santri berlangsung.

Mekanisme Penyelesaian Sengketa Hukum Atas Wanprestasi Konsumen Dalam Jual Beli Pesanan Berdasarkan Fatwa DSN-MUI Studi Kasus di Desa Sumber Rejeki Kabupaten Lampung Tengah

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme penyelesaian sengketa atas wanprestasi konsumen dalam jual beli pesanan (akad istisna’) serta mengkaji kesesuaiannya dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia No. 06/DSN-MUI/IV/2000 tentang Jual Beli Istisna’. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan yang dilaksanakan di Desa Sumber Rejeki, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pelaku usaha mebel (shani’) dan konsumen (mustashni’). Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanprestasi terjadi dalam bentuk pembatalan pesanan secara sepihak oleh konsumen setelah proses produksi berjalan, yang menimbulkan kerugian materiil bagi penjual. Penyelesaian sengketa dilakukan melalui musyawarah dengan kesepakatan pengembalian uang muka secara sebagian, sementara sisanya digunakan untuk menutup biaya produksi. Mekanisme penyelesaian sengketa yang ada di Desa Sumber Rejeki Kabupaten Lampung Tengah ini secara umum telah sesuai dengan ketentuan fatwa No.06/DSN-MUI/IV/2000 yang mengedepankan prinsip musyawarah sebelum menempuh jalur arbitrase syariah. Namun demikian, diperlukan penguatan dalam aspek pencatatan akad dan perincian spesifikasi barang secara tertulis guna mencegah terjadinya perbedaan persepsi serta menjamin keseimbangan hak dan kewajiban para pihak dalam akad istisna’

Status Hukum Jual Beli Padi Basah Dengan Padi Kering: Perspektif Fiqih Muamalah

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This study examines the practice of exchanging wet paddy for dry paddy in Rejo Agung Village, Tegineneng District, Pesawaran Regency, from the perspective of fiqh muamalah. This practice emerges from the economic needs of farmers and the limitations of post-harvest facilities, particularly drying infrastructure. The research employs a qualitative field research approach using observation, semi-structured interviews, and documentation, involving four key informants selected through purposive sampling. The findings reveal that although the transaction is conducted based on mutual consent and direct exchange (taqabudh), it fails to meet the principle of equality (tamatsul) due to the absence of standardized measurement of moisture content. Scientifically, wet paddy contains higher moisture levels, resulting in weight shrinkage after drying, which creates uncertainty in determining the actual value at the time of the contract. This condition constitutes significant uncertainty (gharar fahish) and potentially leads to riba al-fadl, as the exchange involves ribawi commodities of the same type with unequal quantities. From a fiqh muamalah perspective, the practice is legally problematic and tends to be invalid as it resembles the prohibited transaction of muzabanah. Therefore, this study emphasizes the need for reconstructing local transaction mechanisms through moisture standardization, the use of measurement tools, and the transformation into monetary-based transactions. These findings contribute to the development of applied Islamic economic law in rural agricultural contexts.

EKSPLORASI TAFSIR AYAT-AYAT MERITOKRASI DALAM AL-QUR’AN: STUDI PENDEKATAN KONTEKSTUAL ABDULLAH SAEED

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Meritokrasi merupakan sistem penempatan individu dalam jabatan atau peran berdasarkan kemampuan, prestasi, dan kelayakan, bukan karena hubungan kekerabatan, status sosial, atau kepentingan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tafsir ayat-ayat meritokrasi dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir kontekstual Abdullah Saeed serta menganalisis relevansinya terhadap sistem kepemimpinan meritokratis kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan meritokrasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari karya-karya Abdullah Saeed, kitab tafsir, buku, jurnal, dan kajian akademik yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui empat langkah tafsir kontekstual Abdullah Saeed. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meritokrasi dalam Al-Qur’an tidak hanya menekankan kemampuan dan prestasi, tetapi juga integritas, karakter, empati, dan tanggung jawab moral. QS. Al-Qaṣaṣ [28]:26 menekankan kompetensi dan amanah, QS. Al-Isrā’ [17]:84 menegaskan kesesuaian peran dengan karakter individu, dan QS. At-Taubah [9]:128 menghadirkan model kepemimpinan yang empatik dan penuh kasih sayang. Dengan demikian, meritokrasi dalam perspektif Al-Qur’an menawarkan paradigma kepemimpinan yang holistik, etis, dan relevan bagi tata kelola organisasi maupun pemerintahan kontemporer.

Pendekatan minat dan bakat dalam penguatan literasi Maharah qira'ah bahasa Arab Santri Dipondok Pesantren Wali Songo Lampung Tengah

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstract Arabic language learning, especially reading skills, often faces challenges such as low motivation and limited student engagement. Traditional approaches tend to focus on cognitive aspects while neglecting students’ interests and talents, which are important for effective learning. In Islamic boarding schools, where Arabic is essential for understanding religious texts, improving reading skills requires innovative and student-centered strategies. This study aims to examine the effectiveness of an interest- and talent-based approach in improving Arabic reading skills among students of Wali Songo Islamic Boarding School, Central Lampung. The study is grounded in the assumption that accommodating students’ interests and talents can enhance their learning motivation and generate a positive impact on the development of their language competencies, particularly reading skills. A qualitative method was employed through participant observation, interviews, and document analysis to explore the forms of program implementation and to analyze its influence on the development of students’ reading abilities. The findings reveal that the approach is implemented through various extracurricular activities, such as Arabic speech, drama, and book discussions, which are systematically integrated with classroom instruction. These activities contribute significantly to the improvement of students’ reading skills in terms of literal comprehension, inferential comprehension, and reading fluency, including accurate pronunciation and smooth delivery. Furthermore, the results indicate that engaging students in activities aligned with their interests increases their active participation and fosters a stronger connection with the Arabic language. In conclusion, the interest- and talent-based approach represents an effective educational strategy for enhancing Arabic reading skills, as it provides a motivating learning environment that integrates cognitive, skill-based, and affective dimensions while making Arabic language more relevant to students’ real-life experiences and interests.