Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji akhlak berpakaian muslimah dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir maqāṣidī. Hal ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi di era modern yang turut memengaruhi dunia fashion, sehingga mendorong terjadinya pergeseran antara tren berpakaian muslimah yang cenderung lebih menekankan aspek estetika dan gaya dibandingkan nilai-nilai syariat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan (library research) untuk membatasi kajian serta memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang akhlak berpakaian muslimah dalam Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akhlak berpakaian muslimah dalam Al-Qur’an tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga mengandung dimensi moral dan spiritual yang mendalam. Prinsip tersebut meliputi kewajiban menutup aurat, tidak ketat dan transparan, menjaga kesederhanaan, serta menghindari tabarruj. Dalam analisis maqāṣidī, ketentuan berpakaian mencerminkan tujuan syariat yang komprehensif, yaitu menjaga agama (ḥifẓ al-dīn), menjaga jiwa (ḥifẓ al-nafs), dan menjaga keturunan (ḥifẓ al-nasl). Selain itu, nilai-nilai fundamental yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut meliputi nilai ketakwaan (at-taqwā), tanggung jawab (al-mas’ūliyyah), dan kebebasan (al-ḥurriyyah) yang bersifat terarah dan bertanggung jawab.