ISNA QUFFA AWAMIRA
2026 · Thesis · Open Access
Kemajuan teknologi informasi pada era digital telah memunculkan berbagai persoalan etika dalam komunikasi, seperti penyebaran hoaks, misinformasi, dan ujaran kebencian. Fenomena ini menegaskan pentingnya penerapan prinsip verifikasi informasi dalam kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep akhlak tabayyun dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir maqāṣidī, serta menjelaskan urgensinya dalam pembentukan etika komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, yang menjadikan Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir sebagai sumber utama, serta didukung oleh berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tabayyun tidak hanya dipahami sebagai proses verifikasi secara teknis, tetapi juga sebagai prinsip akhlak yang berorientasi pada tujuan-tujuan syariat (maqāṣid al-syarī‘ah), seperti menjaga akal, kehormatan, dan stabilitas sosial. Oleh karena itu, internalisasi nilai-nilai tabayyun menjadi kebutuhan yang mendasar dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital.
RISA KHAFIFATUR ROHMAH
2026 · Thesis · Open Access
Perbedaan etnis, bahasa, agama, serta kondisi sosial ekonomi dalam masyarakat dapat menjadi sumber kekuatan, namun sekaligus menghadirkan tantangan dalam membangun kesatuan sosial. Dalam beberapa tahun terakhir, meningkatnya kecenderungan polarisasi, munculnya konflik identitas, serta berkurangnya nilai-nilai kebersamaan menjadi indikasi bahwa integrasi sosial tidak selalu tercipta secara harmonis. Dalam konteks ini, pesantren tidak semata-mata berperan sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang sosial yang merefleksikan kehidupan masyarakat yang beragam, di mana para santri dari latar belakang berbeda hidup bersama dan menjalin interaksi yang intens dalam keseharian mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika sosial dan kultural dalam interaksi antar santri, serta menganalisis keterkaitan fungsional antara keduanya dalam menciptakan interaksi yang harmonis di lingkungan pesantren. Ruang lingkup penelitian difokuskan pada pola interaksi sosial santri, proses adaptasi budaya, serta peran nilai-nilai pesantren dalam membentuk solidaritas dan penyelesaian konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika sosial dan kultural santri berlangsung.
SILMA AHYA ULAIL
2026 · Thesis · Open Access
The use of waterproof make-up among female students (santri putri) in Islamic boarding schools has the potential to invalidate ablution (wudu) due to its function as a barrier (ha’il) that prevents water from reaching the skin. This phenomenon reflects a weak understanding of fiqh al-thaharah, which is closely related to the suboptimal implementation of fiqh instruction at Pondok Pesantren Ma’arif Metro 28 Purwosari. This study aims to analyze the factors contributing to inadequate fiqh learning, describe students’ behavior in using waterproof make-up, and explain its relationship with worship practices, particularly ablution. The research employed a qualitative approach using a descriptive-analytical case study design. The findings indicate that weak fiqh instruction is influenced by the lack of integration of contemporary fiqh issues, predominantly theoretical and textual teaching methods, minimal practical demonstrations related to man‘ al-wuṣūl, and low levels of religious awareness among students. These findings confirm that non-contextual fiqh learning leads to a low understanding of the legal requirements of valid ablution, thereby encouraging the use of waterproof make-up without consideration of worship validity. Therefore, strengthening contextual and case-based fiqh education is an urgent necessity in responding to the dynamics of modern lifestyles. Keywords: Islamic Boarding School, Waterproof Make-up, Fiqh, Thaharah, Ablution. Penggunaan make-up waterproof di kalangan santri putri di pondok pesantren berpotensi membatalkan wudu karena fungsinya sebagai penghalang (ḥā’il) yang mencegah air sampai ke kulit. Fenomena ini mencerminkan lemahnya pemahaman fikih al-thaharah yang berkaitan erat dengan belum optimalnya pelaksanaan pembelajaran fikih di Pondok Pesantren Ma’arif 28 Purwosari Metro. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kurangnya pembelajaran fikih, mendeskripsikan perilaku santri dalam penggunaan make-up waterproof, serta menjelaskan kaitannya dengan praktik ibadah, khususnya wudu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemahnya pembelajaran fikih dipengaruhi oleh kurangnya integrasi isu-isu fikih kontemporer, metode pengajaran yang masih dominan bersifat teoritis dan tekstual, minimnya demonstrasi praktis terkait konsep man‘ al-wuṣūl, serta rendahnya tingkat kesadaran religius santri. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran fikih yang tidak kontekstual menyebabkan rendahnya pemahaman terhadap syarat sah wudu, sehingga mendorong penggunaan make-up waterproof tanpa mempertimbangkan keabsahan ibadah. Oleh karena itu, penguatan pendidikan fikih yang kontekstual dan berbasis kasus menjadi kebutuhan mendesak dalam merespons dinamika gaya hidup modern.
