Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Kognitif
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA GURU DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN KOGNITIF ANAK PENYANDANG TUNAGRAHITA RINGAN MENGGUNAKAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF FLASH CARD DI RA AL MUNAWAROH USIA (4-5 TAHUN)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis upaya guru dalam mengembangkan keterampilan kognitif anak penyandang tunagrahita ringan menggunakan Alat Permainan Edukatif (APE) flash card di RA Al Munawaroh usia 4–5 tahun. Keterampilan kognitif menjadi fokus utama karena anak tunagrahita ringan sering mengalami hambatan dalam mengingat, memahami simbol, serta memproses informasi yang bersifat abstrak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari guru kelas dan dua anak didik yang terindikasi tunagrahita ringan yang berinisial (A dan R) di RA Al Munawaroh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan orang tua, serta dokumentasi seperti RPPH dan catatan perkembangan anak dengan skala ceklis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru dilakukan melalui tiga tahap utama: Perencanaan, dengan melakukan modifikasi kurikulum berupa penyederhanaan indikator keberhasilan dan pemilihan media flash card yang memiliki visual kontras serta ukuran yang proporsional Pelaksanaan, menggunakan strategi scaffolding (bantuan bertahap) dan repetition (pengulangan) untuk membantu anak mengenali huruf vokal dan warna dasar dan Evaluasi, tahap evaluasi di lakukan dengan menggunakan instrument ceklis yang di sesuaikan dengan tingkat perkembangan kognitif anak tuna grahita ringan melalui hasil pengenalan simbol,warna,dan huruf pada media flash card untuk melihat progress perkembangan yang dicapai. Penggunaan flash card terbukti efektif sebagai media konkret yang menjembatani kesulitan anak tunagrahita ringan dalam memahami konsep simbolik, sehingga mampu meningkatkan fokus dan daya ingat mereka dalam proses pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Program Literasi Pagi Terhadap Perkembangan Kognitif dan Kemampuan Berbahasa Siswa SMPN 09 Tulang Bawang Barat

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program literasi pagi dalam meningkatkan perkembangan kognitif dan kemampuan berbahasa siswa. Program literasi pagi merupakan kegiatan rutin membaca sebelum pembelajaran dimulai yang diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dasar siswa. Namun, pelaksanaan program ini di lapangan belum berjalan secara optimal karena rendahnya keterlibatan siswa yang dipengaruhi oleh kurangnya bimbingan dan instruksi dari guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP dengan sampel sebanyak 260 siswa yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket program literasi pagi serta tes perkembangan kognitif dan kemampuan berbahasa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi non-parametrik Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program literasi pagi berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 29,99, sedangkan perkembangan kognitif dan kemampuan berbahasa siswa berada pada kategori sedang hingga tinggi dengan rata-rata masing-masing sebesar 83,38 dan 75,04. Hasil uji korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara program literasi pagi dengan perkembangan kognitif siswa (sig. 0,634 > 0,05) maupun dengan kemampuan berbahasa siswa (sig. 0,618 > 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah program literasi pagi belum memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan kognitif dan kemampuan berbahasa siswa. Hal ini disebabkan oleh kurangnya peran aktif guru dalam memberikan arahan dan pendampingan, sehingga siswa kurang fokus dan kurang terlibat dalam kegiatan literasi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan peran guru dalam merancang, membimbing, dan mengevaluasi kegiatan literasi agar program berjalan lebih optimal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Media Triplek Menjadi Laci Ajaib Untuk Meningkatkan Kognitif Anak Usia 4-5 Tahun Di TK Birrul Walidian Gondangrejo Pekalongan Lampung Timur

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

TK Birrul Walidain Gondangrejo Pekalongan Lampung Timur merupakan lembaga pendidikan anak usia dini yang berupaya mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak, khususnya kemampuan kognitif. Namun, berdasarkan hasil observasi awal,proses pembelajaran masih didominasi oleh penggunaan media yang terbatas dan kurang variatif, sehingga anak belum sepenuhnya terlibat aktif dalam kegiatan belajar. Anak usia 4-5 tahun membutuhkan media pembelajaran yang konkret, menarik, dan interaktif agar mampu memahami konsep secara lebih bermakna. Oleh karena itu, diperlukan inovasi media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan belajar anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media triplek menjadi “Laci Ajaib”untuk meingkatkan kemampuan kognitif anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian adalah anak usia 4-5 tahun di TK Birrul Walidain Gondangrejo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Media triplek menjadi “Laci Ajaib” dirancang untuk membantu anak mengenal konsep, berpikir logis, serta menyelesaikan masalah sederhana melalui kegiatan pembelajaran yang konkret dan interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media triplek menjadi “Laci Ajaib” layak digunakan sebagai media pembelajaran dan efektif dalam membantu meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini. Penggunaan media ini mampu meningkatkan minat belajar, mendorong keterlibatan aktif anak. Dengan demikian, media triplek menjadi “Laci Ajaib” dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia 4-5 tahun.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Media Roket Race Berbahan Limbah Kardus untuk meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Usia 4-5 Tahun di TK Qur'an Ma'arif Sumber Rejeki Tahun 2024/2025

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan kognitif merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini, mencakup kemampuan berpikir, mengingat, dan memecahkan masalah. Anak usia 4-5 tahun berada pada masa keemasan perkembangan otak, sehingga memerlukan stimulasi yang tepat melalui aktivitas bermain yang edukatif dan menarik. Namun, di TK Qur’an Ma’arif Sumber Rejeki, hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar anak masih berada pada kategori “Mulai Berkembang” bahkan “Belum Berkembang” dalam aspek kognitif, terutama pada indikator membilang, mengenal konsep bilangan, lambang bilangan, dan huruf. Kurangnya variasi media pembelajaran yang inovatif dan keterbatasan metode konvensional menjadi faktor penyebab utama rendahnya pencapaian tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) model Borg & Gall yang dimodifikasi menjadi lima tahap, yakni: potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi, dan uji coba terbatas. Subjek penelitian adalah anak usia 4-5 tahun di TK Qur’an Ma’arif Sumber Rejeki sebanyak 16 orang. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan angket validasi ahli. Data dianalisis secara kuantitatif deskriptif untuk mengetahui efektivitas media yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media “Rocket Race” berbahan limbah kardus efektif meningkatkan kemampuan kognitif anak. Berdasarkan hasil uji coba, terjadi peningkatan signifikan dari indikator “Belum Berkembang” dan “Mulai Berkembang” menuju “Berkembang Sesuai Harapan”. Media ini tidak hanya menarik minat anak melalui warna dan bentuk, tetapi juga melibatkan mereka secara aktif dalam proses belajar. Selain itu, nilai edukasi lingkungan turut diperoleh karena penggunaan bahan daur ulang. Dengan demikian, media ini dinilai layak dan efektif sebagai alat bantu pembelajaran inovatif di PAUD.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail