Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

12 hasil
Subjek: IPAS
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN MAJELIS TA`LIM SHOLAWAT TERHADAP PARTISIPASI KEAGAMAAN REMAJA ISLAM DI ERA MEDIA SOSIAL DESA HARGOMULYO, SEKAMPUNG, LAMPUNG TIMUR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya partisipasi keagamaan remaja Islam di Desa Hargomulyo pada era media sosial. Pergeseran pola interaksi dari kegiatan keagamaan tatap muka ke aktivitas digital menyebabkan keterlibatan remaja dalam majelis ta’lim semakin berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Majelis Ta’lim dalam meningkatkan partisipasi keagamaan remaja Islam di Desa Hargomulyo di era media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara terstruktur dengan ketua majelis ta’lim dan remaja, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan secara induktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Ta’lim memiliki peran sebagai fasilitator pembinaan keagamaan, penguat nilai spiritual, serta agen dakwah yang perlu beradaptasi dengan media sosial agar lebih relevan dengan dunia remaja. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya inovasi metode dakwah berbasis digital untuk meningkatkan partisipasi keagamaan remaja secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERAN MAJELIS TA’LIM TERHADAP INTEGRASI REMAJA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT DI DESA JATI DATAR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan karena pentingnya peran lembaga pendidikan Islam informal dalam mengatasi tantangan degradasi moral pemuda di era digital, khususnya di Desa Jati Datar. Fokus utama isu ini adalah bagaimana menjaga integrasi sosial pemuda sejalan dengan nilai-nilai agama. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyoroti kontribusi Majelis Ta’lim dalam pembentukan karakter dan penciptaan kondisi untuk partisipasi aktif pemuda dalam masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dan data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan para pengelola, jemaah muda, serta pimpinan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Ta’lim telah beradaptasi dengan baik – dari lokasi pendidikan menjadi pusat realisasi pemuda, di mana mereka menjadi praktisi dalam semua kegiatan sosial dan keagamaan. Mengenai peningkatan disiplin ibadah berjamaah dan kesopanan majelis Ta’lim merupakan instrumen yang efektif untuk integrasi melalui model pengajaran yang interaktif dan adaptif. Sementara itu, para pengelola harus terus berinovasi dalam model dakwah untuk mengakomodasi tuntutan remaja. kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan kajian tentang peran lembaga pendidikan Islam non-formal sebagai agen pembentukan karakter pemuda di era digital, khususnya dalam konteks pedesaan. Penelitian ini juga memberikan gambaran empiris mengenai strategi adaptif Majelis Ta’lim dalam menarik dan mempertahankan partisipasi pemuda. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan model dakwah yang kreatif, partisipatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi sangat diperlukan untuk meningkatkan keterlibatan pemuda, serta dapat dijadikan acuan bagi pengelola Majelis Ta’lim dan pemangku kebijakan dalam merancang program pembinaan generasi muda yang berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektifitas Media Amplop Bergambar Dalam Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Pada Pelajaran IPAS dikelas IVA Mi.Miftahul Ulum

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

. Proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di MI Miftahul Ulum menunjukkan kurangnya keterlibatan siswa. Hal ini disebabkan oleh pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centered) dan keterbatasan dalam penggunaan media pembelajaran yang variative, sehingga rendahnya berpikir kritis. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi media amplop bergambar serta menganalisis kontribusinya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas 4A MI Miftahul Ulum Kecamatan Braja Selebah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan, melibatkan satu guru kelas 4A, kepala sekolah, dan siswa kelas 4A sebagai subjek penelitian yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media amplop bergambar mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara signifikan, ditandai dengan keaktifan dalam mengamati, berdiskusi, mengemukakan pendapat, serta kemampuan dalam mengidentifikasi masalah, memberikan alasan logis, dan menarik kesimpulan. Selain itu, media ini juga menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan menyenangkan. Namun, efektivitasnya dipengaruhi oleh faktor kualitas media, kesiapan guru, serta keterbatasan sarana pendukung. Kesimpulannya, media amplop bergambar merupakan alternatif inovatif yang efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPAS, serta memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan strategi pembelajaran berbasis visual yang sederhana, kontekstual, dan adaptif terhadap kondisi madrasah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Media Pembelajaran Visual Berbasis Teka-Teki Silang Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas III A Pada Mata Pelajaran IPAS Di MI Ma'arif 18 Trimurjo

