ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya tingkat inklusi keuangan syariah pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya dalam hal akses, ketersediaan, dan penggunaan layanan keuangan syariah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis optimalisasi peran Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) dalam mendorong inklusi keuangan syariah bagi UMKM di Bank Aman Syariah serta mengkaji pemanfaatan teknologi dalam mendukung peran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan pimpinan, customer service, dan nasabah UMKM, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran BPRS telah berjalan namun belum optimal, terlihat dari masih terbatasnya aksesibilitas akibat rendahnya literasi keuangan, belum maksimalnya availabilitas layanan terutama berbasis digital, serta rendahnya tingkat usage layanan oleh nasabah UMKM. Pemanfaatan teknologi memiliki potensi besar dalam meningkatkan inklusi keuangan syariah, namun terkendala oleh rendahnya literasi digital dan keterbatasan infrastruktur. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi, inovasi layanan digital, serta strategi edukasi yang berkelanjutan agar inklusi keuangan syariah dapat tercapai secara optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dimotivasi oleh pentingnya pembiayaan Islam dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya melalui kontrak Murabahah, yang merupakan produk unggulan di BMT Asy-Syafi'iyah Kota Gajah. Pembiayaan Murabahah dianggap mampu menyediakan solusi modal yang terjangkau, transparan, dan sesuai syariah, sehingga memerlukan evaluasi efektivitas implementasinya bagi pelaku UMKM. Studi ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pembiayaan Murabahah berkontribusi pada pengembangan usaha, kemudahan akses pembiayaan, dan kesesuaian penggunaan dana dengan kebutuhan usaha. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan informan yang terdiri dari kepala BMT, petugas akuntansi, dan pelanggan pembiayaan Murabahah. Analisis data dilakukan melalui reduksi, presentasi, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi sebagai teknik validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan Murabahah di BMT AsySyafi'iyah Kota Gajah efektif meningkatkan omset usaha, memperluas kapasitas produksi, dan memfasilitasi modal kerja bagi pelaku UMKM. Prosedur aplikasi yang mudah, pendampingan langsung, dan kesesuaian dana dengan kebutuhan usaha merupakan faktor pendukung utama efektivitas pembiayaan ini. Dengan demikian, pembiayaan Murabahah terbukti berperan positif dalam pemberdayaan UMKM secara berkelanjutan. Direvisi: Maret 2026
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP) dalam meningkatkan daya saing pada UMKM Keripik Pisang Tunas Metro serta mengetahui faktor pendukung dan hambatan dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara,dan dokumentasi dengan informan utama pemilik UMKM Keripik Pisang Tunas Metro serta karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi STP telah dilakukan meskipun belum secara formal dan sistematis. Segmentasi pasar dilakukan dengan mengelompokkan konsumen berdasarkan kebutuhan sebagai camilan dan oleh-oleh khas daerah. Target pasar yang dituju adalah masyarakat umum dari berbagai kalangan usia serta konsumen yang membeli produk sebagai oleh-oleh. Sementara itu, positioning produk dibangun melalui kualitas rasa yang enak, tekstur yang renyah, harga yang terjangkau, serta citra sebagai keripik pisang khas Kota Metro. Faktor pendukung dalam penerapan strategi ini meliputi kualitas produk yang konsisten, harga yang terjangkau, serta pelayanan yang fleksibel. Adapun hambatan yang dihadapi antara lain keterbatasan pemasaran, persaingan usaha yang semakin kompetitif, serta kendala bahan baku pada musim tertentu. Dengan demikian, penerapan strategi STP dapat membantu UMKM Keripik Pisang Tunas Metro dalam memahami pasar dan meningkatkan daya saing usaha. Namun, masih diperlukan penguatan pada aspek pemasaran dan inovasi produk agar jangkauan pasar dapat semakin luas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Financial technology (fintech) merupakan inovasi di sektor keuangan yang memanfaatkan informasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi, aksesibilitas, dan kualitas layanan keuangan. Fintech syariah hadir sebagai solusi inovatif yang menawarkan kemudahan layanan keuangan yang lebih cepat dan mudah di akses termasuk dalam ekosistem keuangan syariah serta akses pembiayaan dengan tetap berlandaskan akad syariah. Perkembangan teknologi digital mendorong transformasi layanan keuangan, termasuk pembiayaan berbasis syariah. Namun, keuangan syariah inklusi bagi pelaku UMKM masih menghadapi tantangan, seperti rendahnya literasi keuangan dan terbatasnya akses pembiayaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Bank Syariah Indonesia (BSI) KC Bandar Jaya dalam meningkatkan akses pembiayaan berbasis teknologi melalui sinergi dengan fintech syariah, serta mengidentifikasi tantangan apa saja yang di hadapi BSI KC Bandar jaya dalam meningkatkan akses pembiayaan usaha berbasis teknologi dalam ekosistem Fintech syariah. Penelitian dilakukan di Bandar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah, dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BSI berperan aktif mendukung ekosistem fintech syariah melalui pengembangan produk berbasis akad syariah, integrasi layanan digital, dan pelatihan UMKM. BSI juga bertindak sebagai fasilitator digitalisasi keuangan. Disarankan agar BSI memperluas literasi keuangan digital syariah dan memperkuat infrastruktur teknologi untuk mendukung pemantauan pembiayaan secara real-time.