ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peneltian ini bertujuan untuk menganalisis proses Tradisi tingkeban yang masih dilaksanakan di Desa Melungun Dalam Kecamatan Bukit Kemuning Lampung Utara sebagai bentuk ungkapan syukur atas kehamilan yang memasuki usia tujuh bulan. Penelitian ini di dasari perbedaan pandangan mengenai kesesuaian nya dengan ajaran islam sehingga perlu di kaji nilai-nilai pendidikan islam yang terkandung di dalam nya Penelitian ini didasari dengangan Menggunakan Pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan tokoh agama, tokoh adat, ibu hamil, dan masyarakat. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi tingkeban mengandung nilai pendidikan Islam berupa nilai religius, sosial, dan budaya yang tercermin dalam kegiatan doa bersama, kebersamaan masyarakat, serta pelestarian tradisi yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Tradisi ini juga mempererat hubungan sosial dan menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis nilai-nilai pendidikan Islam dalam tokoh wayang Semar pada lakon "Semar Mbangun Kayangan" yang diselenggarakan di Desa Mulyosari 16 Polos. Inti dari penelitian ini adalah bagaimana nilai-nilai fundamental Islam seperti Akidah (tauhid), ibadah, dan terutama akhlak mulia (seperti kejujuran, kesabaran, dan kerendahan hati diintegrasikan dalam karakter tokoh Semar dan alur cerita pewayangan. Wayang Kulit bukan sekadar hiburan, melainkan media komunikasi tradisional dan sarana dakwah yang kaya akan makna simbolis untuk membentuk kepribadian individu berlandaskan akhlak mulia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menekankan pada pengamatan fenomena dan pendalaman substansi makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lakon "Semar Mbangun Kayangan" mengandung nilai-nilai pendidikan Islam yang terbagi menjadi dua kelompok utama yaitu Nilai Ketuhanan (Ilahiyah) yang berkaitan dengan keimanan kepada kekuasaan Allah, serta Nilai Kemanusiaan (Insaniyah) yang mencakup nilai sosial. Sosok Semar merepresentasikan simbol manusia sempurna (insan kamil) yang mengajarkan bahwa membangun "kayangan" bukan sekadar fisik, melainkan membangun hati nurani, kesabaran, dan kebijaksanaan batin. Nilai-nilai seperti tauhid, kejujuran, dan rasa syukur diinternalisasikan melalui bahasa yang mudah dicerna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pagelaran tersebut menjadi tuntunan hidup dan media dakwah kultural dalam memperkuat akidah dan akhlak masyarakat sesuai dengan ajaran Al-Qur'an dan Sunnah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara penginternalisasian nilai-nilai agama islam dalam membentuk karakter seorang santri melalui kegiatan sehari-harinya di kelas 4 ibtida’iyah Pondok Pesantren Darul ‘Ulum Seputih Banyak. Karena Masih terdapat santri yang sudah menerapkan pendidikan karakternya tapi belum paham akan materi pendidikan karakter bahkan sebaliknya, Masih terdapat santri yang mengucilkan hingga membully teman nya, dan masih terdapat santri yang akhlak nya belum sesuai oleh ajaran-ajaran yang daijarkan dipondok pesantren. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Uji keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik sedangkan teknik analisis datanya menggunakan reduksi data, yakni penyederhanaan data-data yang telah dikumpulkan, selanjutnya penyajian data dan verifikasi data atau penarikan kesimpulan dari data yang diperoleh yang berkaitan dengan judul peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan sehari-hari santri yang selalu menerapkan nilai-nilai agama islam, karena nilai-nilai agam islam itu berperan penting dalam pembentukan karakter yang penginternalisasiannya dilakukan melalui pembelajarn dikelas, pembiasaan nilai-nilai agama islam melalui kegiatan sehari-harinya serta keteladanan dari para ustadz/ustadzahnya Kata kunci: nilai nilai Agama Islam, Karakter Santri, kegiatan sehari hari