M. ULIL ABSOR
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program literasi pagi dalam meningkatkan perkembangan kognitif dan kemampuan berbahasa siswa. Program literasi pagi merupakan kegiatan rutin membaca sebelum pembelajaran dimulai yang diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dasar siswa. Namun, pelaksanaan program ini di lapangan belum berjalan secara optimal karena rendahnya keterlibatan siswa yang dipengaruhi oleh kurangnya bimbingan dan instruksi dari guru.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP dengan sampel sebanyak 260 siswa yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket program literasi pagi serta tes perkembangan kognitif dan kemampuan berbahasa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi non-parametrik Spearman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program literasi pagi berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 29,99, sedangkan perkembangan kognitif dan kemampuan berbahasa siswa berada pada kategori sedang hingga tinggi dengan rata-rata masing-masing sebesar 83,38 dan 75,04. Hasil uji korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara program literasi pagi dengan perkembangan kognitif siswa (sig. 0,634 > 0,05) maupun dengan kemampuan berbahasa siswa (sig. 0,618 > 0,05).
Kesimpulan penelitian ini adalah program literasi pagi belum memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan kognitif dan kemampuan berbahasa siswa. Hal ini disebabkan oleh kurangnya peran aktif guru dalam memberikan arahan dan pendampingan, sehingga siswa kurang fokus dan kurang terlibat dalam kegiatan literasi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan peran guru dalam merancang, membimbing, dan mengevaluasi kegiatan literasi agar program berjalan lebih optimal.
YULIANA WIRANTI
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan nilai-nilai akhlak kepada siswa kelas VII yang terpengaruh fenomena budaya K-Pop di SMP Islam Tri Bhakti Al-Asna Tulang Bawang Barat, Lampung. Fenomena K-Pop telah menjadi bagian dari kehidupan remaja dan tidak hanya mempengaruhi gaya hidup, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam secara purposive, dan dokumentasi. Informan terdiri atas pengelola sekolah, guru PAI, dan peserta didik kelas VII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peran guru dalam membimbing siswa yang memiliki ketertarikan terhadap K-Pop cenderung tidak bersifat larangan, melainkan mengarahkan siswa agar tetap fokus belajar; (2) upaya guru dalam menanamkan nilai-nilai akhlak Islam sangat tinggi dengan tetap menegakkan keseimbangan antara ibadah dan kegiatan positif lainnya; (3) strategi guru yang digunakan adalah dengan cara beradaptasi, memberikan ruang ekspresi siswa di luar jam belajar, serta mengingatkan siswa tentang prioritas belajar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ketertarikan terhadap K-Pop tidak secara signifikan mengganggu proses pembelajaran, dan penanaman akhlak di sekolah ini cukup kuat untuk membentengi peserta didik dari pengaruh negatif budaya populer tersebut.
