ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran deep learning terhadap pemahaman konsep pecahan pada siswa kelas VII SMPI Al Yazier Rawajitu Utara. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya pemahaman konsep pecahan siswa yang ditandai dengan kesulitan dalam memahami makna pecahan, operasi hitung pecahan, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Model pembelajaran deep learning dipilih karena menekankan pada pemahaman mendalam, keterkaitan konsep, serta kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) dan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII, dengan sampel yang terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan model deep learning dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pemahaman konsep pecahan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran deep learning terhadap pemahaman konsep pecahan siswa. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata kelas eksperimen yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol serta hasil uji-t yang menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, model pembelajaran deep learning terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep pecahan pada siswa kelas VII SMPI Al Yazier Rawajitu Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya pemahaman konsep dan penalaran kritis matematis siswa SMK yang disebabkan oleh dominasi pendekatan pembelajaran konvensional yang berorientasi pada hafalan prosedural. Pendekatan deep learning hadir sebagai alternatif pedagogis yang menekankan pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan deep learning terhadap pemahaman konsep dan penalaran kritis matematis siswa SMK pada materi eksponen. Metode penelitian menggunakan kuasi-eksperimen dengan desain posttest-only non-equivalent control group. Sampel penelitian terdiri dari 40 siswa kelas X SMK Ma'arif 1 Metro yang terbagi dalam kelas eksperimen (n=19) dengan pembelajaran deep learning dan kelas kontrol (n=21) dengan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep (10 butir soal pilihan ganda) dan tes penalaran kritis (10 butir soal pilihan ganda) yang telah divalidasi oleh empat ahli menggunakan Aiken's V. Hasil validitas isi menunjukkan rata-rata Aiken's V sebesar 0,76 untuk tes pemahaman konsep (kategori tinggi) dan 0,67 untuk tes penalaran kritis (kategori sedang). Uji reliabilitas menggunakan teknik split-half dengan rumus Spearman-Brown menghasilkan koefisien sebesar 0,730 (kategori tinggi). Analisis data menggunakan Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan signifikan secara simultan antara kelas deep learning dan kelas konvensional terhadap pemahaman konsep dan penalaran kritis siswa (Wilks' Lambda = 0,519; F = 17,123; p 0,05); (2) terdapat perbedaan signifikan pemahaman konsep antara kedua kelas (F = 7,634; p 0,05); (3) terdapat perbedaan signifikan penalaran kritis antara kedua kelas (F = 18,937; p 0,05). Implikasi penelitian ini mendorong implementasi pendekatan deep learning dalam pembelajaran matematika SMK untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan deep learning dalam pembelajaran Akidah Akhlak serta dampaknya terhadap pemahaman bermakna siswa di MTsS TQ Al-Falahiyah Batanghari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari guru Akidah Akhlak dan siswa yang mengikuti proses pembelajaran. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendekatan deep learning dalam pembelajaran Akidah Akhlak dilakukan melalui kegiatan diskusi, refleksi pembelajaran, serta pengaitan materi dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran serta membantu siswa memahami materi secara lebih mendalam. Faktor pendukung dalam penerapan pendekatan ini antara lain kesiapan guru dalam merancang pembelajaran yang aktif, keterlibatan siswa dalam diskusi, serta lingkungan belajar yang kondusif. Namun demikian, terdapat beberapa faktor penghambat seperti keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan kemampuan belajar siswa, serta belum terbiasanya sebagian siswa dengan model pembelajaran yang menuntut partisipasi aktif