Profil penulis
MIFTAHUL HUDA
4 karya publik ditemukan.
MODEL INTREGASI ASWAJA DAN PROFIL PELAJAR PANCASILA SEBAGAI STRATEGI PENGUATAN KARAKTER DI MADRASAH IBTIDAIYAH
Analisis peran konselor dalam meningkatkan kualitas hidup remaja dengan hambatan pengembangan diri di Karang rejo,Metro Utara
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran konselor dalam meningkatkan kualitas hidup remaja yang mengalami hambatan pengembangan diri di Karang Rejo, Metro Utara. Masa remaja merupakan fase rentan di mana kegagalan dalam adaptasi dan penyelesaian masalah dapat berdampak negatif pada kualitas hidup mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek lima orang remaja (R1-R5) yang menghadapi berbagai krisis psikososial, seperti inferiority complex, kesulitan regulasi emosi, adiksi digital, overthinking, dan konflik keluarga. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran konselor diwujudkan secara terintegrasi melalui tiga fungsi utama: (1) sebagai konselor untuk pemulihan kondisi intrapersonal; (2) sebagai agen pencegahan dan perubahan dalam memfasilitasi adaptasi lingkungan; serta (3) sebagai konsultan untuk membangun kolaborasi strategis dengan keluarga melalui psikoedukasi. Implementasi peran ini didukung oleh strategi konseling yang spesifik, meliputi pendekatan Client-Centered untuk membangun aliansi terapeutik, restrukturisasi kognitif untuk mengatasi distorsi pikiran, dan modifikasi perilaku melalui latihan asertivitas serta regulasi emosi. Kesimpulannya, sinergi antara peran konselor yang adaptif dan penerapan teknik konseling yang tepat sasaran terbukti efektif dalam meningkatkan resiliensi psikologis, kontrol diri, dan kemandirian remaja, sehingga mereka mampu mengatasi hambatan pengembangan dirinya dan mencapai kualitas hidup yang lebih konstruktif. Kata Kunci: Peran Konselor, Pengembangan Diri Remaja, Kualitas Hidup.
MODEL INTREGASI ASWAJA DAN PROFIL PELAJAR PANCASILA SEBAGAI STRATEGI PENGUATAN KARAKTER DI MADRASAH IBTIDAIYAH
Degradasi karakter akibat pengaruh gadget dan media sosial menjadi tantangan nyata di Madrasah Ibtidaiyah pada era digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pendidikan karakter berbasis Kurikulum Merdeka melalui integrasi nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dan Profil Pelajar Pancasila (P5) di MI Ma’arif 01 Punggur, Lampung Tengah. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah meluasnya pengaruh gadget dan media sosial pada siswa kelas V yang mengakibatkan penurunan interaksi sosial langsung, rendahnya minat membaca buku fisik, paparan konten tidak sesuai usia, serta lemahnya pengawasan orang tua di rumah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MI Ma’arif 01 Punggur menerapkan tiga strategi terintegrasi: (1) strategi preventif melalui literasi digital berbasis nilai Aswaja; (2) strategi developmental melalui proyek P5 yang mendorong siswa menjadi kreator konten positif; dan (3) strategi kuratif melalui kolaborasi intensif antara madrasah dan orang tua. Integrasi nilai Tawassuth, Tawazun, dan Tasamuh dalam pembelajaran terbukti berfungsi sebagai filter spiritual terhadap konten digital negatif sekaligus memperkuat dimensi Profil Pelajar Pancasila. Temuan ini menegaskan bahwa model hibrida Aswaja-P5 dalam kerangka Kurikulum Merdeka efektif dalam membentuk karakter siswa yang adaptif, kritis, dan berakhlak mulia di era digital.