ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika kelas IV MI Nahdlatul Ulama Metro. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian ini dilakukan di MI Nahdlatul Ulama Metro Utara, Purwosari dengan jumlah peserta didik kelas IV sebanyak 27 orang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournamen berhasil meningkatkan hasil belajar dan aktivitas peserta didik pada pembelajaran matematika kelas IV MI Nahdlatul Ulama Metro, dengan menunjukkan hasil siklus I memiliki nilai rata-rata 74, dengan peserta didik tuntas berjumlah 17 orang dan yang belum tuntas berjumlah 10 orang dengan persentase ketuntasan mencapai 63%. Kemudian pada siklus II menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik memiliki nilai rata-rata 85, dengan peserta didik tuntas berjumlah 25 orang dan yang belum tuntas berjumlah 2 orang dengan persentase ketuntasan mencapai 92%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan model pembelajaran Team Game Tournament (TGT) dalam meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di kelas X MA Ma’arif 14 Bumi Nabung. Model TGT dipilih karena dianggap mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan, sehingga dapat mendorong partisipasi aktif siswa dalam proses belajar mengajar. permasalahan yang sering muncul dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) terkhusus dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di kelas X sekolah MA Ma’arif 14 Bumi Nabung selama ini kurang berperannya keaktifan dari peserta didik, peserta didik merasa bosan dengan metode pembelajaran yang cenderung monoton seperti ceramah dan lain sebagainya dan juga peserta didik kurang dalam memahami materi Sejarah Kebudayaan Islam dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan sampel penelitian kelas X MA Ma’arif 14 dan guru mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan teknik untuk memastikan keaslian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model TGT berhasil meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran, terlihat dari peningkatan partisipasi siswa dalam diskusi, kerja kelompok, dan kompetisi akademik. Selain itu, siswa juga menunjukkan antusiasme dan motivasi yang lebih tinggi dalam mempelajari materi Sejarah Kebudayaan Islam. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TGT efektif dalam meningkatkan keaktifan siswa dan dapat dijadikan sebagai alternatif model pembelajaran yang inovatif di MA Ma’arif 14 Bumi Nabung.