Abstrak
Penelitian ini menganalisis minat investasi pegawai UIN Jurai Siwo Lampung terhadap produk tabungan emas digital di Bank Syariah Indonesia (BSI). Meskipun hampir seluruh pegawai telah memiliki rekening BSI yang terhubung langsung dengan penerimaan gaji ASN, hasil observasi awal menunjukkan bahwa hanya 16,7% yang aktif menggunakan produk tabungan emas digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis tematik (thematic analysis) Braun dan Clarke. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pegawai UIN Jurai Siwo Lampung yang dipilih secara purposive sampling. Kerangka analisis mengintegrasikan empat dimensi teoritis secara simultan: Technology Acceptance Model (TAM), model AIDA, literasi keuangan syariah, dan religiusitas. Temuan penelitian mengungkap empat faktor determinan minat investasi: literasi produk yang rendah; keraguan terhadap keamanan sistem digital; pertanyaan tentang keabsahan syariah produk, khususnya mekanisme qabdh emas digital; dan minimnya sosialisasi dari institusi maupun BSI. Pola demografis menunjukkan bahwa usia muda, jenjang pendidikan S2, dan status fungsional dosen berkorelasi dengan minat investasi yang lebih tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan minat investasi emas digital di kalangan ASN Muslim pada institusi pendidikan Islam memerlukan intervensi terintegrasi yang mencakup edukasi syariah-digital, penguatan kepercayaan institusional, dan strategi komunikasi berbasis nilai keislaman.