Retorika Dakwah Tauhid Nabi Ibrahim (Kajian Penafsiran Al-Razi Terhadap QS. Al-An'am Ayat 76-79)
Penelitian ini membahas retorika logis-ekologis Nabi Ibrahim dalam dakwah tauhid sebagaimana tercantum dalam QS. Al-An’am ayat 76-79, dengan fokus pada interpretasi Fakhruddi>n Al-Ra>zi> dalam kitab Tafsir Mafa>tih al-Gaib. Pendekatan kualitatif dan metode tematik digunakan untuk menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an terkait. Studi ini mengungkap bagaimana Nabi Ibrahim memanfaatkan fenomena alam -bintang, bulan, dan matahari-untuk menyampaikan argumen berbasis logika, menunjukkan bahwa benda-benda fana tidak layak disembah. Melalui dialog persuasif yang halus, beliau berhasil menggugah kesadaran kaumnya tanpa menimbulkan konfrontasi langsung. Pendekatan Nabi Ibrahim ini menawarkan pelajaran penting bagi dakwah modern: pentingnya penggunaan argumen rasional, empati, dan pemahaman terhadap audiens. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi dakwah berbasis logika dapat membantu menjawab tantangan masyarakat modern Kata yang kritis dan terdidik. Temuan ini memperkaya literatur tafsir Al-Qur’an sekaligus memberikan panduan bagi pendakwah untuk menerapkan komunikasi yang efektif dan relevan dengan konteks zaman.