Abstrak
Parenting penting untuk dibahas melihat fenomena yang kerap muncul berhubungan dengan anak cukup segnifikan sebagai salah satu faktor munculnya permasalahan disebabkan adanya kesalahan dalam pola asuh orang tua. Al-Qur’an dianggap dapat mengintegrasikan hubungan orang tua dan anak melalui interaksi, komunikasi, sikap dan keteladanan yang dianggap sebagai parenting. Tujuan dari penelitian ini dalam rangka mengeksplorasi prinsip-prinsip pengasuhan dalam Al-Qur’an dengan menggunakan tafsir al-Taḥrīr wa al-Tanwīr Ibnu ‘Āsyūr sebagai landasan interpretasi. Penelitian difokuskan pada ayat-ayat yang menguraikan interaksi melalui dialog antar orang tua dan anak, serta pola asuh yang merefleksikan pendekatan demokrasi (otoritatif) dan keteladanan (uswah) pada surah Hud [11]:42–43, Yusuf [12]:4–5, Maryam [19]:42–43, ash-Shaffat [37]:102, dan Luqman [31]:17–19. Penelitian kualitatif ini dianalisis secara tematik dengan mengintegrasikan pendekatan metode Mustofa Muslim dan pendekatan maqāṣīdi. Hasil penelitian memaparkan metode pengasuhan secara efektif dilakukan dengan mempraktekkan pola asuh demokrasi dan keteladanan orang tua dengan pertimbangan tingkat usia. Ibrahim, Nuh, Ya’qub, dan Luqman menunjukkan pola pengasuhan dalam AL-Qur’an melalui interaksi dialog antara orang tua dan anak secara demokratis dan teladan yang baik. Melalui gambaran dan cerita ini maka menjadi motivasi bagi setiap orang tua di luar sana bahwa pola pengasuhan yang baik dapat mempengaruhi karakter tumbuh kembang seorang anak di masa depan.