Abstrak
Pendidikan adalah sebuah proses holistik yang bertujuan untuk mempersiapkan individu agar mampu mengembangkan potensi secara maksimal, mencakup aspek spiritual, moral, intelektual, dan keterampilan praktis. Di era modern ini, pesantren terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, menghadapi berbagai tantangan, dan tetap berkomitmen untuk mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan bertanggung jawab terhadap agama, bangsa, dan negara.Masalahnya sering terjadi sehubungan dengan kasus kasus moral di lingkungan sekitar dilatar belakangi oleh semakin canggihnya media sosial, Sehubungan dengan hal tersebut , maka terjadilah fenomena adanya kemerosotan atas budi pekerti seseorang sebagai contoh Kurangnya Pendidikan Karakter, kurangnya perhatian dan pengawasan orang tua dalam mendampingi anak-anak mereka dalam menggunakan teknologi dan media sosial dapat menyebabkan mereka terjebak dalam perilaku yang tidak baik. Dari masa ke masa Pesantren telah memainkan peran yang sangat penting dalam sejarah pendidikan Islam di Indonesia. Pondok pesantren sendiri merupakan ladang dalam pembiasaan sikap religius yang menjadi budaya religius dapat dibangun dengan tiga cara yaitu : ajakan, pengelaman, dan pembiasaan. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif pada penelitian ini, peneliti memilih untuk memakai jenis penelitian lapangan (field research) dengan Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam bagaimana peran pesantren dalam membudayakan sikap religius, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan sikap religius antara santri dan non-santri di SMP Quran Tri Bhakti At Taqwa Lampung Timur. Setelah peneliti Sowan ke Pengasuh Pondok Pesantren, Pondok Pesantren Tri Bhakti At Taqwa memainkan peran sentral dalam membentuk karakter religius santri melalui kegiatan-kegiatan budaya religius yang diadakan di dalam pondok. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat dihasilkan temuan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan agama di Indonesia, khususnya dalam membentuk karakter generasi muda yang lebih religius dan berbudi pekerti luhur.