ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
English speaking is a crucial component of language learning that enables learners to communicate ideas, opinions, and emotions in real-life interactions. This study aims to investigate teachers’ strategies in teaching speaking skills within the implementation of the Merdeka Curriculum at SMP PGRI 1 Labuhan Maringgai and to identify the supporting and inhibiting factors influencing the implementation of these strategies. This research employed a descriptive qualitative method. The data were collected through classroom observation, semi-structured interviews with the principal, an English teacher, and seventh-grade students, and documentation. The research instruments included observation sheets and interview guidelines. The data were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques, while data validity was ensured through triangulation of sources and methods. The findings show that the teacher primarily applies role play and describing pictures as dominant strategies in teaching speaking. These strategies are effective in improving students’ motivation, participation, vocabulary development, fluency, and confidence. The supporting factors include students’ learning motivation, teacher creativity, and the availability of learning media. Meanwhile, the inhibiting factors consist of differences in students’ English proficiency levels, low self-confidence, and limited exposure to English outside the classroom. In conclusion, interactive and contextual teaching strategies play an important role in enhancing students’ speaking skills within the Merdeka Curriculum framework. It is recommended that teachers continuously develop varied speaking activities and create a supportive learning environment to overcome students’ difficulties and improve their communicative competence.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan metode
Role Playing dalam meningkatkan minat belajar siswa pada
pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MTs TQ Al-
Falahiyah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran SKI yang
masih didominasi metode ceramah sehingga siswa cenderung pasif
dan kurang berminat mengikuti pembelajaran. Penelitian
menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif untuk
memahami proses penerapan metode Role Playing serta dampaknya
terhadap aktivitas belajar siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui
Article Information:
Received :
Revised :
Accepted :
Keywords: Role Playing,
minat belajar siswa, Sejarah
Kebudayaan Islam,
pembelajaran aktif.
observasi, wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi
kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode
Role Playing mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif,
komunikatif, dan partisipatif. Siswa menjadi lebih antusias, berani
bertanya, dan aktif dalam diskusi kelas. Data observasi menunjukkan
peningkatan siswa aktif bertanya dari 6 menjadi 15 siswa, partisipasi
diskusi dari 8 menjadi 18 siswa, antusiasme belajar dari 9 menjadi 20
siswa, serta pemahaman alur sejarah dari 10 menjadi 19 siswa setelah
penerapan metode Role Playing. Wawancara dengan guru SKI juga
menunjukkan bahwa metode ini membantu siswa memahami materi
sejarah Islam secara lebih konkret melalui simulasi peran tokoh
sejarah. Dengan demikian, metode Role Playing dapat menjadi
alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan
minat belajar siswa dalam pembelajaran SKI di madrasah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode role playing terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV di SDN 36 Tulang Bawang Tengah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode role playing dalam pembelajaran Bahasa Indonesia memberikan dampak positif terhadap pemahaman konsep dan keterampilan berbicara siswa. Siswa menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran, meningkatkan keterampilan komunikasi, serta mampu mengekspresikan ide dan gagasan secara lebih jelas. Respon siswa terhadap metode ini juga menunjukkan antusiasme yang tinggi, dengan indikasi meningkatnya hasil belajar dan keterlibatan dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian ini, metode role playing dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, khususnya dalam aspek berbicara dan pemahaman teks.