Abstrak
Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan suatu proses pembinaan yang dirancang secara sistematis untuk mengembangkan potensi peserta didik secara holistik, mencakup aspek jasmani dan rohani, dengan tujuan membentuk pribadi yang berkualitas menurut ajaran Islam, yakni individu yang bertakwa kepada Allah Swt. Dalam konteks ini, kecerdasan emosional merujuk pada kemampuan seseorang dalam mengenali, memahami, serta mengelola emosi diri dan orang lain secara positif, disertai kemampuan memotivasi diri dan membangun hubungan yang sehat. Adapun kecerdasan sosial adalah kemampuan individu dalam menjalin dan mempertahankan hubungan sosial secara efektif melalui interaksi yang adaptif dan responsif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana peran PAI dalam mendukung pengembangan kecerdasan emosional dan sosial peserta didik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan, melalui pengumpulan data deskriptif dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran penting sebagai pembimbing moral, pengelola emosi, motivator, mediator, serta teladan. Namun, pelaksanaannya menghadapi tantangan, seperti keterbatasan waktu, keberagaman latar belakang siswa, dan minimnya kesadaran siswa akan pentingnya kecerdasan emosional dan sosial.