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembelajaran IPAS di sekolah dasar sering terkendala oleh minimnya media interaktif yang berdampak pada rendahnya minat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran teka-teki silang serta mengetahui tingkat kelayakan media dan respon peserta didik terhadap penggunaannya dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran IPAS. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D). Subjek penelitian adalah peserta didik kelas III A MI Ma’arif 18 Trimurjo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, wawancara dengan guru kelas dan kepala sekolah, angket validasi ahli materi dan ahli media, serta angket respon peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media teka-teki silang yang dikembangkan memperoleh persentase kelayakan sebesar (100%) dari ahli materi dan ahli media dengan kategori sangat layak. Respon peserta didik terhadap penggunaan media teka-teki silang juga memperoleh persentase (100%) dengan kategori sangat baik, yang menunjukkaan bahwa media ini sangat valid dan layak untuk meningkatkan minat belajar siswa dalam pembelajaran IPAS. Hasil studi menunjukkan bahwa media teka-teki silang layak diandalkan sebagai solusi alternatif dalam pembelajaran IPAS. Penggunaan media kreatif ini berdampak positif terhadap peningkatan minat belajar peserta didik, dapat menjadikan pilihan strategis untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih dinamis dan menyeneangkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Pembelajaran Kolaboratif dalam Meningkatkan Kecerdasan interpersonal Siswa kelas 4 pada mata pelajaran ipas di MIS Nahdlatul ulama purwosari.

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pembelajaran kolaboratif dalam meningkatkan kecerdasan interpersonal siswa kelas IV pada mata pelajaran IPAS di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama Purwosari. Kecerdasan interpersonal merupakan salah satu aspek penting dalam pengembangan kemampuan sosial siswa sejak dini, terutama pada jenjang pendidikan dasar. Dalam pembelajaran, siswa tidak hanya dituntut memahami materi, tetapi juga mampu bekerja sama, membangun komunikasi, dan menjalin hubungan sosial yang baik. Pembelajaran kolaboratif diyakini menjadi salah satu pendekatan yang efektif untuk mendukung perkembangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi dengan jumlah sampel 17 siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam aspek sensitivitas sosial, pemahaman sosial, dan komunikasi sosial setelah diterapkannya pembelajaran kolaboratif. Uji statistik non parametrik wilcoxon menguatkan bahwa terdapat perbedaan hasil yang bermakna antara sebelum dan sesudah perlakuan. Dengan demikian, pembelajaran kolaboratif terbukti efektif dalam meningkatkan kecerdasan interpersonal siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN CROSSWORD PUZZLE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPAS KELAS III D MI NU METRO LAMPUNG

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) yang bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Crossword Puzzle dalam mata pelajaran IPAS materi tentang ciri-ciri makhluk hidup guna meningkatkan hasil belajar siswa. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model 4D yang terdiri dari 4 tahap yaitu Define, Design, Development dan Disseminate. Pada tahap develop peneliti melakukan validasi ahli media dan ahli materi. Subjek penelitian ini di lakukan pada 24 peserta didik kelas III D dalam uji coba di MI NU Metro Lampung. Hasil penelitian menunjukan hasil validasi ahli media sebesar 82%, validasi ahli materi 84% dengan kreteria “Sangat valid”. Persentase kevalidan pada angket respon peserta didik sebesar 88% pada uji coba skala besar dengan kategori “Sangat baik”. Berdasarkan penelitian pengembangan yang dilakukan pada media Crossword Puzzle untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang mencakup 3 ranah. Dalam penelitian ini menunjukanpeningkatan yang signifikan pada ketiga aspek tersebut dimana siswa lebih termotivasi dan aktif dalam belajar, memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap materi pembelajaran dan mampu mengembangkan keterampilan yang relevan dengan topik yang dipelajari. Dapat disimpulkan bahwa media Crossword Puzzle ini dapat meningkatkan hasil belajar dalam proses pembelajaran di kelas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Media Picture And picture Pada Pelajaran IPAS Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas VI MI Wali Songo

