ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keaktifan belajar merupakan salah satu unsur penting dalam pembelajaran. Keaktifan terdiri dari aktivitas fisik dan mental yaitu berbuat dan berpikir sebagai suatu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode learning start with a question pada materi IPAS khususnya pada materi bencana alam serta dampaknya kelas VI A SD NU Metro dan untuk mengetahui peningkatan keaktifan belajar peserta didik dengan menggunakan metode learning start with a question. Berdasarkan hasil pra survei dan wawancara ditemukan permasalahan yaitu kurangnya perhatian dan konsentrasi siswa, cenderung sibuk dengan dunianya sendiri, serta kurangnya interaksi antara guru dan siswa, sehingga siswa sulit untuk fokus dalam belajar, dan kurangnya motivasi dalam belajar. Hal tersebut berdampak pada keaktifan belajar peserta didik yang tidak optimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Hasil pengukuran menggunakan angket menunjukkan bahwa keaktifan belajar peserta didik mencapai 79% dari nilai maksimal. Hal ini menyatakan bahwa rata-rata peserta didik memiliki tingkat keaktifan belajar dengan mayoritas peserta didik menunjukkan parsipasi aktif dalam proses pembelajaran. Dapat disimpulkan pengukuran keaktifan belajar peserta didik dengan menggunakan angket menunjukkan bahwa penerapan metode learning start with a question dapat meningkatkan keaktifan belajar peserta didik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan model pembelajaran Team Game Tournament (TGT) dalam meningkatkan keaktifan siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di kelas X MA Ma’arif 14 Bumi Nabung. Model TGT dipilih karena dianggap mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan, sehingga dapat mendorong partisipasi aktif siswa dalam proses belajar mengajar. permasalahan yang sering muncul dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) terkhusus dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di kelas X sekolah MA Ma’arif 14 Bumi Nabung selama ini kurang berperannya keaktifan dari peserta didik, peserta didik merasa bosan dengan metode pembelajaran yang cenderung monoton seperti ceramah dan lain sebagainya dan juga peserta didik kurang dalam memahami materi Sejarah Kebudayaan Islam dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan sampel penelitian kelas X MA Ma’arif 14 dan guru mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan teknik untuk memastikan keaslian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model TGT berhasil meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran, terlihat dari peningkatan partisipasi siswa dalam diskusi, kerja kelompok, dan kompetisi akademik. Selain itu, siswa juga menunjukkan antusiasme dan motivasi yang lebih tinggi dalam mempelajari materi Sejarah Kebudayaan Islam. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TGT efektif dalam meningkatkan keaktifan siswa dan dapat dijadikan sebagai alternatif model pembelajaran yang inovatif di MA Ma’arif 14 Bumi Nabung.