ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemahaman konsep operasi bilangan merupakan fondasi penting bagi kemampuan numerasi siswa kelas 1 Sekolah Dasar. Namun, banyak siswa mengalami kesulitan karena pembelajaran masih bersifat abstrak dan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan media Papan Pintar Matematika (PAPINKA) dan menganalisis peningkatan pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan siswa. Metode yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas I SD Negeri 1 Rajawali yang berjumlah 32 orang. Instrumen berupa tes pretest-posttest yang telah divalidasi (r hitung > r tabel) dan reliabel (α Cronbach = 0,82). Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pretest 58,44 (kategori rendah) dan posttest 84,06 (kategori tinggi). Uji t menghasilkan t_hitung = 15,23 (p = 0,000 0,05), sehingga H₀ ditolak. Terdapat peningkatan signifikan sebesar 25,62 poin (gain ternormalisasi 0,61 kategori sedang). Observasi menunjukkan keaktifan siswa meningkat dari 35% menjadi 85% setelah penggunaan PAPINKA. Kesimpulannya, media PAPINKA efektif meningkatkan pemahaman konsep operasi bilangan siswa kelas 1 SD. Penelitian ini merekomendasikan PAPINKA sebagai media alternatif dalam pembelajaran matematika di kelas awal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran deep learning terhadap pemahaman konsep pecahan pada siswa kelas VII SMPI Al Yazier Rawajitu Utara. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya pemahaman konsep pecahan siswa yang ditandai dengan kesulitan dalam memahami makna pecahan, operasi hitung pecahan, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Model pembelajaran deep learning dipilih karena menekankan pada pemahaman mendalam, keterkaitan konsep, serta kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) dan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII, dengan sampel yang terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan model deep learning dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pemahaman konsep pecahan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran deep learning terhadap pemahaman konsep pecahan siswa. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata kelas eksperimen yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol serta hasil uji-t yang menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, model pembelajaran deep learning terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep pecahan pada siswa kelas VII SMPI Al Yazier Rawajitu Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan media fraction board terhadap pemahaman konsep pecahan pada siswa kelas IV MI Wali Songo. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep pecahan yang abstrak serta dominasi metode ceramah tanpa media konkret. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-experimental tipe nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen (menggunakan fraction board) dan kelas kontrol (pembelajaran konvensional). Instrumen yang digunakan adalah tes pemahaman konsep pecahan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Independent Samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara rata-rata skor posttest kelompok eksperimen dan kontrol. Nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 0,05, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan fraction board berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pemahaman konsep pecahan. Media ini efektif karena memvisualisasikan konsep abstrak menjadi konkret sesuai tahap perkembangan kognitif siswa sekolah dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran inkuiri terhadap pemahaman konsep IPA siswa kelas V SD IT Al Ikhlas Gaya Baru III. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental melalui One Group Pretest–Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling jenis sampling jenuh (total sampling), sehingga seluruh populasi yang berjumlah 11 siswa dijadikan sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji paired sample t-test, dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan model pembelajaran inkuiri berada pada kategori baik dengan persentase 85,71%. Nilai rata-rata pemahaman konsep IPA siswa meningkat dari 46,36 pada pretest menjadi 90,91 pada posttest. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 ( 0,05), sedangkan hasil analisis N-Gain menunjukkan nilai sebesar 0,8346 dalam kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa kelas V pada materi ekosistem.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya pemahaman konsep dan penalaran kritis matematis siswa SMK yang disebabkan oleh dominasi pendekatan pembelajaran konvensional yang berorientasi pada hafalan prosedural. Pendekatan deep learning hadir sebagai alternatif pedagogis yang menekankan pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan deep learning terhadap pemahaman konsep dan penalaran kritis matematis siswa SMK pada materi eksponen. Metode penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan desain posttest-only non-equivalent control group. Sampel penelitian terdiri dari 40 siswa kelas X SMK Ma'arif 1 Metro yang terbagi dalam kelas eksperimen (n=19) dengan pembelajaran deep learning dan kelas kontrol (n=21) dengan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep (10 butir soal pilihan ganda) dan tes penalaran kritis (10 butir soal pilihan ganda) yang telah divalidasi oleh empat ahli menggunakan Aiken's V. Hasil validitas isi menunjukkan rata-rata Aiken's V sebesar 0,76 untuk tes pemahaman konsep (kategori tinggi) dan 0,67 untuk tes penalaran kritis (kategori sedang). Uji reliabilitas menggunakan teknik split-half dengan rumus Spearman-Brown menghasilkan koefisien sebesar 0,730 (kategori tinggi). Analisis data menggunakan Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan signifikan secara simultan antara kelas deep learning dan kelas konvensional terhadap pemahaman konsep dan penalaran kritis siswa (Wilks' Lambda = 0,519; F = 17,123; p 0,05); (2) terdapat perbedaan signifikan pemahaman konsep antara kedua kelas (F = 7,634; p 0,05); (3) terdapat perbedaan signifikan penalaran kritis antara kedua kelas (F = 18,937; p 0,05). Implikasi penelitian ini mendorong implementasi pendekatan deep learning dalam pembelajaran matematika SMK untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas media pembelajaran Bambu Statistika (BATIK) dalam meningkatkan motivasi belajar. dan pemahaman konsep statistika pada siswa. Berdasarkan observasi, Banyak siswa menghadapi kendala dalam memahami konsep statistika, yang ditunjukkan oleh rendahnya hasil belajar dan minat siswa terhadap mata pelajaran ini. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dikembangkan media pembelajaran BATIK, yang merupakan alat bantu berbasis visual dan interaktif dengan bahan dasar bambu. Metode penelitian yang diterapkan adalah kuasi-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test. Data diperoleh melalui observasi, tes pemahaman konsep, serta kuesioner motivasi belajar. Analisis data dilakukan dengan uji statistik untuk mengukur perubahan signifikan dalam motivasi dan pemahaman konsep siswa setelah memanfaatkan media BATIK. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan media BATIK berkontribusi secara positif dalam memupuk motivasi siswa dan juga mempermudah emahaman terhadap konsep-konsep dalam statistika. Media ini memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih mendalam, menarik, interaktif, dan kontekstual, sehingga dapat menjadi alternatif dalam inovasi pembelajaran matematika.