ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi sistem pembelajaran Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam pembelajaran matematis serta dampaknya terhadap peningkatan kecerdasan matematis siswa kelas III di MI Walisongo. Latar belakang penelitian ini didasarkan peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, analitis, dan mampu memecahkan masalah secara kompleks. Dalam konteks ini, HOTS menjadi pendekatan strategis untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru kelas III, kepala madrasah, dan seluruh siswa kelas III MI Walisongo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis HOTS sudah mulai diimplementasikan, namun belum maksimal dikarenakan masih terdapat beberapa kendala, seperti perbedaan tingkat pemahaman siswa, kurangnya pelatihan guru tentang HOTS, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Meskipun demikian, pembelajaran HOTS memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kecerdasan matematis siswa, khususnya dalam kemampuan berpikir logis, pemecahan masalah, serta penalaran induktif dan deduktif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan strategi pembelajaran yang mampu menumbuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada peserta didik di tingkat dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Siswa kelas V MI Ma'arif 01 Punggur di Lampung Tengah menjadi subjek penelitian ini, yang berupaya untuk mengkaji bagaimana pendekatan storytelling dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode dua siklus yang disebut Studi Tindakan Kelas (PTK). Ada empat fase pada setiap siklus: persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi. Guru dan siswa diwawancarai dan data dikumpulkan melalui penilaian dan observasi. Menurut temuan penelitian, penggunaan cerita di kelas dapat membantu siswa menjadi lebih aktif terlibat dalam pembelajaran mereka sendiri, lebih memahami konsep yang kompleks, dan mengasah kemampuan berpikir analitis, kreatif, dan kritis mereka. Siswa kelas V MI Ma'arif 01 Punggur meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mereka ketika mereka menggunakan pendekatan storytelling, menurut temuan penelitian. Aktivitas belajar Siklus II meningkat sebesar 54,55% dari 55% Siklus I menjadi 85%. Peningkatan lebih lanjut ditunjukkan pada ketuntasan capaian pembelajaran, yang meningkat 39,29% dari 56% pada Siklus I menjadi 78% pada Siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan cerita untuk mengajar Bahasa Indonesia dapat membuat siswa lebih terlibat dan meningkatkan pemahaman mereka. Hasil penilaian menunjukkan bahwa skor HOTS siswa meningkat pada setiap siklus, yang menunjukkan peningkatan ini. Lebih jauh, pendekatan naratif juga menumbuhkan lingkungan belajar yang menarik dan partisipatif. Hasilnya, siswa di madrasah ibtidaiyah dapat memperoleh manfaat dari mendongeng sebagai teknik pembelajaran berbasis PTK.