ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini menganalisis tingkat kesehatan bank syariah dengan menggunakan rasio solvabilitas pada PT Bank Syariah Indonesia Tbk selama periode 2020–2024, serta mengetahui dampak kesehatan bank terhadap operasional dan keberlangsungan perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan PT Bank Syariah Indonesia yang diperoleh melalui dokumentasi. Analisis dilakukan dengan menggunakan dua indikator rasio solvabilitas, yaitu Debt to Asset Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai DAR selama periode penelitian berada pada kisaran 23%–30%, yang berarti berada di bawah standar 40% dan dikategorikan dalam kondisi sehat. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar aset bank dibiayai oleh modal sendiri. Namun, nilai DER berada pada kisaran 219%–320%, jauh di atas standar sehat (70%), sehingga dikategorikan sangat tidak sehat. Kondisi ini menunjukkan tingginya ketergantungan bank terhadap utang dibandingkan dengan modal sendiri. Dengan demikian, meskipun dari sisi aset bank tergolong sehat, struktur permodalan masih belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PT Bank Syariah Indonesia perlu meningkatkan ekuitas dan mengurangi ketergantungan terhadap utang guna menjaga stabilitas keuangan jangka panjang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Financial technology (fintech) merupakan inovasi di sektor keuangan yang memanfaatkan informasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi, aksesibilitas, dan kualitas layanan keuangan. Fintech syariah hadir sebagai solusi inovatif yang menawarkan kemudahan layanan keuangan yang lebih cepat dan mudah di akses termasuk dalam ekosistem keuangan syariah serta akses pembiayaan dengan tetap berlandaskan akad syariah. Perkembangan teknologi digital mendorong transformasi layanan keuangan, termasuk pembiayaan berbasis syariah. Namun, keuangan syariah inklusi bagi pelaku UMKM masih menghadapi tantangan, seperti rendahnya literasi keuangan dan terbatasnya akses pembiayaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Bank Syariah Indonesia (BSI) KC Bandar Jaya dalam meningkatkan akses pembiayaan berbasis teknologi melalui sinergi dengan fintech syariah, serta mengidentifikasi tantangan apa saja yang di hadapi BSI KC Bandar jaya dalam meningkatkan akses pembiayaan usaha berbasis teknologi dalam ekosistem Fintech syariah. Penelitian dilakukan di Bandar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah, dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BSI berperan aktif mendukung ekosistem fintech syariah melalui pengembangan produk berbasis akad syariah, integrasi layanan digital, dan pelatihan UMKM. BSI juga bertindak sebagai fasilitator digitalisasi keuangan. Disarankan agar BSI memperluas literasi keuangan digital syariah dan memperkuat infrastruktur teknologi untuk mendukung pemantauan pembiayaan secara real-time.