ANIS FADILATAN NAFSI
2026 · Thesis · Open Access
The phenomenon of hedonistic lifestyles among adolescents is increasingly prevalent, including among students in the madrasah environment. This behavior is reflected in consumptive tendencies, wasteful use of pocket money, and following trends without considering needs and moral values. This condition poses a challenge for educational institutions in instilling moral and faith-based values that can shape students' character. The purpose of this study is to analyze the role of socio-culturally based moral and faith education in preventing hedonistic behavior among students at MA Ma'arif 02 Seputih Surabaya. This research is a field study employing data collection techniques through a combination of methods (observation, interviews, and documentation). For data analysis, the researcher used a qualitative approach. Based on the analysis of the data discussed, this study reveals that socio-culturally based moral and faith education plays a role in preventing hedonistic behavior through: (1) spiritual reinforcement through habitual worship practices, (2) internalization of zuhud (asceticism) and qana'ah (contentment) values through local wisdom, (3) strengthening self-control through teacher role modeling, and (4) developing social awareness through religious activities.This approach fosters simplicity, responsibility, and moral awareness in students, thereby minimizing consumptive behavior.
ULFAH KHOIRUNNISAK
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme penyelesaian sengketa atas wanprestasi konsumen dalam jual beli pesanan (akad istisna’) serta mengkaji kesesuaiannya dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia No. 06/DSN-MUI/IV/2000 tentang Jual Beli Istisna’. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan yang dilaksanakan di Desa Sumber Rejeki, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pelaku usaha mebel (shani’) dan konsumen (mustashni’). Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanprestasi terjadi dalam bentuk pembatalan pesanan secara sepihak oleh konsumen setelah proses produksi berjalan, yang menimbulkan kerugian materiil bagi penjual. Penyelesaian sengketa dilakukan melalui musyawarah dengan kesepakatan pengembalian uang muka secara sebagian, sementara sisanya digunakan untuk menutup biaya produksi. Mekanisme penyelesaian sengketa yang ada di Desa Sumber Rejeki Kabupaten Lampung Tengah ini secara umum telah sesuai dengan ketentuan fatwa No.06/DSN-MUI/IV/2000 yang mengedepankan prinsip musyawarah sebelum menempuh jalur arbitrase syariah. Namun demikian, diperlukan penguatan dalam aspek pencatatan akad dan perincian spesifikasi barang secara tertulis guna mencegah terjadinya perbedaan persepsi serta menjamin keseimbangan hak dan kewajiban para pihak dalam akad istisna’
AGNES FITRI ARYANTI
2026 · Thesis · Open Access
This study examines the practice of exchanging wet paddy for dry paddy in Rejo Agung Village, Tegineneng District, Pesawaran Regency, from the perspective of fiqh muamalah. This practice emerges from the economic needs of farmers and the limitations of post-harvest facilities, particularly drying infrastructure. The research employs a qualitative field research approach using observation, semi-structured interviews, and documentation, involving four key informants selected through purposive sampling. The findings reveal that although the transaction is conducted based on mutual consent and direct exchange (taqabudh), it fails to meet the principle of equality (tamatsul) due to the absence of standardized measurement of moisture content. Scientifically, wet paddy contains higher moisture levels, resulting in weight shrinkage after drying, which creates uncertainty in determining the actual value at the time of the contract. This condition constitutes significant uncertainty (gharar fahish) and potentially leads to riba al-fadl, as the exchange involves ribawi commodities of the same type with unequal quantities. From a fiqh muamalah perspective, the practice is legally problematic and tends to be invalid as it resembles the prohibited transaction of muzabanah. Therefore, this study emphasizes the need for reconstructing local transaction mechanisms through moisture standardization, the use of measurement tools, and the transformation into monetary-based transactions. These findings contribute to the development of applied Islamic economic law in rural agricultural contexts.
ANITA
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini mengkaji tanggung jawab hukum pegawai perkebunan karet atas wanprestasi dalam perjanjian kerja menurut hukum perdata, dengan studi kasus di Desa Kalipapan, Kabupaten Way Kanan. Permasalahan utama adalah pelanggaran pembagian hasil karet yang tidak sesuai dengan kesepakatan, yang berpotensi menimbulkan sengketa dan ketidakadilan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan yuridis normatif, serta pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Analisis berfokus pada bentuk wanprestasi, tanggung jawab hukum, dan mekanisme penyelesaian sengketa berdasarkan ketentuan hukum perdata. Temuan menunjukkan bahwa wanprestasi terjadi ketika pegawai melaksanakan kewajiban penyadapan tetapi tidak membagi hasil sesuai kesepakatan, sehingga menimbulkan tanggung jawab hukum secara pribadi. Penyelesaian sengketa dilakukan melalui mekanisme diluar pengadilan yaitu mediasi. Hasil penelitian memberikan kontribusi ilmiah dan praktis dalam memperkuat kepastian hukum dan perlindungan hak para pihak di sektor perkebunan.
