ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik pada materi aljabar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya pemahaman konsep dan hasil belajar matematika siswa yang masih dipengaruhi oleh pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen semu (quasi-experiment) dan desain Nonequivalent Control Group Design (Pretest-Posttest). Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan model PBL berbasis kearifan lokal dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar berbentuk uraian, serta dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji Independent Samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen penelitian dinyatakan valid dengan nilai r hitung > r tabel (0,433) dan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,872 (kategori sangat tinggi). Uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal, sedangkan uji homogenitas menunjukkan varians posttest homogen. Hasil uji hipotesis menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan pada pretest (Sig. = 0,212 > 0,05), namun terdapat perbedaan signifikan pada posttest (Sig. = 0,000 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL berbasis kearifan lokal berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa. Model ini efektif karena mendorong keterlibatan aktif siswa, meningkatkan pemahaman konsep, serta mengaitkan pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
: Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media permainan ular tangga terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari minat belajar siswa pada materi lingkaran. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dengan desain faktorial 2×2. Adapun sampel 46 siswa kelas XI SMA Taruna Gajah Mada Metro, terdiri atas kelompok eksperimen dan kontrol. Data diperoleh melalui tes kemampuan pemecahan masalah dan angket minat belajar, kemudian dianalisis menggunakan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah \left(F=82.631,\;p0.05\right). Siswa yang belajar dengan PBL berbantuan media ular tangga memiliki kemampuan pemecahan masalah lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar secara konvensional. Minat belajar juga berpengaruh signifikan\left(F=82.631,\;p0.05\right), di mana siswa dengan minat tinggi memiliki kemampuan lebih baik dibanding siswa dengan minat rendah. Tidak ditemukan interaksi signifikan antara model pembelajaran dan minat belajar (F\ =\ 0.394,\ \;\ p\ >\ 0.05). Dengan demikian, baik model PBL berbantuan media ular tangga maupun minat belajar secara mandiri berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana guru menerapkan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V dan bagaimana peningkatan hasil belajar siswa kelas V SD NU Metro.dalam penelitian ini model problem based learning. penelitian ini menggunakan kualitatif dengan dengan proses berfikir induktif untuk memahami kenyataan. Data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan kepala sekolah, guru serta peserta didik dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa model problem based learning ini sangat efektif digunakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa, keterlibatan siswa dalam dalam pembelajaran,pemahaman siswa dalam memecahkan masalah,mengembangkan keterampilan siswa untuk berpikir kritis.selain itu model problem based learning juga menciptakan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan. Dengan demikian model problem based learning ini dapat terus dikembangkan untuk pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa di SD NU Metro.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penggunaan model pembelajaran sangat diperlukan dalam proses pembelajaran, agar siswa dapat lebih mudah memahami materi yang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran IPAS dikelas IV SD N 1 Buminabung Timur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV di SDN 1 Buminabung Timur. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam hal ini analisis data yang digunakan Peneliti adalah analisis deskriptif dengan menggunakan metode deduktif dan induktif pemikiran. Penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan dan menyusun data, menganalisisnya, kemudian menafsirkan data, kemudian menarik kesimpulan dan menggunakan metode berpikir deduktif dan induktif. Sementara itu, Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran IPAS, siswa menjadi lebih aktif dalam berdiskusi memecahkan suatu masalah, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, serta mampu menghubungkan konsep yang dipelajari dengan situasi nyata. Berdasarkan hasil penelitian ini, model pembelajaran Problem Based Learning dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran IPAS karena melibatkan siswa secara langsung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Model pembelajaran Problem Based Learning dirancang untuk mendorong siswa agar lebih aktif dalam proses pembelajaran. Siswa tidak hanya pasif mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga terlibat secara langsung dalam memecahkan masalah yang diberikan. permasalahan yang sering muncul dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) terkhusus dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas III sekolah SD NU Metro selama ini sebelum menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning kurangnya keaktifan siswa didalam kelas dan kurangnya siswa dalam memahami mata pelajaran Pendidikan Pancasila pada materi hal tersebut didasari metode pengajaran yang kurang relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan model pembelajaran Problem Based Learning dengan media poster dalam meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SD NU Metro. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 18 siswa kelas III B dan guru Pendidikan Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran, yang terlihat dari peningkatan partisipasi siswa dalam diskusi, kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah, serta kolaborasi dan kerja sama antar siswa. Selain itu, siswa mudah dalam memahami materi yang disampaikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model PBL efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan menyenangkan, sehingga mendorong siswa untuk lebih terlibat dalam proses pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan pemecahan masalah matematika merupakan keterampilan penting yang masih menjadi tantangan bagi banyak siswa, terutama dalam memahami Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas Problem Based Learning (PBL) berbantu media papan grafik SPLDV dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII SMP. Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari siswi MTs Tri Bhakti At-Taqwa, dengan kelompok eksperimen menggunakan PBL berbantu papan grafik SPLDV dan kelompok kontrol menggunakan metode konvensional. Hasil uji-t sampel berpasangan menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test pada kelompok eksperimen dengan nilai t-hitung 294.87 dan p-value 0.00 0.05, yang menandakan peningkatan pemahaman yang signifikan. Hasil uji-t dua sampel independen juga menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol, dengan t-hitung 24.72 dan p-value 0.00 0.05, serta rata-rata perbedaan 13.21. Observasi juga menunjukkan bahwa siswa lebih aktif, antusias, dan percaya diri dalam pembelajaran. Dengan demikian, PBL berbantu papan grafik SPLDV terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan pemahaman konsep matematika, serta direkomendasikan untuk diterapkan dalam pembelajaran di tingkat SMP.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesulitan siswa dalam memahami konsep matematika dasar seperti Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dapat berdampak pada hasil belajar yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan media papan multifungsi dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi KPK dan FPB. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test pada dua kelompok: kelompok eksperimen menggunakan PBL dengan papan multifungsi dan kelompok kontrol menggunakan metode konvensional. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan analisis statistik untuk menguji perbedaan hasil belajar antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar dengan metode PBL dan papan multifungsi mengalami peningkatan pemahaman yang lebih signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Dengan demikian, kombinasi PBL dan media papan multifungsi dapat menjadi alternatif yang efektif dan inovatif dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi KPK dan FPB.