Abstrak
Degradasi karakter akibat pengaruh gadget dan media sosial menjadi tantangan nyata di Madrasah Ibtidaiyah pada era digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pendidikan karakter berbasis Kurikulum Merdeka melalui integrasi nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dan Profil Pelajar Pancasila (P5) di MI Ma’arif 01 Punggur, Lampung Tengah. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah meluasnya pengaruh gadget dan media sosial pada siswa kelas V yang mengakibatkan penurunan interaksi sosial langsung, rendahnya minat membaca buku fisik, paparan konten tidak sesuai usia, serta lemahnya pengawasan orang tua di rumah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MI Ma’arif 01 Punggur menerapkan tiga strategi terintegrasi: (1) strategi preventif melalui literasi digital berbasis nilai Aswaja; (2) strategi developmental melalui proyek P5 yang mendorong siswa menjadi kreator konten positif; dan (3) strategi kuratif melalui kolaborasi intensif antara madrasah dan orang tua. Integrasi nilai Tawassuth, Tawazun, dan Tasamuh dalam pembelajaran terbukti berfungsi sebagai filter spiritual terhadap konten digital negatif sekaligus memperkuat dimensi Profil Pelajar Pancasila. Temuan ini menegaskan bahwa model hibrida Aswaja-P5 dalam kerangka Kurikulum Merdeka efektif dalam membentuk karakter siswa yang adaptif, kritis, dan berakhlak mulia di era digital.