INDAH LUTHFI AFANI
2026 · Thesis · Open Access
Writing is one of the essential language skills that students must master in learning English. However, many students still face difficulties in organizing ideas, using appropriate vocabulary, and applying correct grammar in writing activities. This research aimed to improve students’ writing achievement in recount text through the implementation of Collaborative Dialogue Journal Technique. The research was conducted at the eighth grade of SMP Ma’arif 1 Metro in the academic year 2025/2026. This study applied Classroom Action Research (CAR) which consisted of two cycles. Each cycle included planning, action, observation, and reflection stages. The subjects of this research were 32 students. The data were collected through writing tests, observation sheets, questionnaires, and documentation. The result of the study showed that the students’ writing achievement improved after the implementation of the technique. The students’ mean score increased from 54.13 in the preliminary study to 65.38 in Cycle I and 80.38 in Cycle II. In addition, the questionnaire results showed that most students gave positive responses toward the use of Collaborative Dialogue Journal Technique in learning writing. Therefore, it can be concluded that the Collaborative Dialogue Journal Technique is effective in improving students’ writing achievement in recount text.
ERVIN OKTA VIANI
2026 · Thesis · Open Access
English speaking anxiety remains a major affective barrier among Indonesian EFL learners, compounded by sociocultural norms of face-saving and limited authentic speaking practice in traditional classroom settings. This study examined the role of digital literacy in reducing English speaking anxiety, identified the most effective digital literacy components, and synthesized key findings from prior research. A Systematic Literature Review (SLR) following the PRISMA 2020 protocol was conducted across Google Scholar and ERIC databases. From 1,490 initially retrieved records, 20 empirical articles published between 2020 and 2025 were systematically selected and analyzed. Data were analyzed qualitatively using Indonesia's National Digital Literacy Framework (Kominfo), which conceptualizes digital literacy through four pillars: Digital Skills, Digital Ethics, Digital Safety, and Digital Culture. Findings demonstrate that digital literacy reduces speaking anxiety through three interrelated mechanisms: alleviating performance pressure via asynchronous platforms; creating psychologically safe practice environments through AI-based tools; and fostering confidence through repetitive digital practice. Among the four pillars, Digital Safety emerged as most dominant (90% of studies), followed by Digital Skills as a universal prerequisite (100%), Digital Culture (35%), and Digital Ethics (20%). These findings confirm that digital literacy functions not merely as a technical competency but as a holistic affective support system for EFL learners. The study concludes that effective digital language instruction must be designed with learners' psychological needs at the forefront, integrating asynchronous formats, AI feedback, and structured pedagogical approaches within a culturally sensitive framework.
