2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
This study aims to analyze the implementation of Islamic culture in shaping the religious character of students at SMP Nurul Qodiri Menggala Tulang Bawang. The background of this research is based on the importance of developing students' religious character amidst the declining moral quality of students, as well as the gap between the formal application of religious values and their actual practice in daily school life. This study employs a qualitative approach with a descriptive research design. The research subjects include the principal, Islamic Education teachers, and students. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and documentation, while data analysis uses an interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The expected results indicate that the implementation of Islamic culture is carried out through various habituation activities, such as congregational prayers, Qur'an recitation, joint prayers, and the application of Islamic manners in daily interactions. However, its effectiveness in shaping students' religious character is still influenced by factors such as teachers’ role modeling, consistency in program implementation, and students’ awareness in internalizing Islamic values. Therefore, Islamic culture in schools needs to be implemented holistically and sustainably to optimally shape students' religious character.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aims to analyze the implementation of Islamic culture in shaping the religious character of students at SMP Nurul Qodiri Menggala Tulang Bawang. The background of this research is based on the importance of developing students' religious character amidst the declining moral quality of students, as well as the gap between the formal application of religious values and their actual practice in daily school life. This study employs a qualitative approach with a descriptive research design. The research subjects include the principal, Islamic Education teachers, and students. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and documentation, while data analysis uses an interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The expected results indicate that the implementation of Islamic culture is carried out through various habituation activities, such as congregational prayers, Qur'an recitation, joint prayers, and the application of Islamic manners in daily interactions. However, its effectiveness in shaping students' religious character is still influenced by factors such as teachers’ role modeling, consistency in program implementation, and students’ awareness in internalizing Islamic values. Therefore, Islamic culture in schools needs to be implemented holistically and sustainably to optimally shape students' religious character.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesehatan mental merupakan salah satu isu global yang semakin mendapat perhatian dalam berbagai disiplin ilmu. Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan bahwa sekitar 970 juta orang di dunia mengalami gangguan mental seperti depresi dan kecemasan. Fenomena ini mendorong perlunya pendekatan multidisipliner dalam memahami kesehatan mental, termasuk melalui perspektif keagamaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penafsiran Ibnu Asyur terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan kesehatan mental dan mengkaji relevansinya dengan teori psikologi humanistik Carl Rogers. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Data primer diperoleh dari kitab Tafsīr al-Taḥrīr wa al-Tanwīr karya Muhammad al-Thahir Ibnu Asyur, sedangkan data sekunder berasal dari literatur psikologi, khususnya teori Carl Rogers. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik dengan mengidentifikasi konsep kesehatan mental dalam ayat-ayat Al-Qur’an, kemudian mengkaji relevansinya dengan konsep self-actualization, unconditional positive regard, dan fully functioning person. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Ibnu Asyur terhadap ayat-ayat seperti QS. Ar-Ra’d: 28, QS. Al-Fajr: 27–30, QS. Yunus: 57, dan QS. Al-Baqarah: 286 memuat konsep ketenangan jiwa, penyembuhan batin, dan ketahanan psikologis. Konsep tersebut memiliki relevansi dengan teori psikologi Carl Rogers dalam hal pencapaian kesejahteraan psikologis. Penelitian ini menunjukkan integrasi antara tafsir Al-Qur’an dan psikologi humanistik dapat memberikan perspektif yang lebih komprehensif dalam memahami kesehatan mental.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kesehatan mental merupakan salah satu isu global yang semakin mendapat perhatian dalam berbagai disiplin ilmu. Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan bahwa sekitar 970 juta orang di dunia mengalami gangguan mental seperti depresi dan kecemasan. Fenomena ini mendorong perlunya pendekatan multidisipliner dalam memahami kesehatan mental, termasuk melalui perspektif keagamaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penafsiran Ibnu Asyur terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan kesehatan mental dan mengkaji relevansinya dengan teori psikologi humanistik Carl Rogers. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Data primer diperoleh dari kitab Tafsīr al-Taḥrīr wa al-Tanwīr karya Muhammad al-Thahir Ibnu Asyur, sedangkan data sekunder berasal dari literatur psikologi, khususnya teori Carl Rogers. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik dengan mengidentifikasi konsep kesehatan mental dalam ayat-ayat Al-Qur’an, kemudian mengkaji relevansinya dengan konsep self-actualization, unconditional positive regard, dan fully functioning person. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Ibnu Asyur terhadap ayat-ayat seperti QS. Ar-Ra’d: 28, QS. Al-Fajr: 27–30, QS. Yunus: 57, dan QS. Al-Baqarah: 286 memuat konsep ketenangan jiwa, penyembuhan batin, dan ketahanan psikologis. Konsep tersebut memiliki relevansi dengan teori psikologi Carl Rogers dalam hal pencapaian kesejahteraan psikologis. Penelitian ini menunjukkan integrasi antara tafsir Al-Qur’an dan psikologi humanistik dapat memberikan perspektif yang lebih komprehensif dalam memahami kesehatan mental.