ResearchOpen AccessMetadata saja
•Hasil Penelitian dan Pengabdian
<h2>
1.Tujuan Penelitian</h2>
<p>
Berdasarkan rumusan masalah yang ada tulisan ini bertujuan untuk:</p>
<ol style="list-style-type:lower-alpha;">
<li>
Menjelaskan secara kritis tentang penggunaan pola asuh para orang tua khususnya di SDNU Kota Metro</li>
<li>
Menjelaskan secara kritis tentang bagaimana tipe-tipe pola asuh terhadap perkembangan <em>critical thinking</em> orang tua</li>
<li>
Menjelaskan secara kritis tentang Mengetahui bagaimana kemampuan <em>critical thinking</em> anak pada saat pemebalajaran.</li>
</ol>
<p>
catatan</p>
<p>
Latar belakang harus lebih menekankan pentingnya berpikir kritis dalam perkembangan anak usia sekolah dasar, terutama dalam konteks perubahan pendidikan yang mengutamakan keterampilan abad ke-21. Jelaskan bagaimana <em>program parenting</em> dapat menjadi intervensi yang mendukung keterampilan tersebut. Bisa juga diuraikan contoh-contoh konkret program parenting yang ada di SDNU atau sekolah serupa, serta relevansinya dalam konteks lokal (Kota Metro).</p>
<p>
Secara keseluruhan, proposal ini memiliki fokus yang kuat dan relevan, terutama karena keterampilan berpikir kritis sangat penting dalam pendidikan dasar, dan peran orang tua melalui program parenting semakin diakui sebagai faktor kunci dalam perkembangan anak. Namun, rumusan masalah, Landasan Teori, metodologi, dan hipotesis perlu lebih terstruktur untuk menghasilkan data yang valid dan dapat diandalkan.</p>
<p>
</p>
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstract. Penelitian ini dilatarbelakangi meningkatnya problem pengasuhan dalam keluarga, seperti lemahnya komunikasi, kekerasan, dan ketidakseimbangan antara kontrol serta kasih sayang. Di sisi lain, konsep authoritative parenting dipandang efektif, namun masih memerlukan landasan nilai yang sesuai dengan konteks keluarga Muslim. Penelitian ini bertujuan menganalisis penafsiran ayat-ayat kisah Nabi Ibrahim AS serta mengidentifikasi nilai-nilai pola asuh authoritative yang terkandung di dalamnya dan relevansinya bagi pengasuhan kontemporer. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif melalui tafsir tematik (maudhu‘i). Data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an tentang kisah Nabi Ibrahim AS, sedangkan data sekunder berasal dari kitab tafsir, buku, dan jurnal ilmiah terkait parenting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah Nabi Ibrahim AS memuat tiga nilai utama pengasuhan, yaitu keteladanan sebagai dasar otoritas moral, komunikasi dialogis-partisipatif sebagai bentuk penghargaan terhadap anak, dan orientasi spiritual melalui doa sebagai fondasi pendidikan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan karakteristik authoritative parenting yang menekankan keseimbangan antara ketegasan dan kehangatan, bahkan melampauinya melalui dimensi tauhid. Penelitian ini menegaskan bahwa kisah Nabi Ibrahim AS relevan dijadikan model pengasuhan keluarga Muslim masa kini karena mampu menghadirkan pola asuh yang seimbang, humanis, dan religius.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK MODEL PEMBELAJARAN INKLUSIF ANAK USIA DINI BERBASIS PARENTING PADA KELUARGA MASYARAKAT DI KOTA METRO Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi penting dalam membentuk perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan karakter anak, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus seperti ADHD, disleksia, dan speech delay. Namun, implementasi pembelajaran inklusif di lingkungan keluarga masih menghadapi berbagai kendala, terutama rendahnya pemahaman orang tua, keterbatasan model pembelajaran adaptif, serta minimnya dukungan fasilitas. Padahal, keluarga memiliki peran utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif melalui pendekatan parenting. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model pembelajaran inklusif anak usia dini berbasis parenting pada keluarga masyarakat di Kota Metro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif. Subjek penelitian adalah orang tua yang memiliki anak usia dini berkebutuhan khusus di Kota Metro. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data digunakan teknik triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran inklusif berbasis parenting berlangsung melalui lima tahapan utama, yaitu identifikasi dan asesmen kebutuhan anak, penyesuaian materi dan aktivitas pembelajaran, kegiatan bermain edukatif, keterlibatan aktif orang tua, serta evaluasi berkelanjutan. Pembelajaran dilakukan secara fleksibel, alami, dan berbasis pengalaman sehari-hari dalam keluarga. Orang tua berperan sebagai pendidik utama yang menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan anak serta memberikan pendampingan secara intensif. Kesimpulannya, model ini efektif dalam mendukung perkembangan anak berkebutuhan khusus, meskipun masih diperlukan penguatan dalam sistematisasi dan dukungan profesional agar hasilnya lebih optimal