UMI HANI KHOFIFAH
2026 · Thesis · Open Access
The Mukbang phenomenon—digital content featuring the act of eating large portions—has grown increasingly popular on social media and sparked a discourse on consumption ethics within digital culture. This study aims to analyze wasteful practices in Mukbang shows through the lens of Ibn Ajibah’s thought on the concept of “israf” (excess) in Islamic consumption ethics. This study employs a qualitative method using a literature review approach, analyzing the works of Ibn Ajibah, secondary sources on Mukbang, and several examples of Mukbang content analyzed descriptively. This study uses Quranic verses Al-A’raf 31, Al-An’am 141, and Surah Thaha 81 as objects of interpretation regarding the values of “israf”. The results indicate that, according to Ibn Ajibah’s perspective, excessive consumption not based on need or public welfare constitutes wastefulness and poses potential health risks. Furthermore, this study contributes to the development of Islamic consumption ethics in Qur’anic exegesis and emphasizes the importance of re-examining popular consumption practices to ensure they align with Qur’anic values and social responsibility in Islam
M. IRSYAD MUHYIDIN A. H
2026 · Thesis · Open Access
Meritokrasi merupakan sistem penempatan individu dalam jabatan atau peran berdasarkan kemampuan, prestasi, dan kelayakan, bukan karena hubungan kekerabatan, status sosial, atau kepentingan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tafsir ayat-ayat meritokrasi dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir kontekstual Abdullah Saeed serta menganalisis relevansinya terhadap sistem kepemimpinan meritokratis kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan meritokrasi, sedangkan data sekunder diperoleh dari karya-karya Abdullah Saeed, kitab tafsir, buku, jurnal, dan kajian akademik yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui empat langkah tafsir kontekstual Abdullah Saeed. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meritokrasi dalam Al-Qur’an tidak hanya menekankan kemampuan dan prestasi, tetapi juga integritas, karakter, empati, dan tanggung jawab moral. QS. Al-Qaṣaṣ [28]:26 menekankan kompetensi dan amanah, QS. Al-Isrā’ [17]:84 menegaskan kesesuaian peran dengan karakter individu, dan QS. At-Taubah [9]:128 menghadirkan model kepemimpinan yang empatik dan penuh kasih sayang. Dengan demikian, meritokrasi dalam perspektif Al-Qur’an menawarkan paradigma kepemimpinan yang holistik, etis, dan relevan bagi tata kelola organisasi maupun pemerintahan kontemporer.
LAILATUL BADRIYAH
2026 · Thesis · Open Access
Kesehatan mental merupakan salah satu isu global yang semakin mendapat perhatian dalam berbagai disiplin ilmu. Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan bahwa sekitar 970 juta orang di dunia mengalami gangguan mental seperti depresi dan kecemasan. Fenomena ini mendorong perlunya pendekatan multidisipliner dalam memahami kesehatan mental, termasuk melalui perspektif keagamaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penafsiran Ibnu Asyur terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan kesehatan mental dan mengkaji relevansinya dengan teori psikologi humanistik Carl Rogers. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Data primer diperoleh dari kitab Tafsīr al-Taḥrīr wa al-Tanwīr karya Muhammad al-Thahir Ibnu Asyur, sedangkan data sekunder berasal dari literatur psikologi, khususnya teori Carl Rogers. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik dengan mengidentifikasi konsep kesehatan mental dalam ayat-ayat Al-Qur’an, kemudian mengkaji relevansinya dengan konsep self-actualization, unconditional positive regard, dan fully functioning person. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Ibnu Asyur terhadap ayat-ayat seperti QS. Ar-Ra’d: 28, QS. Al-Fajr: 27–30, QS. Yunus: 57, dan QS. Al-Baqarah: 286 memuat konsep ketenangan jiwa, penyembuhan batin, dan ketahanan psikologis. Konsep tersebut memiliki relevansi dengan teori psikologi Carl Rogers dalam hal pencapaian kesejahteraan psikologis. Penelitian ini menunjukkan integrasi antara tafsir Al-Qur’an dan psikologi humanistik dapat memberikan perspektif yang lebih komprehensif dalam memahami kesehatan mental.
TAZKA MARCHAELA AULIA
2026 · Thesis · Open Access
This study aims to analyze the feasibility of the Arabic language textbook for secondgrade students at an Islamic elementary school based on the Independent Curriculum, with reference to the standards set by the National Education Standards Agency. The research employs a qualitative approach in the form of library research and content analysis. The data consist of the textbook’s content, which includes aspects of content feasibility, presentation, language, and graphic design. The findings indicate that, in general, the Arabic language textbook for second-grade students at the Islamic elementary school meets the feasibility standards established by the National Education Standards Agency. In terms of content, the materials are appropriate to the learners’ characteristics and aligned with the learning outcomes of Phase A of the Independent Curriculum as well as the values of the Pancasila Student Profile. Regarding presentation, the book is organized systematically and sequentially, although the variety of learning activities remains limited. In terms of language, the use of vocabulary and structures is simple and appropriate to the students’ cognitive development; however, some inconsistencies remain in the writing of diacritical marks and transliteration. As for graphic design, the visual appearance is sufficiently attractive and contextual, though improvements in print quality are needed in certain sections. Therefore, the textbook is considered suitable for use as instructional material, although further improvements are still necessary to achieve a higher level of quality.
