Penerapan Metode Storytelling Terhadap HOTS Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa indonesia Kelas 5 MI MA'ARIF 01 Punggur
Siswa kelas V MI Ma'arif 01 Punggur di Lampung Tengah menjadi subjek penelitian ini, yang berupaya untuk mengkaji bagaimana pendekatan storytelling dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode dua siklus yang disebut Studi Tindakan Kelas (PTK). Ada empat fase pada setiap siklus: persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi. Guru dan siswa diwawancarai dan data dikumpulkan melalui penilaian dan observasi. Menurut temuan penelitian, penggunaan cerita di kelas dapat membantu siswa menjadi lebih aktif terlibat dalam pembelajaran mereka sendiri, lebih memahami konsep yang kompleks, dan mengasah kemampuan berpikir analitis, kreatif, dan kritis mereka. Siswa kelas V MI Ma'arif 01 Punggur meningkatkan aktivitas dan hasil belajar mereka ketika mereka menggunakan pendekatan storytelling, menurut temuan penelitian. Aktivitas belajar Siklus II meningkat sebesar 54,55% dari 55% Siklus I menjadi 85%. Peningkatan lebih lanjut ditunjukkan pada ketuntasan capaian pembelajaran, yang meningkat 39,29% dari 56% pada Siklus I menjadi 78% pada Siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan cerita untuk mengajar Bahasa Indonesia dapat membuat siswa lebih terlibat dan meningkatkan pemahaman mereka. Hasil penilaian menunjukkan bahwa skor HOTS siswa meningkat pada setiap siklus, yang menunjukkan peningkatan ini. Lebih jauh, pendekatan naratif juga menumbuhkan lingkungan belajar yang menarik dan partisipatif. Hasilnya, siswa di madrasah ibtidaiyah dapat memperoleh manfaat dari mendongeng sebagai teknik pembelajaran berbasis PTK.