FENOMENA HUJAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP LINGKUNGAN PERSPEKTIF TAFSIR MAQASHIDI Q.S AL-A’RAF [7]:56-57
Penelitian ini menganalisis bahasa istilah hujan Anzala Mā', Anzalnā dan Yunazzilu yang terdapat dalam Q.S Az-Zumar:21, Q.S Al-Mu’minun:18, Q.S Ar-Rum ayat 24 dan menggunakan Q.S Al-A’raf (7): 56-57 untuk dijadikan sebuah upaya dalam penemuan tentang makna bagaimana bumi ini diciptakan dengan baik (fenomena hujan turun sebagai rahmat) dan menyingkap makna berisi hak, larangan dan kewajiban dalam menjaga bumi (lingkungan). Jenis penelitian ini kualitatif, menggunakan sumber data Library Research dengan pendekatan Tafsir Maqasidi. Penulis menemukan penggalan kalimat بَعۡدَ إِصۡلَٰحِهَا (setelah (diciptakan) dengan baik) bahwa dalam Ayat tersebut mengandung makna yang terhimpun dari adanya beberapa peristiwa seperti fenomena hujan turun sebagai rahmat yang membawa keberkahan bagi kehidupan di bumi khususnya lingkungan tempat makhluk hidup. Adapun aspek-aspek maqasidiyah dari penggalan ayat tersebut yaitu: Hifz al’Bi’ah (menjaga lingkungan) Karena dari adanya Hifz Al-Bi’ah memiliki beberapa upaya untuk mewujudkan prinsip Maqashid al-'Ammah, yaitu Hifz an-Nafs (menjaga jiwa), Hifz al-Mal (menjaga harta benda), Hifz Ad-Daulah (menjaga negara) dan Interpretasinya berpusat pada ekosentrisme yang menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan yaitu pelestarian alam. Relevansinya dengan kondisi saat ini yaitu dengan menerapkan prinsip Amar Ma’ruf Nahi Munkar, mengoptimalkan potensi manusia dalam upaya pencegahan kerusakan lingkungan, dan menumbuhkan tindak perilaku ramah tamahan terhadap lingkungan (bumi) tempat makhluk hidup.