NURUL HADRIYAH
2026 · Thesis · Open Access
Generasi Z tumbuh di era digital yang menjadikan media sosial sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, tidak hanya untuk hiburan tetapi juga sebagai media pembelajaran alternatif, termasuk melalui aplikasi TikTok. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana media TikTok sebagai sarana penyampaian informasi dapat memengaruhi minat belajar Bahasa Arab siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa Generasi Z terhadap konten edukasi Bahasa Arab di TikTok serta tingkat minat belajar mereka. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan sampel 30 siswa kelas XI yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert dan dianalisis dengan statistik deskriptif serta uji korelasi Pearson Product Moment menggunakan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap TikTok sebagai media pembelajaran berada pada kategori positif (72,7%), sedangkan minat belajar Bahasa Arab termasuk kategori tinggi (68,7%). Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan (r = 0,599; p 0,05) dengan tingkat hubungan sedang. Temuan ini menegaskan bahwa media sosial, khususnya TikTok, dapat dimanfaatkan sebagai media pendukung pembelajaran yang efektif.
SITI NUR AZIZAH
2026 · Thesis · Open Access
Abstract Arabic language learning, especially reading skills, often faces challenges such as low motivation and limited student engagement. Traditional approaches tend to focus on cognitive aspects while neglecting students’ interests and talents, which are important for effective learning. In Islamic boarding schools, where Arabic is essential for understanding religious texts, improving reading skills requires innovative and student-centered strategies. This study aims to examine the effectiveness of an interest- and talent-based approach in improving Arabic reading skills among students of Wali Songo Islamic Boarding School, Central Lampung. The study is grounded in the assumption that accommodating students’ interests and talents can enhance their learning motivation and generate a positive impact on the development of their language competencies, particularly reading skills. A qualitative method was employed through participant observation, interviews, and document analysis to explore the forms of program implementation and to analyze its influence on the development of students’ reading abilities. The findings reveal that the approach is implemented through various extracurricular activities, such as Arabic speech, drama, and book discussions, which are systematically integrated with classroom instruction. These activities contribute significantly to the improvement of students’ reading skills in terms of literal comprehension, inferential comprehension, and reading fluency, including accurate pronunciation and smooth delivery. Furthermore, the results indicate that engaging students in activities aligned with their interests increases their active participation and fosters a stronger connection with the Arabic language. In conclusion, the interest- and talent-based approach represents an effective educational strategy for enhancing Arabic reading skills, as it provides a motivating learning environment that integrates cognitive, skill-based, and affective dimensions while making Arabic language more relevant to students’ real-life experiences and interests.
AGUSTINAH
2026 · Thesis · Open Access
Anak usia dini merupakan masa penting dalam pembentukan karakter, moral, dan spiritual. Pada usia 5–6 tahun, anak mulai menyerap nilai-nilai yang memengaruhi perilaku mereka di masa depan. Pendidikan agama Islam memiliki peran penting dalam membangun dasar keimanan dan akhlak anak sejak dini. Keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama menjadi tempat awal penanaman nilai-nilai keagamaan melalui keteladanan dan pembiasaan. Namun, keluarga dengan profesi sebagai pekebun sering memiliki keterbatasan waktu dalam mendampingi anak sehingga menjadi tantangan dalam penerapan pendidikan agama Islam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pendidikan agama Islam dalam keluarga pekebun pada anak usia dini di RA Nurul Muttaqin Penumangan Baru Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah orang tua yang berprofesi sebagai pekebun serta anak usia 5–6 tahun di RA Nurul Muttaqin Penumangan Baru. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan mempertimbangkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh data yang mendalam. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi data dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendidikan agama Islam dalam keluarga pekebun dilakukan melalui beberapa cara, yaitu keteladanan orang tua, pembiasaan ibadah, pemberian nasihat, serta pengawasan terhadap perilaku anak. Orang tua berupaya membiasakan anak untuk berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, melaksanakan shalat, serta mengenal nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, orang tua juga menanamkan sikap sopan santun, menghormati orang yang lebih tua, dan membiasakan anak untuk berkata baik. Meskipun memiliki keterbatasan waktu karena pekerjaan di kebun, orang tua tetap berusaha mendampingi anak dalam kegiatan keagamaan di rumah. Lingkungan keluarga yang harmonis dan religius turut memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan religius anak. Dengan demikian, penerapan pendidikan agama Islam dalam keluarga pekebun tidak hanya mengajarkan praktik ibadah, tetapi juga membentuk karakter, sikap moral, serta kebiasaan religius anak sejak usia dini.
