Abstrak
Kesehatan mental merupakan salah satu isu global yang semakin mendapat perhatian dalam berbagai disiplin ilmu. Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan bahwa sekitar 970 juta orang di dunia mengalami gangguan mental seperti depresi dan kecemasan. Fenomena ini mendorong perlunya pendekatan multidisipliner dalam memahami kesehatan mental, termasuk melalui perspektif keagamaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penafsiran Ibnu Asyur terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan kesehatan mental dan mengkaji relevansinya dengan teori psikologi humanistik Carl Rogers. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Data primer diperoleh dari kitab Tafsīr al-Taḥrīr wa al-Tanwīr karya Muhammad al-Thahir Ibnu Asyur, sedangkan data sekunder berasal dari literatur psikologi, khususnya teori Carl Rogers. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik dengan mengidentifikasi konsep kesehatan mental dalam ayat-ayat Al-Qur’an, kemudian mengkaji relevansinya dengan konsep self-actualization, unconditional positive regard, dan fully functioning person. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Ibnu Asyur terhadap ayat-ayat seperti QS. Ar-Ra’d: 28, QS. Al-Fajr: 27–30, QS. Yunus: 57, dan QS. Al-Baqarah: 286 memuat konsep ketenangan jiwa, penyembuhan batin, dan ketahanan psikologis. Konsep tersebut memiliki relevansi dengan teori psikologi Carl Rogers dalam hal pencapaian kesejahteraan psikologis. Penelitian ini menunjukkan integrasi antara tafsir Al-Qur’an dan psikologi humanistik dapat memberikan perspektif yang lebih komprehensif dalam memahami kesehatan mental.