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Parenting penting untuk dibahas melihat fenomena yang kerap muncul berhubungan dengan anak cukup segnifikan sebagai salah satu faktor munculnya permasalahan disebabkan adanya kesalahan dalam pola asuh orang tua. Al-Qur’an dianggap dapat mengintegrasikan hubungan orang tua dan anak melalui interaksi, komunikasi, sikap dan keteladanan yang dianggap sebagai parenting. Tujuan dari penelitian ini dalam rangka mengeksplorasi prinsip-prinsip pengasuhan dalam Al-Qur’an dengan menggunakan tafsir al-Taḥrīr wa al-Tanwīr Ibnu ‘Āsyūr sebagai landasan interpretasi. Penelitian difokuskan pada ayat-ayat yang menguraikan interaksi melalui dialog antar orang tua dan anak, serta pola asuh yang merefleksikan pendekatan demokrasi (otoritatif) dan keteladanan (uswah) pada surah Hud [11]:42–43, Yusuf [12]:4–5, Maryam [19]:42–43, ash-Shaffat [37]:102, dan Luqman [31]:17–19. Penelitian kualitatif ini dianalisis secara tematik dengan mengintegrasikan pendekatan metode Mustofa Muslim dan pendekatan maqāṣīdi. Hasil penelitian memaparkan metode pengasuhan secara efektif dilakukan dengan mempraktekkan pola asuh demokrasi dan keteladanan orang tua dengan pertimbangan tingkat usia. Ibrahim, Nuh, Ya’qub, dan Luqman menunjukkan pola pengasuhan dalam AL-Qur’an melalui interaksi dialog antara orang tua dan anak secara demokratis dan teladan yang baik. Melalui gambaran dan cerita ini maka menjadi motivasi bagi setiap orang tua di luar sana bahwa pola pengasuhan yang baik dapat mempengaruhi karakter tumbuh kembang seorang anak di masa depan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Background: Early childhood parenting represents a crucial phase in family development that requires a high level of emotional involvement from parents. During this period, parents face various parenting demands related to meeting children’s physical needs as well as supporting their emotional and social development. Such conditions may increase the risk of parenting stress, particularly when parents experience difficulties regulating their emotions or lack adequate support from their social environment. Aim: Therefore, this study aims to analyze the effect of emotion regulation on parenting stress among parents of young children and to examine the moderating role of social support in this relationship. Method: This study employed a quantitative approach using a survey parents of students at RA Muslimat NU 07 as research participants. Data were collected using three standardized psychological instruments: the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) to measure parents’ emotion regulation, the Parental Burnout Assessment (PBA) to assess the level of parenting stress, and the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) to measure perceived social support. Data analysis was conducted using simple regression to examine the direct effects of emotion regulation and social support on parenting stress. Result and Disscussions: The results indicate that emotion regulation and social support do not have a significant simultaneous effect on parenting stress (F = 0.357; p = 0.701; R² = 0.011). Partially, emotion regulation (p = 0.866) and social support (p = 0.486) also do not show a significant effect on parenting stress. Furthermore, the moderation test reveals that the interaction between emotion regulation and social support is not significant (p = 0.387), indicating that social support does not function as a moderating variable in this relationship. Conclusion: These findings suggest that emotion regulation and social support are not the main determinants of parenting stress among parents of young children in this study, indicating that other factors may play a more dominant role in influencing parenting stress beyond the variables examined.