RENDY ARIZA PRATAMA
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan karakter anak usia dini, khususnya pada usia 5-6 tahun yang merupakan masa emas dalam pembentukan nilai moral,sosial dan emosional. Keberadaan guru laki-laki di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih relatif terbatas, padahal mereka memiliki potensi besar dalam memberikan keteladanan, terutama dalam aspek kedisiplinan, kemandirian, dan kepemimpinan. Hasil prasurvey di RA Al Khairiyah Tanjung Aji menunjukkan bahwa kemampuan karakter anak belum berkembang secara optimal, serta peran guru laki-laki dalam proses pembelajaran dan pembiasaan nilai karakter masih kurang maksimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru laki-laki dalam pengembangan karakter anak usia 5-6 tahun di RA Al Khairiyah Tanjung Aji. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan subjek penelitian terdiri dari kepala madrasah, guru, dan 12 anak usia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data di uji melalui teknik triangualisasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru laki-laki dalam pengembangan karakter anak usia dini dilaksanakan melalui tiga fungsi utama, yaitu sebagai pengajar, pendidik, dan pemimpin sebagai pengajar, guru laki-laki mengintegrasikan nilai-nilai karakter seperti kejujuran, sopan santun, dan empati dalam kegiatan pembelajaran. Sebagai pendidik guru laki-laki memberikan keteladanan melalui sikap dan perilaku sehari-hari serta membimbing anak dengan pendekatan yang persuasif. Sebagai pemimpin, guru laki-laki mampu mengelola kelas menerapkan nilai kedisiplinan dan menciptakan suasana belajar yang kondusif. Peran tersebut memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter anak meskipun masih belum sepenuhnya optimal dan memerlukan dukungan dari berbagai pihak.
GHINA VALENIA NABILAH
2026 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam meningkatkan rasa cinta tanah air pada anak usia dini melalui kegiatan membatik di TK Kartini Biru Karang Anyar Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan Tahun Ajaran 2024/2025. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya penanaman nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini, khususnya melalui pendekatan pembelajaran berbasis budaya lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru kelas dan peserta didik usia 5–6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan membatik dimanfaatkan guru sebagai media internalisasi nilai cinta tanah air melalui pengenalan motif batik nusantara, pemahaman makna simbolik dalam batik, serta penjelasan mengenai warisan budaya Indonesia yang patut dijaga. Proses pembelajaran dirancang secara terstruktur melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi dengan tetap mempertimbangkan karakteristik perkembangan anak. Anak-anak terlibat aktif dalam membuat pola sederhana, mewarnai motif, hingga memahami cerita di balik motif batik tertentu. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan motorik halus, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya bangsa. Evaluasi sebelum dan sesudah kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pada aspek pengetahuan budaya, sikap menghargai budaya nasional, serta minat anak terhadap kegiatan yang berkaitan dengan kebudayaan Indonesia. Dengan demikian, kegiatan membatik terbukti menjadi strategi efektif untuk menanamkan nilai cinta tanah air pada anak usia dini di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Cinta Tanah Air, Anak Usia Dini, Membatik