Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Syaiful Anwar

3 karya publik ditemukan.

2026: 12025: 2

PENGANTAR KEBANKSENTRALAN

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Negara equador beriklim Tropis pada daerah pantai dan beriklim Sedang pada daerah pegunungan. Iklim Geografis dipengaruhi olen pegunungan Andes dan Arus Laut Peru yang mengalis di sepanjang pantai Ekuador yang bersuhu panas dan semakin jauh dari pantai suhu semakin meningkat.luas wilayah Negara equador 283,561 KM² Jumlah Penduduk Negara equador 14,573,101 jiwa. Pada tahun 1998 , Ekuador mengalami salah satu krisis ekonomi terburuk . El Nino menyebabkan $ 3 miliar kerusakan , harga pokok ekspor , minyak , anjlok , dan inflasi tingkat – 43 % – adalah yang tertinggi di Amerika Latin . Pada tahun 1999 , pemerintah sudah dekat kebangkrutan, mata uang kehilangan 40 % nilainya terhadap dolar , dan tingkat kemiskinan melonjak sampai 70 % , dua kali lipat dalam lima tahun. Rencana penghematan ekonomi presiden diprotes dengan pemogokan besar-besaran pada Maret 1999. Bank Sentral Ekuador lahir dari proses perubahan yang dihasilkan dari Revolusi Julian 9 Juli, 1925, yang berusaha untuk memprioritaskan kepentingan terbaik orang atas orang capital1, dengan menghadapi pemerintah plutokratis waktu, untuk mengakhiri krisis akut bangsa menemukan dirinya . Menurut Luis Napoleón Dillon, Menteri Keuangan saat itu, itu adalah krisis yang disebabkan oleh non-konvertibilitas dari banknote2, penerbitan tidak didukung, inflasi, spekulasi, penyalahgunaan kredit, kesenjangan neraca pembayaran, kurangnya kontrol resmi atas bank, dan tingkat anarki perbankan dan persaingan, yang harus berhadapan dengan restrukturisasi mata uang dan regularizing nilai tukar. Maka lahirlah Bank Sentral Ekuador -BCE-, dalam satu set beraneka ragam dari reformasi untuk ekonomi Ekuador, dianjurkan oleh militer dan warga sipil yang berkumpul di sekitar ide Julian, dan mengalahkan inersia dari kelompok-kelompok tertentu yang tidak tertarik pada jenis ini kemajuan

Analisa Mitigasi Risiko Pembiayaan Mudharobah Studi BMT As-Syafi'iyah Berkah Nasional Kotagajah Perspektif Veithzal Rivai Tahun 2024

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mitigasi risiko dalam pembiayaan mudharabah merupakan langkah krusial bagi BMT guna menjaga stabilitas keuangan dan mengurangi risiko gagal bayar. Risiko seperti moral hazard, asimetri informasi, dan rendahnya pemahaman anggota terhadap akad mudharabah dapat menghambat aktivitas pembiayaan. Oleh karena itu, BMT Assyafi’iyah perlu memperketat proses seleksi calon penerima pembiayaan dengan menilai kelayakan usaha dan rekam jejak keuangan mereka, seperti melakukan pengawasan rutin, memberikan pendampingan bisnis, mengedukasi anggota mengenai akad mudharabah, hak, dan kewajiban guna meminimalisir risiko gagal bayar. BMT Assyafi’iyah Berkah Nasional Kotagajah sebagai lembaga keuangan berbasis koperasi memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola pembiayaan mudharabah agar tetap sesuai dengan prinsip islam. Sebagai lembaga yang dimiliki anggota, efektivitas mitigasi risiko tidak hanya memengaruhi keberlangsungan operasional BMT tetapi kesejahteraan anggotanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi mitigasi risiko dalam pembiayaan mudharabah di BMT Assyafi’iyah Berkah Nasional serta menilai kesesuaiannya dengan prinsip mitigasi risiko menurut Veithzal RivBmt Assyafi’iyaai. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, serta analisis dokumen internal untuk memperoleh pemahaman yang mendalam dan konseptual. Penelitian ini berupaya menjawab dua pertanyaan utama, bagaimana penerapan mitigasi risiko dalam pembiyaan mudharabah di BMT Assyafiiyah Berkah Nasional, bagaimana kesesuaian strategi mitigasi risiko yang diterapkan dengan prinsip mitigasi risiko menurut Veithzal Rivai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BMT Assyafi’iyah telah menerapkan strategi mitigasi seperti seleksi ketat dan pendampingan usaha, tetapi kesesuaiannya masih terkendala oleh keterbatasan SDM, minimnya teknologi pengawasan, serta kurangnya pemahaman anggota terhadap akad mudharabah. Untuk mengatasi hal ini, penelitian merekomendasikan peningkatan kapasitas SDM, penguatan sistem pengawasan berbasis teknologi, serta edukasi intensif bagi anggota. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi BMT lain dalam meningkatkan efektivitas mitigasi risiko guna menciptakan pembiayaan syariah yang lebih berkelanjutan.

Analisa Mitigasi Risiko Pembiayaan Mudharobah Studi BMT As-Syafi'iyah Berkah Nasional Kotagajah Perspektif Veithzal Rivai Tahun 2024

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Mitigasi risiko dalam pembiayaan mudharabah merupakan langkah krusial bagi BMT guna menjaga stabilitas keuangan dan mengurangi risiko gagal bayar. Risiko seperti moral hazard, asimetri informasi, dan rendahnya pemahaman anggota terhadap akad mudharabah dapat menghambat aktivitas pembiayaan. Oleh karena itu, BMT Assyafi’iyah perlu memperketat proses seleksi calon penerima pembiayaan dengan menilai kelayakan usaha dan rekam jejak keuangan mereka, seperti melakukan pengawasan rutin, memberikan pendampingan bisnis, mengedukasi anggota mengenai akad mudharabah, hak, dan kewajiban guna meminimalisir risiko gagal bayar. BMT Assyafi’iyah Berkah Nasional Kotagajah sebagai lembaga keuangan berbasis koperasi memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola pembiayaan mudharabah agar tetap sesuai dengan prinsip islam. Sebagai lembaga yang dimiliki anggota, efektivitas mitigasi risiko tidak hanya memengaruhi keberlangsungan operasional BMT tetapi kesejahteraan anggotanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi mitigasi risiko dalam pembiayaan mudharabah di BMT Assyafi’iyah Berkah Nasional serta menilai kesesuaiannya dengan prinsip mitigasi risiko menurut Veithzal RivBmt Assyafi’iyaai. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, serta analisis dokumen internal untuk memperoleh pemahaman yang mendalam dan konseptual. Penelitian ini berupaya menjawab dua pertanyaan utama, bagaimana penerapan mitigasi risiko dalam pembiyaan mudharabah di BMT Assyafiiyah Berkah Nasional, bagaimana kesesuaian strategi mitigasi risiko yang diterapkan dengan prinsip mitigasi risiko menurut Veithzal Rivai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BMT Assyafi’iyah telah menerapkan strategi mitigasi seperti seleksi ketat dan pendampingan usaha, tetapi kesesuaiannya masih terkendala oleh keterbatasan SDM, minimnya teknologi pengawasan, serta kurangnya pemahaman anggota terhadap akad mudharabah. Untuk mengatasi hal ini, penelitian merekomendasikan peningkatan kapasitas SDM, penguatan sistem pengawasan berbasis teknologi, serta edukasi intensif bagi anggota. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi BMT lain dalam meningkatkan efektivitas mitigasi risiko guna menciptakan pembiayaan syariah yang lebih berkelanjutan.