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstract. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran picture and picture untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas VI MI Wali Songo. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model 4D (define, design, develop, disseminate) yang telah dimodifikasi menjadi 3D (define, design, develop). Produk yang dihasilkan berupa kartu bergambar yang disetiap bagian terdapat penjelasan dari gambar-gambar tersebut. Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari lembar observasi, wawancara dan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar pada pembelajaran IPAS materi Benua- benua di dunia, dilihat dari tingkat kelayakan media picture and picture pada penelitian ini berdasarkan dari validasi yang dilakukan ahli materi, ahli media dan respon peserta didik. Hasil validasi ahli materi memperoleh 100% dengan kategori “sangat layak”. Selanjutnya angket validasi ahli media memperoleh 96,8% dengan kategori “sangat layak’. Berdasarkan respon siswa memperoleh 88% dengan kategori “sangat layak”. Dari hasil penelitian bahwa media picture and picture dapat menumbuhkan minat belajar siswa yang dilihat dari perasaan ketertarikan, perhatian, dan keaktifan siswa bertanya dalam proses pembelajaran. Dengan demikian berdasarkan dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pengembangan media picture and picture dapat meningkatkan minat belajar siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan model pembelajaran problem bassed learning (PBL) pada materi untuk Meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran IPAS dikelas IV SD N 1 Buminabung Timur

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan model pembelajaran sangat diperlukan dalam proses pembelajaran, agar siswa dapat lebih mudah memahami materi yang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran IPAS dikelas IV SD N 1 Buminabung Timur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV di SDN 1 Buminabung Timur. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam hal ini analisis data yang digunakan Peneliti adalah analisis deskriptif dengan menggunakan metode deduktif dan induktif pemikiran. Penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan dan menyusun data, menganalisisnya, kemudian menafsirkan data, kemudian menarik kesimpulan dan menggunakan metode berpikir deduktif dan induktif. Sementara itu, Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran IPAS, siswa menjadi lebih aktif dalam berdiskusi memecahkan suatu masalah, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, serta mampu menghubungkan konsep yang dipelajari dengan situasi nyata. Berdasarkan hasil penelitian ini, model pembelajaran Problem Based Learning dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran IPAS karena melibatkan siswa secara langsung.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan metode learning start with a question (LSQ) terhadap keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS kelas VI SDNU metro

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keaktifan belajar merupakan salah satu unsur penting dalam pembelajaran. Keaktifan terdiri dari aktivitas fisik dan mental yaitu berbuat dan berpikir sebagai suatu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode learning start with a question pada materi IPAS khususnya pada materi bencana alam serta dampaknya kelas VI A SD NU Metro dan untuk mengetahui peningkatan keaktifan belajar peserta didik dengan menggunakan metode learning start with a question. Berdasarkan hasil pra survei dan wawancara ditemukan permasalahan yaitu kurangnya perhatian dan konsentrasi siswa, cenderung sibuk dengan dunianya sendiri, serta kurangnya interaksi antara guru dan siswa, sehingga siswa sulit untuk fokus dalam belajar, dan kurangnya motivasi dalam belajar. Hal tersebut berdampak pada keaktifan belajar peserta didik yang tidak optimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Hasil pengukuran menggunakan angket menunjukkan bahwa keaktifan belajar peserta didik mencapai 79% dari nilai maksimal. Hal ini menyatakan bahwa rata-rata peserta didik memiliki tingkat keaktifan belajar dengan mayoritas peserta didik menunjukkan parsipasi aktif dalam proses pembelajaran. Dapat disimpulkan pengukuran keaktifan belajar peserta didik dengan menggunakan angket menunjukkan bahwa penerapan metode learning start with a question dapat meningkatkan keaktifan belajar peserta didik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penggunaan metode pembelajaran project based learning terhadap critikal thinking siswa kelas 5 pada mata pelajaran IPA di MI Ma'arif 1 punggur

