ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan bahasa anak usia 3–4 tahun di Kober Fathul Mukmin, yang ditunjukkan dengan kurangnya kemampuan anak dalam menyampaikan pendapat, menyusun kalimat sederhana, serta menceritakan kembali suatu peristiwa. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang interaktif dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini, salah satunya adalah media Story Dice. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran tematik melalui media story dice dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak usia 3-4 tahun di Kober Fathul Mukmin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 12 anak usia 3-4 tahun serta guru kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan media story dice dalam pembelajaran tematik dapat meningkatkan keterlibatan anak dalam pembelajaran, ditunjukkan dengan meningkatnya antusiasme, keaktifan, kemampuan menyebutkan gambar, memperkaya kosakata, menyusun kalimat sederhana, serta menceritakan kembali secara sederhana
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi sistem pembelajaran Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam pembelajaran matematis serta dampaknya terhadap peningkatan kecerdasan matematis siswa kelas III di MI Walisongo. Latar belakang penelitian ini didasarkan peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, analitis, dan mampu memecahkan masalah secara kompleks. Dalam konteks ini, HOTS menjadi pendekatan strategis untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru kelas III, kepala madrasah, dan seluruh siswa kelas III MI Walisongo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis HOTS sudah mulai diimplementasikan, namun belum maksimal dikarenakan masih terdapat beberapa kendala, seperti perbedaan tingkat pemahaman siswa, kurangnya pelatihan guru tentang HOTS, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Meskipun demikian, pembelajaran HOTS memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kecerdasan matematis siswa, khususnya dalam kemampuan berpikir logis, pemecahan masalah, serta penalaran induktif dan deduktif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan strategi pembelajaran yang mampu menumbuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada peserta didik di tingkat dasar.