ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan akad wadi’ah yad dhamanah dalam pengelolaan dana siswa di SMK Al-Azhar Pugung Raharjo. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap pengelola bank mini dan kepala sekolah selaku pihak yang mengawasi operasional dari bank mini, serta analisis dokumen terkait Prosedur Operasional Standar (POS) dan kesesuaian prinsip dan rukun akad wadi’ah berdasarkan Dewan Syari’ah Nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana siswa pada bank mini tersebut masih perlu ditingkatkan dalam beberapa aspek, seperti pencatuman akad secara tertulis pada formulir tabungan, pengawasan yang dilakukan, dan pemisahan dana titipan dengan dana operasional. Wadi’ah Yad-Damanah adalah perjanjian antara pihak penitip dengan pihak yang diberikan kepercayaan untuk menerima titipan, sebagai pihak yang diberi kepercayaan untuk menerima titipan diperbolehkan untuk mengambil manfaat dengan cara menggunakan uang titipan tersebut sebaik mungkin. Implikasi temuan ini dapat menjadi dasar bagi pengelola Bank Mini di SMK Al-Azhar untuk meningkatkan kinerja mereka dalam mengelola dana siswa dengan akad wadi’ah yad dhamanah sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku serta peran sekolah sebagai pengawas internal dalam kegiatan operasional Bank Mini di SMK Al-Azhar Pugung Raharjo.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kepemilikan dalam Islam diatur berdasarkan prinsip keadilan, kejelasan, dan penghormatan terhadap hak individu maupun kelompok. Salah satu permasalahan yang muncul dalam lingkungan pondok pesantren adalah status kepemilikan barang yang ditinggalkan oleh santri setelah mereka boyong (keluar dari pesantren). Barang-barang yang ditinggalkan seperti lemari, kitab, pakaian, dan peralatan lainnya, yang sering kali diklaim kembali oleh pemiliknya dalam jangka waktu yang lama, sehingga menimbulkan ketidakpastian yang jelas serta dapat menyebabkan konflik antara santri boyong dengan pihak pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep kepemilikan barang dan status kepemilikan barang peninggalan santri boyong dalam perspektif hukum ekonomi syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengurus pesantren, santri boyong, dan orang tua santri boyong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa barang yang ditinggalkan oleh santri boyong belum ada ketentuan yang jelas, khususnya dalam penerapan akad wadi’ah dan hibah. Adapun mengenai status kepemilikan barang peninggalan santri boyong di Pondok Pesantren Al-Qur’aniyy menunjukkan bahwa terdapat masalah terkait rukun dalam akad wadi’ah dan hibah. Salah satu rukun yang sering tidak terpenuhi adalah adanya pernyataan yang jelas dari pihak santri mengenai niat untuk menghibahkan barang atau menitipkannya.