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan memiliki peranan penting dalam perkembangan suatu bangsa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan merupakan langkah awal untuk bersaing di abad 21. Pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang ideal untuk mencapai tujuan pendidikan abad 21, karena mencakup prinsip berpikir kritis, berpikir kreatif, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa khususnya dalam materi siklus air, siswa tidak aktif dalam pembelajaran di kelas dan siswa tidak bisa menghubungkan suatu konsep pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hasil penggunaan model pembelajaran project based learning terhadap critical thinking siswa kelas V pada mata pelajaran ipas di MI Ma’arif 1 Punggur. Subjek dalam penelitian ini yaitu kelas V. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif Deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajia data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Project Based Learning terhadap critical thinking siswa kelas V pada mata pelajaran IPAS di MI Ma’arif 1 Punggur dilakukan dengan dua tahap yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan, tahap pelaksanaan pembelajaran ada lima yaitu: (1) pertanyaan mendasar, (2) mendesain perencanaan produk, (3) menyusun jadwal pembuatan, (4) mengembangkan hasil proyek, (5) menguji hasil. Dari hasil penelian dapat disimpulkan bahwa dalam penggunaan model Project based Learning pada pembelajaran IPAS kelas V MI Ma;arrif 1 Punggur dapat memberikan hasil yang baik dalam menjadikan peserta didik aktif, dan berfikir kritis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS materi Mengubah Bentuk Energi kelas IV di SDN 3 BUMI NABUNG BARU

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini tentang penerapan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada pembelajaran IPAS materi mengubah bentuk energi. Pada penelitian ini guru selalu berinovasi dalam proses pembelajaran, untuk membimbing peserta didik pada penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Sehingga, pada penerapan metode kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dan tercapainya tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran IPAS materi mengubah bentuk energi. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2025 di SDN 3 Bumi Nabung Baru. Subjek dalam penelitian ini yaitu kelas IV. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif lapangan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajia data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan, peserta didik telah mampu menerapkan metode kooperatif tipe jigsaw, dalam proses pembelajaran berlangsung. Peserta didik merasa senang dapat belajar dengan berkolaborasi antara sesama teman sehingga, materi dapat dipahami dengan mudah dan meningkatnya pemahaman materi mengubah bentuk energi dan proses pembelajaran berlangsung kondusif. Meningkatnya hasil belajar dilihat dari data dokumentasi evaluasi pembelajaran menunjukan bahwa pada pertemuan 1 dan 2 memiliki skor nilai rata-rata yaitu, pertemuan pertama adalah 69 dan untuk pertemuan ke 2 yaitu 96. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, metode kooperatif tipe jigsaw dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada pelajaran IPAS materi Mengubah Bentuk Energi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implementasi metode kolaboratif dalam pembelajaran pendidikan agama islam untuk meningkatkan partisipasi siswa di SMK Tri Bhakti At-Taqwa

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini memiliki sasaran untuk membedah penerapan strategi bekerja sama dalam kegiatan belajar mengajar yang berhubungan dengan ilmu keagamaan Islam guna meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik. Riset yang dilakukan mengandalkan pendekatan eksploratif berbasis observasi langsung di lapangan. Pendekatan kerja sama merupakan strategi yang menitikberatkan pada interaksi sinergis antara individu maupun kelompok dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan bersama. Dalam konteks pendidikan Islam, penerapan strategi kerja sama dalam proses belajar mengutamakan adanya keterlibatan kolektif antarpeserta didik dalam kelompok agar mereka dapat mencapai pemahaman yang lebih mendalam terhadap materi yang dipelajari. Melalui metode ini, peserta didik didorong untuk berinteraksi, bertukar wawasan, serta berkolaborasi dalam menyelesaikan tugas maupun permasalahan yang berkaitan dengan pembelajaran agama. Penerapan strategi ini dapat diwujudkan melalui pemberian tugas berbasis praktik langsung kepada peserta didik. Keberhasilan dalam implementasi pendekatan ini sangat dipengaruhi oleh sejauh mana siswa aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Selain itu, kondisi lingkungan kelas yang mendukung juga menjadi elemen krusial dalam menentukan efektivitas strategi kerja sama dalam pembelajaran agama Islam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail