Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar matematika siswa dalam memecahkan masalah Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) di MTs Takhassus Al- Qur'an Al-Falahiyah Batanghari. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, yang tercermin dari hasil PISA 2022 dan observasi awal yang menunjukkan siswa kesulitan menghubungkan konsep SPLDV dengan konteks sehari-hari serta menerapkan metode eliminasi, substitusi, dan grafik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas VIII, yang kemudian dikelompokkan menjadi tiga kategori kesulitan (tinggi, sedang, rendah) berdasarkan hasil angket dan tes. Data dikumpulkan melalui angket kesulitan belajar, tes tertulis (LKPD), wawancara semi-terstruktur, dan observasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa pada kategori kesulitan tinggi (25%) mengalami hambatan pada seluruh indikator, terutama keterampilan operasional dan pemahaman konsep. Siswa kategori sedang (54,2%) umumnya kesulitan pada perencanaan strategi dan pemeriksaan kembali. Siswa kategori rendah (20,8%) hanya mengalami kendala pada soal non-rutin. Faktor penyebab utama kesulitan adalah kurangnya penguasaan prasyarat aljabar, metode pembelajaran yang monoton, dan rendahnya minat belajar. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya desain pembelajaran remedial yang berfokus pada penguatan prasyarat dan kontekstualisasi masalah.